NovelToon NovelToon
MY CRAZY BOSS IS MY HUSBAND

MY CRAZY BOSS IS MY HUSBAND

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:3.1M
Nilai: 4.8
Nama Author: Savana Alifa

Karenina maysha adalah seorang gadis cantik berusia 23 tahun, dia bekerja sebagai sekretaris di salah satu cabang perusahaan yang bergerak di bidang properti. karena ketekunannya dalam bekerja dia di utus oleh anak cabang perusahaannya untuk menjadi sekretaris CEO yang baru di pusat perusahaannya. inilah awal cerita kehidupannya, menjadi sekretaris CEO yang arogan dan konyol secara bersamaan membuat dirinya harus extra bersabar dan mengalah walau kadang keputusan sang CEO bertentangan dengan keinginannya, KEVIN WIRATMADJA.

Kevin wiratmadja, seorang CEO perusahaan besar di bidang properti. mempunyai perawakan yang tinggi, putih, hidung mancung, bibir yang sedikit tebal, mata yang tajam dan alis hitam tebal. arogan, sombong namun konyol. karena kekonyolannya dia dan para sahabatnya bertaruh untuk membuat sang sekretaris jatuh cinta padanya. dan bersedia menikah dengannya, KARENINA MAYSHA.

Sikap Kevin berubah karena kecemburuannya pada sahabatnya sendiri, namun perlahan kekerasan Kevin melunak, hatinya mulai terusik dengan perasaan cintanya.

inilah awal kisah mereka berdua, yang berusaha mencoba saling mencintai namun setelah cinta hadir diantara mereka kebohongan Kevin tentang taruhannya terbongkar.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Savana Alifa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

TIDAK TERIMA

Kara tersadar kala hari telah beranjak siang, dia mengerjapkan matanya mengenali sekelilingnya, dia tak tahu berada dimana, ini bukan kamarnya, lalu kamar siapa yang saat ini dia tempati?.

Kamar ini terkesan seperti kamar seorang laki-laki, terbukti dari wangi maskulin yang menyeruak ke hidungnya. Tatanan penyimpanan barang di kamar itu pun sangat rapi, nyaman, itu kesan pertama untuk kara. Rasa pusing di kepalanya membuatnya meringis, di memijit pelan keningnya.

"Dimana aku?". Gumamnya, dia mencoba mengingat kembali kejadian sebelum dia gak sadarkan diri.

Kara membulatkan matanya ketika gadis itu mengingat semuanya, dia akan pergi jauh, namun sebelum semua itu berhasil, dia di datangi segerombol orang tak di kenal dan dia tak ingat lagi apa yang terjadi.

Suara knop pintu berputar membuatnya melirikan matanya pada benda persegi itu, dan seseorang yang amat di kenalnya menyembul dari sana.

"Ibu?? ibu disini?". Tanya Kara, dia memaksakan dirinya untuk duduk walau kepalanya masih terasa berat.

"Kamu sudah bangun nak? Ibu udah lama nunggu kamu bangun, kamu harus bersiap".

"Bersiap? bersiap untuk apa bu? aku gak ngerti? dan ini, ini dimana bu?". Rasanya banyak sekali pertanyaan yang bercokol di kepalanya, tapi gadis itu tak tahu harus bertanya pada siapa dan meminta penjelasan pada siapa, dia sama sekalj tak mengerti dengan situasinya sekarang ini.

"Loh kok kamu nanya sama ibu? nak Kevin bilang, kalau kamu meminta acara pernikahannya di percepat, dan semuanya sudah menunggu kamu".

"Ap..apa?? bu, ini semua tidak benar, aku butuh penjelasan Kevin bu, aku gak mau keluar sebelum aku bertemu Kevin, tolong panggilkan Kevin bu aku mohon". Gadis malang itu mengatupkan kedua telapak tangannya di depan dadanya, dengan sorot mata memelas dia meminta sang ibu untuk bertemu dengan Kevin.

"Tapi nak, waktunya sudah mepet".

"Kalau gitu, maaf bu, sampai kapanpun aku tidak akan pergi dari sini". Kara menangis dalam diam, dia memalingkan wajahnya dari sang ibu.

"Baiklah, kamu tunggu ya, ibu akan memanggil nak Kevin kesini."

Kara tak menjawab, dia hanya menangis.

Kara meremas sprey dan mencoba menghilangkan rasa kecewanya pada Kevin. Kenapa harus dengan cara seperti ini, begitu pikirnya.

Tak lama terdengarlah knop pintu kamarnya berputar.

Ceklek...

Kevin berjalan santai mendekati Kara yang tengah duduk di sisian ranjang, air matanya masih terus mengalir.

"Ada apa?". Tanya Kevin dingin.

Kara menoleh, menatap Kevin dengan tajam, sorot matanya menyiratkan kebencian juga kekecewaan.

"Harusnya aku yang bertanya padamu, ada apa ini vin? apa sebenarnya yang kamu mau?". Kara berteriak di sela isakannya, bahkan untuk sekedar memanggil Kevin MAS saja sudah enggan.

"Aku mau kamu".

Kara tersenyum sinis, dia semakin terisak, bahkan rasa sakit yang Kevin berikan pada Kara kemarin saja masih sangat terasa, dan sekarang Kara harus menghadapi situasi seperti ini juga karena Kevin.

"Ciiih, aku tahu kamu hanya mempermainkan aku saja Kevin, tapi kenapa harus sejauh iniiiii??!!". Kara kembali berteriak, entah keberanian dari mana, namun Kara hanya ingin lepas dari Kevin, dan sepertinya itu tak akan mungkin.

"Berhenti berteriak padaku Karenina". Kevin mencapit dagu Kara dengan ibu jari dan telunjuknya, hingga Kara kembali meringis sakit. Air mata Kara menggambarkan betapa gadis itu bersedih saat ini.

Kevin menghempaskan dagu kara dengan keras, hingga kara terjatuh ke atas ranjangnya.

"Jangan membantahku lagi Kara, atau aku tak akan bisa menjamin keselamatan ibu dan ayahmu yang saat ini berada disini, turuti saja apa mau ku." Ucap kevin seraya mendekatkan wajahnya pada Kara yang masih tersungkur di atas ranjang. Laki-laki itu tersenyum meremehkan, seakan dia menunjukan siapa dia sebenarnya, dan sebesar apa kekuasaannya.

"Aku tidak akan pernah menerima kamu sebagai suami ku kevin, tidak akan pernah". Lirihnya, dia sudah tak berdaya saat ini, dia lebih takut Kevin akan melakukan sesuatu pada ayah dan ibunya ketimbang Kevin melakukan sesuatu padanya.

"Kita lihat saja nanti". Jawab Kevin, laki-laki itu merogoh saku celananya lalu mengambil ponselnya. "Ke kamarku sekarang, bawa perias itu kesini sekarang".

Kevin kembali memasukan ponselnya pada saku celananya, kemudian menoleh pada Kara, "Ingat Kara, nasih kedua orang tuamu ada di tangan mu sendiri, silahkan kalau kamu mau pergi, itu lebih mudah bagi ku untuk melakukan sesuatu pada orang tua mu". Ancamnya.

Kara berdiri dengan kemarahan yang tak tertahan lagi, "Brengsek". Plaak, satu tamparan mendarat di pipi Kevin. "Keluar dari sini brengsek, aku tak mau melihatmu". teriaknya.

Kevin tersenyum sinis seraya mengusap sudut bibirnya yang sedikit berdarah akibat kerasnya tamparan Kara. Laki-laki itu berjalan keluar dengan santainya, "Satu tamparanmu menjadi neraka untukmu Kara". Batinnya..

Gadis malang itu terduduk seraya menangis tersedu-sedu, "Aku takut bu, tolong aku". Batinnya.

Ingin rasanya dia berteriak sekeras-kerasnya, melepas beban dan tekanan yang Kevin berikan untuknya.

⚘⚘⚘⚘⚘

Satu jam berlalu, acara akad nikah yang hanya di hadiri oleh beberapa orang saja itu akan segera di mulai.

Dengan susah payah para perias yang di siapkan oleh Kevin telah selesai membuat wajah cantik kara terlihat lebih cantik lagi, bahkan matanya yang sembabpun kini tak terlihat, Kara terlihat sangat cantik dengan kebaya putih dan rok batik yang senada dengan sarung yang Kevin juga kenakan. Mereka terlihat sangat serasi, namun sayangnya pernikahan ini hanya kepura-puraan semata.

Kini kedua mempelai itu duduk bersisian di depan penghulu dan ayahnya Kara yang juga sudah nampak duduk bersama pak penghulu dan siap menikahkan putri semata wayangnya.

Kara menggenggam tangan sang ibu yang ada di sebelahnya, dia tak bisa lagi menahan air matanya, dia kembali menangis dalam diam, mungkin semua orang kira gadis itu menangis karena bahagia, namun sebaliknya, dia menangisi nasib pernikahannya dengan Kevin, tak hanya karena tidak adanya cinta di hati Kara untuk Kevin, namun juga karena rasa bencinya untuk Kevin.

Lamunannya buyar kala terdengar kata SAH dari semua yang hadir di acara sederhana itu, dan Kara semakin tersedu. Apakah hatinya akan siap menerima Kevin sebagai suaminya, yang bahkan hatinya membencinya.

Penghulu mengarahkan Kara untuk mencium tangan sang suami untuk pertama kalinya setelah sebelumnya mereka bertukar cincin.

Tangan Kara bergetar menerima uluran tangan Kevin lalu menciumnya, dan Kevin mencium kening Kara penuh penghayatan, entah mengapa ada desiran aneh di hati keduanya.

Singkatnya, acara sederhana itu berjalan dengan khidmat dan lancar, Kedua pengantin itu tersenyum menyambut ucapan selamat dari orang-orang yang hadir disana, tak ada yang tahu sesuatu yang tersembunyi dari senyum palsu mereka.

**Gaess jan lupa jempolnya ya, komen next juga kalau gak keberatan.

Makasih udah mampir, dan jan lupa juga mampir ke novelku BOSKU SUAMIKU, dukung karya aku yaah dear🙏🙏✌✌**

1
Priskha
jgn sampai ya stlh Kara bnr2 mencintai Kevin lalu ditinggalkan sm Kevin...akan aq becek2 kmu Kevin...anak org kok dipermainkan 😠😠😠😠
Priskha
kmu terjebak dg permainanmu sendiri Kevin....
Ray
kasihan Raka terlambat
kasihan juga si Adrian, tunangannya gak bisa jaga diri
Ray
nanti balikan lagi
Lauren Priscilla
muantapppp
Nadira Alexa
Luar biasa
my_dear_Budiarti
ternyata lala sdh tunangan, tapi kok tadi melakukan..... dengan raka/Grievance/
my_dear_Budiarti
kalo emang serius mau balikan, ya harus sungguh-sungguh, jangan mengulangi kesalahan untuk ketiga kalinya😔
my_dear_Budiarti
kayaknya kara sdh pernah diajak kerumah utama deh, waktu itu aji gc sengaja bertemu dengan kara disana🤔
my_dear_Budiarti
ngomong ngomong es krimnya tadi sdh ditaruh didalam kulkas belum y.....? 🤔
my_dear_Budiarti
biasanya kisah cinta seperti ini, disaat bunga cinta mulai tumbuh, niat utama taruhan terbongkar....
selanjutnya... terserah othor....
Debbie Teguh
bingung jg kalo sampe adrian korupsi
Aghnia Raina
Luar biasa
Herlina Lina
kevin kamu pasti menyesal
Herlina Lina
bakalan seru nih
Sadiah Suharti
😭😭😭
Sadiah Suharti
🤣🤣🤣🤣pasti ada yg robek tuuh...celana nya Kevin ya 🤭
Sadiah Suharti
seru juga cerita nya 🤣😅
Sadiah Suharti
🤣🤣🤣🤣gas beracuan keluar
novianti suryani
Luar biasa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!