"Dari kepahitan menjadi kebahagiaan. Hidup memang begitu, kalau bahagia terus bukan kehidupan namanya."
.
.
Anastasya di diagnosis sebagai pasien dengan gangguan mental . Dia dirawat di salah satu Rumah Sakit Jiwa yang ada di kota celebes saat ini, dan beberapa bulan kemudian saat Anastasya di nyatakan sembuh oleh dokter, tiba-tiba semuanya berubah saat dia melihat seorang pasien baru masuk ke rumah sakit jiwa tersebut yang merupakan seorang Perwira berpangkat Letda yang bernama Alex.
Seorang pria berbadan tegap dan sangat tampan, sayangnya dia memiliki gangguan mental yang hampir sama dengan yang di alami Anastasya.
Setelah dinyatakan sembuh, Anastasya memutuskan untuk tetap tinggal dan ingin membantu Alex agar dia kembali normal dan selama dirawat mereka menjalin persahabatan yang begitu baik. Namun, diam-diam Anastasya menaruh perasaan lebih dari sekedar persahabatan itu.
Saat Alex dinyatakan sembuh karena drama perang yang terjadi di rumah sakit, akankah Alex mengingat Anastasya? Akankah Alex membalas perasaan Anastasya saat ia tahu kalau Anastasya menyukainya?
Ikuti kisahnya..
Note : Semua cerita, karakter dan pemeran dalam novel ini hanya berupa fiktif. Maaf jika ada kesan dalam cerita ini nampak memasukkan sesuatu yang menghina dan menyinggung 🙏
Saya menceritakan cerita ini dengan menggunakan sudut pandang orang ketiga.
Selamat membaca
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ig : nurulnull14, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ep. 26
Hampir mustahil baginya untuk percaya kalau Anastasya sedang duduk di ruang makan yang besar, di isi dengan perabotan dan peralatan makan yang sangat mahal. Dan interiornya pun sangat mewah.
Beberapa menit yang lalu Anastasya berada di apartemen kecilnya untuk memakan sandwichnya dan sekarang dia sedang berada di ruangan yang mewah dengan orang-orang penting. Belum lagi jenis makanan yang akan dia makan di hadapannya.
"Makanlah Anastasya!" Nyonya Samuel berkata.
Anastasya memandang dan melihatnya dengan tersenyum sopan dan mulai makan.
Mereka semua makan tanpa sepatah kata apapun, mereka terlalu sibuk dengan makanan mereka terutama anastasya, yang belum pernah makan siang semewah ini.
"Apa ada sesuatu hal yang terjadi ?" tiba-tiba Anastasya bertanya pada mereka semua.
"Tidak ada," jawab Nyonua Samuel, dengan penasaran, "kenapa kau bertanya begitu?"
"Karena kalian semua terdiam," katanya dengan tersenyum, "ku pikir ada hal buruk yang terjadi, yan tidak kusadari." Mereka semua tertawa.
"Kau benar," kata Samuel, "Sebenarnya aku ingin kau memberitahu kami beberapa hal tentang dirimu tapi, dia tidak mengatakan apa-apa."
"Oh," wajah Anastasya memerah. Menelan ludah, "Yah...," Anastasya memulai, merasa canggung.
"Kau tidak perlu takut." Sarah berseri-seri, "kita semua baik kok."
"Yah kalian semua memang sangat baik kok," Anastasya mengakui dengan tulus, "Ya, kalian semua sudah tahu namaku tapi, hmmm.. aku akan mengatakannya lagi, aku Anastasya, aku tinggal di sebuah kota yang tidak jauh dari sini, dan.."
"kau tinggal sendiri, sayang?" Nyonya Samuel bertanya, memperhatikan kata-katanya yang hilang.
"Iya, aku tinggal sendiri, di sebuah apartemen kecil." jawab Anastasya.
"Dan kemana keluargamu?" Sarah bertanya dengan bingung. "Apa kau tidak merindukan mereka?"
"Aku..." jawab Anastasya, pandangannya kebawah, "aku tidak begitu mengenal mereka jadi..."
"...hah?" Sarah tersentak, "kau tidak mengenal mereka?"
"Oh," Alex tersentak saat dia melihat Anastasya meminta maaf. Dia mengatakan segalanya pada keluarganya terlepas dari kenyataan kalau dia tidak memiliki keluarga.
"bu, sebenarnya... Anastasya tidak memiliki keluarga. Tapi dia adalah gadis yang sangat tangguh! Percayalah dia gadis terkuat yang pernah aku lihat." Alex berkata dan Anastasya tersenyum padanya karena kata-kata manis itu.
"Tidak masalah sayang," kata Ibunya Alex, "kau bisa menganggap kami keluarga sekarang."
"Oh," Anastasya terharu, "Terima kasih." Anastasya merasa sangat bahagia
"dan katakan padaku Anastasya, apa kau bekerja?" Samuel bertanya padanya.
"Sebenarnya..." dia memulai, "aku baru saja ingin mencari pekerjaan."
".. kau tidak punya kegiatan hari ini kan?" Alex bertanya padanya.
"Iya," jawab Anastasya. "tapi aku akan mencoba mencari lagi besok."
"Aku mungkin agak tampak kurang sopan, tapi bisakah aku bertanya padamu apa kualifikasimu, sayang?" Pak Samuel bertanya.
"Oh tentu," Anastasya menjelaskan semua kualifikasinya.
"Astaga," Pak Samuel memandangnya dengan kaget, "kau jenius."
"Oh tidak." Anastasya menggelengkan kepalanya saat wajahnya memerah. " Aku sangat menyukai Mata Pelajaran yang aku Pelajari sehingga hal itu tidak begitu sulit bagiku. Itu saja."
"Dan pelajaran apa yang kau sukai?" Sarah bertanya.
"Ekonomi." jawab Anastasya.
"Itu luar biasa, kau sama sepertiku." kata Sarah. Anastasya tersenyum saat melihat antusiasme Sarah dan merasa bahwa mereka akan menjadi teman yang baik.
"Anastasya, aku memiliki perusahaan yang sangat sukses dalam hal pembuatan perangkat teknologi tinggi." Pak Samuel memulai dengan serius. "Dan aku bekerja di rumah. Beberapa karyawanku juga datang kerumah dari waktu ke waktu, tapi aku membutuhkan seseorang yang akan mengurus semua dokumen dan karena aku mencari yang dapat dipercaya, orang yang cakap dan berkualifikasi untuk pekerjaan itu, aku pikir kalau aku bisa mempekerjakanmu."
"Aku?" Anastasya kaget, "tapi.. aku belum pernah sebelumnya bekerja di kantor atau hal semacam itu."
"Baiklah, sekarang.." Pak Samuel tersenyum, "karyawanku akan mengajarimu dan aku akan berada disini untuk membantu. Jadi, apa kau setuju?"
"Aku rasa, aku bisa mencobanya," kata Anastasya.
"... dan kau akan berhasil," Pak Samuel tersenyum. "bawalah semua kualifikasimu besok, karena kau akan mulai bekerja besok, sendiri."
"Oh," Anastasya tampak terkejut, "besok? Ok baiklah pal."
".. dan Alex," lanjut Pak Samuel. "Kau akan mengantar Anastasya kesini dan kau akan menjemputnya setiap hari."
"ini akan menjadi suatu kehormatan," kata Alex dengan gembira.
aku vote y Thor
semangat Thor...