Menceritakan tentang seorang gadis Cantik bernama Kiran, ia jatuh Cinta pada Seorang Pria tampan yang Arogant bernama Dhefin.
Perjuangan Kiran mengejar Cinta Dhefin, tidak semudah yang dibayangkannya. Saat rasa cinta semakin menggebu dihatinya, saat itu pula Kiran Harus membuang Rasa Cintanya tersebut.
Berhasilkah Kiran?
Jika ingin tahu kelanjutan cerita nya, Ikuti terus dan jangan lupa dukungan nya ya.
Follow Ig: Nonafi0609
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nona Fi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Jadian
Beberapa Hari kemudian.
Kiran yang baru saja selesai makan siang bersama Sarah, berniat memesan Taxi Online untuk pulang. Karena Kiran tidak membawa Mobil, dan Sarah sudah kembali ke Kantor.
Kiran yang baru saja mengeluarkan Handphone nya, sangat terkejut saat tangannya ditarik oleh seseorang.
"Dhef...." Ucap Kiran terkejut menatap orang yang menarik tangannya
Dhefin membuka Pintu mobil dan mendudukan Kiran disamping Kursi kemudi, lalu dia sendiri dengan cepat memutari mobil dan masuk ke kursi kemudi.
"Kamu mau bawa aku kemana Dhef?"
"Duduklah dengan tenang Ran." Jawab Dhefin memakaikan sabuk pengaman Kiran.
Tidak lama kemudian, mereka sampai ditempat tujuan yang Kiran tau adalah sebuah gedung Apartement.
"Untuk apa membawaku kemari?" tanya Kiran ketus menatap tajam Pada Dhefin
"Aku hanya ingin bersamamu Ran, Aku sangat merindukanmu. Percayalah aku tidak akan menyakitimu." Jawab Dhef tersenyum dan membelai rambut Kiran.
Dhefin turun dari Mobil dan membukakan pintu untuk Kiran. Dhefin menggenggam erat tangan Kiran memasuki Gedung yang menjulang tinggi tersebut.
Mereka menaiki Lift hingga sampai pada lantai paling atas gedung tersebut. Lantai yang hanya tersedia beberapa Apartement terluas dan termewah dari yang lainnya.
"Ayo masuk Sayang.." Ucap Dhefin lembut setelah membuka Pintu Apartement.
Hening, Itulah yang terjadi saat ini. Kiran dan Dhefin duduk di atas sofa yang sama berdampingan. Namun saat ini mereka sibuk dengan fikiran masing masing.
"Mau minum apa?" Tanya Dhefin lembut buka suara
"Aku tidak ingin apapun. Aku cuma mau pulang." Jawab Kiran datar tanpa menatap Dhefin
"Ran...." Ucap Dhefin menangkup Pipi Kiran. Mereka pun saling pandang dengan jarak yang dekat dan Cupp. Dhefin mencium kening Kiran dengan penuh kasih sayang.
"Apa lagi yang harus aku lakukan agar kamu percaya jika aku sungguh mencintaimu Ran? Tolong beritahu aku?" Tanya Dhefin lemah terlihat Frustasi
"Kenapa kamu lakukan ini padaku? Dulu kamu sendiri yang begitu ingin aku menjauh darimu. Tapi sekarang disaat aku sudah menjauh, kamu malah datang dan mengatakan mencintaiku. Lalu bagaimana dengan Manda Dhef?" Tanya Kiran dengan mata berkaca kaca
Dhefin menghela nafas sejenak sebelum menjelaskan, untuk yang kedua kali tentang perasaannya dan semua yang terjadi selama ini.
"Ran... maafkan aku. Aku tau dan sadar jika aku salah telah melibatkan Manda dalam hal inj. Aku sungguh menyesal Ran. Aku mencintaimu dan aku tulus ingin bersamamu. Aku tau ini mungkin sulit, aku masih terus berusaha menjelaskan semua kesalahan ini pada Risa agar Risa mengerti dan merelakan Kita bersama." Ucap Dhefin penuh kelembutan pada Kiran
"Aku tau kamupun masih menyimpan namaku dalam hatimu. Aku benar kan jika kamu juga mencintaiku?" Tanya Dhefin kembali menangkup Pipi Kiran.
Kiran menggelengkan kepalanya
"Kamu sungguh tidak mencintaiku?"Tanya Dhefin lagi dan Kiran kembali menggeleng.
"Baiklah. Aku tidak akan memaksamu lagi. Setidaknya aku sudah berusaha. Sekarang aku akan mengantarkanmu Pulang. Ayo?" Jawab Dhefin melepaskan tangan nya dari Pipi Kiran dan bangkit berdiri. Saat akan melangkah, Kiran ikut berdiri dan memegang tangan Dhefin.
"Apa aku salah jika aku mencintaimu?" Tanya Kiran memeluk tubuh Dhefin dari belakang.
Dhefin tersenyum bahagia dan memutar tubuhnya, Lalu membawa Kiran masuk kedalam pelukannya. Memeluk erat tubuh wanita yang dicintai nya dan terus mengecup pucuk kepala Kiran.
"Jadi. Apa sekarang kita sudah resmi menjadi sepasang kekasih?" Tanya Dhefin menggoda Kiran.
Kiran mengangkat kepalanya dan menatap Dhefin yang juga sedang menatapnya. Jarak mereka yang sangat dekat menjadi semakin dekat. Kiran sudah memejamkan matanya dan Cupp. Bibir mereka akhirnya bertemu.
Awalnya hanya menempel, namun Dhefin tak bisa mengendalikan dirinya. Dhefin sedikit menggigit bibir Kiran agar terbuka, Kiran pun mau tak mau membuka mulutnya dan Dhefin mencium dan ******* bibirnya dengan begitu lembut. Kiran yang sudah mulai menikmati akhirnya mulai bisa membalas ciuman Dhefin. Bibir mereka bertautan dengan sangat lembut dan cukup lama saling bertukar saliva.
Setelah mulai kehabisan nafas. Dhefin melepaskan pagutan mereka dan menempelkan keningnya pada kening Kiran.
"I love You." Ucap Dhefin lembut masih dengan kening yang menempel
"Aku juga mencintaimu Dhef." Jawab Kiran menenggelamkan wajahnya pada dada bidang Dhefin karena merasa malu. Membuat Dhefin tersenyum gemas melihat tingkah kekasihnya.
"Kamu satu satu nya orang yang berani memanggilku dengan nama Dhef/ Calon Imamku. Tapi ntah mengapa aku sangat suka mendengar nama itu keluar dari bibirmu Sayang. Bukan cuma Nama, Setiap hal yang tidak pernah terjadi sebelum nya dalam hidupku. Setiap hal yang tidak pernah aku biarkan orang lakukan padaku, namun aku selalu membiarkan dan menerima apapun yang kamu lakukan. Mungkin inilah yang disebut Cinta. Dan menyesal karena terlambat menyadari jika aku mencintaimu." Ucap Dhefin membuat Kiran tersipu malu dan semakin menenggelamkan wajahnya di dada Bidang Dhefin.
*Ya tuhan, Aku merasa sangat sangat bahagia. Semoga keputusanku sudah benar. Batin Kiran.
Terimakasih sudah memberikanku kesempatan, Aku berjanji akan selalu memberikan yang terbaik untukmu sayang. Batin Dhefin semakin mempererat pelukannya*