- Lanjutan dari Novel My Possesive Husband
Awalnya rumah tangga Sean dan Dara berjalan dengan baik. Kebahagiaan selalu menyertai rumah tangga mereka setelah insiden penyerangan Mansion waktu itu. Namun seketika, semuanya berubah ketika datanglah sosok wanita dari masa lalu Sean dan Garvin. Dia datang dan menjalin hubungan tersembunyi dengan Sean Crishtian yang merupakan Ketua Geng Mafia Crowned Eagle sekaligus suami sah dari Andara Claire Crishtian.
Dara di hadapkan dengan dua pilihan terberat dalam hidupnya, yaitu bertahan dengan rasa sakit atau pergi menjemput kebahagiaan terbaru dengan sahabat Sean.
"Aku memang mencintai mu Sean. Bahkan sangat mencintai mu. Tapi maaf, aku tidak sekuat itu untuk bertahan dengan rasa sakit yang kamu berikan untuk ku. Tolong lepaskan aku. Biarkan aku pergi dengan laki-laki yang mencintai ku." - Andara Claire Crishtian.
"Bodoh. Aku tidak akan pernah melepaskan mu, Dara. Jika kamu melakukan itu, maka bersiaplah, orang disekeliling mu yang akan menerima akibat atas apa yang kamu perbuat. Katakan saja aku gila. Tapi inilah cara ku mempertahankan wanita yang aku cinta." - Sean Crishtian
Jangan lupa klik tombol Love ❤️ agar tidak ketinggalan info Update terbarunya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nur Eva Fullandari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
24. PEREMPUAN YANG MALANG | Part Khusus Nick dan Rara
Happy Reading 🥳
Nb : WAJIB DENGERIN LAGU SEDIH! BIAR FEEL-NYA MAKIN DAPAT :))
"Nick!" Jerit Rara.
Tubuh mungil itu terlempar dari lantai dua. Di bawahnya ada kolam renang yang sangat dalam yang sudah siap menerima tubuhnya.
Sontak saja bodyguard yang berada disana langsung dibuat terkejut dengan pemandangan yang mereka lihat.
Buliran kristal jatuh membasahi kedua bola mata cantiknya. Rara baru menyadarinya sekarang. It turns out that what hurts is when we are too hopeful of someone we really love who doesn't love us. Ternyata yang menyakitkan itu adalah saat kita terlalu berharap pada seseorang yang sangat kita cintai yang ternyata tidak mencintai kita. And love does not ask for anything but a pile of tears, broken hearts, and years wasted. Dan cinta tidak meminta bayaran apapun kecuali setumpuk air mata, hati yang hancur, dan tahun-tahun yang terbuang percuma.
"Selamat tinggal Nick." Lirihnya pelan. Ke dua bola matanya yang sembab menatap sekilas wajah pria yang ia cintai selama satu tahun ini.
Sedangkan Nick hanya menatap datar ketika kedua bola matanya yang tajam bertemu dengan kedua bola mata sendu itu.
"Hikss! Sakit Tuhan." Kepalanya menggeleng pelan. Buliran kristal semakin jatuh membasahi kedua bola mata cantiknya. Hatinya terasa sakit melihat pria yang ia cintai tidak bereaksi apapun terhadap dirinya. Tidak ada ke khawatiran di wajahnya. Sangat berbeda ketika sahabatnya terluka. Nick akan kelimpungan dan berteriak marah. Bolehkah Rara merasa iri sekarang? "Tuhan kenapa semenyakitkan ini?" Ucapnya di dalam hati. Memori selama satu tahun ini berputar di ingatannya. Tangis dan tawa telah ia rasakan. "Kau beruntung Dara bisa dicintai oleh pria sepertinya." Dengan perlahan ke dua bola matanya mulai tertutup. "Kenapa harus sesakit ini Tuhan? Kenapa harus sekejam ini takdir yang aku dapatkan? Dunia ku hancur. Aku sendirian di dunia ini. Aku hanya punya kau. Aku tidak mempunyai siapapun kecuali diriku sendiri.. Bolehkah aku menyerah saja Tuhan? Aku lelah dengan semuanya. Aku ingin beristirahat di sisi-Mu.. Sebentar saja.. Aku ingin beristirahat."
Dan..
Byur..
Tubuhnya yang mungil jatuh ke dalam kolam renang yang sangat dalam. "Jika ini yang terbaik untuk ku, maka aku akan menerimanya." Kepalanya langsung terbentur lantai dasar kolam dengan kuat. Hingga darah keluar dari kepalanya.
Bodyguard dan maid yang tidak sengaja melihat kejadian itu langsung di buat terkejut.
"Nona.."
Air di kolam renang mulai berubah berwarna merah akibat benturan kuat di kepalanya.
Ke dua tangan Nick mengepal kuat. Rahangnya mengeras dengan urat-urat yang mononjol.
"Nick, apa salah ku? Kenapa kau tega melakukan ini padaku?"
"Aku tau jika Derrick salah. Tapi tetap saja Nick, aku tidak ada kaitannya dengan peristiwa pembantaian keluarga Dara."
"Kenapa aku harus mendengar perkataan mu jika kau saja tidak mendengarkan perkataan ku Nick?"
Perkataan Rara terlintas di benaknya. "Sial!" Umpat Nick. Lalu tanpa banyak bicara lagi, Nick langsung lompat Daria balkon kamarnya untuk menyelamatkan Rara.
Byur..
Sontak saja mereka langsung di buat terkejut untuk ke dua kalinya ketika tuannya ikut masuk ke dalam kolam.
"Cepat telfon dokter pribadi tuan Nick!" Ujar salah satu bodyguard.
"Baik." Jawab maid yang ada disana.
Nick menatap tubuh mungil yang tidak bergerak. Di dalam hatinya ia merutuki apa yang ia lakukan tadi. "Kau bodoh Nick! Kau bodoh!" Hatinya terasa sakit ketika melihat wajah pucat itu. Kedua bola mata yang selama ini menatapnya dengan penuh cinta kini terpejam. Ada perasaan tidak rela yang hinggap di hatinya ketika Nick membayangkan Rara pergi meninggalkannya selama-lamanya.
Di peluknya tubuh mungil itu dengan erat. "Biasanya kau memberontak ketika aku memeluk mu Ra. Please, aku mohon berontak lah lagi." Ujarnya. Namun sayang, tidak ada pergerakan sama sekali dari tubuh perempuan yang selama ini siksa habis-habisan tanpa ampun. Lalu, di tariknya tubuh itu hingga kepermukaan. Bodyguard yang berada disana sudah siap membantu.
"Hubungi dokter cepat!" Titah Nick dengan suara yang menggelar. Nafasnya berderu tidak beraturan.
"Sudah Tuan. Beliau sedang dalam perjalanan ke Mansion." Ujar salah satu maid dengan sopan.
Lantas Nick langsung keluar dari dalam kolam. Di lepasnya pakaian atasnya. Hanya menyisakan celana yang basah. Handuk langsung ia pakaikan ke tubuh mungil itu tanpa mempedulikan dirinya juga yang basah dan kedinginan. Kemudian Nick menggendong tubuh mungil itu. Di dekapnya dengan erat. Berusaha memberikan kehangatan. "Please, aku mohon. Sadarlah Ra. Sadarlah. Bukankah kau ingin bertemu dengan Dara?" Bisiknya tepat di telinga Rara.
Dengan langkahnya yang tegas Nick berjalan menuju kamar pribadinya.
Dan disinilah Nick sekarang. Setelah datang ke perusahaan Sean tadi, Nick kembali ke kamar pribadinya. Tempat dimana Rara berada.
Tubuhnya yang tegap itu menunduk. Kedua tangannya saling bertautan satu sama lain. Begitu banyak beban pikiran yang ia pikirkan sekarang. "Aku harus membawa Rara ke Indonesia." Ujarnya pada dirinya sendiri.
Kepalanya terangkat. Tatapannya langsung tertuju ke wajah pucat yang masih setia memejamkan kedua matanya. "Ada apa dengan perasaan ku?"
***
- UP setiap hari jam 3 pagi 🥰
- Jangan lupa tinggalkan jejak dengan menekan tombol like 👍 dan tinggalkan jejak juga di komentar ya. Tidak vote gpp kok. Asal kalian kasih like dan komentar positif buat aku..🥺❤️ Tolong bantuannya 🙏
Jangan lupa follow instagram mereka ya 🤘
@eldencrishtian
@lexacrishtian
@garvincrishtian
@seancrishtian
@daracrishtian
@kenzocrishtian
@crownedeagle_03
@nickalbertreal
@raraagathareal
Dan yang mau tau spoiler semua karyaku untuk next chapter bisa follow instagram aku juga 😊
instagram: @fullandari
Kalian bisa tau info tentang Update semua karyaku, bisa memberi kritik atau saran lewat DM atau QnA, bisa ngobrol bersama pemain My Possesive Husband dan menambah teman disana 😊
😭😭😭😭