😍Sedang dalam revisi, perbaikan tanda baca, narasi dan lainnya.😍
Season 1 & Season 2.
Warning!!!
kalau mau baca pliss dari episode awal karena kisah cinta Vino - Ran berawal dari Season 1.
Di season ke dua, author akan fokus pada kisah cinta Vino sang cassanova yang jatuh cinta pada saudara ipar sepupunya. Ran, begitu ia biasa memanggil gadis itu.
(Season 1 )
Adimas bramasta seorang duda kaya berumur 35 tahun,dia sudah dua kali gagal menikah dan kedua nya gagal di pertahankan karena ia selalu di selingkuhi. sehingga membuat nya trauma akan dunia percintaan.
setelah 8 tahun di luar Negeri, ia kembali ke Indonesia dan menggantikan posisi papa nya sebagai presdir perusahaan. lalu ia bertemu kembali dengan Fani yang dulu ia anggap sebagai keponakan nya,kini telah menjadi gadis dewasa berumur 20 tahun.
jangan luka like,vote, dan komennya ya beb😽💙 jangan lupa juga masukan nya.. biar lebih baik lagi.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon wulan_zai, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
episode 26 : Salah Landing.
Dunia seperti berputar 180 derajat setelah kepergian Nita.
Di rumah yang megah kini Fani dan adik adik nya tinggal bersama keluarga Dimas.
mereka di fasilitasi segala kemewahan yang ada di rumah Dimas.
tentu saja mereka sangat senang, karena ini lah impian mereka yaitu tinggal di rumah yang jauh lebih layak.
Tetapi semua kemewahan itu tetap tidak bisa mengisi kekosongan di hati mereka.
bagaimana tidak,kebahagian yang mereka rasakan saat ini ingin sekali mereka membagi nya dengan ibu tercinta.
tetapi takdir sudah menentukan bahwa kepergian Nita akan merubah roda kehidupan anak anak nya.
Di kantor..
Mila dan yang lain nya sedang melakukan rutinitas seperti biasa,apalagi kalau bukan bergosip.
" sshhh.. aku tidak menyangka kalau Fani dan pak Dimas menjalin hubungan di belakang kita."
ujar Mila sambil menggeleng gelengkan kepala nya.
" pantas saja aku melihat beberapa kali mereka saling menatap penuh cinta.."
imbuh yang lain nya.
"tunggu jadi yang dia tanyakan tempo hari di kantin itu soal pak Dimas???" timpal yang lain nya dengan wajah tak percaya.
"tapi apa yang terjadi setelah malam itu ya.. apa Fani menerima lamaran pak Dimas?"
"pak Vino mengatakan ibu nya Fani kritis saat itu, lalu meninggal malam itu juga." ujar Mila bersedih,karena ia tahu betul bagaimana pedih nya di tinggal orang yang paling berharga.
" Fani pantas mendapatkan kebahagiaan ini.",
sahut yang lain nya. mereka ikut senang dengan takdir mujur Fani sekaligus kasihan akan musibah yang menimpa Fani.
"hhhmmm aku harap juga ada pangeran yang datang melamar ku.." ucap Mila sedikit tersenyum.
" kerja .!!! nggosip teruss!. ini lagi ratu gosip. awas saja kalau 10 menit lagi berkas nya belum siap kamu periksa. saya turunkan jabatan mu.!"
bentak Riko pada Mila sambil melebarkan kedua mata nya.
"10 menit lagi?? wahh!! yang bener aja dong pak?? bapak kan baru ngasih ini 5 menit yang lalu.
pak Dimas aja selalu kasih saya waktu 45 menit.! masa bapak cuma kasih waktu saya 15 menit."
bantah Mila tak terima dengan perlakuan Riko.
Riko: " maka nya cepet kerjain!!! jangan gosip terus!"
" pak.! lihat nih berkas setebel ini 45 menit itu udah paling minim pak..!" Mila menepuk nepuk berkas setebal 20 cm di meja nya itu.
" 15 menit!!" tegas Riko menekan suara nya.
" Bapak sengaja ngerjain saya ya?!"
Mila berdiri dari kursi nya dengan wajah kesal.
" hhhh...! " Riko menyeringai sinis ke wajah Mila.
tatapan mereka pun beradu seperti banteng yang siap menyeruduk lawan nya.
"turunkan rok mu." ucap Riko sambil berlalu pergi dari hadapan Mila.
" hiiishhhh...!! baj*ngan itu benar benar membuat ku susah!!" ujar Mila geram sambil meremas kedua tangan nya.
Tak lama kemudian Fani datang,namun bukan untuk bekerja melainkan untuk menyebarkan undangan.
" Fani... kau sudah kembali bekerja?? kami merindukan mu.." ujar mereka semua dengan antusias.
" hari ini saya datang bukan untuk bekerja tapi untuk membagikan ini pada kalian semua.." ujar Fani malu malu. lalu ia membagikan undangan pernikahan nya kepada mereka satu persatu.
"wwooaaawwww...!!!"
" iiihiiiyyyyy...!!"
mereka menggoda Fani dengan sangat girang.
" selamat ya Fani... dan turut berduka cita atas ibu mu." ucap Mila dan rekan rekan nya.
" terimakasih ..." Fani tersenyum lebar ke arah mereka.
"heii.. itu berarti kamu tidak bekerja lagi??"
"kami pasti akan merindukan mu.."
rengek rekan rekan Fani.
Fani: "tenang saja..saya pasti sering kesini untuk mengunjungi kalian."
" janji yaa.. Bu presdir.."
Mila mencolek lengan Fani dengan tatapan meledek. sehingga membuat Fani tersipu malu.
" buk Mila.. jangan gitu ih...malu nih saya.."
ucap Fani dengan wajah nya yang merah.
"hahhahahahha......" tawa rekan nya Fani pun menggema di ruangan itu.
...********...
Setelah dari kantor, Fani dan Dimas akan mampir ke butik ternama milik rekan Dimas untuk mencoba gaun dan Jas yang sudah mereka pesan sebelum nya.
Fani merasa semakin canggung semenjak mereka tinggal satu rumah.
ia merasa hubungan nya dengan Dimas semakin dekat, namun semakin takut pula ia ketika membayangkan hal hal yang akan terjadi setelah menikah dengan Dimas.
cckkiiiiittt!!!!!!!!!
Tiba tiba Dimas menekan pedal rem mendadak karena ada seekor kucing menyebrang jalan sambil berlari.
Fani pun langsung terpental dan hampir saja tubuh nya membentur bagian depan mobil karena ia tidak memasang sabuk pengaman nya dengan benar.
beruntung Dimas spontan mengulur kan tangan kiri nya dan menahan tubuh Fani.
tapi apes nya karena tidak melihat tangan Dimas malah mendarat di bagian Pay*dara Fani.
Fani pun langsung terkejut dan ia menoleh ke arah Dimas dengan mata melotot.
Dimas yang menyadari tangan nya salah Landing langsung menarik tangan nya sambil menelan ludah karena gugup.
" khmm..ekhmm...
ka..kamu nggak pakai sabuk pengaman?"
tanya Dimas gugup sambil mengusap hidung nya.
pandangan nya juga di alihkan.
Namun Fani tak menjawab Dimas karena masih syok akan kejadian barusan.
" ja..ngan salah paham..kejadian nya cepat sekali dan om reflek jadi..." Dimas terbata bata dan ia tidak tahu harus bagaimana menjelaskan nya agar Fani tidak salah paham.
" kenapa kamu nggak pakai sabuk pengaman? itu sangat membahayakan." sambung nya lagi. ia sengaja mengalihkan kata kata nya.
" mm,,maaf." akhir nya Dimas memutuskan untuk mengatakan itu saja sambil melihat kearah Fani.
Namun Fani tetap bungkam dan mematung hingga tubuh nya mengeluarkan keringat dingin.
Melihat Fani yang membeku Dimas pun maju dan memakai kan sabuk pengaman Fani dengan benar. dan tentu saja posisi mereka sangat dekat saat ini.
Fani bisa merasakan hembusan nafas Dimas yang berderu di sekitar telinga nya.
Setelah itu Dimas langsung kembali ke posisi kemudi nya dengan cepat.
Tubuh Fani semakin terasa mendidih dan jantung nya semakin berdegup kencang.
"nnghik..nghikk.."
Fani langsung cegukan tak henti henti karena merasa nafas dan jantung nya tak bisa di atur.
"zzhhhh..." Dimas tersenyum tipis sambil menggenggam erat kemudi mobil nya.
...**********...