NovelToon NovelToon
KAK DINDA

KAK DINDA

Status: tamat
Genre:Teen / Komedi / Petualangan / Misteri / Contest / Peningkatan diri-Perubahan dan Mengubah Takdir / Tamat
Popularitas:84.6k
Nilai: 5
Nama Author: Dice Mariyetti

Diangkat dari kisah nyata seorang gadis yang terbelenggu kebodohan cinta hingga hamil.

Namaku adalah Mia, seorang gadis yang beranjak dewasa merasa naluri ku berontak melihat yang terjadi di depan mata.Walau sebenarnya aku pun dari keluarga yang tak sempurna.

Sedangkan Kak Dinda adalah korban dari seorang lelaki yang memanfaatkan keluguan dan tubuhnya hanya untuk kesenangan sesaat.

Berbagai macam prahara ku hadapi bersama Kak Dinda untuk mencapai kebahagiaan semu.

Mampukah Aku dan Kak Dinda menghadapi hidup yang penuh lika liku ini.
Ikuti terus kisahnya, jangan lupa like dan komen serta vote. Agar menulisnya lebih semangat.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dice Mariyetti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 25

Dua hari sudah Brandon tak datang ke kampus. Tak ada kabar atau berita tentang kehadirannya.

Kuberanikan diri datang kembali ke mansion tempat Brandon tinggal.

"Boleh saya ketemu dengan Brandon? "tanyaku pada security.

" Mbak ini siapa? "

" Saya temannya, "jawabku. Mungkin si Bapak lupa kalau aku pernah datang kesini bersama Brandon.

" Tunggu saya tanya dulu ke dalam,"ujarnya sambil mengambil pesawat telepon yang ada di pos jaga.

Setelah bercakap cakap pak security kembali lagi datang menghampiriku.

"Maaf. Tuan Brandon lagi sibuk menjaga Nyonya yang lagi sakit. Jadi saat ini tidak bisa ditemui"

"Oh, kalau gitu saya permisi pak"

"Eitss, ada pesan dari Tuan.Tunggu aja nanti Dia sendiri yang bakal nemuin katanya"

"Baik pak. Sampaikan salam saya semoga Ibu cepat sembuh "

Aku berlalu dari kediaman Brandon dengan langkah gontai. Untuk apa tujuanku mencari Pak Boy jika akan ada banyak hati yang terluka. Kasihan Ibunya Brandon yang sakit-sakitan, pasti karena ulah suaminya.

Pulangnya aku jalan kaki ke rumah sebab tak ada satupun angkutan umum lewat dari tadi. Dalam perjalanan aku masih memikirkan para wanita korban Pak Boy. Pertama Kak Dinda dan anaknya si Upik, lalu yang tinggal di jalan duku dan ketiga Ibunya Brandon. Belum lagi yang tidak diketahui.

Dilihat dari umur Ibunya dan Brandon sendiri, bisa jadi mereka adalah keluarga pak Boy yang yang asli. Dan yang lainnya adalah wanita simpanan.

Sebelum pulang aku mampir menemui Kak Dinda. Ada baiknya kubilang kalau anaknya Pak Boy yaitu Brandon belum siap bertemu denganku melihat kondisi Ibunya yang masih sakit.

"Untuk sementara kita tak usah mengungkit tentang ayahnya Upik Kak. Kasihan sama Istrinya yang sedang sakit, "kataku pada Kak Dinda.

" Sudahlah. Tak apa biar saja aku yang mengalah. Aku akan cari kerja apa aja asal bisa bantu Mak "

" Tak usah kerja, Kak. Siapa lagi yang jagain Upik"

"Mau gimana lagi, mak udah sering sakit-sakitan. Belum lagi utang di warung sudah menumpuk "

Aku diam saja mendengar kepahitan hidup yang kini dirasakan Kak Dinda. Rasanya tak ada yang bisa ku bantu untuk meringankan bebannya itu.

Aku kembali berjalan dengan lesu setelah pulang dari rumah Kak Dinda. Rasanya sudah cukup dengan penolakan Brandon untuk bertemu di rumahnya malah ditambah pemandangan miris kehidupan Kak Dinda.

"Kenapa pulangnya larut malam lagi? "Sapa papa saat melihatku baru datang.

" Tadi mampir dulu ke tempat Kak Dinda "

" Kak Dinda? "

" Dekat rumah Yani ada perlu disampaikan"

"Besok jangan ulangi lagi. Kalau dari kampus langsung pulang ke rumah dulu,"kata papa dengan suara yang sedikit tinggi.

"Maaf Pa"

Aku langsung masuk kamar dan tak ku dengar lagi omelan papa. Syukurlah marahnya sudah reda.

Setelah menukar pakaian dan makan malam, aku menghampiri Papa dan Anthony yang sedang duduk menonton televisi.

"Oh ya, Papa butuh jasa cuci baju nggak?

"tanyaku.

Biasanya sekeluarga mencuci pakaian kotornya sendiri-sendiri. Pernah satu kali aku melihat Papa mencuci bajunya sambil menyanyikan lagu fenomenal caca andika.

'cuci baju sendiri, masak masak sendiri'

" Memang siapa yang mau nyuci baju kita? "tanya Anthony.

" Kak Dinda yang pernah datang kemari bawa anak kecil bersama Yani, "jelas ku.

" Oh itu. Gimana Pa?Daripada repot tiap malam cuci baju mending dicuci ini, "tanya Anthony meminta persetujuan Papa.

"Iya, Pa. Lagian kasihan sama mak Suardi maknya Kak Dinda yang mulai sakit-sakitan," kataku meyakinkan Papa.

"Pakaian seuprit begitu mau dicuciin segala hahahaha, "seketika tawa Papa pecah kalau mengingat masalah dengan pakaian kotor yang tak pernah menumpuk. Sejak dulu Papa anti banget dengan mesin cuci. Katanya bisa bikin bajunya koyak. Walau begitu, Ia tetap disiplin tentang pakaian kotor harus segera dicuci jangan dibiarkan menumpuk. Bahkan jika aku tak sempat mencucinya papa dengan rela mencuci bajuku. Kadang perbuatan baik papa itu membuatku malu hingga apapun keadaannya selalu ku usahakan mencuci baju.

" Yahh papa padahal lumayan juga buat hemat tenaga dan itung itung bantu orang lain, Pa, "kata Anthony kecewa.

Papa masuk ke dalam kamarnya kemudian keluar lagi, menyerahkan uang kertas berwarna merah padaku.

" Buat.. Siapa tadi namanya? "

" Kak Dinda? "

" Bukan anaknya"

"Upik"

"Bantuan perdana dari Papa. Untuk selanjutnya kalau kalian ingin membantu bisa dengan menyisihkan uang jajan"

Anthony melihat padaku sambil mengangkat salah satu alis matanya. Aku membalasnya dengan mengangkat kedua bahu dan ngeloyor ke kamar.

Pagi sebelum berangkat kuliah ku datangi rumah Kak Dinda. Dan menyerahkan uang yang dititipkan Papa untuk Upik.

"Terima kasih banyak atas bantuannya, "kata Mak Suardi menghapus air diujung matanya.

Sungguh rapuh hati wanita yang tak lagi muda itu. Tak ada baginya untuk bersandar. Padahal pada usia senja seharusnya Ia duduk bermain dengan cucu saja tanpa memikirkan tentang mencari nafkah.

Saat ku melangkah pergi, pertemuan tak terelakkan dengan Yani saat keluar dari rumahnya.

"Mia!! Dari rumah Kak Dinda? "

" Hai Yan. Mau berangkat. Ayo sama-sama "

" Kemarin aku kerumah, tapi kata Om kamu belum pulang.Bagaimana kabarnya Brandon. Kalian sudah baikan? "

" Nggak. Ibunya drop lagi"

Yani hanya manggut manggut kayak sudah paham saja. Yani tak terlalu bertanya lebih banyak lagi, sepanjang perjalanan kami hanya diam.

Hingga saat perpisahan menuju jurusan masing-masing kami hanya diam dan melambaikan tangan.

Hubungan Yani dan aku sebagai seorang sahabat sudah tak seharmonis dulu lagi. Terbukti saat aku melewati rumah Yani mau kerumah Kak Dinda.

Tak sedikit rasa ingin bertemu dengan Yani. Aku melewatinya begitu saja. Karena memang saat kulewat depan rumahnya selalu terlihat sepi. Beda waktu kami masih sekolah dulu tiada hari tanpa tawa dan canda. Ada saja yang kami lakukan untuk mencari tahu tentang Kak Dinda. Kadang keinginan seperti dulu lagi sering hinggap di hatiku. Tapi apa daya seakan waktu dan kepentingan memisahkan kami.

Tenang saja kawan, suatu saat nanti kita akan tertawa bersama lagi.

Bersambung...

1
🔻⭐™❌-hugo bless⭐🔹
loh kok dah tamat saja.... ceritanya gantung.
Rezanazwa Rezanazwa
lama kli lanjutannya min🤔
MARY DICE: 🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏
total 1 replies
Handayani
ah senang nya hatiku.....
Handayani
seperti makan buah simalakama....
Handayani
hehehe ibunya Yani lucu...tapi kan benar yang dikatakan kak Dinda.... gimana lagi itu urusan hati nggak bisa dipaksakan...(dilema)
Handayani
Benar lebih baik, jujur daripada lama2 tambah tersakiti.....
Handayani
keren....
Handayani
Alhamdulillah ya kak Dinda ada teman yang care ,jadi sedikit meringankan beban....salut
Amalia Zamena
jadi ikut terharu... semoga ayah dari UPIK sadar
Handayani
jangan 2 ayah Upik adalah ROY teman mereka
Amalia Zamena: Maaf thour salah,BOY aku kira Roy.. hehehe
total 1 replies
Yoko Yunita
kok critanya gak berlanjut yaa
delissaa
Dukungan 🌷 sudah mendarat ya Ka semangat terus 💪
delissaa
aku mampir ka saling dukung yuk langsung aku fav semangat ya ❤️
Mia Puspita
lanjut ya thor karakter mia di cerita kamu jadi nyata nih minta buat diterusin hehe😄
marlia xavier
kutunggu lanjutannya ya thor...
Arsyi Kumia
up lagi Thor😭
RN
like tertinggal kk slm totok pembangkit
Awin Istifaiyah
Up
Awin Istifaiyah
Suka sama jalan ceritanya 👍
Asima Sitanggang
hayu donk di lanjut..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!