Erin, gadis cantik yang terpaksa menikah dengan seorang pria dingin harus mengalami kecelakan hingga membuatnya Koma, akankah cinta dari sang suami bisa membantu Erin untuk kembali sadar?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon machrita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Siapa Reymond?
#KOMA eps 25
"Kamu!" kejut Shelo.
"Kenapa kamu kaget gitu, kenapa malam-malam begini berada diluar," ucap Jojo.
"A-aku aku hanya mencari angin diluar," Kata Shelo sambil memperhatikan ke arah belakang.
Ia takut jika orang yang bersamanya tadi terlihat oleh Jojo.
"Kamu kenpa! Apa ada sesuatu di sana." selidik Jojo.
"Ti-tidak ada apa-apa, mana mungkin ada sesuatu disana, aku kan dari tadi diluar, aku mau masuk dulu," umpat Shelo.
Jojo memperhatikan gerak gerik Shelo yang aneh, lalu ia pun masuk dan mengunci pintu.
"Semoga Jojo tidak melihat dia." Batin Shelo
Shelo tidak tidur di kamar Erin karna Renz yang menunggui Erin malam ini. Shelo masuk ke kamar Sahira, roh Erin keluar untuk melihat apa yang di lakukan Shelo. Shelo akan tidur tapi ia masih melamun, ia melamunkan bagaimna cara untuk melenyapkan Erin.
"Apa yang kamu fikirkan, kenpa tidak tidur, kamu pasti memikirkan bagaimana cara melenyapkanku, dasar wanita jahat aku sangat membencimu Shelo." geram Erin.
Shelo tersenyum karna sudah mendapat ide yang ia hayalkan, ia pun bangkit dari tempat tidurnya dan masuk ke kamar Erin, di sana Renz sedang tertidur di samping Erin, begitu sayangnya Renz sampai ia memberi batas guling agar tidak menyentuh alat yang terpasang pada tubuh Erin.
"Pemandangan seperti ini yang sangat aku benci Erin." Gumam Shelo.
Shelo perlahan masuk dan membuka pintu lemari Erin, roh Erin yang sedari tadi mengikuti Shelo bingung apa yang akan di lakukan Shelo, kenapa dia membuka lemarinya.
"Di mana perhiasan dan uang merek simpan." Gumam Shelo.
"Shelo kamu mau mencuri!" Kejut Erin
Shelo mendapat sebuah kotak, itu kotak perhiasan yang di beri nenek untuk Erin, di situ juga ada beberapa ikat uang, Shelo pun tidak melewatkan kesempatan untuk mengambilnya.
"Dengan begini dia tidak bisa mengancamku lgi," gumam Shelo.
"Apa! Siapa yang mengancammu, bukannya kamu orang yang sangat jahat." Kesal Erin.
Shelo keluar dan saat berbalik ia terkejut melihat nenek ada di belakangnya.
"Apa yang kamu lakukan disitu?" tanya nenek.
"Ne-nenek kau, kau disini." Gugup Shelo.
"Ya aku disini, kamu sedang apa disitu?" Tanya nenek lagi.
Shelo pun mencari alasan.
"Aku-aku mengambil selimutku, tadi lupa," ucap Shelo.
"kenapa di depan lemari, selimutmu di situ kan." ucap nenek menunjuk ke tempat tidur milik Shelo.
"Ouhh iya, aku lupa nek dan wahh nek kau bisa berjalan," heran Shelo mengalihkan pembicaraan.
"Itu bukan urusanmu, keluarlah." Usir nenek.
Erin gemas karena nenek bukannya mencari tau lebih malah menyuruh Shelo keluar.
"Nenek! Shelo sudah mencuri, kenapa nenek membiarkannya pergi," ucap Erin kesal.
Shelo keluar kamar dan masih merasa tegang, ia menarik nafas panjang.
"Sepertinya nenek tidak tau aku mengambil perhiasan Erin dan satu masalah sudah selesai hanya tinggal membuat rencana yang matang untuk melenyapkan Erin," gumam Shelo di luar kamar.
Shelo merogoh kantong bajunya yang lumayan besar, cukup untuk menaruh semua hasil curiannya, ia pun kembali ke kamar Sahira.
Di kamar nenek membangunkan Eenz.
"Renz bangun nak," ucap nenek
"Nenek disni, ini sudah malam, lalu ini! Apa nenek sudah bisa berjalan." Kejut Renz.
"Iya, nenek sudah bisa berjalan perlahan, nenek membangunkanmu karna nenek baru dapat telphon dari orang tuamu, mereka sudah ada di kota ini, mereka menginap di hotel." Kata nenek.
"Lalu apa nenek mau aku menjemput mereka, maaf nek aku tidak bisa," ketus Renz.
"Nak sebenci apapun kamu pada mereka, mereka tetap orang tuamu, mereka mnunggumu meminta mereka kemari." Kata nenek
"Terserah nenek, walaupun ini rumahku tapi nenek yang lebih tua dan yang aku hormati, kalau nenek ingin aku yang meminta mereka kembali aku tidak bisa, maaf nek." Ucap Renz.
Renz kembali tidur tanpa mendengar penjelasan nenek lagi.
"Kalau saja Erin sadar hanya dia yang bisa melunakkan hati mu Renz" ucap nenek sedih.
Erin mendengar apa yang nenek ucapkan, ia pasti bisa melunakkan hati Renz, tapi bagaimana! Tubuhnya pun hanya terbaring tak berdaya, belum lagi sewaktu waktu nyawanya bisa melayang karna perbuatan Shelo.
ke esokan harinya.
pagi-pagi sekli sebuah taksi berhenti di halaman rumah Renz, 2 orang paruh baya seketika turun dengan beberapa koper yang di keluarkan oleh supir taksi yang wanita begitu fasioneble lalu yang pria berpakaian sangat formal, Sahira yang melihat mereka dari balkon atas langsung berlari menuju ke halaman.
"Sahira jangan berlarian," tegur Renz.
Sahira berhenti.
"Papi! Oma dan opa datang," girang Sahira.
Renz tiba-tiba berhenti sarapan dan mengambil jas nya di kamar, di sana Shelo sudah menyiapkan, terlihat Erin menekuk wajahnya kesal.
Nenek keluar beserta Jojo menyambut ayah ibu Renz.
"Oma opaa" teriak Sahira.
Ayah Renz langsung menggendong cucunya.
"Sahira, cucu opa sudah besar ya," ucap ayah Renz.
"Turunkan dia, nanti dia kebiasaan, manja." Tegas ibu Renz.
"Sahira kamu turun ya sayang," kata ayah Renz.
"Kamu tidak berubah Nana," ucap nenek
"Ibu, bagaimna kabarmu?" Tanya ibu Renz cipika cipiki dengan nenek.
"Kabarku baik," ketus nenek.
"Maafkan aku bu, aku tidak pulang saat ibu kecelakaan, aku sangat sibuk dengan bisnisku dan suamiku sedang menangani proyek besar saat itu," sombong ibu Renz.
"Ibu mengerti, lagi pula disini ada Renz Jojo dan Erin." ucap nenek.
"Erin, dia istri putraku kan, aku melihatnya di sosial media dan ibu tau teman-temanku mengejekku," ucap ibu Renz.
"Sudah sudah masuklah, Renz masih di dalam kalian pasti rindu dengannya kan," ucap nenek.
orang tua Renz masuk, sudah lama sekali mereka tidak kembali ke Indonesia.
"Jo, tolong bawa koper tante ke kamar lalu suruh beberapa pelayan membantumu," perintah ibu Renz dengan angkuh.
"Baik Tante," kata Jojo.
"Jo kita sudah terlambat," kata Renz keluar dari kamar dan menghentikan Jojo mengangkat koper ibunya.
"Renz putra kesayangan ibu, kau tidak mau memeluk ibumu ini sayang," ucap ibu Renz.
"Maaf aku terburu-buru" ketus Renz
Renz pun pamit pada nenek .
"Anak itu masih sama, sangat keras kepala," gumam ibu Renz.
Shelo lewat dengan membawa wadah berisi air hangat untuk membersihkan tubuh Erin, ibu Renz pun memintanya berhenti.
"Hey hey kamu!" panggil ibu Renz.
Shelo menoleh dan melihat ibu Renz dari bawah sampai atas, ia terkejut melihat wanita itu yang tampilannya begitu mewah menurutnya.
"Kamu kemari," panggil ibu Renz lagi
Shelo perlahan mendekat.
"Kamu pelayan disini kan, aku mau kamu membuatkan sarapan yang enak ya karna aku belum sarapan dari hotel" ucap ibu renZ
"Nana dia bukan pelayan disini, dia perawat yang mengurus Erin, kamu jangan seperti ini, Jika Renz tau dia akan marah padamu." ucap nenek.
"Woww, baru beberapa minggu menjadi istri Renz dia sudah hidup senyaman itu bahkan punya perawat sendri, benar hebat wanita itu bu." Sinis ibu Renz.
"Sudahlah istriku, bagaimana pun Erin sudah menjadi menantu kita, tolong jangan bersikap keras lagi," ucap ayah Renz.
"Shelo kembalilah ke kamar Erin,"pinta nenek
"Baik nek, permisi bu," ucap Shelo pamit
Shelo masuk ke kamar Erin, Erin terkejut dengan gerutu Shelo.
"Dia fikir dia siapa, apa mentang-mentang dia ibunya Renz dia bisa merendahkanku, aku tidak terima, kau Erin sekrang bukan cuma kau yang menghalangiku bahkan ibu mertuamu pun seperti itu, dia akan menjadi penghalang antara aku dan Renz" ucap Shelo membersihkan tubuh Erin dengan kasar.
"Ibu sudah datang, aku harus menemuinya," ucap roh Erin.
Erin keluar dan melihat mertuanya, ia sangat senang dapat melihat langsung walaupun belum bisa berkenalan.
Di kantor.
Renz sangat kesal dengan kedatangan orang tuanya, Jojo menenangkan Renz.
"Seandainya mereka bukan orang tuaku, aku sudah mengusir mereka tadi," kesal Renz.
"Kak kamu jangan bicara seperti itu, seburuk apapun mereka tetap orang tua mu," kata Jojo
"Jo! maafkan sikap ibuku tadi, aku merasa tidak enak," ucap Renz.
"Santai kak, aku sudah biasa dan sudah paham sifat tante Nana," ucap Jojo.
Ponsel Jojo berbunyi dan itu dari Shemee.
["Ya sayang,"ucap Jojo manja
["Sayang sayang, jijik tau gak! Jo aku mau bertanya, apa kakak ku baik-baik saja di sana, bagaimana perkembangannya?" Tanya Shemee.
["Erin baik-baik saja, dia masih seperti biasa tidak ada kemajuan," ucap Jojo.
["Jo! Tour ku berakhir besok, setelah itu aku akan pulang, apa tidak masalah jika aku tinggal menemani kakak ku, aku tidak enak bicara pada Renz, bisa kah kau yang menyampaikannya, please." Mohon Shemee.
[Aku akan bicara pada kak Renz, tapi menurutku justru kak Renz akan senang jika kau menemani Eein" kata Jojo.
"Semoga ya Jo," ucap Shemee.
Setelah selesai mengurus Erin, Shelo pamit keluar sebentar, nenek pun mrngijinkan, Shelo terlihat menelphon seseorang di restoran dimana ia menunggunya.
Tak lama sebuah motor berhenti di parkiran, Shelo melambai dengan orang itu, orang itu tak lain adalah Reymond.
#Bersambung..
Reymond! Siapa Reymond sebenarnya dan kenapa dia bisa kenal dengan Shelo, apakah Reymond ada kaitannya dengan kecelakaan Erin.
. semangat Up, ya