NovelToon NovelToon
ALENSKY

ALENSKY

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Romansa Fantasi / Action
Popularitas:14.5k
Nilai: 5
Nama Author: Sinho

Kembali dengan kisah keluarga Nugraha, kali ini adalah generasi termuda, ALENSKY yang berpindah tempat kuliah untuk sebuah ketenangan, namun pada akhirnya kembali pada pertarungan antara Cinta, Persahabatan dan Kekuasaan.

Perpaduan kisah yang menyeret kita untuk menggunakan emosi dan hati saat membacanya, ada kalanya ketidak Adilan yang lama membelenggu akhirnya harus terlepas oleh seseorang yang punya keberanian.

Persembahan sebuah Novel dari Author Sinho, semoga memberikan kesenangan dan manfaat bagi para pembaca.

Salam, sehat, semangat dan jangan lupa bahagia.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sinho, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Alen 25

Tranaka berusaha mengontrol kewarasannya, apa yang dilakukan sungguh menariknya dengan kuat, bibir lembut itu, lidah yang berbelit menyambut hangat, dan hisapan ringan dan dalam, sungguh membuatnya hampir tertelan dalam kabut gai-rah.

Jantungnya berpacu, dan seketika itu juga, perlahan Tranaka menyudahinya, tangannya menyeka sisa Saliva yang masih menempel di bibir Alensky.

"Sorry"

Bisiknya pelan.

Dan Alensky hanya terdiam, sedikit menunduk dan nampak bingung, baru pertama kali, dirinya tidak bisa menguasai pikirannya, begitu saja menerima dan_

"Sial!"

Lari keluar meninggalkan Tranaka.

Tidak tau harus menghilang di mana, Alensky memilih menuruni tangga dan berlari ke taman belakang Mansion, tepat di tepian kolam Alensky duduk di sebuah batu besar yang ada disana.

"Apa yang terjadi dengan ku, Alensky kau sudah gila?!" Gumamnya pelan, tangannya masih gemetar saat menyentuh bibirnya sendiri.

Yang dia sesali, kenapa justru membalas ciuman itu, bahkan refleknya luar biasa dengan membawa lidah Tranaka bermain di dalam mulutnya.

"Aku pasti sudah gila!, tidak!" Teriaknya cukup kencang.

Sebuah panggilan mengejutkan dirinya, ponsel yang ada dalam tas kecilnya segera dia ambil, dan ada Nama Sera muncul di layarnya.

"Iya kak"

"Kamu di mana?"

"Aku ada di rumah teman"

"Oma ke apartemen mu, pulang sekarang!"

"What?!, ya Tuhan jangan sekarang kak, tolong cegah Oma!" Teriak Alensky panik setengah mati.

Jantungnya mungkin bengkak malam ini, dua kali mendapat serangan hal-hal yang membuat detaknya tak Normal.

"Memangnya kamu tidak bisa pulang sekarang?"

"Aku ada di luar area Apartemen kak"

"Kalau begitu bisa di tunggu"

"Tidak, aku ada di luar kota"

"Kau gila?!"

"Kak tolong, cegah Oma, jangan ke Apartemen sekarang, aku sedang tidak baik-baik saja"

"Kamu sakit?"

"Jantung ku yang sakit"

"Apa?, kita ke rumah sakit sekarang Alen!"

"Bukan itu kak, aku_ Akh!" Alensky makin frustasi bicara dengan Sera kakanya, bagaimana cara menjelaskannya, dia tidak bisa.

Sesaat terdiam, dan di dalam sambungan ponsel ada seseorang yang memanggilnya.

"Alen, kau masih disana?, apa yang terjadi?" Tanya Sera yang nampak cemas sekali.

"Oma bagaimana?" Tanya Alensky.

"Oma sudah aku atasi, tidak jadi ke Apartemen hari ini"

Seketika Alensky bernafas lega, bebannya berkurang satu, tapi Sera tak membiarkannya begitu saja dan melanjutkan pertanyaan.

"Katakan kamu di mana, dan apa yang terjadi" tanyanya lagi.

"Kak Sera pernah berciuman?"

"Apa?, Alen kamu sadar?"

"Aku sadar kak, dan aku juga sadar sudah melakukan hal itu, dan bahkan aku membalasnya lebih agresif, aku gila kak, aku ini kenapa?!" Teriaknya.

"Ya Tuhan, pulang ke Mansion sekarang!!" Teriakan nyaring terakhir dari Sera.

Dan percakapan di ponsel ditutup tiba-tiba, Alensky seketika merasa kepalanya yang malah semakin pening.

Berjalan kembali ke dalam sana, Alensky tentu tak berani melawan ucapan Sera jika sudah berteriak memekakkan telinga, lagi pula sepertinya Alensky juga butuh seseorang untuk menjaga kewarasannya.

"Aku mencari mu kemana-mana, kau baik-baik saja?" Tanya Tranaka yang mulai mendekati Alensky.

"Stop, jangan terlalu dekat dengan ku" tangan Alensky sudah maju ke depan.

"Memangnya kenapa?" Tanya Tranaka.

"Pokoknya jangan dekat-dekat, dan antar aku pulang sekarang" Alensky tampak serius sekali.

"Okey, pamit dulu sama Dady"

Alensky mengangguk dan berjalan di belakang Tranaka, tidak mau berada di sampingnya, sudah cukup hatinya tergoda sesaat tadi, tidak untuk selanjutnya, batinnya.

Ada di ruang tengah, disana semua tengah berkumpul, terlihat juga wanita yang tadi sempat kepanasan saat melihat pertunjukan dadakan dari Tranaka dan Alensky.

"Kalian dari mana?" Tanya Tomi.

"Dari taman belakang Dad" sahut Tranaka.

"Pastikan mereka tidak masuk ke hotel atau kamar kak, bisa-bisa kak Tomi punya cucu di luar nikah" sahut Nesa ketus sekali.

Alensky berusaha tetap tenang di depan Mak lampir satu ini.

"Jaga diri kalian, kalau dirasa tidak kuat menahan, sebaiknya kalian menikah cepat" sahut Tomi, dan sukses membuat Nesa terkejut.

"Harusnya kak Tomi cari menantu yang bener dong, gak asal-asalan, apalagi murahan" Nesa tak terima, masih saja menginginkan Tranaka jatuh ke tangan keponakannya.

"Sayang, sudah, jangan ngomong sembarangan, Alensky juga wanita yang baik"

"Kamu membelanya?!"

"Aku hanya mengatakan penilaian ku saja"

"Itu karena kamu tidak tau, dia dan Tranaka _"

"Aku menciumnya, karena aku memang suka, Tante Nesa keberatan?" Sahut Tranaka.

Lalu sesaat kemudian terdengar tawa dari Tomi dan juga adiknya, Kiano, sementara Alensky menunduk seketika, malu atau entah bagaimana perasaannya, campur aduk tidak karuan, dasar Tranaka sinting!, batinnya.

Seperti niat awal sebelumnya, Tranaka mengatakan jika Alensky harus segera pulang karena malam semakin larut.

Di perjalanan Alensky tidak berminat untuk sekedar berbicara, diam dan hanya melihat jalanan yang masih nampak ramai.

"Sorry, soal tadi, Tante Nesa memang seperti itu, dia orang paling bersemangat yang menginginkan aku dan Meriya bersatu, untuk itu mungkin dia sengaja cari gara-gara" ucap Tranaka.

Alensky hanya mengangguk pelan dan kembali diam menatap jalanan.

Tranaka masih merasa tidak nyaman dengan suasana saat ini, lalu melanjutkan kalimatnya kembali.

"Kamu tidak keberatan?" Tanya Tranaka.

"Soal?" Alensky mulai mau bicara.

"Ciuman itu"

Diam, Alensky merasa gerah dan tidak ingin membahas nya.

"Alen?"

Tranaka menoleh sesaat, memastikan Alensky baik-baik saja.

"Apa?" Sahut Alensky sedikit ada nada kesal di sana.

"Dengar pertanyaan ku tadi kan?"

"Soal apa, ciuman?, aku tak mau membahasnya" sahut Alensky lalu memejamkan mata dan merebahkan kepalanya.

"Okey, aku anggap tidak ada yang keberatan darimu"

"Tau dari mana?" Sahut Alensky.

"Karena aku merasa ada yang begitu agresif membalas ku, bahkan _"

"Aku akan keluar dari mobil ini kalau kau tidak diam" sahut Alensky dengan penuh ancaman.

Tranaka seketika bungkam, bukan dengan kesedihan, tapi justru ada tawa yang tersimpan, dan entah kenapa hatinya ikut merasa tenang.

Hingga memasuki kawasan Apartemen yang di tuju, setidaknya Alensky sedikit lega karena sebentar lagi terbebas dari Tranaka.

Belokan terakhir, sebentar lagi Alensky akan segera turun dan bebas melakukan apapun di tempat nya sendiri.

"Aku akan mengantar mu sampai Apartemen" ucap Tranaka yang kini sudah membuka pintu mobil untuk Alensky.

"Tidak perlu, aku bisa sendiri"

"Aku memaksa karena ini sudah malam Alen"

"Tapi_"

Tranaka sudah berjalan mendahului.

Tidak butuh waktu lama, akhirnya tiba di Apartemen Alensky, sebuah kunci di keluarkan dari tas nya, dan Tranaka masih berdiri di belakangnya.

"Aku sudah aman, sebaiknya kamu pulang" ucap Alensky sebelum membuka pintu apartemennya.

Tranaka hanya diam, masih menunggu Alensky membuka pintu apartemennya, dan tanpa debat lagi akhirnya pintu terbuka, disaat yang sama_

"OMA?!"

Wah, apa yang terjadi kira-kira ya?, sepertinya ada Oma, ayo dong komennya, jangan lupa LIKE VOTE dan HADIAH nya.

1
Sinho
makasih kak😍
Mety Haula
bikin emosi memang kel. muwardi blm taju berhadapan dgn siapa kasihan murni alen udahbawa ajamurnjtinggal fiapartemenalen kasihan lanjut
Kaa
thor lanjutinnya jangan lama lama soalnya seru bikin ged gedkan
Siti Aisah
terimakasih kak author yg baik hati... untung alen blum mengamuk , ternyata naka sm graven bersaudara kah jdi penasaran lanjutkan... kutunggu besok lagi🤗
Mutia
Apakah kejadian ini ada diselikan di novelnya Sera & Graven, aku tdk ingat.
Siti Aisah
wah alen esmosi tingkat tinggi🤭
Linda Liebeciicapclup
mulai terkuak identitas alen, ahhh makin seru ini pasti... ditunggu saat lanjutan bab ny kak, semoga besok lebih bnyak bab ny 🤗
Linda Liebeciicapclup
seru, memicu penasaran dan alur ny susah ditebak
Siti Aisah
kk thor kalau polisi tidak bisa mengungkapkan burdir ibunya murni, biar kan alensky yg membereskan nya ... soalnya aku ga percaya polisi indo😜
Siti Aisah
seperti nya bakal habis kesabaran alensky... kasihani lah murni ya kk author..
Nurul Ambar
ow masih saudara graven sm tranaka, makasih kak crazy upx
Nurul Ambar
gemes banget sama alen
Nurul Ambar
lanjut kak mkin seru critanya
Dwi Setyaningrum
wah meriya sdh gila,dia ga bisa bully murni ibunya yg jadi samsak perlu dihajar tuh meriya kalau bisa smpe msk ICU 🤪
Sinho: makasih komennya kak😍🙏
total 1 replies
Nurul Ambar
mkasih kak
Sinho: sama sama kak😍
total 1 replies
Mundri Astuti
masih saudaraan yak graven dan Naka 🤔
Sinho: mmmm..terus ikuti ceritanya ya kak😍
total 1 replies
Mundri Astuti
Sera doang ni mah yg bisa ngendaliin tu ale
Sinho: makasih komennya kak😍
total 1 replies
Mundri Astuti
Naka and the gengs selidikin dong seret tu lampir ke penjara ... jangan biarin kelamaan diluar .... bawa penyakit dia
Sinho: makasih komennya kak😍
total 1 replies
Mundri Astuti
ealahhh kelamaan kan kalian narik murni dan ibunya dari rumah tu lampir
Ummah Intan
apa graven anaknya om kian?
Sinho: kita lihat saja kak, makasih komennya ya kak😍🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!