NovelToon NovelToon
AKU MADU IBUKU

AKU MADU IBUKU

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / CEO / Pelakor / Tamat
Popularitas:1.6M
Nilai: 4.9
Nama Author: Febriliani

Menceritakan seorang gadis cantik yang bernama Halwatu Zahra terpaksa menikah siri dengan seorang pria yang dikiranya duda. Karena sebuah kesalahpahaman. Ternyata pria yang dinikahinya mendadak itu, adalah ayah tirinya.

Akankah Zahra akan terus jadi madu sang ibu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Febriliani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Di teror

Setelah sang nenek diperiksa oleh Bu Bidan. Zahra mengantarkan sang ibu Bidan ke teras rumah mereka. “Terimakasih kak sudah mau

mengobati nenekku.” Ujar Zahra dengan suara berat. Dia sudah tidak tahan untuk tidak menangis. Zahra bahkan Tak berani membalas tatapan sang ibu Bidan, yang dari tadi berusaha menilik  wajahnya. Zahra merasa sedih dan sangat terpukul dengan kejadian yang menimpanya. Sehingga dia sangat emosional. Dia tak bisa memebendung air mata yang dari tadi berontak ingin menyeruak dari mata indahnya.

Motor bututnya Zahra kehabisan bahan bakar. Ia pun akhirnya berjalan kaki menuju rumah ibu Bidan. Sepanjang perjalanan, orang yang melihatnya pasti menyindirnya, mengeluarkan kata-kata penghakiman yang membuat dada nyeri dan sesak mendengarnya. Perilaku baik dan terpujinya selama ini bisa seolah hilang dimata masyarakat, karena kesalahan yang dilakukannya tanpa sengaja itu. Seandainya dia tidak datang ke pesta perpisahannya Rara, mungkin semua ini tidak akan terjadi.

“Iya Zahra, kamu harus kuat. Celaan orang tidak akan membuat kita hina. Jangan pikirkan apa kata orang. Yang pantas menilai baik buruknya

kita adalah Allah. Ini cobaan buatmu. Semoga cepat selesai. Dan yakinlah setiap cobaan yang Allah berikan, ada hikmahnya.” Zahra yang sedih itu, akhirnya tak bisa membendung air matanya lagi. Kini cairan bening itu, sudah menyeruak membasahi pipi putihnya yang pucatnya. Zahra menceritakan semuanya pada Ibu Bidan. Dan Bu Bidan percaya dengan penjelasannya.

“Kak, masih bisakah nanti aku pakai ponsel kakak untuk hubungi ibuku.” Kali ini Zahra sangat berharap bantuan dari Ibu Bidan. Dari

tadi dia sudah berapa kali menghubungi nomor ibunya, tapi gak diangkat. Bahkan dia kirim pesan.

“Bisa, kalau gak kamu coba sekali lagi hubungi  ibumu.” Bu Bidan memberikan ponselnya pada

Zahra. Dengan ragu, Zahra meraih ponsel itu. Dan melakukan panggilan ke nomor hape sang ibu.

“Gak aktif kak.” Menyerahkan ponsel itu dengan lemasnya. Tadi hape ibunya masih aktif dan sekarang gak aktif lagi. Zahra tidak akan menyembunyikan masalah ini lagi, seperti niatnya diawal. Dia harus memberitahu

sang ibu, agar nantinya tidak ada penyesalan dibelakang.

.

“Kamu nanti boleh ke rumah, Ok!” Bu Bidan mengelus lengannya Zahra ramah. Wanita yang berumur sekitar 38 tahun itu pun meninggalkan rumahnya Zahra.

Sepeninggalannya Bu Bidan, Zahra bergegas  ke dapur. Walau dia merasa kepalanya mau

pecah, dia harus masak. Selain merasakan kepala pusing, Zahra juga merasa

tubuhnya tidak enak. Seperti mau demam.

“Apa aku mau sakit ya?” Ucapnya memijat pelipis serta keningnya dengan sedihnya. Cairan bening itupun kini jatuh tanpa permisi membasahi pipinya. Zahra biasanya selalu kuat dalam menghadapi masalah. Tapi, kali ini dia tak sanggup lagi, karena kebencian orang-orang padanya. Tangan Zahra gemetar saat Dia mendadar telor karena menangis, mengusap air mata dengan baju bagian lengan atasnya. Sesekali dia menarik ingusnya. Rasanya dadanya begitu sakit, mengingat kejadian semalam dan tadi pagi, orang-orang menatapnya begitu jijik.

Sejak kematian sang ayah dua tahun yang lalu, ia  tak pernah merasakan kebahagian lagi. Himpitan masalah ekonomilah yang menjadi penyebab utamanya. Zahra pun harus ikut membantu sang ibu cari uang. Sehingga dia tidak pernah ikut lagi ekstra kurikuler yang

diadakan di sekolah. Termasuk ekstra kurikulrer pencak silat.

“Mak,!’” ucapnya tanpa sadar dengan menahan isak tangis, dengan air mata yang jatuh dengan derasnya. Gadis itu begitu rindu dekapan dan

belaian sang ibu, yang hampir satu tahun ini tak pernah dirasakannya lagi.

“Zahra, Zahra..!” Suara lirih dan berat sang nenek, menyadarkannya dari rasa sedih yang tak kunjung habis itu.

“Iya Nek, sebentar..!” Zahra melap air matanya dengan punggung tangannya.  Menyiapkan sarapan mereka dan membawanya ke kamar sang nenek. Mereka sudah telat untuk sarapan.

“Nenek ada simpan alamat ibu gak nek?” Zahra dan sang nenek sudah selesai sarapan, kini dia sedang membantu sang nenek minum obat.

“Yang ada sama nenek itu, alamat ibumu yang lama. Ibumu sudah pindah dan dapat pekerjaan bagus.” Jawab sang nenek lemah. Menyandarkan tubuhnya di kepala tempat tidur ukuran empat kaki itu.

Zahra menghela napas berat, dia juga gak tahu alamat ibunya yang baru.

“Nek, maafin Zahra ya? Gara-gara Zahra gak dengerin apa kata nenek kita jadi dapat musibah.” Ucapnya sedih, beranjak dari atas ranjang sang nenek, menyeret kakinya yang terasa layu, karena Zahra juga merasa tidak

sehat. Gadis yangs edang dirundung segunung masalah itu pun mendudukkan bokongnya di kursi kayu menatap ke luar jendela dengan tatapan kosong.

“Nek, kalau nenek sudah sembuh. Gimana kalau kita pergi ke kampungnya ayah dan nenek.” Zahra memutar lehernya menatap sang nenek yang nampak terkejut mendengar ucapan cucunya itu.

Ya keluarga Zahra orang pendatang di kampung itu. Dan harta yang mereka miliki saat ini di kampung itu adalah rumah sederhana yang mereka tempati sekarang. Dimana rumah itu sudah jadi incaran bu Sulis. Lintah darat yang menipu sang ayah, sehingga ayahnya dililit hutang.

“Iya sayang, tapi sebaiknya kita bicarakan dulu dengan ibumu.”

“Ibu gak pernah angkat teleponnya nek, pesan yang kukirim pun gak dibalas. Mungkin ibu lagi sibuk dengan pekerjaan barunya.” Zahra pun

kini kembali duduk di tepi ranjang, memijat-mijat kaki sang nenek.

“ Bu Sulis, pasti akan memanfaatkan keadaan ini Nek. Pasti semua yang apa kita lakukan akan salah di matanya. Memang sudah tepat, kalau kita pergi saja dari kampung ini.” Menatap sang nenek dengan penuh harap.  Sang nenekpun hanya mengangguk lemah.

Zahra tersenyum tipis, tetap memijat tubuh sang nenek yang katanya pegal-pegal, walau dia juga merasa kurang fit.

Zahra pun tidak mau melibatkan Ferdy lagi, dalam masalah ini. Dan sepertinya akan lebih baik, jika Ferdy tidak daTang lagi ke Rumah mereka. Takutnya kena fitnah lagi dan membuat masalah semakin runyam. Dan jikalau Ferdy datang siang ini. Dia akan bicara baik-baik, menjawab pernyataan cinta dari pria itu.

***

Di rumah Ezra, waktu sudah menunjukkan pukul 11.25 WIB.

Akhirnya pria itu bangun juga. Matanya sudah kenyang yang tidur itu. Dia pun merasa fresh, tubuh terasa ringan dan bersemangat.

Dia yang sudah membuka matanya, langsung mencari sosok istri, yang ternyata sedang membelakanginya dan terlihat mencabut charger handpone dari stop kontak. Istrinya itu benar-benar tidak menyadari, kalau dirinya sudah terbangun.

Ezra tersenyum tipis, meregangkan otot-ototnya yang terasa sedikit kaku. Dia pun turun dengan pelan tanpa menimbulkan suara. Dia akan mengangetkan sang istri dengan memeluknya dari belakang. Dimana saat ini,

istrinya sedang menghidupkan handponenya, yang dari tadi dimatikannya, saat di charger. Dan setelah on, wanita itu melihat ada pesan masuk. Dan ia pun akan membuka pesan itu dan..

“Aduhh… Abang..!” sang istri tidak sempat membaca isi pesan yang dibukanya, saking terkejutnya mendapat pelukan suami dari belakang. Apalagi suaminya itu sudah mendaratkan wajahnya di perpotongan lehernya yang dari tadi terlihat menggoda buatnya.

“Baca apa tadi.” Ezra yang meraih ponsel dari tangan sang istri, ternyata menghapus pesan itu tanpa sadar, dan  langsung mengembalikan menu ponsel ke layar utama.

Anindya yang dapat perlakuan mesra itu, hanya diam. Tidak tahu harus berbuat apa saat ini. Sungguh dia masih tidak percaya, kalau dia

sudah menikah dengan pria kaya yang memeluknya dan mengendus-endus leher putihnya.

“Malam pertama dilakukan siang bolong, pasti seru.” Sang istri bergidik geli mendegar ucapan sang suami yang membuat bulu kuduknya

meremang. Dia juga lagi menunggu momet itu.

“Awwwuuwwhh..!” sang istri terkejut, saat Ezra sukses membopongnya dan kini meletakkan dengan lembut tubuh ramping itu di atas

ranjang. Ezra sudah tidak sabar lagi.

DERt…

Dert..

Dert..

Suara getaran ponsel di atas nakas, membuat keduanya menoleh secara bersamaan ke arah sumber suara. Dengan berdecak kesal, Ezra menyeret kakinya ke nakas.

“Kenapa Dika gak bisa diandalkan sih!” gerutu Ezra, memperhatikan nomor asing yang menelponnya. Ezra ragu untuk mengangkatnya, tapi akhirnya pria itu tetap mengangkatnya juga.

“Cepat lakukan seperti yang ku perintahkan di chat yang ku kirim. Dan selamat  menikmati menonton videonya, sebelum nama baikmu tercemar.. HAHAHAHA..!” panggilan dari orang

misterius itu pun terputus. Ezra tercengang dengan mulutnya yang terlihat terbuka. Tanpa menunggu lama, dia pun membuka pesan yang dimaksud sipenelpon. Sontak, kedua bola mata Ezra membelalak menonton video itu dan jantungnya terasa copot, saking terkejutnya pria itu, melihat video dirinya bersama

seorang wanita yang bagian wajahnya di blur.

TBC

like, coment ya say. Karena hari ini, hari terakhir akumulasi dari hadiah yang reader berikan. Aku ada give away. Pulsa 10 RB untuk tiga orang yang paling banyak kasih hadiah 🙂

Emang sih nominalnya tidak menggiurkan 🤧🤭

1
Eka Aphalah Aphalah
ada gitu cucunya di dukung jd pelakor,, walaupun alasan apapun itu
emang gak sakit hati istri pertama nya nanti kalo ketauan,,
si Zahra az cemburu kalo ibunya telponan Ama kakinya
l apa kbr sama ibunya,,,untung ibunya blm di garap juga Ama si bandot😅😅😅 kalo gk,,dosaa besaaaarrr tu
Puji Rahayu
pengalaman...mantan terindahku mo jd misua gk jd jg org batak sayyy...
tp dy islam se iman sm akoh.
jd gk masalah keless...
nm nya dunia nopel ya halu
ikut aja alur crita authornya.
kl gk mo bc ya sudah tp jgn mnghina n berkata kasar.
ni karya org d bkn susah payah tlg hargai..
🍁NuNa🌹 ❀ ⃟⃟ˢᵏ
wakkk nyungsep
Noer Hasanah
Cerita dlm Novel mah bebas ya...mau pestax dibuat lbih meriah dri pernikahan pangeran Charles dan Lady Diana pun ok lah ya
febriliani: hihihi.. iya kak. moga suka ceritanya. Terima kasih sudah mampir
total 1 replies
Sulastri Tri
aku enggak suka thor untuk ezra nya, terlalu tua.
🍁NuNa🌹 ❀ ⃟⃟ˢᵏ
cerita yg bikin penasaran
Elminar Varida
iiissh..gw mah ohah😅😅
Elminar Varida
astaga...aku yg baca ikutan tegang bayangin ada pempakan gitu😄😄😄
Angel Cristin noel
cerita nya menarik
mommyanis
lanjut....👍👍👍👍👍👍👍👍👍
febriliani: baca novelnya kk
total 1 replies
Mega
kl membaca dr judulnya AKU MADU IBU KU. brti seharusnua anaknya lah yg harus keluar dr lingkup dosa yg tidak di sengaja,apa pun itu alasannya biar cinta mati sm suaminya dan tidak di sengaja itu pasti akan ada salah 1 yg tersakiti,kl mau mundur harus anak dan ibu mundur semua biar tdk ada hati yg tersakiti,kl yg tersakiti si suami itu resiko dia yg main menikah2 aja kayak beli kucing dalam karung ngk tau apa2 main nikah aja,,, jd kl menurut sy sndri si kl mau ada yg mundur ya harus anak sm ibu mundur bareng,kl cmn 1 yg mundur itu bukan pengorbanan tp egois buat dr sendiri,,,,,
Mega
bagus zahra,kl blh jujur jg yg harus mengalah itu zahra,kl bicara mslh cinta mmg zahra sm ezra sama2 cinta,lalu sblm ada zahra ezra cinta ngk sm anin,,, di sini mmg org ke 3 itu jg zahra si anak,dan memang buasanya orang tua mengalah buat kebaikan anak,tp lihat dr awal lg,apa pantas seorg anak merebuat suami ibu kandungnya sndri,,,, dan dlm hukum jg tdk di perbolehkan,,,, ibu anin udh sakit2an mkn hanya pingin merakan kebahagiaan walau pun hanya sebentar,sdgkan zahra,maaa depannya msh panjang msh bisa mncari kebahagiaan yg lain, dan udh jelas jg yg salah ezra main nikah2 aja ngk pernah mau tau keluarga anin atau pun zahra,buat apa katanya org kaya tp ngk bisa mencari info yg sangat mudah sptri itu,konyol kan jdnya,,, anak dan ibu jd ke egoisan ezra,,,,
Tarrie Sidik
maaf ya toorrr...biasanya orang batak itu manggil mantunya itu bukan bere tapi hela at kela buat orang batak karo.
febriliani: ini batak angkola kk, beda kk
total 1 replies
Chy Teteh Bhawel
pak arif digantara nih
Calista
semangat terus yaa tor buat nulis cerita yg baru lagi...
Calista: yo I say...
total 2 replies
Imes Maesaroh
baik
Calista
kutunggu karya terbaru mu slalu...
Calista
sungguh karya yg baik karna banyak mengajarkan tetang cara bersikap lebih baik menghadapi semua situasi... Semangaaaaat terus yaaa tor buat berkarya... sukses slalu buat mu... 😘😘😘
febriliani: iya kak, buka profilku kak, aku sdh ada 9 novel
total 1 replies
Hence Mamanya Ramadhan
tambah seru nih cerita nya
Hence Mamanya Ramadhan
mantap Thor lanjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!