NovelToon NovelToon
Luka Pernikahan

Luka Pernikahan

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Balas Dendam
Popularitas:14.8k
Nilai: 5
Nama Author: e_Saftri

Ujian dalam rumah tangga Aini dan Andra dimulai saat Andra mendapat kenaikan jabatan di perusahaan tempatnya bekerja

Ekonomi yang membaik, membuat Andra mulai merasa bosan dengan istrinya yang menurutnya tidak bisa merawat diri, hingga membuatnya terjerat pesona rekan kerjanya sendiri

Aini begitu terluka, saat suaminya membawa seorang wanita yang tengah berbadan dua yang ia perkenalkan sebagai istri

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon e_Saftri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 25

"Apa kamu tau kalau mas Andra sudah menikah lagi?"

Faris terkejut mendengar pertanyaan itu, lebih mengejutkan lagi karena Aini telah mengetahui kebenarannya

Ya, Faris memang tidak sengaja mendengar jika sang kakak telah menikahi wanita lain yang telah mengandung

Faris tidak sengaja mendengar saat sang ibu bicara pada Andra lewat telepon. Saat Faris bertanya, sang ibu membenarkan dan menyuruhnya untuk tetap diam

Ia sebenarnya ingin mengatakan semuanya pada Aini, tapi ia takut jika kebenaran itu akan melukai kakak iparnya ini

"Kak Aini sudah tau?"

Plak

Faris memejamkan matanya, ia pantas mendapatkannya karena ia telah mengecewakan wanita ini

"Bagaimana bisa kamu melakukan itu, Faris? Kamu sudah kakak anggap seperti adik sendiri"

Aini kembali menangis, ia merasa telah dikhianati karena semua orang memilih untuk bungkam

"Apa ibu juga tahu?"

Faris mengangguk "Ibu yang menikahkan bang Andra dan wanita itu"

Aini tidak bisa berkata-kata lagi, hatinya bak ditikam belati tajam berkali-kali. Rasanya begitu perih, tidak percaya jika semuanya bekerja sama untuk menipunya

Sebenarnya tidak heran, Retno begitu membencinya dan wanita itu selalu menginginkan menantu yang sesuai standar nya. Dan sepertinya Wanita itu orangnya

"Kak, maafin aku. Aku gak bermaksud untuk menyembunyikan ini dari kakak" Faris memohon

Rasa kecewa ini membuat Aini tidak bisa lagi menerima alasan apapun. Rasanya semua orang telah bersalah

"Kak Aini mau kemana?" Aini hendak melangkah namun Faris mencegahnya

"Kakak mau pulang, Kakak sudah keluar dari rumah mas Andra"

Faris mengepal, sungguh rasanya ia ingin menghajar kakaknya itu. Bagaimana bisa Andra melakukan semua ini pada wanita sebaik ini

"Aku anterin yaa kak"

"Gak perlu, sebaiknya kamu pulang aja! Kakak bukan kakak ipar kamu lagi" Ujar Aini lalu melangkah menyusuri jalanan yang masih diguyur hujan

Faris mengerti, rasa kecewa wanita itu sangat besar. Faris tidak memaksa, namun ia tetap mengikuti Aini dari belakang, memastikan jika kakak iparnya itu kembali kerumah dalam keadaan selamat

Langkah lemah Aini membawanya hingga kerumah sederhana milik orang tuanya, bagi seorang putri, rumah orang tua adalah tempat yang paling aman

Aini mengetuk pintu, kedua orang tuanya mungkin sudah terlelap dan ia mengganggu malam-malam seperti ini

Terdengar sahutan dari dalam rumah, gagang pintu diputar dan pintu kayu itu terbuka

Ratih menatap putrinya yang basah kuyup, tubuhnya juga menggigil entah apa yang sudah terjadi

"Aini"

"Ibu" Tangis Aini pecah, tak peduli tubuhnya yang akan ikut basah, Ratih memeluk putrinya

Ia tidak tahu apa yang terjadi, tapi sebagai seorang ibu ia merasa begitu terluka melihat tangis putri kesayangannya

"Ada apa nak? Kenapa kamu bisa seperti ini?" Aini tidak menjawab, keduanya masih berpelukan diatas lantai karena Ratih juga ikut menangis

Karena istrinya yang tidak kunjung kembali, membuat Dedi menyusul. Suara tangisan memang tidak terdengar dari kamar karena hujan yang lebat

Dedi terkejut melihat dua wanita kesayangannya itu saling berpelukan, sepertinya ini tidak baik, Dedi segera menghampiri

"Aini? Kamu kenapa nak?"

"Bapak" Aini berpindah dan memeluk pria yang paling mencintainya itu

Ia seperti anak kecil yang menangis dalam pelukan ayahnya, Dedi mengusap kepala putrinya dengan lembut

"Kita sebaiknya kekamar kamu nak! Kamu juga basah, kenapa sampai seperti ini?" Dedi mengangkat tubuh putrinya, baginya Aini tidak pernah tumbuh dewasa karena dia adalah putri satu-satunya dan Dedi sangat menyayangi putrinya

Dedi membawa putrinya kekamar, tubuh Aini didudukkan di ujung tempat tidur lalu Dedi menatap istrinya yang sejak tadi menangis

"Ibu gantiin bajunya! Jangan ditanya dulu! Biarin Aini tenang" Ratih mengangguk, walaupun hatinya ini sangat ingin bertanya, namun ia menahan terlebih melihat kondisi putrinya

Setelah sang suami keluar, Ratih membantu putrinya untuk mengganti pakaian basahnya

Setelah penampilannya lebih baik, Aini membaringkan tubuhnya diatas ranjang miliknya

Semuanya tidak berubah, kedua orang tuanya membiarkan kamar ini seperti sebelum ia tinggalkan seolah mereka tahu jika suatu saat putri mereka akan kembali

Ratih ikut berbaring didalam selimut putrinya, ini seperti Aini kecil saat tengah sakit. Dimana Ratih akan mengusap kepalanya hingga putri kecilnya terlelap

"Apa yang terjadi pada kamu nak? Siapa yang melakukan ini?"

Setelah memastikan putrinya terlelap, Ratih keluar dan mendapati suaminya yang masih duduk diruang tengah

"Gimana Aini Bu?" Tanya Dadi

"Udah tidur" Ratih menatap suaminya "Aini kenapa yaa pak? Apa kita tanya aja sama Andra?"

"Gak perlu Bu, besok setelah Aini lebih baik. Dia pasti akan cerita sama kita" Dedi merangkul bahu istrinya "Kita istirahat dulu"

Aini merasa tubuhnya jauh lebih baik, saat ia membuka mata terlihat kamar yang sangat ia kenali

Aini menatap kosong, artinya apa yang terjadi semalam bukankah mimpi buruk. Semuanya benar, suaminya benar-benar membawa seorang wanita ke rumahnya

"Udah bangun nak?" Ratih masuk dan mendapati putrinya yang duduk diatas ranjang "Kamu butuh sesuatu?"

Aini menggeleng "Maafin Aini yaa Bu, Aini udah ngerepotin ibu"

Ratih tersenyum lalu mengusap kepala putrinya "Sama sekali enggak, kamu keluar yaa! Ibu udah bikin sarapan, kita makan sama-sama! Bapak udah nunggu"

Aini mengangguk, ia turun dari tempat tidur lalu mengikuti langkah sang ibu. Dimeja makan sang ayah sudah menunggu dan tersenyum saat melihat nya

"Nak, kamu baik-baik aja kan?" Tanya Dedi, mereka memilih untuk tidak bertanya dan menunggu hingga Aini lebih baik dan mengatakannya sendiri

"Ayo makan!" Aini kembali menitihkan air matanya, membuat Ratih tidak bisa menahan diri lagi

"Sebenarnya ada apa, nak? Kenapa kamu pulang malam-malam terus basah lagi? Kamu juga nangis terus bikin ibu khawatir"

Dedi menatap istrinya "Bu, biarin Aini makan dulu!"

"Mas Andra, Bu"

"Ada apa dengan Andra?" Dedi hanya menghela napasnya, istrinya ini tidak akan mendengarkan lagi

"Mas Andra selingkuh, dia juga udah nikah lagi dan semalam dia bawa perempuan itu kerumah" Aini mengatakannya sambil berderai air mata

Ratih dan Dedi yang mendengar itu terkejut, kecurigaan mereka terjadi

"Baji___ si Andra, ibu akan ketemu sama dia! Bisa-bisanya dia selingkuh" Ratih terlihat begitu marah, mungkin jika Andra ada dihadapannya sudah pukuli

Dedi diam saja, sebagai seorang ayah jelas ia sangat marah. Putri yang selalu ia sayangi disakiti oleh laki-laki lain walaupun itu suaminya sendiri

"Sudahlah Bu, ibu gak perlu ketemu sama mas Andra! Aku juga akan mengajukan perceraian" Ujar Aini, sebagai orang tua mereka hanya akan menyetujui

"Bener, kamu memang harus cerein tukang selingkuh itu! Astaga, ibu kesel banget dengernya" Sarapan ini tertunda karena Ratih yang tidak berhenti marah

"Kamu butuh apa?" Tanya Dedi

"Aini akan cari uang, Aini mau sewa pengacara biar bisa dapat hak asuh Kasih" Jawab Aini

"Bapak akan jual sawah, kamu bisa pake uangnya untuk bayar pengacara" Ucap Dedi

"Jangan pak! Itu punya bapak. Aini akan kerja buat dapetin uangnya"

"Itu juga milik kamu nak! Sekarang yang terpenting adalah kamu pisah dulu sama si brengsek itu" Ratih sepertinya marah besar

"Iya nak, itu hanya sawah. Bapak akan berusaha untuk kamu" Sebagai seorang ayah, Dedi akan memberikan apapun demi kebahagiaan putrinya

"Jangan pak! Aini bisa cari uang sendiri kok"

"Ya udah, tapi kalau kamu butuh apapun, bilang sama bapak!" Aini mengangguk

"Setelah makan kamu istirahat! Bapak mau ke sawah"

"Iya pak"

"Mau ibu temenin?" Tanya Ratih pada putrinya, khawatir juga meninggalkan Aini seorang diri

"Gak apa-apa Bu, ibu ikut bapak aja"

"Ya udah, nanti bapak sama ibu pulang cepet" Aini mengangguk

Ketiganya sarapan walaupun Aini hanya makan sedikit lalu ia memutuskan untuk beristirahat dirumah setelah kedua orang tuanya pergi dengan motor tua mereka

Aini kembali kekamar, sepi kembali ia rasakan saat mengingat putrinya. Pasti bayi kecil itu mencarinya

1
Ilfa Yarni
mari kita lihat sampe mana km bisa bertahan tristan
Ilfa Yarni
hahahaha kasian deh
Ilfa Yarni
sebenarnya tidak keterlaluan Aini itulah hukuman bagi yg suka menyakiti tp Klo km kasihan minta Tristan untuk kasih dia pekerjaan
sunaryati jarum
Memang bukan anak pengungsaha ,tapi jadi wanita simpanan suami pengusaha
sunaryati jarum
Semoga Tristan jadi bucin pada Aini
Ilfa Yarni
Aini jodohmu yg tepat tristan
Ilfa Yarni
knp ya ga di novel atau dunia nyata standar se seorang diukur dgn uang
Heny
Klau aqu jawab mau suami selingkuh mertua jahat
sunaryati jarum
Awalnya kontrak tapi nanti Tristan bucin duluan
Ilfa Yarni
kadang kita emang minder klo berada fitengah2 orang kaya
Ilfa Yarni
aini sama Tristan aja Duda dan janda premium klo yudha msh bisa dpt yg perawan
sunaryati jarum: Emak setuju
total 1 replies
Ariany Sudjana
Tristan sudah jatuh hati sama Aini, cuma ga mau mengakuinya,masih belum move on dari almarhumah istrinya.

lebih suka Aini sama Yudha saja sih, Yudha juga laki-laki yang baik
sunaryati jarum
Setia itu bagus Nak zTristan tapi dia sudah meninggal,jika kau jatuh cinta pada wanita lain bukan berkhianat
Ilfa Yarni
mknys istri udah meninggal yg diingat trus boleh kok ingat tp km kan hrs menjalani hidup jg
sunaryati jarum
Yang nkeluar dari bibirmu lain di hatimu
sunaryati jarum
Semoga Aini bisa menghancurkan benteng pertahanan hati Tristan
Ilfa Yarni
mantan aini nyelingkuhi aini krn aini dasteran aja skr aini cantik diperebutin 2 cowok kaya
Sri Angga
di sia2 kan suami direbutin duo cwo gnteng +tajir.
Ilfa Yarni
aini knp msh baik sih sama dia
Ariany Sudjana
hahaha itulah makanya Andra bodoh, menyia-nyiakan istri tercinta demi pelacur murahan 🤣🤣😂😂
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!