NovelToon NovelToon
BALAS DENDAM Terindah

BALAS DENDAM Terindah

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintamanis / Perjodohan / Balas Dendam / Tamat
Popularitas:7.9M
Nilai: 4.9
Nama Author: HaruMini

follow IG aku ya zayang di : harumini_12

Kecewa, sedih, patah hati, itulah yang dirasakan oleh seorang istri jika di khianati oleh suami yang sangat dicintainya.

Begitupun dengan Sela Maharani, yang di khianati sang suami tapi di kagumi pria lain.

Bagaimana kisah ini akan berlanjut?
Apakah Sela akan memaafkan sang suami dan kembali padanya?
Atau lebih memilih pergi bersama pria yang mengaguminya selama ini dan melupakan sang suami?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon HaruMini, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

26 Aku Akan Mendukungmu

"Aku ingin mengunjungi makam kedua orang tuaku,"

Kai yang mendengar perkataan Sela langsung membuka pintu mobilnya dan mempersilahkan Sela untuk masuk ke dalam mobil tanpa mengatakan sepatah katapun tahu apa yang harus dirinya lakukan, untuk orang yang terkasih. 

Sepanjang perjalanan Sela tidak mengatakan apa pun, dan Kai pun juga tidak ingin memulai percakapan, hanya sesekali Kai menatap ke arah Sela yang terus menatap keluar jendela. 

Hingga akhirnya Kai mengingat kembali permintaan Sela yang belum sempat dia tanyakan saat Sela ingin meminta bantuan padanya. 

"Sela," panggil Kai dan Sela yang mendengar panggilan Kai menoleh ke arahnya. 

"Iya,"

"Aku ingin bertanya padamu. Kalau kamu tidak ingin menjawab aku juga tidak memaksa," ujar Kai dengan ragu-ragu. 

"Tanyakan saja aku akan menjawab,"

"Emmm tidak jadi, maaf," ujar Kai lagi saat menyadari mungkin ini waktu yang tidak tepat untuk menanyakan hal itu. 

Sela pun tidak mempermasalahkannya, kemudian Sela mengerutkan keningnya saat menyadari jalan yang dilalui mobil Kai adalah jalan menuju ke makam kedua orang tuanya, padahal Sela belum memberi tahu Kai tempat pemakaman kedua orang tuanya. 

"Kai kenapa kamu tahu di mana–"

"Dimana apa?" tanya Kai memotong perkataan Sela. 

"Ini kan jalan menuju ke pemakaman kedua orang tuaku, kenapa kamu bisa tahu,"

"Oh iya, padahal aku tidak tahu loh, karena tadi aku lihat ada pemakaman dekat jalan besar, jadi aku pikir ini pemakanan yang kita tuju, kalau begitu bagus bukan jadi aku tidak perlu buang-buang waktu," bohong Kai padahal dirinya sejak awal tahu, karena dulu sempat menghadiri pemakaman kedua orang tua Sela meskipun hanya di dalam mobil yang terparkir di tempat parkir pemakaman tersebut. 

Kai ikut duduk di samping Sela saat sudah berada di kedua makam orang tua Sela yang berdampingan. Kai menoleh ke arah Sela yang tiba-tiba terisak di sela-sela doanya. Tangan Kai reflek memeluk bahu Sela dan membawanya ke dalam pelukannya tanpa ada perlawanan dari Sela. 

"Jangan tunjukkan kesedihanmu di depan makam kedua orang tuamu, tunjukan padanya kalau kamu wanita kuat dan juga hebat, jangan buat meraka merasa bersalah,"

Kai berbisik tepat di telinga Sela, dan Sela yang mendengar ucapan Kai, dengan segera menghapus air matanya dan mengukir senyum di kedua sudut bibirnya. 

Hampir tiga puluh menit keduanya berada di makam, dan kemudian memutuskan untuk pulang. 

*

*

*

Tepat pukul enam sore Sela tiba di rumahnya, tentu saja Kai yang mengantarnya. Mata Sela tertuju pada sebuah mobil yang tak lain dan tak bukan milik Harza yang sudah terparkir di garasi mobil. 

Sela menghela nafasnya dan mengeluarkannya dengan perlahan saat akan turun dari mobil. 

"Kamu baik-baik saja?" tanya Kai sambil meraih tangan Sela. 

"Aku baik-baik saja. Maaf dan Terima kasih, hari ini aku sudah merepotkanmu," ujar Sela lalu melepas tangan Kai dan dengan segera keluar dari dalam mobil tanpa menghiraukan Kai yang ingin mengatakan sesuatu. 

Mata Kai terus menatap Sela yang berjalan memasuki gerbang rumahnya.

"Aku akan mendukungmu, apa pun rencanamu, termasuk membalas dendam kepada Harza," ucap Kai, saat akhirnya tadi dirinya memberanikan diri bertanya pada Sela, dan Sela memberi tahu apa rencananya. Kemudian Kai menginjak pedal gas dan melajukan mobilnya, saat Sela sudah masuk ke dalam rumah. 

Sela yang baru masuk ke dalam rumah, tatapannya langsung tertuju pada Harza yang sedang duduk di ruang tamu yang juga sedang menatapnya. 

"Dari mana kamu seharian, aku datang ke toko, kamu tidak ada, aku coba menelponmu tapi kamu malah mematikan ponselnya."

Sela yang mendengar perkataan Harza tidak mempedulikannya karena dirinya berlalu melewati Harza menuju ke arah kamarnya.

Harza mengerutkan keningnya saat mendapati ada yang berbeda dari sang istri. 

"Sela, aku sedang bertanya padamu," ujar Harza dan beranjak dari duduknya kemudian berjalan menyusul Sela lalu menarik tangan Sela. "Sejak kapan kamu mengabaikan perkataan ku?"

Bersambung..........................

1
Violet
Balik baca lg stlah sekian lama ngulik2 koleksi kak Author.
Ceritanya tak terduga dgn konflik yg menguras emosi drama rmh tangga 😆 tp saya suka karna memotivasi IRT utk kluar dr hubungan toxic & move on dgn membangun mental yg kuat.
Terima kasih utk karyanya kak 🙏🏻💐
Semangat utk karya2 barunya 💪🏻🥰
Endang Supriati
jgn nangis jual perusahaan bidohhhh
Endang Supriati
bagus, buat sirisa menderita, harza sebulan kasih 500 ribu aja.
Endang Supriati
klu perlu mereka bunuh bunuhan.
Endang Supriati
bodoh suami sendiri tdk mengenali! sybsama suami jarak 1 km aja bisa mengenali dr cara jln,duduk berdiri,betbicara,tertawa. ini cuma jarak sekian meter tdk mengenali!! mati aja lah kau sela.
Ester Limbong
itu bahaya kei buat darah membeku kalai terlalu banyak...
Ester Limbong
sela terlalu bodoh...
Suherni Erni
Jangan egois lah jadi ibu..skrng bisa bilang klu ngga perlu ayah buat nana..emang mau disaat nana gede jadi bahan bullyan...jadi ibu ngga usah sombing mikirin diri sendiri.
Eko pw
love ❤😘
Ronemy Sampali
Luar biasa
Ernadina 86
mampus kau Sela..beneran aku gedek sm s Sela..sukurin
Ernadina 86
maaf y tapi aku kesel..B*go banget si Sela ini
Ernadina 86
terus mau berangkat sendirian..B*GO bener
Ernadina 86
👍Bima
Ernadina 86
wkwkwk😋
Ernadina 86
sukurin
Ernadina 86
egois...percuma bersama hati otak sm kelakuan Harza buruk ..buat apa hidup bersama orang seperti Harza
mendingan cari suami baru
Ernadina 86
mantau doang..giliran udah nikah baru di kejar..aneh jg pikiranmu Kai
Ernadina 86
😠
Ernadina 86
sebenarnya salah si Kai kalo memang mau menunjukan kebejatan Harza bukan dg memaksa mengajak jalan dan makan bareng tentu saja itu di manfaatkan Harza dan itu artinya Kai tidak melindungi martabat Sela
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!