Sebuah pertemuan yang tidak terduga terjadi pada Mariana purnama, yang akan mengubah hidup nya, akibat salah sasaran kebencian dan juga dendam dari seorang bos mafia, yang di kenal sebagai Hansen Deen.yang punya pengaruh dan kuasa besar di negara A.
pertemuan yang awalnya tidak di sengaja untuk Ana malah menjadi pertemuan yang akan membawa nya dalam masalah besar untuk hidup nya.
SELAMAT MEMBACA ,SEMOGA TERTARIK😊
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon shkira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
EPS 25
Pagi itu.
Ana yang masih tertidur pulas di ruang tengah, terbangun kerena mendengar kegiatan para pelayan pagi itu.
Ia terduduk mengumpulkan nyawa, mata nya menatap jam dinding yang menunjukan pukul 06:00 pagi. Ia tidak sadar Ternyata sejak semalam tertidur di ruang tengah menunggu Hansen yang juga belum kembali hingga pagi ini.
Ana beranjak bangun dengan wajah kecewa kembali ke kamar nya untuk mandi sambil tetap menunggu Hansen.
.
.
Ia masih sabar menunggu Hansen Kembali dan ia tetap berpikir baik tentang nya jika kemungkinan hansen sibuk dengan pekerjaan nya, sehingga membuat nya tidak pulang semalam.
Sampai menjelang siang Hansen masih juga tidak Kembali . Bahkan tidak mengirim pesan atau menghubungi nya Untuk memberi kabar.
"Sabar ana, mungkin dia benar-benar sibuk dengan pekerjaan nya," gumam nya, tersenyum tenang. Langkah nya keluar dari kamar. Untuk menghilangkan kejenuhan nya di mansion.
.
.
Waktu terus berputar cepat, sampai matahari mulai menyingsing, Hansen masih juga tidak pulang atau memberi kabar.
Hari ini ia sudah hampir 5 kali naik turun tangga hanya kerena bosan tidak ada kegiatan yang bisa ia lakukan. Saat ia ingin melakukan kegiatan rumah seperti memasak atau menyiram tanaman, para pelayan mengehentikan nya dan saat ia ingin pergi keluar, para penjaga menghalangi nya.
Kesabaran nya mulai tipis ia jengkel lantaran kebebasan nya terlalu di kekang. Saat ini ia seperti tahanan yang tak bisa melakukan apapun yang ia ingin kan. Juga menunggu seseorang yang tidak pasti kembali atau tidak nya.
Ana mengambil kasar ponsel nya, menekan nomer Hansen untuk menghubungi nya.
Nada panggilan terhubung ke ponsel nya, namun tidak ada jawaban yang ia terima.ia Kembali menelfon. Kali ini telfon nya terjawab namun suara dari sebrang telfon membuat jantung nya berhenti beberapa detik. Suara itu bukan Hansen Melainkan seorang wanita.
'Halo, ini siapa?' jawab seseorang wanita dari sebrang telfon, Ana tertegun diam ketika mendengar suara wanita itu, seketika dada nya terasa sesak membuat nya sulit bernafas. Ia menggigit bibirnya menahan air mata yang mulai menggenang.
Ana tidak mengeluarkan suara, ia hanya membisu mendengar wanita itu terus bicara dari seberang telepon, bertanya bingung siapa diri nya.
Wanita itu memutus panggilan nya lantaran tidak ada jawaban yang ia terima.
Ana terduduk lemas di atas ranjang, ia tersenyum pahit memakai diri nya sendiri.
"Aku benar-benar bodoh, percaya dengan sandiwara nya lagi," gumam nya. Kecewa. Ia berbaring menutup wajah nya dengan bantal. Untuk menangis diam-diam.
Di sisi lain, wanita yang saat itu menjawab panggilan Ana, ternyata adalah Lisa yang dengan Berani sengaja menjawab panggilan masuk di ponsel tuan nya. Ketika ia sedang bekerja membersihkan kamar. Saat itu Hansen sedang berada di ruang makan dan lupa membawa ponsel nya.
Saat sebuah panggilan masuk terdengar dari ponsel Hansen, awal nya Lisa mengabaikan ponsel tuan nya yang berdering, namun ketika panggilan kedua terdengar ia berniat memberikan ponsel milik tuan nya. Lantaran khawatir itu panggilan penting.
Namun ia mengurungkan niat saat melihat panggilan masuk itu dari kontak yang tertulis 'istri ku' Lisa jengkel melihat nya. Sehingga ia sengaja menjawab panggilan dari ponsel tuan nya, agar menimbulkan ke salah pahaman antara tuan nya dan istri nya.
Ketika panggilan berakhir ia berniat menghapus daftar kontak masuk, namun ponsel Hansen terkunci sehingga ia tidak bisa melakukan nya dan ia mulai panik kerena bertindak tanpa berpikir.
Ia segera melatakan kembali ponsel di atas meja lampu, lalu bergegas keluar dari sana.
Hansen kurang waspada terhadap pelayan nya, lantaran ia terlalu percaya dengan bibi Wie sehingga ia tidak terlalu fokus pada cucu bibi wei yang ia pikir adalah gadis baik yang polos.
Entah apa yang akan ia lakukan jika ia tahu masalah yang akan datang adalah perbuatan cucu dari orang yang sangat ia percaya.
.
.
.
Bersambung