Apa jadinya hidupku menikah dengan orang yang tidak pernah aku cinta dan meninggalkan tunanganku dan hidup bersama Andra sahabatku.
"Jangan mengaku cinta!! kalau kamu tidak bisa menjaga perasaan wanita mu dengan sangat baik!!"
_Andra Angkasa_
🥳 Update Hari Rabu Dan Minggu.😍
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Maya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 26 // Villa Atmaja
"Dimana dia sekarang??" Pian bertanya kepada anak buanya yang berdiri di depan pintu Villanya."
"Non Mita berada di kamar," balas pria bertopeng menunduk ketakutan.
Di lain sisi Clara menunggu di dalam mobil Pian, karena Pian tidak ingin cewek itu menghancurkan rencananya.
"Kalian tetap awasi cewek yang ada di mobil itu, dia adalah teman saya, namun jangan biarkan dia menyakiti dan menyentuh calon istri saya," Pian memerintah anak buahnya dengan sediki berbisik, melirik sinis ke arah Clara yang ada di dalam mobil, lumayan jauh dari tempatnya sekarang.
"Kalian mengerti?" cetus Pian tegas.
"Baik tuan muda, kami akan mengawasi cewek itu, dan menjaga calon istri tuan."
"Sekarang aku ingin melihat calon istriku? apakah dia sudah makan?"
"Maaf tuan muda, tadi kami terpaksa membiusnya, karena ia keras kepala, kami kewalahan menjaganya, sehingga ia masih tertidur sampai sekarang."
"Baiklah, kerja bagus, saya akan ke kamarnya, dan kalian jangan lupa dengan pertintah saya yang tadi!!"
"Baik tuan muda."
Kamar Villa!!
Pian memberanikan diri membuka pintu villa, sejujurnya ia sedikit gemetar melihat gadis itu secara langsung, karena ia hanya pernah melihatnya di photo yang di tunjukkan anak buahnya dulu, dan Pian merasa kasihan dengan Mita karena terpaksa menikah dengan Andra, dan berniat ingin menolong Mita dan menikahinya, kalau Mita tidak menolak.
"Cantik!!" puji Pian melihat wajah putih polos Mita tertidur lelap.
"Andra sangat beruntung memiliki gadis baik dan selembut dirimu," Pian mengelus pelan rambut Mita, membuat gadis itu sedikit terganggu karena tidurnya yang masih kurang nyaman.
"Andra!! kau kah itu?" suara Mita lembut masih memejamkan matanya.
"Sialan, dia menyebut nama pria itu di hadapanku."
"Hem," Mita mulai membuka matanya, bukan Andra yang ia lihat pertama kali, namun orang asing, siapa dia? Mita ketakutan melihat pria itu.
"Kamu siapa? dan kenapa aku ada di sini? Andra mana?" Mita langsung menepis kasar selimutnya dan mulai mundur menghindari tatapan pria itu.
"Perkenalkan namaku Pian Atmaja!! kamu Mita Adelia kan?"
"Dari mana kamu bisa tau namaku? dan mana suamiku?"
"Tenang Mita!! aku tidak akan menyakitimu, namun aku ingin menolongmu dari Andra Angkasa yang berhati iblis itu."
"Jaga bicaramu tuan!! aku tidak akan terpengaruh dengan segala perkataanmu mengenai suamiku, aku ingin pulang, ku mohon antar aku pulang!!"
"Eh, tidak akan semudah itu, kau akan menjadi istriku."
"Ngak!! aku ngak mau dan jangan bermimpi untuk itu, karena aku sudah mempunyai seorang suami."
Mita mencoba kabur dari Pian, ia mencoba berlari ke arah pintu, namun sayangnya di depan pintu sudah ada beberapa pengawal Pian yang sudah siap berjaga.
"Lepaskan aku, tuan!! apa salahku? mengapa kalian menculikku?" teriak Mita mulai memberontak di tangan pria bertopeng, namun pria bertopeng itu langsung memasukkan Mita ke dalam kamar yang sudah di tunggu oleh Pian di atas ranjang.
"Ke sini gadis manis!! bermainlah bersamaku, aku tau kau masih perawan kan? Andra belum menyentuhmu, dan aku akan pertama kali membuatmu menikmati sensasi malam pertama."
"Jangan mimpi tuan muda," Mita mencoba berlari ke arah pot bunga yang ada di belakangnya, ia terpaksa melakukannya, Mita memcahkan pot bunga tersebut, membuat Pian kaget dengan aksi spontan Mita.
"Pergi dari sini!! atau aku akan membunuh diriku sendiri, dan kalian akan masuk penjara!!" ancam Mita kepada Pian dan anak buahnya.
Pian mengasih kode kepada anak buahnya untuk menangkap Mita, karena ia tau itu hanya gertakan gadis itu, Pian percaya gadis itu hanya bercanda.
"Aku tidak main-main dengan ucapanku, kalian menganggapku tidak berani melakukannya kan? sini aku buktikan," ucap Mita mulai memotong perlahan pergelanggan tangannya.
'Maafkan aku Ndra!! mungkin sebentar lagi aku akan mati, namun percayalah aku ingin menjaga kesucianku hanya untuk suamiku, dan itu dirimu," batin Mita menangis di dalam hati.
"Hentikan!!" Pian menepis kasar kaca pot bunga yang berhasil melukai tangan Mita, Pian melihat Mita mulai lengah dan langsung merebut senjatanya.
"Jangan lakukan ini!! aku tidak seperti yang kau bayangkan, aku pria baik-baik, aku tidak ingin menodaimu, sebelum kau sah menjadi istriku."
"Andra!!" suara Mita langsung melemah, ia tau penyakitnya sedang kambuh sekarang karena terlalu banyak pikiran dan bruk... Mita pingsan dan langsung di tangkap oleh Pian.
"Agh!! mengapa aku menyakitinya, dia terluka karena ketakutan," Pian mencoba menghubungi dokter untuk memriksa keadaan Mita.
"Kenapa wajahnya pucat? ngak mungkin karena luka yang sedikit tadi? apa ia mempunyai penyakit bawaan? dasar bodoh, kenapa aku menakutinya tadi, aku seharusnya berbicara baik-baik dengannya, bukan malah seperti ini."
Tq Thor aku suka banget karya mu ini,
Semoga outhornya SEHAT dan SUKSES selalu iya,,Teruskan berkarya💪🏻💪🏻💪🏻👏🏻👏🏻👏🏻👍🏻👍🏻⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️🌺🌺🌺🌺🌺☕️☕️☕️☕️☕️☕️☕️
Mampir thor,,ikut nyimak🙋🏻♀️🙋🏻♀️🙋🏻♀️