NovelToon NovelToon
Bila Tak Jodoh

Bila Tak Jodoh

Status: tamat
Genre:Teen / Romantis / Cintapertama / Badboy / Cintamanis / Patahhati / Contest / Tamat
Popularitas:16.6k
Nilai: 5
Nama Author: Marya Juliani Jawak

Menceritakan tentang hubungan kasih antar remaja hingga dewasa yg sudah berjalan lama. Tak terasa, hubungan bertahun - tahun membuat perasaan mereka menjadi tak menentu. Ada rasa jenuh sehingga ingin melepas.

Bersama dengan orang yg baru membuat diri kita akan bahagia, tanpa kita sadari bahwa ada hati lain yg bisa saja terluka.

Ditengah kebimbangan dan rasa jenuh yg melanda, mampukah kita mempertahankan hubungan lama yg dimulai dari awal atau melepaskannya begitu saja guna kebahagiaan yg kita dapatkan dari orang baru?

Simak terus yu bg/kk... Novel ketiga aku. Semoga suka ya 🤗.

Jangan lupa tinggalkan jejak (Rate, Favorite, Like, Komen ya). Salam sehat selalu 🤗🤗🤗

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Marya Juliani Jawak, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pesta Seni

Tepat akhir bulan, pesta seni di rayakan oleh anak seni. Beda dari tahun - tahun sebelumnya, mereka melaksanakan pesta seni tahun ini di alam terbuka. Tujuannya agar kita juga dapat melihat suatu seni dari alam terbuka.

📲 Hallo Assalamualaikum sayang, kenapa?

📱Gimana hari ini yang? Kamu bisa gak buat ke pesta seni kampus?

📲 Aduh, maaf sayang sepertinya aku hari ini gak bisa. Tugas aku lagi menumpuk.

📱Ow, gitu ya yang

📲 Maaf ya sayang, lusa aku janji deh. Kemana kamu mau, pasti aku turuti.

📱Ya udah de, kamu lanjut ngerjakan tugas kamu aja.

📲 Ia sayang, makasih ya buat pengertiannya. Kalau kamu mau, gimana kamu pergi sama kawan kamu aja. Aku yakin kamu pasti mau lihat pentas seninya.

📱 Gak usah yang, aku mau istirahat aja siang ini. Aku tutup dulu ya yang. Semangat

📲 Ia sayang, makasih ya. Love you...

Panggilan terputus meninggalkan senyuman luka. Sabrina sudah berharap jika ia bisa pergi dengan sang kekasih Naldi. Tapi apa boleh buat jika waktu tak mengizinkan untuk bertemu.

"Kenapa tu muka kusut kayak jemuran." Ucap Dewi yg baru keluar dari kamar. Ia hendak ke dapur untuk mengisi botol minumnya.

"...."

Setelah minum dan mengisi botol minumnya, Dewi mendekati Sabrina dan duduk di sampingnya. "Cemberut melulu, awas kesambet, ntar yg ada ni e muka lo yg cantik berubah jadi muka setan yg merasuki elu."

"Biarin." Sabrina menjatuhkan dirinya sehingga tumpukan badannya berada di pangkuan Dewi.

"Dasar batu, di nasehati mala gak di dengar. Semoga aja elu budek."

"Hmm.... Dewi....."

"Bodoh. Lagian elu kenapa sih, kek gak semangat hidup gitu. Padahal jiwa dan raga elu masih menyatukan?"

"Gue bete...."

"Ya udah keluar sana, cari angin."

"Gak ada kawannya." Kening Dewi pun berkerut, bisa - bisanya Sabrina bete karena gak ada kawan untuk keluar.

"Dia emang kemana?"

Dia yg di maksud Dewi adalah Naldi. Dewi enggan untuk menyebut namanya ataupun status mereka saat ini. Dewi merasa jika Naldi bukanlah cowok baik - baik. Mereka tau dan semua memaklumi pendapat Dewi. Ntah sekedar pendapat atau feeling dari seorang Sahabat.

"Banyak tugas."

"Oh" Jawaban singkat yg membuat Sabrina makin kesel.

"Kok elu cuman bilang Oh aja sih."

"Ya aku mau bilang apa lagi Sab. Toh tetap dia juga gak bisa datangkan. Beda seperti Nicho, yg selalu standby untuk kamu."

Sabrina terdiam sebentar, lalu ia memposisikan dirinya menjadi duduk seperti semula. "Jadi kamu lebih memilih Nicho ya daripada Naldi?" Tanya Sabrina mulai meragu.

"Jangan tanya aku, kamu lebih tau mana yg terbaik buat kamu. Jika aku memilih salah satu diantara mereka, berarti aku menjerumuskan kamu. Kenapa kamu meminta pendapat aku, sedangkan kamu sendiri yg lebih mengetahui sifat mereka." Nasihat Dewi yg diangguki oleh Sabrina.

Jika harus memilih, aku lebih setuju kamu sama Nic, Sab. Kamu lebih bahagia dengan Nic daripada Dia yg selalu membuat kamu bete seperti sekarang ini. Batin Dewi

"Ya sudah bersiap yuk, aku akan menemani kamu ke pesta seni." Ajak Dewi yg sudah berjalan ke kamar.

"Serius? Dewi .... makasih sobat...." Teriak Sabrina bersemangat kembali. Ia berlari menuju kamarnya dan bersiap - siap untuk pergi.

Tiga puluh menit berlalu, kini mereka sudah berada di atas motor. Untuk pergi Dewi yg membawa motor, tapi untuk pulang maka Sabrina yg akan membawanya.

Jam sudah menunjukkan pukul 18.00 WIB. Acara inti baru saja selesai, kini mereka sedang menunggu Sunset sebagai acara penutup. Kembang api serta musik juga sudah siap menghiasi keindahan malam yg akan mendatang.

Melihat jam di pergelangan tangan membuat Sabrina dan Dewi memutuskan untuk pulang lebih dulu. Mereka tidak ingin berlama - lama lagi mengingat jam sudah mulai memasuki malam.

"Dew, kita lewat jalan mana? Lurus apa belok?" Tanya Sabrina di persimpangan jalan. Mereka berdua bisa melihat padatnya kendaraan yg juga ikut pulang meninggalkan acara penutup.

"Lurus aja Sab, biar cepat." Jawab Dewi seadanya. Ia kembali sibuk melihat bahan - bahan makanan yg akan di kelolanya untuk ide memasak hari esok.

Sabrina yg mendapatkan jawaban dari Dewi kembali meragu. Ia bimbang harus memilih jalan yg mana. Melihat jarak yg biasa dilalui, seharusnya ia tau bahwa jalan yg biasa dilalui adalah lurus dan hal itu tak seharusnya dipertanyakan. Tetapi sesuatu di hatinya serasa mengganjal.

Menutup mata dan menarik napas, ia mulai menjalankan motor kembali setelah membuka kedua matanya. Lurus sebentar kemudian mengambil jalur kanan.

Dewi yg merasa jalan berbeda melihat sekeliling. "Lo kenapa gak lurus aja Sab?" Tanyanya.

"Biar lama aja." Tawa Sabrina, Dewi hanya pasrah dan melihat ponselnya kembali.

Feeling ntah bagaimana, ternyata Sabrina sudah tau mengapa hatinya memilih jalur kanan. Kondisi saat ini macet oleh kendaraan. Ada juga beberapa orang berjalan santai menikmati dinginnya udara sore yg akan digantikan malam.

Menunggu beberapa saat motor mereka jalan kembali karena macet, Sabrina sempat menoleh ke belakang dan kemudian melajukan motornya seperti biasa.

Sepanjang perjalanan terasa sunyi, Sabrina yg biasanya ribut kini hanya terdiam saja. Tak terasa akhirnya mereka sampai di persimpangan dekat kontrakan. Belok sedikit lagi memasuki gang, maka mereka akan tiba di kontrakan.

"Tumben diam? Masih bete kah?" Tanya Dewi yg melihat perubahan Sabrina.

"Kamu tadi gak lihat ya Dew?"

"Lihat apa? Hantu? Ini aku juga lagi ngomong sama dia." Jawab Dewi yg ucapannya mengarahkan pada Sabrina.

"Enggak, aku serius."

"Gak. Emang lihat apaan?" Tanya Dewi yg mulai penasaran menunggu kelanjutan cerita Sabrina.

"Naldi sama cewek lain." Jawab Sabrina lemas.

"Elu serius? Dimana?" Tanya Dewi yg mulai emosi. Ia benci jika Naldi mempermainkan Sahabatnya ini.

"Di jalan tadi waktu macet?"

"Kamu bodoh atau gimana sih Sab. Dilihat bukannya berhenti mala di teruskan. Sekarang putar balik! Kita buat perhitungan sama dia."

Sabrina hanya diam, ntah lah, ntah apa yg di rasakan nya saat ini. Hanya saja dia butuh waktu untuk mencerna ini semua.

Dewi yg melihat Sabrina diam mulai kesal. "Kalau elu gak mau, biar aku yg ngasih pelajaran sama dia. Minggir kamu tunggu saja di sini!". Perintah Dewi tapi Sabrina tetap mempertahankan posisi mereka.

"Kita pulang saja ya." Pinta Sabrina yg kemudian menjalankan motor.

"Sab, sumpah elu bodoh bangat sih. Manusia seperti dia gak bakalan ada kapoknya. Lebih baik kita ajar, supaya kedepannya tidak semena - mena lagi mempermainkan perasaan cewek."

"Dew, cukup. Biar aku aja yg menyelesaikannya sendiri. Okay." Pinta Sabrina.

Dewi hanya diam menuruti kemauan Sabrina. Walau bagaimana pun, ia harus tetap menghargai keputusan Sabrina. Ia berjanji, bila ketemu Naldi, maka dia akan mengajar Naldi sampai babak belur.

***Happy Reading Say..... Semoga kalian suka. Jangan lupa 💟, ⭐, 👍 serta 💬 ya say***.... 🤗😇

1
rikosembiring
Ditunggu lanjutannya y thor
Marya Juliani Jawak: Siap... Di pantengin terus ya 🙏😇
total 1 replies
Marya Juliani Jawak
Makasih kk.... Sukses buat kita semua 🤗
TK
first
semangat
sukses
TK
next
TK
first coment 👍
Nicco
Sabrina nya kapan nikah ya kak,novelnya terlalu greget pengen tau endingnya nih😁
Marya Juliani Jawak: Hahaha, sabar bang, semua ada waktunya. Indah pada masanya. hrhehe
total 1 replies
TK
semangat Thor 👍
Marya Juliani Jawak: Makasih kk....
total 1 replies
TK
like
TK
first 👍
TK
Anne dan Anna hadir 👍
TK
first
TK
next Thor 👍
TK
lelaki Berkacamata 🤗🙏
Marya Juliani Jawak
Makasih kk.... Semangat selalu 💪
TK
Anne dan Anna hadir 👍
Darah Biru (Bangsawan)
next up 💕😘😘😘😘
Darah Biru (Bangsawan)
😘😘😘
Darah Biru (Bangsawan)
semangat selalu 💕
Darah Biru (Bangsawan)
💕💕💕
Darah Biru (Bangsawan)
💕💕💕💕💕
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!