NovelToon NovelToon
Pseudo-Villain

Pseudo-Villain

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Petualangan / Poligami / Balas Dendam / Barat
Popularitas:459.6k
Nilai: 4.7
Nama Author: mawangsyah

Jean adalah seorang Villain. Begitulah pandangan banyak orang. Tidak peduli kota manapun yang dia tempati, kekacauan pasti akan terjadi. Dia menaklukan satu demi satu kerajaan dan menciptakan negaranya sendiri.

Ketika Jean berlari, dia akan meninggalkan mayat yang menggunung di belakangnya dan darah yang membanjiri tanah.

Namun, apakah benar Jean adalah penjahat? Ataukah mungkin......

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mawangsyah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ambush

Kegiatan berburu berjalan baik-baik saja. Kebanyakan anak-anak Bangsawan dan pedagang kaya berkumpul di malam hari untuk merayakan keberhasilan mereka. Yah, sebenarnya bukan keberhasilan mereka juga. Kebanyakan dari mereka membawa pemburu yang profesional jadi itu sama sekali bukan hasil kerja mereka sendiri. Mereka hanya mengklaimnya.

Jean melihat beberapa anak mendekati Charlotte, Natasha, dan Selena. Mereka tampil sebaik mungkin untuk merebut hati ketiganya. Sejujurnya, yang paling rawan di sini adalah Selena. Dia hanya pelayan, artinya rakyat jelata. Para bangsawan bisa memaksa dirinya untuk ikut bersama mereka. Syukurlah, Charlotte dan Natasha berusaha melindungi dirinya.

Jean sendiri sedang berada dalam posisi bersemedi. Dia menutup matanya, menyilakan kakinya, dan menelungkupkan tangannya.

Atas ajaran Svetlana, Jean mengetahui jalan untuk bertambah kuat. Latihan pernafasan yang selama ini dia jalani membuat dirinya seolah menyatu dengan alam. Dengan begitu, dia bisa merasakan energi murni yang dikeluarkan oleh alam.

Tidak hanya dirasakan, Jean juga harus menyatukan energi alam murni dengan dirinya. Jean sudah sampai pada tahap dimana tidak hanya menyatu, dirinya telah bisa memanipulasi sedikit energi alam. Namun, Jean belum pernah menggunakannya dalam pertarungan.

"Jean, kamu tidak ikut makan? Ayo, mereka sedang membakar hasil buruanmu di sana."

Charlotte mendatangi Jean. Wajahnya masih sedikit memerah karena kejadian tadi. Jean yang baru membuka matanya langsung menarik Charlotte dan meletakan gadis berambut pink itu di pangkuannya.

"Aku tidak begitu nyaman untuk bergabung. Aku akan mengawasi kalian dari sini. Ngomong-ngomong Charl, mau ikut makan bersamaku? Aku sudah memasak untuk jatahku sendiri."

Jean menunjuk ke sebuah kuali kecil yang tergantung di kayu. Api berkobar di bawahnya. Dapat terdengar suara mendidih dari kuali kecil tersebut.

"Jean... apakah tidak masalah kamu memangku diriku seperti ini?"

"Hmmm? Apa Charl keberatan?"

"Ti-tidak! Sebaiknya, aku....."

Charlotte merasa pelukan kuat dari Jean. Ah, ini hangat. Bahkan di hutan yang dingin ini, Charlotte tidak memerlukan api unggun. Cukup dengan pelukan Jean.

"Baiklah, ayo kita makan dulu Charl. Sepertinya masakanku sudah matang."

Charlotte menggembungkan pipinya. Dia ingin berpangku di paha Jean lebih lama lagi. Dia ingin Jean memanggilnya dengan panggilan kesayangan 'Charl' daripada 'nona'.

"Sudah, jangan murung seperti itu nona Charlotte. Saya akan meluangkan waktu untuk anda nanti. Sekarang, ayo makan dulu."

Bau wangi tercium di hidung Charlotte. Jean datang dengan membawa kuali kecil berisi masakannya. Itu adalah sup yang dia masak dari bagian paha burung yang Jean tembak dengan panah.

"Ini enak! Jean, kamu luar biasa! Seandainya aku bisa makan seenak ini tiap hari."

Jean tersenyum kecut. Ekspresi Charlotte ketika memakan masakannya terlihat sangat menggemaskan. Jean juga duduk dan mulai menuangkan sup miliknya ke mangkuk kayu.

Sekilas, Jean melirik ke arah Selena dan Natasha yang sedang bersenang-senang. Mereka sedang bercanda. Yah, obrolan gadis. Tidak ada yang harus dikhawatirkan.

Setelah makanan habis, Jean bertanggung jawab membereskan semuanya. Setelah rapih-rapih, dia memandangi langit. Perlahan, bulan purnama yang tadinya bersinar cukup terang mulai tertutupi oleh hitamnya malam. Lolongan serigala terdengar dari kejauhan.

"Nona Charlotte, sudah saatnya untuk tidur. Mohon kembali ke kemah anda dan nona Natasha. Saya akan berjaga dengan ksatria malam ini."

"Eh, kamu tidak tidur? Bukankah kamu kelelahan?"

Jean hanya menggeleng. Berburu seperti tadi tidak cukup untuk menguras tenaganya. Charlotte dengan enggan pergi ke kemahnya yang merupakan tempat wanita berkumpul.

Suara kayu yang terbakar memenuhi hutan. Meskipun Jean mengatakan kalau dia akan berjaga dengan para ksatria, sebenarnya dia sendiri tidak ikut bergabung bersama mereka. Alih-alih berpatroli dengan serius, mereka hanya minum-minum dan mabuk seolah tidak akan ada hal buruk yang terjadi.

Tapi Jean tidak bisa lengah. Ini bukan rumah yang hangat dan tenang. Ini adalah hutan yang liar dan kejam. Kalau kau lengah sedikit, hanya ada dua pilihan. Mati dimakan para pemangsa atau mati karena dibunuh oleh para bandit.

"Oi bocah, di sini bukan tempat bermain! Tidur dan biarkan kami berjaga di sini!"

Seorang ksatria menghampiri Jean dan mengatakan itu. Jean hanya menatap Ksatria itu dengan dingin. Bisa-bisanya ksatria mengatakan itu ketika mabuk.

Sebenarnya alih-alih berjaga, para ksatria sebenarnya hanya mengganggu tidur. Mereka tertawa, berteriak, dan tertawa lagi.

Mendadak, derak ranting terdengar dari luar area perkemahan. Sementara para ksatria masih tertawa dan berteriak karena mabuk, Jean sudah mengambil tombak miliknya. Saat itu juga, gerombolan babi hutan yang berjumlah enam dan berukuran besar datang menyerang area perkemahan.

Para ksatria yang tidak siap langsung kabur. Beberapa lainnya yang tidak beruntung terkena serudukan babi hutan dan terinjak-injak. Memang tidak mati, namun tidak ada harapan. Sebentar lagi mereka akan meregang nyawa.

Peduli setan. Tugasnya hanyalah melindungi Charlotte, Natasha, dan Selena. Dengan kekuatan yang jauh melebihi orang dewasa, Jean melempar tombak miliknya ke arah para babi dan berhasil membunuh satu di antara mereka.

Para babi itu langsung merengek. Arah mereka yang tadinya menuju kemah tempat anak-anak tidur langsung berubah dan mengincar Jean. Dia tersenyum keji. Sudah lama sejak dia berhenti berburu.

Jean meraih pedangnya yang tersandar di pohon. Segera, pertarungan jarak dekat terjadi. Adalah sesuatu yang tidak masuk akal untuk bertarung melawan mereka dengan jarak dekat. Tapi Jean tidak peduli. Dia hanya maju menghantam babi-babi itu. Pedangnya merobek perut, leher, dan dada mereka. Beberapa menit kemudian, semua babi mati.

Para ksatria bernafas lega. Mereka berpikir kalau masalah sudah di selesaikan. Tetapi mereka tidak tahu kalau ada masalah yang jauh lebih berbahaya daripada babi-babi itu sedang mengintai mereka.

1
o _ o
terus fungsi meronta ronta di awal buat apa ? toh ikatan nya bisa lepas gitu aja /Speechless/
o _ o
bahkan MC dengan peringkat 7 ga bisa lepas dari ikatan "Sangat kuat" /Silent/
o _ o
menyerah dan jagung tertidur /Facepalm/
o _ o
di benua tengah bandit aja udh bisa pake sihir,
apa kabar di benua barat ? bahkan satu prajurit pun ga ada.
o _ o
kalo emang bisa bawa barang dari "alam lain" kenapa ga bawa mayat naga ? kan keren kalo jadi satu set armor naga
o _ o
jeaneeeee 😭
o _ o
demi menambah haremnya ini mah 🙄
o _ o
fiks jepang ini mah
o _ o
kok Duke Eisen bisa kaget ya ? bukannya udh mati pas ditendang Count Felberg /Hey/
o _ o
/Facepalm/
o _ o
saya mencium bau bau death flag
Nameless
pedofil sialan
Sak. Lim
sampah pecundaaang ngbisin chapter aja yg pntas sampah masyarakat bukan ksatria
Jackson Maswatu Maswatu
the real kata kata seorang anak kecil yang sudah muak dengan dunia....
Dewa~jodoh
👍👣👣👣
Dewa~jodoh
tetap semangat thor walaupun sepi/Good/
hanif rahmawan: Wah makasih banyak bwang 🙏🙏
total 1 replies
Dewa~jodoh
seru, tapi makin pendek aja perbabnya thor
Iqbal As
Knp gak nyamperi bokap
abdulhaq Prawira
bagus aja sih thur
ԅ•۝• demon venerable •۝•ԅ
Lumayan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!