NovelToon NovelToon
Mentari

Mentari

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Nikahmuda / Dosen / Tamat
Popularitas:11.6M
Nilai: 4.9
Nama Author: IPAK MUNTHE

"Mentari, istri bocah ku......aku sangat mencintaimu. Taukah kau seberapa besar cinta ku pada mu?" (Arkana Anggara Wijaya)


"Memangnya seberapa besar pacar ku ini mencinta aku?" (Mentari)


"Tidak besar, kecil sekali!" (Arka Anggara Wijaya)


"Ngapain nanyak kalau gitu!" (Mentari)


"Mentari?" (Arkana Anggara Wijaya)


"Em!" (Mentari)


"Cinta ku pada tak seluas samudera dan tidak sedalam lautan biru, tapi aku lebih mencintai mu dari pada diri ku sendiri, dan aku cemburu walau yang memandang mu seorang wanita. Aku ingin mengurung mu dalam sangkar cintaku. Agar tidak ada yang dapat menyentuh mu, kau Mentari ku dan hanya boleh menyinari ku saja. Biarlah aku menjadi budak cinta mu," (Arkana Anggara Wijaya)

"Pacar ish.....Tari gemuszzzz, oppa sarangheo," (Mentari)

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon IPAK MUNTHE, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 26

"Heh....." Mita langsung mendorong Mentari hingga ia terhuyung ke belakang.

"Apaan sih lu....." Mentari yang terkejut dengan perlakuan Mita mulai kesal, sambil menatap tajam Mita ia mulai merapikan kemeja putih milik nya yang kusut.

"Heh....lu caper ya sama Pak Arka?! Lu itu tadi ngegoda Pak Arka kan?!" Mita mendekati Mentari, dan ia lagi-lagi mendorong Mentari.

Mentari bukanlah gadis lemah hingga ia hanya mengalah dengan perlakuan kasar orang lain, Mentari selangkah maju dan membalas Mita, "Lu kalau ngomong jangan asal," kata Mentari yang balas mendorong Mita cukup kuat.

"Lu berani sama gw!" Mita mengepalkan tangannya dan mulai menatap Mentari dengan berapi-api.

"Lu pikir gw takut!"

Karena keributan kedua yang terdengar oleh murid lainnya, semua murid terlihat mulai berkerumun menjadi penonton hingga Rika juga datang bersama Lala dan langsung masuk di antara keruman.

"Tari lu kenapa?" Rika memegang lengan Mentari begitu juga dengan Lala.

"Heh......kalian semua yang ada disini!" teriak Mita agar semua orang yang ada di sana mendengar dengan jelas, "Dia," telunjuk Mita mengarah pada Mentari, "Mentari tadi goda Pak Arka, gw lihat pakek mata kepala gw kalau dia ini meluk Pak Arka!" lanjut Mita dengan pandangan berapi-api.

"Lu serius Ta?" tanya Indri atau pun sahabat Mita.

"Iya," kata Mita dengan jelas hingga semua murid berbisik-bisik.

"Ada apa ribut-ribut di depan ruangan saya.?!" terdengar suara berat Arka yang kini ternyata tengah berdiri di depan pintu ruangannya, matanya melihat banyak murid yang berkerumunan hingga kemudian pandangannya jatuh pada Mentari. Sejenak kemudian Arka menatap Mita, ia ingat Mita beberapa saat lalu masuk tanpa izin ke ruangannya.

"Ini Pak Mita bilang kalau Tari goda Bapak..." jawab Indri.

"Hus....lu apasih," Mita menepuk lengan Indri karena takut berhadapan dengan Arka.

Arka diam kemudian ia menatap Mentari, entah apa yang ada di pikiran Arka namun sesaat kemudian ia menatap Mita, "Kalian berdua masuk ke ruangan saya!" Arka menatap Mentari lalu masuk kembali ke ruangannya.

"Lu apasih Ndri, padek ngomong begitu ke Pak Arka!" kesal Mita.

"Ya kan tadi elu bilang begitu," jawab Indri mengatakan apa yang tadi di tanya Arka.

Karena Mentari dan Mita tidak kunjung ikut masuk, Arka kembali berjalan keluar. Mata elangnya menatap siswa siswi yang masih berkerumunan di depan ruangan nya dengan penasaran, "Apa yang kalian tunggu?!" tanya Arka dengan wajah dinginnya.

Semua murid menunduk menghindari tatapan Arka, dan sesaat kemudian mereka satu persatu mulai membubarkan diri. Karena takut dengan Arka.

"Tari, mending lu masuk deh......sebelum Pak Arka tambah marah, dan gw sama Lala nungguin lu di sini," Rika menuntun Mentari masuk ke ruangan Arka, kemudian ia kembali keluar menunggu bersama dengan Lala.

"Mita masuk!" kata Indri juga, dan ia mendorong Mita agar masuk juga dengan cukup susah.

Mentari berdiri di hadapan Arka begitu juga dengan Mita yang berjarak satu meter dengan Mentari, lama Arka hanya menatap kedua murid yang ada di hadapannya tanpa berbicara.

"Pak, Tari yang mulai duluan!" kata Mita yang ingin membela diri.

Kruuuk.

Perut Mentari sedari tadi terus berbunyi karena lapar dan ia lebih memilih diam, agar masalah segera terselesaikan dan ia bisa cepat-cepat mengisi perut lapar nya.

"Kenapa kau mengatakan pada orang-orang jika Mentari mengoda saya?!" tanya Arka pada Mita.

"Kan memang begitu tadi saya dihat Pak," jawab Mita dengan rasa percaya diri yang tinggi, karena menurut nya apa yang ia lihat adalah kebenaran yang sangat nyata.

"Lancang sekali!"

Glek Mita meneguk saliva dengan kasar, ia dapat melihat ada kemarahan di wajah Arka. Saat tidak marah saja wajah Arka terlihat sangat menyeramkan apa lagi saat marah begini.

"Pak," Mentari memegang perutnya, "Tari laper banget....." kata Mentari dengan melas.

Arka menatap Mentari dan ia juga tahu jika sedari pagi tadi Mentari belum makan, bahkan mungkin dari sore kemarin karena ia terlalu mengkhawatirkan keadaan Rembulan.

"Mita karena kamu sudah sangat lancang tadi berkata di depan siswa lainnya jika Mentari menggoda saya, maka kamu harus di hukum untuk memberikan toilet selama satu minggu penuh!" titah Arka.

"Pak.....saya mohon jangan ya Pak," Mita panik dengan perasaan yang ketakutan, bayangkan saja bila ia harus membersihkan toilet sekolah itu sungguh memalukan, "Saja janji deh Pak nggak akan ulangi lagi," Mita mencoba bernegosiasi dari pada harus mengerjakan hukuman yang akan ia jalani, "Lagian yang di hukum kok cuman Mita Pak, Tari kan juga dorong Mita," lanjut Mita lagi.

"Lu yang mulai duluan, makanya gw dorong balik!" jawab Mentari.

"Kalian bisa diam!" kata Arka dengan suata berat dan tertahan, "Atau kalian berdua mau di hukum bersama-sama?!" lanjut Arka.

"Jangan!" teriak Mita dan Mentari bersamaan.

Arka menaikan sebelah alisnya, melihat bertapa kompaknya Mentari dan Mita karena menjawab bersamaan.

"Pak Tari laper banget....." kata Mentari lagi sambil meremas perutnya.

"Pak Mita mohon jangan bersihin toilet ya, Mita janji deh nggak akan ulangi lagi," Mita menangkup tangannya agar Arka mau memaafkan dirinya.

Arka mengangguk, "Apa kalian mau berdamai? Dan kamu....." Arka memasang tatapan tajam pada Mita hingga Mita dapat merasakan tempat itu semakin horor saja, "Bisa untuk tidak menyebarkan berita hoax?"

"Iya Pak janji.....maaf ya Pak," Mita menangkup kedua tangannya.

"Kalian berdua keluar dari ruangan saya!"

"Iya Pak," Mita cepat-cepat berlari keluar dari ruangan Arka, sementara Mentari juga ikut keluar dengan langkah cepat.

Mentari merasa hal yang barusan terjadi sangat membuang-buang waktunya saja, hingga ia cepat-cepat menuju kantin dengan Lala dan Rika yang ikut berjalan di belakangnya.

Seperti biasanya Mentari, Rika dan Lala duduk di kursi lalu memesan baso dan teh manis. Tanpa basa-basi Mentari langsung memakan makanannya, bahkanntanpa jeda sedikitpun.

Dan tidak jauh darinya banyak guru-guru yang juga tengah makan dan jangan lupakan, ada Arka yang ikut juga. Sesekali mata Arka mencuri paneang kearah Mentari yang duduk tidak jauh dari nya.

"Pak Arka mau makan apa?" tanya Nia salah satu guru yang juga sepertinya mengidolakan Arka.

"Apa bapak mau saya pesankan saja?" tanya Sarah yang juga terlihat sangat antusias.

"Caelah Pak Arka, enak banget jadi bapak saya juga mau," Kata Dandi seorang guru olahraga yang berparas cukup tampan.

Setelah pesanan mereka sampai, mereka mulai makan dan Nia memberikan tisu pada Arka, "Pak tisunya."

"Pak sebenarnya bapak masih melajang atau udah punya istri?" tanya Sarah.

"Uhuk.....uhuk......." Mentari seketika tersedak karena pertanyaan Sindi yang sangat membuatnya terkejut, "Uhuk....uhuk....." Mentari memegangi dada yang terasa begitu perih.

1
Tamirah
Semua Suami tuh sama, kalau disuruh puasa mesti moodnya gak karu karuan.....mana tahan...🤭🤭🤭
Tamirah
Salut sama anda Thor yg bisa membuat teka teki silang dan sulit ditebak,itu yg membikin readers penasaran, dengan siapa Rembulan menikah' masak bukan dengan Radit wong dia yg jebol gawang Ulan.
Tamirah
Niat hati inginkan menyerahkan Suaminya pd kakak nya,tapi Tari mulai jatuh cinta sama Suaminya.Mulai terasa betapa tersayat hatinya kalau suami pergi dgn kakak nya , walau tiap harinya mereka selalu bersama ke kantor tapi hari itu Tari merasa terluka.Tari kamu terlalu polos dan dimanfaatkan oleh kakakmu biar tidak hamil.
Tamirah
Tiba saatnya kehidupan Rembulan dikuak,apa kabarnya Radit ,belummm ada benang merah diantara mereka.
Tamirah
Tari ini terlalu polos bangettt gampang dikadali maklum Suami terlalu matang untuk istri bocil nya.
Paling tidak sekarang suami yg kayak es beku sdh mencair.
Tamirah
Arga bucin para.Sekedar penasaran saja., Gimana kabarnya Rembulan sama Radit kok belummm disenggol.
Tadinya cerita awal dimulai dari Arka dan Rembulan lalu masuklah sosok Mentari, dikupas Thor tentang mereka.
Tamirah
Kalau sdh tahu nikmat nya hubungan intim yg halal wes gak kenal waktu 10 ronde masih kurang. Untung itu organ ciptaan Allah kalau buatan manusia ya sdh sdh rusak .Nikmat mana yang engkau dusta kan.
Tamirah
Kalau aku ya Happy Ending.Diacak kayak apa pun Semua readers minta nya diakhiri dgn kebahagian.Biasanya dimulai dgn istri hamil melahirkan itulah puncak kebahagiaan keluarga kecilnya lalu END.
Tamirah
Dah mulai jatuh cinta,witing tresno jalaran seko kulino, lanjut Thor..
Tamirah
Kalau Arka dan Ulan sering bersama tentu bahaya, Karena ada setan diantara mereka.Namanya laki laki lama lama tergoda wesss angelllll.
Tamirah
Duh memang Tari gak ada rasa sama Suami, justru dia mau menyerahkan Suaminya pada Ulan.Justru yg ketar ketir ibunya. . cerita nya kayak benang mbulet yg sulit diluruskan.
Tamirah
Thor Novel anda tidak terlalu vulgar.Kalau novel gak ada romantis romantisnya cerita jadi hambar ,kayak sayur kurang garam . Cerita novel ini bagus membuat readers penasaran , semua pembaca berharap happy ending Thor.
Tamirah
Berburuk sangka aja kalau Tari sdh hamidun, bercocok tanam aja belummm dilakoni, emang teman teman nya pada resek .
Tamirah
Taktik licik sdh disiapkan untuk kembali pada Arka. Tari yg terlalu polos gak menyadari entah apa yg akan dilakukan kakaknya.
Tamirah
Kapan Suami gigit kamu Tari, masak gk merasa kalau disentuh ama suami , tidur nya kayak kerbau sampai gak berasa.
Tamirah
Emang cocok lagunya chryse.Tiada kata paling indah.....Kisah kasih disekolah ......,!
Tamirah
Memang seru ceritanya , anak remaja yg masih polos.Pria matang kok dilawan......wes angelllll .
Tamirah
Kenapa Rembulan akan nagih rasa sayang Tari lebih besar dgn rasa benci Tari.Suatu saat kata itu akan jadi senjata Ulan untuk merebut Arka.
Tamirah
Rembulan coba bunuh diri karena dia lihat Arka ciuman sama Tari di balkon.Dia shock sdh gak ada harapan untuk kembali pada Arka.
Tamirah
Aku dulu nikah masih sekolah kelas,3 SMA 2 bulan lagi mau ujian . Biasa paksaan orng tua gk bisa di ganggu gugat. Aku buat kesepakatan gak ada malam pertama sebelum lulus ujian. Tapi pernikahan kami berakhir bahagia hingga sekarang.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!