TAHAP REVISI
ini adalah karya pertama jadi bahasa dan penulisan masih belum tertata, jgn lupa mampir ke My Beloved Lecturer, ini bahasanya insyaallah lebih rapi, meskipun gak 100%, dan alur cerita bakal berbeda dari novel perjodohan lain, insyaallah 👀💗
please? jangan plagiat woi, mikir nulis novel itu susah, gue sering ngikutin sosmed apa yng lagi trend buat nambah ide ke cerita gue, dan lo dengan entengnya ngambil beberapa adegan di novel gue tanpa izin.
punya otak gak sih? kalau gk bisa bikin novel gk ush dipaksain, daripada nyolong karya orang, sakit hati tau gak!.
mungkin tema cerita kita sama tapi gue punya ciri khas sendiri yang gue bangun sesuai imajinasi gue. gue udh berusaha supaya cerita ini berbeda dari yang lainnya.
deskripsi :
Dijodohin malah jadi bucin?!
Gadis bawel dan super ribet seperti Aira dijodohkan dengan seorang Pria yang lebih tua darinya, Pria dingin yang membuatnya stress karena sikap dinginnya.
Bagaimana kehidupan rumah tangga mereka?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vmina_, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
pak dosen suamiku-25
MALAM SEMUAA SEBELUMYA AKU MINTA MAAF KARENA BARU UP..AKU UDAH KENA TEGUR JUGA KAN, JADI AKU SAKIT LAGII LEMES GA BISA APA-APA. MAKASIH UDAH NUNGGU YA.
"Mas Alex, ayo makan" ucapnya dengan nada dibuat-buat.
Alex menelan saliva dengan susah payah, wajahnya yang memerah membuat Aira tertawa puas dalam hati. Ia berhasil menggoda Alex,ya walaupun sebenarnya Aira sendiri juga malu menyebut kata mas.
Aira meraih tangan Alex agar mau berdiri dari duduknya.
"Ayoo?" Aira menaikkan satu Alisnya.
Alex menatamnya tajam.
"Aira, Habis kamu malam ini" ucapnya pelan tapi masih bisa didengar Aira.
Gadis itu langsung kalang kabut, apa maksud Alex barusan itu mengancamnya?.
"A-aeum a-ayo makan pak"
'Sialan, kenapa jadi gue yang kena!'
'Mampus nih gue'
Jam di dinding menunjukkan pukul sepuluh malam, keluarga besar Alex sudah pulang beberapa saat yang lalu. Kini Aira berada didapur, mencuci piring, sebenarnya itu bukan tugasnya tapi Aira memaksa, Tidak enak hati kalau ia tertidur dikanar sedangkan mertuanya masih sibuk didapur dengan pembantu saja.
"Masyaallah Aira...Kamu baik banget" ucap Reva kagum.
Aira tersenyum simpul.
"Makasiih bundaaa"
"Kamu abis nyuci piring langsung istirahat, yang lainnya biar bunda aja" ucap Reva.
Aira dengan sopan menolak.
"Enggak bun, biar Aira aja, besok Aira masuk agak siang" ucap Aira sambil membilas piring-piring.
Namanya juga mertua, tidak mau merepotkan menantu, terlebih Aira sudah dianggap anak kandungnya sendiri. Reva menolak.
"Kamu gak mau nurut sama bunda" ucap Reva sendu.
Aira yang melihat itu langsung heran.
"Eh bun- bukan gituu.."
"Yaudah deh, Aira selesaikan ini dulu" ucap Aira mengalah.
Reva tersenyum puas, lalu pergi. Aira memiringkan kepalanya kekanan, tidak ada rasa curiga sama sekali dengan sikap mertuanya.
Tugas Aira sudah selesai, ia mengambil handuk kecil untuk melap tangannya yang basah.
"Non ini diminum ya" ucap bibi tiba-tiba sembari menyodorkan nampan berisikan jus.
Dahi Aira mengerut.
"Loh..Saya gak minta bii" ucapnya.
"Ini permintaannya Nyonya, Non" ucap si bibi.
Airapun mengambil jus itu, meneguknya sampai habis.
'Bunda kenapa nih'
"Bi makasih ya" ucap Aira menaruh kembali gelas.
Aira pergi kekamarnya, ia sangat mengantuk dan lelah. Pintu kamar terbuka menampakkan Alex dengan Handphone ditangannya, duduk disofa. Airq tidak menghiraukan, ia buru-buru menarik selimut lalu memejamkan matanya.
Samar-samar ia mendengar Alex berbicara dengan seseorang lewat telefon.
"Halo?" ucap Alex pelan.
"Ah iya istri saya udah tidur"
Aira membuka matanya sedikit, untuk mengintip Alex.
'Wah gak bener nih, bisik-bisik'
Diperhatikannya gelagat Alex yang seperti takut ketahuan olehnya, lagipula siapa yang ditelefon hingga harus seperti itu dan menunggunya tidur.
"Ketemu sekarang? bisaa, saya kesana sekarang"
"Oke tunggu sayang" ucap Alex.
'What? Sayang?'
Aira tak percaya, barusan Alex mengatakan sayang pada orang ditelefon, Aira yakin itu pasti wanita selingkuhan.
'Brengsek' umpatnya dalam hati.
Aira mengintip apa yang dilakukan pria itu, dan yang membuat Aira kesal adalah senyuman di wajah Alex.
'Seneng banget mau ketemu selingkuhannya'
Alex memakai hoodie putihnya lalu menutup pintu kamar pelan, disaat itulah Aira langsung bangun dengan wajah merah, emosi.
"Brengsek lo Alex, gaya lo doang sok cuek, selingkuh juga lo ya" kesalnya.
Aira menyingkap selimutnya, mengambil jaket dan handphone untuk segera membuntuti Alex. kemana dia pergi. Aira menuruni anak tangga dengan cepat.
"Semoga belum jauh" gumamnya.
Sesampainya diluar rumah, Aira benafas lega, Alex tidak membawa mobil, artinya pria itu berjalan kaki dan mungkin tidak jauh.
Dan benar saja Aira bisa melihat Alex berada didalam cafe sekitaran rumah mereka, pria itu tidak sendiri, ia bersama seorang wanita, dari parasnya Aira yakin kalau wanita itu lebih tua darinya.
"Cih..Selingkuh kok disekitaran rumah" kesalnya.
Aira mengintip dari sebrang pasangan itu, mereka berbincang-bincang mesra. cukup lama Aira semakin tidak tahan, wanita itu mengusap pipi Alex.
"Gatel banget, gue ada gak pernah megang pipi pak Alex!"
"Harus gue samperin!" ucapnya geram.
Dengan tergesa-gesa Airapun melangkahkkan kaki, menemui pasangan yang sedang bermesraan itu. beruntung cafe sepi.
Brak!
Aira memukul meja kuat, dua orang yang tadinya asyik berbincang langsung diam melihat kearahnya.
"Aira kamu.."
"Apa?!" bentak Aira.
Ia menatap sinis wanita itu, ingin sekali tangannya menjambak rambut si selingkuhan tidak tau diri.
"Bagus ya pak, diem-diem nemuin selingkuhan pas istri tidur"
Alex tak bergeming.
"Ini lagi, mbak harusnya sadar diri..Jelas-jelas saya lebih muda dan cantik daripada situ, berani banget nyenggol suami saya!" ucapnya sinis.
"Heh suami lo yang mau sama gue" ucap wanita itu sambil melipat kedua tangan.
'Nantangin gue ni orang'
Aira menggulung lengan hoodienya.
"Iya mau karena lo murah, gini deh tante sebelum saya bikin malu lebih baik tante pergi dari sini"
Aira sengaja menggunakan embel-embel tante, memang benar kan wanita itu seperti tante-tante girang yang kurang dibelai.
"Lo bilang apa barusan?! tante? berani lo ya!"
Wanita itu bangkit, tidak terima.
"Iya kenapa gak suka? siapa suruh muka lo tua?!" cibir Aira.
Alex segera melerai keduanya, ia meminta si wanita itu untuk pergi, dengan kesal wanita itu pun pergi menyisakan Alex dan Aira.
Aira mengepal tangannya.
"Bapak brengsek banget sih" ucapnya menahan tangis, matanya sudah berkaca-kaca.
"..."
Aira berjalan menjauh, berharap Alex akan mengejarnya, tapi nyatanya tidak, ia malah berbalik lalu menarik tangan Alex agar keluar bersamanya.
Ia mencengkram kuat lengan Alex.
"Kan udah dibilang kalau saya salah itu bilang!"
"Apa bagusnya coba tante-tante kayak gitu, kalau mau selingkuh cari yang bagusan dikit, yang lebih cantik dari saya" ucap Aira.
Mereka sampai dirumah, Aira masih mencengkram Alex, seperti takut pria itu akan lari.
"Aira"
"Udah diem! saya sakit hati tau gak?" ucap Aira mengusap wajahnya yang terasa panas.
"Kenapa harus selingkuh sih pak? saya kurang aa coba?"
"Saya gak terima, tapi saya gak mau cerai!" ucapnya.
Sudut bibir Alex mengerut, ia memperhatikan Aira mengoceh kesal dan hampir menangis.
"Saya benci tau gak...hiks"
Akhirnya tangisan Aira pecah, ia menggunakan lengan kanannya yang ditekuk untuk menutupi wajah.
"Hiks..Hiks..Dia berani pegang-pegang bapak hiks" ucap Aira sesegukan.
Alex benar-benar tidak tahan melihat Aira seperti ini, bukan menyesal Alex malah senang karena nampak menggemaskan.
Didekatinya Aira lalu merangkul pinggangnya.
"Saya minta maaf" ucap Alex pelan.
Aira tetap terisak.
"Saya tetap gak terima dia nyentuh bapak"
Alex terkekeh pelan.
"Yasudah saya harus apa?"
Aira menurunkan tangannya, menatap Alex dengan kesal.
"Ya harus di-dibersihin..hiks" ucapnya.
Dalam hati Alex sudah berbunga-bunga, Aira tidak bisa dibiarkan lagi kali ini.
"Oke kamu yang bersihkan"
Alex langsung mengendong tubuh Aira, membuat gadis itu kaget, Alex menggendongnya kearah pintu, tangan pria itu bergerak mengunci pintu kamar, lalu diiturunkannya Aira diatas ranjang dan menindihnya.
"Ma-mauu ngapain?" ucap Aira.
"Bersihkan Aira" ucapnya berbisik ditelinga Aira.
Nafas Alex terasa ditelinga Aira membuatnya geli, otomatis pipinya memerah.
lanjuuuuuuutttt....