NovelToon NovelToon
Aku Istri Muda

Aku Istri Muda

Status: tamat
Genre:Romantis / Contest / Poligami / Konflik Rumah Tangga- Terpaksa Nikah / Konflik Rumah Tangga-Konflik Etika / Konflik Rumah Tangga-Pernikahan Angst
Popularitas:5.5M
Nilai: 4.9
Nama Author: Queen_OK

Season 1 : Nadia dan Nathan (Tamat)
Season 2 : Nara dan alex (Tamat)
Baca juga kelanjutannya dengan judul dan kisah baru "Pernikahan Paksa Karina"

Seperti biasanya, baca lima episode dulu ea biar enak bacanya.

Nadia Ayu Purnama adalah seorang gadis cantik berusia sembilan belas tahun yang terpaksa menikah dengan seorang rentenir.

Menjadi istri muda dari seseorang yang lebih pantas disebut paman olehnya membuatnya tersiksa. Apalagi tekanan dari Devi, istei pertama Bondan yang selalu menyiksanya bukan hanya dengan fisik, tapi juga dengan perkataan yang selalu membuat air mata Nadia meleleh.

Akankan seumur hidup dia berada dalam kubangan menjadi istri kedua yang menderita? Atau apakah dia dapat terlepas dari laki-laki yang membuatnya merasa jijik pada dirinya sendiri?

Mari kita Do'akan agar Nadia menemukan laki-laki yang dapat menyelamatkan hidupnya dan menerima Nadia dengan cintanya yang tulus. Aamiiin.

Ikuti ceritanya ya Zheyenk 😘
Jangan lupa Vote dan Rate dulu dong 😁
Terus masukin juga jadi favorit kamu 😎

Ya udah deh. Silahkan membaca 😉

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Queen_OK, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

25. Mulai Dari Awal

Malam ini udara terasa sangat dingin. Nadia semakin menenggelamkan tubuhnya di balik selimut yang tebal. Pikirannya sedang berkelana. Memikirkan kelanjutan nasib Narti. Sudah seminggu sejak kejadian keguguran Narti. Nadia merasa lega karena tidak mendengar jika wanita itu melanjutkan niatnya. Dia hanya takut terjadi hal yang buruk padanya. Melawan orang yang kuat tidak hanya membutuhkan keberanian, tapi juga kekuatan.

Narti mempunyai keberanian, tapi dia tidak mempunyai kekuatan yang cukup untuk melawan lawannya. Nadia berharap jika wanita itu bijak dalam mengambil sikap. Nadia tidak mau melihat lagi ada korban jatuh. Cukup janin yang dikandung Narti.

Nadia segera merilekskan tubuhnya untuk istirahat. Fikirannya tidak boleh mengganggu perkembangan Janinnya. Dia ingat betul perkataan sumpah serapah yang diucapkan Narti padanya. Perutnya yang kini berusia dua bulan dia elus dengan lembut. Syukurlah Morning sichness itu tidak berlangsung lama. Jadi pada tahap ini akan memudahkannya merahasiakan kehamilannya.

Suara getar handphone membuat Nadia terbangun di tengah malam. Dia melihat nama Joni sedang melakukan panggilan tertera di layar handphone.

"Ya halo Jon." ucapnya masih ngantuk. Ditariknya kembali selimut yang sempat melorot dengan masih terbaring.

"...."

"Apa?!" Nadia tersentak dan duduk dengan tergesa. Berusaha menahan kantuknya demi mendengar kejelasan berita yang disampaikan Joni.

"...."

"Bagaimana bisa?"

"...."

"Baiklah Jon. Besok, pagi-pagi sekali datanglah ke rumah."

"...."

Nadia mengatur nafasnya. Menghela nafas berat. Wajahnya berubah sendu.

"Kenapa bisa seceroboh itu... " gumamnya.

Rumah Narti kebakaran. Narti terpanggang di dalam. Semua barangnya habis tak bersisa. Musibah ini disengaja. Seseorang sengaja melakukan hal mengerikan pada Narti.

Diam-diam Narti berniat untuk melaporkan kasusnya pada pihak polisi. Narti mengumpulkan bukti-bukti untuk mencari pelaku pembunuhan anaknya. Namun niatnya diketahui oleh seseorang yang harusnya ia jauhi. Barang bukti yang dimiliki Narti ikut terbakar.

Nadia memejamkan matanya. Air mata mengalir dari sudutnya. Bibirnya bergetar. Satu nyawa lagi telah hilang malam ini. Namun Nadia tidak bisa melakukan apa-apa. Dia sendiri masih belum memiliki cukup bukti untuk mengungkap pelakunya.

Dibukanya laci meja yang selalu dia kunci. Disana dia menyimpan barang bukti untuk menangkap pelaku. Tapi ini masih belum cukup kuat. Perlu bukti yang lebih akurat agar pelaku tidak bisa lepas. Mereka melakukannya dengan sangat rapi. Tanpa ada celah.

...****...

Tanpa menunggu waktu sarapan, Nadia sudah berangkat ke lokasi kejadian diantar oleh Joni. Keduanya berangkat pagi-pagi sekali.

Nadia memandang pilu rumah yang terbakar. Garis polisi sudah terpasang di sekeliling lokasi.

"Maafkan aku Nad. Aku telat mengetahui Niat Narti." ucap Joni. Nadia menghela nafas.

"Sudahlah. Bukan salahmu juga. Aku tidak menyangka mbak Narti akan bertindak nekad Jon."

"Sekarang apa yang harus aku lakukan?"

"Tidak ada. Awalnya aku rasa aku dapat melindungi mbak Narti dan menjadikannya saksi suatu saat nanti."

"Maafkan aku Nad."

"Bukan salahmu Jon. Aku fikir mbak Narti akan takut dengan ucapanku kemarin. Tapi nyatanya dia malah diam-diam melakukan hal ceroboh seperti ini."

"Aku juga tidak menyangkanya Nad."

Nadia menghela nafas. Usahanya mengumpulkan bukti lagi-lagi sia-sia. Saksi kunci yang akan menjadi senjatanya telah lenyap sekarang. "Sekarang kita harus mulai dari awal lagi untuk kesekian kali."

"Apa maksud anda bu Nadia?" Nadia dan Joni menoleh. Mereka mendapati Nathan ada tidak jauh di belakang mereka. Apa yang mereka bicarakan jelas dapat didengar dokter muda itu.

"Bukan masalah penting dokter."

"Apa yang anda rencanakan?" Tanya dokter Nathan penuh selidik. Nadia menghela nafas. Tidak ada gunannya lagi menutupinya dari Nathan. Lagi pula siapa tahu dia bisa membantu misinya.

"Kita sebaiknya bicara di tempat lain."

"Dimana?"

"Nita masak apa pagi ini?"

"Nasi kuning. Sindy sangat menyukainya."

"Pasti enak. Kita bicara disana saja. Bisa kan Jon?" Mata Nadia berbinar. Dia sudah membayangkan enaknya nasi kuning buatan sahabatnya.

"Tentu. Nita pasti akan senang kamu datang."

"Hahaha. Aku juga sudah kangen sama anakmu. Setiap hari ketemu bapaknya terus. Bosan Jon."

"Terserah mu Nad." Nadia terkekeh.

"Mari dokter." Nadia berjalan mendahului ke arah mobil yang tak jauh dari sana. Masuk melalui pintu bekakang setelah dibukakan oleh Joni. Nathan duduk di depan bersama Joni.

"Halo cantik." sapa Nadia ketika dia baru sampai di teras rumah Joni. Gadis cilik berusia satu setengah tahun itu begitu menggemaskan. Diciuminya kedua pipi gadis cilik itu dengan gemas.

"Ibunya belum disapa. Anaknya sudah dihabisi."

"Hahaha. Maafkan aku Nita. Ayolah jangan cemburu pada anak yang menggemaskan ini." Nadia memeluk Nita. Nita membalasnya dengan erat.

"Aku sangat merindukan Nadia. Kenapa lama tidak berkunjung hem?"

"Maafkan aku Nita. Aku sibuk belakangan ini."

"Baiklah. Kenapa tidak bilang jika kesini dengan dokter Nathan?" Nita baru sadar jika dokter Nathan datang bersama Nadia dan suaminya.

"Sebenarnya ada yang perlu kami bicarakan." suasana berubah menjadi serius.

"Baiklah kalau begitu. Ayo masuk dulu."

"Nit. Aku lapar." Nadia memelas. Tangannya mengelus-elus perutnya. Menandakan dia memang lapar.

"Baiklah nyonya muda. Istri Bodyguard mu ini akan memberimu makan sampai puas."

"Yeee." ujar Nadia girang. Inilah dia ketika bersama sahabatnya. Menjadi pribadinya sendiri. Tanpa ada rasa yang harus ditekan. Tanpa ada senyum yang harus terulas. Inilah Nadia yang ceria. Seperti dirinya sebelum pernikahan itu terjadi.

Dokter Nathan tidak pernah melewatkan satu senyum pun dari Nadia. Baginya, senyum Nadia hari ini adalah senyum yang begitu tulus. Tingkah Nadia juga sangat berbeda dengan yang biasa dia lihat. Kaku dan dingin. Setidaknya itulah yang sering dia lihat saat Nadia melewati puskesmas menuju sekolah dengan berjalan kaki.

"Ehm. Mungkin memang sebaiknya dokter perlu mengetahui yang terjadi sebenarnya di desa ini." Nadia membuka percakapan setelah keempatnya selesai makan. Nita kali ini juga bergabung karena Sindy sudah kembali tidur. Nathan mendengarkannya dengan serius.

"Anda pasti mengenal siapa Juragan Bondan. Walaupun anda masih baru disini, saya yakin pasti anda mendengar banyak hal tentang suami saya." Nadia menghela nafas. Membicarakan kejelekan suaminya bukanlah hal yang baik.

"Ya. Saya sedikit mendengarnya. Suami anda sangat terkenal disini." Nadia tersenyum masam.

"Ya. Memang. Dan mungkin apa yang anda dengar adalah sebuah kebenaran. Intinya, suami saya itu seorang penjahat wanita. Ah. Malu saya mengakuinya dokter. Tapi itulah kenyataannya."

"Anda tidak apa-apa?"

"Ah tentu tidak dokter. Saya sudah dua tahun menjadi istrinya. Selama ini saya masih baik-baik saja. Itu bukan masalah dokter. Yang jadi masalahnya adalah korban dari suami saya dokter. Kadang mereka hamil. Ya walaupun tua bangka itu tidak bisa bekerja tanpa obat kuatnya, dia tetap bisa membuat seorang wanita hamil." Nadia tersenyum pias. "Dan inilah yang menjadi masalahnya dokter. istri pertama juragan Bondan tidak akan membiarkan wanita lain mengandung anaknya. Anak yang lahir bisa saja meminta harta dari juragan Bondan. Jadi, dia dan sekutunya selalu berusaha menghilangkan apapun yang nantinya menjadi penghalang obsesi mereka."

"Jadi kejadian ini disengaja?"

"Ya."

"Siapa?"

"Bu Devi dan Yuli istri pertama bapak dan anaknya. Dan sayangnya saya belum mengetahui rekan mereka. Awalnya saya mengira jika itu Yanto, suami Yuli. Tapi, semua bukti yang kami kumpulkan selama ini tidak pernah mengarah padanya. Maka dari itu kami masih belum bisa bertindak." jelas Nadia.

"Bukti yang selama ini susah payah kami kumpulkan bahkan tidak berguna saat ini."

"Bagaimana kalau saya bergabung. Apakah boleh?"

"Ini sangat berbahaya dokter. Anda orang baru. Tidak ada sangkut pautnya dengan ini."

"Saya merasa ikut mempunyai tanggung jawab disini. Apalagi menyangkut nyawa seseorang."

"Baiklah kalau begitu. Senang mendapatkan rekan seperti dokter."

*

*

*

^^^~***Aku Istri Muda***~^^^

1
Jeni Safitri
Nara ini naif saat ini ya lolos dari jeratan iblis lah kedepannya keberuntungan belum tentu kan
Jeni Safitri
Wah.. Wah.. Serena lupa diri krn alex sdh mengakuinya anak mau coba" singkirkan menantu yg sdh membantunya utk di terima di rumah ini
Jeni Safitri
Wah.. Mama serena kayaknya mulai lupa diri memasukkan calon pelakor ke rumah tangga anaknya
Jeni Safitri
Ya ampun di ruangan pribadi dong,
Jeni Safitri
Takutnya vera akan jadi pelakor dan merebut alex krn iri dgn nara dan ingin kehidupan mewahnya kembali
Jeni Safitri
Loh koq bisa
Just Reader ^-^
ibu model apaan nih si minah
fifid dwi ariani
trus semangat
fifid dwi ariani
trus ceria
fifid dwi ariani
trus Sukses
fifid dwi ariani
trus oberkarya
fifid dwi ariani
trus sabar
fifid dwi ariani
trus semangat
fifid dwi ariani
trus sabar
fifid dwi ariani
trus ceria
fifid dwi ariani
trus sehat
fifid dwi ariani
trus semangat
fifid dwi ariani
trus Sukses
fifid dwi ariani
trus sehat
fifid dwi ariani
trus ceria
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!