Rianna, yang sudah memasuki semester akhir sekolah. Yang tidak percaya akan sebuah cinta. dapatkah dia jatuh cinta, dan mempercayai akan sebuah cinta..
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ranti Afriani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
eps 25
" Hahh.. maaf aku ketiduran. " Ucapku sambil keluar dari mobil.
" Bay.. kamu anterin Dina aku masih ada urusan dengan Rianna. " Ucap Mori yang membuat ku terkejut, dan malu dia mengatakan nya di depan semua orang.
" Ok.. " ucap Bayu sambil tersenyum dan masuk ke mobil.
" Good luck ya Ann, uchh aku pasti kangen banget sama kamu Ann. " Ucap Dina yang sambil merangkul ku.
" Ok... "
Aku yang mengikuti langkah Mori, bingung harus berbicara apa. Dia dari tadi hanya diam dan tidak ngomong apa-apa.
Kami menuju taman dan duduk di kursi, Mori menatap ku dengan wajah dingin yang membuat ku merinding.
" Jadi apa yang mau kamu bicarakan Mor. " Ucapku, jantungku mulai berdebar gak karuan.
Sedangkan Mori yang dari tadi terdiam dia terlihat mulai berkeringat. Akhirnya dia menjawab pertanyaan ku.
" Terimakasih sebelumnya Ann, kamu sudah mau menerima ku. Dan masalah kuliah... Aku bakal kuliah di Jerman, 2 hari lagi maaf aku tidak memberitahu mu, aku takut... " Ucap Mori yang seketika membuat ku terkejut.
Aku tidak bisa, berkata apa-apa kenapa kamu baru ngomong sekarang, di pikiran ku penuh dengan pertanyaan.
" Kenapa kamu tidak ngomong dari awal, terus apa pentingnya aku buat kamu Mor. "
" Karna kamu penting buatku Ann, aku takut kamu tidak mau berlanjut dengan ku, tapi di sisi lain aku tidak bisa membatalkan kuliah ku di sana karna itu satu-satunya cara agar ibuku mau mengakui ku. " Ucap Mori yang begitu tegas.
Aku bingung harus marah atau mendukung nya.
" kenapa kamu baru ngomong sekarang ? "
" Maaf.. tapi maukah kamu menunggu ku ? Maaf.. aku jadi pengecut Ann. " Mori begitu lemas matanya berkaca-kaca.
Di sisi lain, Rianna yang kecewa dengan sikap Mori, yang tidak jujur dari awal. Rianna pun pergi begitu saja, dia tidak memberikan jawaban apapun. Sedangkan Mori yang tanpak mematung, dia menyesal kenapa tidak bilang saja dari awal.
Mori pun pulang dengan raut wajah yang lesu, kenapa dia di posisi yang begitu sulit.
" Aku begitu mencintaimu Ann, aku gak mau kehilangan kamu,, " gumam Mori di sepanjang jalan.
*****
{ Seperti mimpi di mana kita sudah menjalin hubungan, tiba-tiba hancur semua, tak terkendali. }
*****
Perasaan yang tak enak, merasa tidak di anggap, begitu sakit mungkin itu yang di rasakan Rianna saat ini, gadis itu terus-terussan mengurung diri. di sisi lain Mori yang terus menghubungi Rianna.
Berkali-kali coba untuk menghubungi, dan meminta maaf secara langsung tapi tidak membuahkan hasil, raut matanya begitu lesu, tanpak ada lingkaran hitam d bawah matanya seperti dia kurang tidur.
Rianna yang terbaring di kasur, wajahnya sembab. Tanpak begitu kusut.
" Kenapa pergi di saat aku sudah jatuh cinta kepadamu. " Gumam Rianna yang terus-terus memukul guling seolah guling itu adalah Mori.
Tiba-tiba saja air matanya mengalir begitu deras, seperti hujan yang tidak bisa di tahan maupun di bendung.
apa yang di katakan orang itu benar, di saat kita sudah suka pada satu orang, kamu paling sedih di saat orang itu pergi.
Sekarang aku sadar seperti apa rasanya. Aku marah, aku kecewa kepada nya tapi itu semua terkalahkan oleh rasa cinta ku kepadanya, aku takut kehilangannya, aku rindu padanya.
Mungkin aku yang egois, yang tidak bisa mengerti dirinya. Aku malah menambah beban dirinya.
Padahal aku tidak tau apa yang sedang terjadi di keluarga nya, kenapa aku se egois ini.
Rianna tersadar dengan sikap nya, selama ini. yang mungkin menurut dia egois, yang tidak mau mendengar penjelasan Mori.
Di sisi lain Mori yang sudah berangkat menuju Bandara, dia tanpak pasrah, wajahnya kusut tidak bersemangat di sepanjang perjalanan ke bandara.
ato lanjut seasen 2 nya gt?
aukaes trs tuk karya2nya thor 💕💕💕💕
sukses...semangat