follow IG aku ya zayang di : harumini_12
Kecewa, sedih, patah hati, itulah yang dirasakan oleh seorang istri jika di khianati oleh suami yang sangat dicintainya.
Begitupun dengan Sela Maharani, yang di khianati sang suami tapi di kagumi pria lain.
Bagaimana kisah ini akan berlanjut?
Apakah Sela akan memaafkan sang suami dan kembali padanya?
Atau lebih memilih pergi bersama pria yang mengaguminya selama ini dan melupakan sang suami?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon HaruMini, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
26 Aku Akan Mendukungmu
"Aku ingin mengunjungi makam kedua orang tuaku,"
Kai yang mendengar perkataan Sela langsung membuka pintu mobilnya dan mempersilahkan Sela untuk masuk ke dalam mobil tanpa mengatakan sepatah katapun tahu apa yang harus dirinya lakukan, untuk orang yang terkasih.
Sepanjang perjalanan Sela tidak mengatakan apa pun, dan Kai pun juga tidak ingin memulai percakapan, hanya sesekali Kai menatap ke arah Sela yang terus menatap keluar jendela.
Hingga akhirnya Kai mengingat kembali permintaan Sela yang belum sempat dia tanyakan saat Sela ingin meminta bantuan padanya.
"Sela," panggil Kai dan Sela yang mendengar panggilan Kai menoleh ke arahnya.
"Iya,"
"Aku ingin bertanya padamu. Kalau kamu tidak ingin menjawab aku juga tidak memaksa," ujar Kai dengan ragu-ragu.
"Tanyakan saja aku akan menjawab,"
"Emmm tidak jadi, maaf," ujar Kai lagi saat menyadari mungkin ini waktu yang tidak tepat untuk menanyakan hal itu.
Sela pun tidak mempermasalahkannya, kemudian Sela mengerutkan keningnya saat menyadari jalan yang dilalui mobil Kai adalah jalan menuju ke makam kedua orang tuanya, padahal Sela belum memberi tahu Kai tempat pemakaman kedua orang tuanya.
"Kai kenapa kamu tahu di mana–"
"Dimana apa?" tanya Kai memotong perkataan Sela.
"Ini kan jalan menuju ke pemakaman kedua orang tuaku, kenapa kamu bisa tahu,"
"Oh iya, padahal aku tidak tahu loh, karena tadi aku lihat ada pemakaman dekat jalan besar, jadi aku pikir ini pemakanan yang kita tuju, kalau begitu bagus bukan jadi aku tidak perlu buang-buang waktu," bohong Kai padahal dirinya sejak awal tahu, karena dulu sempat menghadiri pemakaman kedua orang tua Sela meskipun hanya di dalam mobil yang terparkir di tempat parkir pemakaman tersebut.
Kai ikut duduk di samping Sela saat sudah berada di kedua makam orang tua Sela yang berdampingan. Kai menoleh ke arah Sela yang tiba-tiba terisak di sela-sela doanya. Tangan Kai reflek memeluk bahu Sela dan membawanya ke dalam pelukannya tanpa ada perlawanan dari Sela.
"Jangan tunjukkan kesedihanmu di depan makam kedua orang tuamu, tunjukan padanya kalau kamu wanita kuat dan juga hebat, jangan buat meraka merasa bersalah,"
Kai berbisik tepat di telinga Sela, dan Sela yang mendengar ucapan Kai, dengan segera menghapus air matanya dan mengukir senyum di kedua sudut bibirnya.
Hampir tiga puluh menit keduanya berada di makam, dan kemudian memutuskan untuk pulang.
*
*
*
Tepat pukul enam sore Sela tiba di rumahnya, tentu saja Kai yang mengantarnya. Mata Sela tertuju pada sebuah mobil yang tak lain dan tak bukan milik Harza yang sudah terparkir di garasi mobil.
Sela menghela nafasnya dan mengeluarkannya dengan perlahan saat akan turun dari mobil.
"Kamu baik-baik saja?" tanya Kai sambil meraih tangan Sela.
"Aku baik-baik saja. Maaf dan Terima kasih, hari ini aku sudah merepotkanmu," ujar Sela lalu melepas tangan Kai dan dengan segera keluar dari dalam mobil tanpa menghiraukan Kai yang ingin mengatakan sesuatu.
Mata Kai terus menatap Sela yang berjalan memasuki gerbang rumahnya.
"Aku akan mendukungmu, apa pun rencanamu, termasuk membalas dendam kepada Harza," ucap Kai, saat akhirnya tadi dirinya memberanikan diri bertanya pada Sela, dan Sela memberi tahu apa rencananya. Kemudian Kai menginjak pedal gas dan melajukan mobilnya, saat Sela sudah masuk ke dalam rumah.
Sela yang baru masuk ke dalam rumah, tatapannya langsung tertuju pada Harza yang sedang duduk di ruang tamu yang juga sedang menatapnya.
"Dari mana kamu seharian, aku datang ke toko, kamu tidak ada, aku coba menelponmu tapi kamu malah mematikan ponselnya."
Sela yang mendengar perkataan Harza tidak mempedulikannya karena dirinya berlalu melewati Harza menuju ke arah kamarnya.
Harza mengerutkan keningnya saat mendapati ada yang berbeda dari sang istri.
"Sela, aku sedang bertanya padamu," ujar Harza dan beranjak dari duduknya kemudian berjalan menyusul Sela lalu menarik tangan Sela. "Sejak kapan kamu mengabaikan perkataan ku?"
Bersambung..........................
Ceritanya tak terduga dgn konflik yg menguras emosi drama rmh tangga 😆 tp saya suka karna memotivasi IRT utk kluar dr hubungan toxic & move on dgn membangun mental yg kuat.
Terima kasih utk karyanya kak 🙏🏻💐
Semangat utk karya2 barunya 💪🏻🥰
mendingan cari suami baru