NovelToon NovelToon
Dia Milikku ( Berbagi Cinta )

Dia Milikku ( Berbagi Cinta )

Status: tamat
Genre:Perjodohan / Poligami / Tamat
Popularitas:893.5k
Nilai: 4.9
Nama Author: tompealla kriweall

Seosen 1

"Aku yang pertama, tapi bukan yang utama." Anjani Ashita.

"Aku cinta pertamanya, tapi bukan satu-satunya." Adhisti Andriani.

"Mereka berdua, adalah istri pertama bagiku, dan tidak ada yang kedua." Elang Samudra.

Seosen 2

Anak-anak Anjani, sudah beranjak dewasa. Banyak lika-liku kehidupan, yang harus dilalui.

Ara dengan rasa cintanya, yang diam-diam, dan tidak tahu untuk siapa.

Begitu juga dengan perasaannya Nanda.

Ara ada dalam kebimbangan, antara cowok yang dekat dan memiliki perasaan terhadap dirinya.

Lalu, bagaimana Ara akan menyikapi hal ini?

Bagaimana Anjani dan Abimanyu, memberikan nasehat kepada Ara?

Karena Anggi juga sudah menjadi remaja.

Dan permasalahan akan terus ada, seiring waktu dan bertambahnya permasalahan anak-anak mereka.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon tompealla kriweall, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Perbedaan Pandangan

Keduanya sama-sama terdiam, meskipun telpon belum terputus. Anjani dan Abimanyu, sama-sama berpikir, bagaimana sebaiknya keputusan yang akan mereka ambil terkait tempat tinggal mereka nanti, setelah menikah.

Semenit dua menit, berlalu. Hampir lima menit lamanya mereka masih saling diam dan tidak ada yang memulai pembicaraan lagi. Hanya helaan nafas yang sesekali terdengar, sehingga menandakan jika telpon masih on dan tidak ditinggalkan begitu saja dengan lawan bicaranya.

Akhirnya, Abimanyu yang mengalah untuk membuat pembicaraan mereka kembali lagi.

..."Bagaimana kalau Kamu serahkan pengelolaan kafe pada orang yang Kamu percayai?"...

..."Aku belum lama membuka kafe ini Mas. Orang-orang yang ikut bekerja juga tetangga-tetangga dekat yang mau ikut bergabung dan mereka kebanyakan tidak ahlinya juga di usaha ini. Aku belum berani ambil seorang manajemen ahli yang profesional."...

..."Begini saja. Aku kan kerjanya free, jadi bisa riwa-riwi Bogor Jakarta, meskipun tidak setiap hari. Kamu boleh terus mengelola kafe itu, dan kalau bisa Aku akan buat kantor di rumah saja. Jika ada permintaan audit dari perusahaan, baru akan pergi dan ke tempat klein."...

..."Terima kasih Mas. Aku sangat senang, Mas mau mengerti keadaanku saat ini."...

..."Iya, sama-sama Sayang."...

Telpon terputus. Abimanyu, yang sedang berada di rumah, tentu tidak sendirian, ada adiknya cewek dua orang, yang baru saja siap-siap untuk pergi ke kampus. Ada ibu dan ayahnya juga, yang akan pergi ke kantor. Mereka berdua, ayah dan ibunya Abimanyu, adalah pegawai pemerintahan, yang jabatannya bukan hanya sekedar pegawai negeri biasa. Ada banyak pengaruh dari jabatan mereka berdua.

"Apa tadi Kamu bilang Abi?" tanya ibunya, saat Abimanyu selesai menutup panggilan telponnya.

"Yang mana Bu?" tanya Abimanyu tidak paham dengan maksud pertanyaan ibunya.

"Yang Kamu bilang mau tinggal di Bogor, rumah Anjani," jawab ibunya menjelaskan.

"Oh, itu. Iya Bu, aku akan menemani Anjani untuk mengembangkan kafe rumahnya. Dia kan baru saja merintis, jadi kasihan juga kalau harus di tinggal pergi begitu saja. Nanti gak ada yang urus dengan baik jika diserahkan pada orang lain."

Abimanyu, menjelaskan tentang rencananya nanti, setelah menikah.

"Tapi, Kamu itu laki-laki Bi. Kamu juga bisa menghidupi dia nanti. Apa tidak sebaiknya Kamu pikir lagi jika harus ikut dia di rumahnya?" tanya ibunya lagi, dengan wajah tidak suka.

"Kenapa Bu? Jani sudah hidup sendiri, kasihan juga kalau Aku memaksakan kehendak untuk dia pindah ke Jakarta lagi," kata Abimanyu, membela keinginan Anjani, calon istrinya.

"Nanti Kamu tidak ada apa-apanya di sana. Kamu dianggap cuma numpang saja. Ibu tidak suka dengan keputusan Kamu itu."

Ibunya, jelas-jelas mengatakan jika tidak suka seandainya anaknya, Abimanyu, akan ikut tinggal di rumah istrinya, Anjani. Dia tidak ingin, anaknya itu, tidak dihargai dan dibilang numpang.

"Iya Kakak ini bagaimana? belum juga resmi jadi istri, sudah ngatur-ngatur begitu!" sahut salah satu adiknya, dengan wajah tidak suka.

"Dia itu sudah janda kan? Janda saja belagu banget," sahut adiknya yang lain.

Abimanyu, mengeleng mendengar perkataan ibu dan adik-adiknya, yang terkesan tidak suka dengan Anjani.

Ayahnya, datang dengan membawa tas kerjanya, kemudian bertanya pada kedua anak gadisnya, "ada apa? kok muka kalian butek begitu?"

"Itu Mas Abi," jawab salah satu dari mereka, menunjuk ke arah Abi dengan dagunya.

"Kenapa?" tanya ayahnya, meminta penjelasan.

"Mas Abi mau tinggal di Bogor Yah, begitu selesai menikahi janda muda itu," jawab anaknya yang satu, yang tadi masih diam saja.

"Benar begitu Bi?" tanya ayahnya, beralih pada Abimanyu.

"Iya yah," jawab Abi pendek dan datar.

"Kenapa?" tanya ayahnya lagi, ingin tahu.

"Itu lho Yah, Anjani kan baru merintis usaha kafe rumah, yang ada di pekarangannya itu. Tidak mungkin kan meninggalkannya begitu saja? Ada banyak sekali yang harus dipikirkan jika dia harus ikut tinggal di Jakarta. Lagipula, dia kan hidup sendiri juga, jadi Abi yang kerjanya free akan ikut dia di sana."

Ayahnya, mengangguk mengerti dengan penjelasan Abimanyu. Dia tidak langsung berkomentar banyak, karena ada beberapa hal yang harus dia pikirkan tentang kelanjutan hubungan anaknya nanti, setelah menikah, seandainya harus tinggal berpisah.

"Iya tidak apa-apa. Toh kerjaan Kamu bisa di handel dari rumah. Paling pas ada undangan atau setor hasil penelitian saja datang ke kantor, itu juga tiap kantor beda tempat."

Ayahnya, bisa paham akan keadaan Abimanyu. Dia tidak memaksakan kehendak kepada anaknya itu, untuk bisa tinggal bersama di rumahnya ini, di Jakarta.

"Ayah!" tegur ibunya, yang tidak suka dengan jawaban dari suaminya itu, karena terkesan mendukung keputusan yang diambil oleh anaknya, Abimanyu.

"Kenapa Bu?" tanya ayah, dengan mengerutkan kening.

"Abi nanti di injak-injak dan tidak dihargai Yah, jika harus ikut tinggal di Bogor. Dikiranya, Abi tidak ada kerjaan dan tidak bisa memberikan makan pada Anjani," kata istrinya, dengan wajah yang tidak suka dengan persetujuan suaminya tadi.

"Itu hanya pemikiran ibu saja. Sudahlah, biarkan Abi membuat keputusan yang menurutnya baik. Kita tidak usah khawatir. Dia sudah dewasa dan tahu, mana yang baik dan tidak."

"Hemmm..."

Akhirnya, ibunya hanya bisa diam dan tidak lagi membantah apa yang dikatakan oleh suaminya sendiri.

"Kalian juga, tidak usah menilai yang tidak-tidak. Pikirkan saja bagaimana caranya agar bisa mendapat IP yang bagus dan bisa lulus. Tidak usah pergi main-main saja," kata ayahnya, menasehati kedua anak gadisnya, yang masih duduk di bangku kuliah.

Abimanyu, tersenyum tipis melihat ke arah ayahnya. Dia berterima kasih, karena didukung dan tidak di tanya-tanya dulu. Begitulah ayahnya, selalu ada pemikiran sendiri untuk setiap keputusan yang diambil dan tidak hanya berkomentar saja.

*****

Di lain tempat, Adhisti yang sudah tidak merasa bahagia lagi, dengan pernikahannya bersama dengan Elang, ingin mengajukan gugatan cerai. Dia tidak ingin hidup dalam keadaan seperti sekarang ini. Menjadi istri hanya sebatas untuk merawat dan membesarkan anaknya saja, yaitu Awan.

Adhisti merasa jika, Elang sudah tidak lagi mencintainya. Dia ingin berpisah dan hidup bahagia sendiri. Melupakan semua kenangan dan impiannya yang dulu, sebelum menjadi istri dari seorang Elang Samudra.

"Indah. Tolong Kamu urus semua yang berkaitan dengan gugatan cerai Aku ya!" ucap Adhisti, pada temannya yang berprofesi sebagai pengacara.

"Kamu yakin Dhis?" tanya temannya, indah, yang tahu bagaimana kisah cinta keduanya dulu.

"Iya. Aku sudah bosan, hanya di anggap sebagai baby sitter untuk awan saja."

"Tapi, apa kamu tidak khawatir, jika Elang akan menuntutmu balik, dengan kasus korupsi yang terjadi di pabriknya itu?" tanya Indah, sang pengacara, yang sudah tahu, bagaimana kejadian yang sebenarnya, sebelum tuntutan ini diajukan Adhisti.

Sekarang, Adhisti kembali bingung dengan keputusan yang ingin dia ambil. Hatinya kembali bimbang, dan tidak juga menemukan titik terang.

1
Jessa Jeje
semangat berkarya
Jamilatul Fauziah
thor cerita nya kok diluar ekspektasi sih,dari awal cerita gk ada sinyal" Adisti wanita rakus and matre loh, kenapa jadi alurnya begini
TK: plot twist itu, kak 🙏
total 1 replies
Jamilatul Fauziah
lanjut dong thor 💪
Jamilatul Fauziah
apa sebenarnya elang sudah mulai ada rasa sm anjani,kok aku jadi kasihan sm Adisti🥺, kalau benar sprti itu mending kamu minta cerai aja dis, karena semua wanita pasti tidak mau berbagi suami 😤
Darmanita Djohan
Luar biasa
TK: terima kasih untuk apresiasinya 🙏🙏
total 1 replies
sasip
orang serakah memang susah untuk merasa bahagia yak? 🤔 kaga bakalan bisa menerima hidup apa adanya.. selalu saja ada yg kurang, karena kata "cukup" ga ada dlm kamus kehidupannya.. 😩🤨
TK: Hemmm, begitulah
total 1 replies
Soraya
permisi numpang duduk dl ya kak
TK: silahkan Kak 🙏
total 1 replies
👑Gre_rr
Awas aja Elang sampai pisah sama Adhisyi!!!! ancaman ini Thor
Erni Sari
Emang benar, kalau sih hujan air mah. gpp atuh
Kar Genjreng
lage baca sinopsis eh merinding bagus yo... emang cerita Mu apik ko Author Ella..
Kar Genjreng: Ell opo ono neh Novel Mu sing nyar...iki wis Tamat to opo gung
total 4 replies
Kar Genjreng
terusane enek ga Anggi bi Ahmed ketoe lucu😂😂😋😋
TK: aamiin 🤲
total 3 replies
Kar Genjreng
oh wisentek yo... selamat yo Othor Ella duwe Anak he he he 🤭🤭🤭
TK: matur suwun 😍🙏
total 1 replies
Kar Genjreng
wawn beneran jadi orang baik ya... Anggi senengnya usil. he he he
TK: 😂😂😂🙏🙏🙏
total 1 replies
Kar Genjreng
ternyata menjadi orang baik juga tidak semulus jalan tol yo mas wawan... lah si mami piye kui waduh apa sido duda.. neh wis to mas mas apes tenan di gae bi Author.. he he he😁😁😁
TK: wkwkwk 😂
total 1 replies
Kar Genjreng
Ayah Abi kena jebakan Batman... gara-gara Cucunya.. supaya balik jakarta..... Wawan ternyata benar-benar sudah baik.. shukur deh... sudah insaf... semoga istrinya baik ya Mas. 😗😗
TK: kan bumil harus dituruti
apalagi ini yang Bumil anaknya sendiri 🤗
total 1 replies
Kar Genjreng
hua hua hua🤗🤗 menantu Ayah Abi benar-benar jempol koyo sing nulis
TK: 😂😂🤫🤫🤫
total 1 replies
Kar Genjreng
kasih sayang orang tua sepanjang masa... kasih ayah sepanjang galah.. kasih ibu sepanjang jalan... tapi Kita lahir juga dari tulang rusuk Ayah juga... 🤣🤣🤣🤣maaf bukan menggurui yo thor sepurane🙏🙏
TK: yeee 👏👏
total 1 replies
Kar Genjreng
miko pokonya kita kocak ya
TK: ok Tante 😂
total 1 replies
Kar Genjreng
baik banget awan dan 4 orang yang pernah dika sakiti kecuali Nanda.. 🤭🤭🤭🤭
Kar Genjreng
hidup di desa enak menurutku ada enaknya ada ga nya😞😞..
TK: ya di mana2 ya ngono
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!