NovelToon NovelToon
Reinkarnasi Pewaris Amazon

Reinkarnasi Pewaris Amazon

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Cintapertama / Mengubah Takdir
Popularitas:1.8k
Nilai: 5
Nama Author: To Raja

Jingga membuka mata, kembali ke masa sebelum tragedi besar menimpa keluarga Amazon.

Kali ini, tidak ada lagi gadis lugu yang mudah dimanfaatkan, matanya penuh dendam dan kebencian.

Hanya ada satu hal, Balas Dendam!

Mari kila mulai permainannya!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon To Raja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

14. Kandidat pria

Jingga duduk di depan cermin, tersenyum meraih bedak dan mulai merias wajahnya hingga kelihatan pucat.

Setelah selesai, ia meraih gelas di atas meja dan berjalan ke kamar mandi menjatuhkannya ke lantai hingga pecah.

Jingga kemudian berlutut mengambil satu serpihan kaca dan melukai ujung jarinya, ia mengeluarkan banyak darah dan mencecarkannya di sana sebelum mengambil posisi yang tepat berbaring di lantai.

"Paman Rama, aku mempercayaimu kali ini," ucap Jingga sebelum memejamkan matanya dan mendengar suara pintu yang dibuka dari luar.

Bryan masuk ke kamar diikuti asisten Rama yang buru-buru datang setelah mendengar dari seorang pelayan tentang Tasya yang baru selesai dari kamar Jingga lalu pergi ke ruang kerja Arga.

Saat keduanya masuk, mereka tidak mendapati Jingga di kamar tetapi Paman Rama memasuki kamar mandi dan melihat Nona mudanya sudah terjatuh di lantai dengan darah menggenang di lantai.

"Nona Muda!" Seru asisten Rama langsung berlari menghampiri Jingga.

Asisten Rama merangkul Jingga dari lantai, menggendongnya lalu berjalan untuk keluar dari kamar mandi ketika jalannya dihadang oleh Brian.

"Tuan muda, saya harus membawa Nona muda ke rumah sakit, dia harus diperiksa dokter!" Tegas Asisten Rama.

"Siapa yang tahu kalau dia hanya berpura-pura?" Ucap Bryan mengulurkan tangannya untuk menyentuh Jingga.

Asisten Rama dengan cepat menjauh, tidak membiarkan pria itu menyentuh Jingga sama sekali, "dia sudah kedinginan saat ini, mungkin sudah cukup lama berbaring di lantai dan lihat darah di tangannya, jelas-jelas tuan muda tahu sendiri kalau Nona muda sangat takut pada darah." Kata asisten Rama.

Bryan menatap tangan Jingga yang berlumuran darah, 'bener juga, Dia paling takut pada darah, bahkan sedikit darah saja sudah membuatnya pingsan jadi tidak mungkin Dia melukai dirinya sendiri. Lagi pula wajahnya sangat pucat, tapi Tasya bilang Jingga baru saja mengancamnya agar memohon pada kami untuk membebaskannya, tapi...'

"Tubuh Nona muda sangat dingin, dia harus dibawa ke rumah sakit! Kalau terjadi apa-apa pada Nona muda dan sampai berakibat fatal, siapa yang akan bertanggung jawab? Lagi pula Nona muda sudah berada di sini selama 3 hari 3 malam, hanya sekali diberi makan dan satu gelas air putih sehari, mana mungkin ada yang tahan seperti itu!" Kata asisten Rama akhirnya membuat Bryan menganggukkan kepalanya dan memberi jalan bagi Asisten Rama untuk membawa Jingga keluar.

Sang asisten segera menuruni tangga ke lantai bawah dengan langkah terburu-buru.

"Mau ke mana mereka?" Ucap Tasya yang saat itu sedang diantar oleh Arga menuju kamarnya.

"Kembali lah ke kamar, aku akan melihatnya dulu," ucap Arga segera meninggalkan Tasya menyusul Bryan yang juga mengikuti asisten ramah di belakang.

Tasya menggertakkan giginya, 'bukankah harusnya hukuman pengurungannya di kamar ditambah? Sekarang dia kenapa?' Tasya tidak bisa tinggal diam, dia mengikuti Arga di belakang.

Setelah keluar dari rumah, asisten Rama langsung memasukkan Jingga ke dalam mobil.

"Saya akan membawanya ke rumah sakit sekarang," ucap Asisten Rama pada Bryan dan Arga.

"Kita juga ikut," ucap Bryan segera memberi kode pada sopir agar membawakan mobil untuk mereka.

Asisten Arga tidak peduli lagi pada ketiga orang itu, tentu saja mereka akan naik mobil lain bersama dengan Tasya, jadi dia segera naik mobil dan melajukan mobilnya menuju rumah sakit.

Begitu mobil melaju, Jingga yang berpura-pura pingsan langsung membuka matanya, "terima kasih Paman," ucap Jingga.

"Tidak perlu berterima kasih, ini sudah tugas saya untuk menjaga Nona muda. Tapi darah di tangan nona," asisten Rama menatap tangan Jingga yang berlumuran darah, kenapa sekarang Jingga tampak biasa-biasa saja dengan darah di tangannya, padahal semua orang tahu dia sangat takut darah.

Jingga menatap tangannya yang berlumuran darah, 'dulu aku memang sangat takut pada darah, tapi setelah melalui banyak hal dan setiap hari hampir tanganku terluka karena bekerja kasar di kediaman keluarga Amazon maka aku sudah terbiasa dengan darah-darah itu,' pikir Jingga dalam hati.

"Paman tidak usah khawatir, aku baik-baik saja. Tapi paman, kalau kita ke rumah sakit, aku akan ketahuan kalau aku berpura-pura sakit,' ucap Jingga.

"Jangan khawatir, aku akan mengaturnya," kata Asisten Rama segera mengeluarkan ponsel dari sakunya dan menghubungi seseorang di rumah sakit yang akan mereka setuju agar mengatur segalanya untuk mereka.

Setelah panggilan telepon, Jingga tersenyum, "tolong aturkan aku dirawat inap di rumah sakit dan pastikan di ruang rawat inapku ada kamera CCTV tersembunyi," ucap Jingga.

"Saya akan mengaturnya untuk Nona," kata Asisten Rama.

'Bagus, mulai hari ini aku harus mengumpulkan bukti kejahatan ketiga orang itu untuk menjadi hadiah yang paling baik bagi mereka di hari upacara kedewasaan nanti. Tapi di upacara kedewasaan itu aku juga sudah harus memilih calon suamiku sendiri, tapi aku sama sekali tidak punya kandidat. Kalau aku menyewa seseorang... Kenapa sekarang aku tiba-tiba terpikir Farhan?' Jingga memejamkan matanya.

"Apakah ada hal lain yang membuat Nona cemas?" Tanya asisten Rama setelah melihat raut wajah Jingga.

"Aku sedang memikirkan hari upacara kedewasaanku itu, hari itu aku harus menentukan siapa yang akan menjadi tunanganku. Aku tidak akan memilih dua pria yang dipungut itu, tapi aku juga tidak memiliki kandidat lain," kata Jingga.

"Nona Muda, pemuda yang menyelamatkan Nona di gunung itu, dia tampak gagah, wajahnya juga tampan dan sepertinya dia orang baik-baik. Meski kelihatannya dia bukan berasal dari keluarga yang sepadan dengan keluarga Amazon, tetapi Saya rasa dia jauh lebih baik daripada dua tuan muda di kediaman Amazon yang memiliki sifat yang buruk. Tapi kalau Nona muda merasa tidak cocok, saya bisa mencari tahu beberapa pemuda dari keluarga yang sepadan dengan keluarga Amazon untuk mendampingi nona," ucap asisten Rama.

"Aku mengerti, kalau begitu aku percayakan masalah ini padamu," ucap Jingga.

"Baik, Nona," kata Asisten Rama.

Jingga kembali memejamkan matanya, masih ada cukup waktu untuk beristirahat sampai tiba di rumah sakit, lagipula jalanan sedikit macet.

'Benar, meski aku memutuskan untuk tidak mempercayai pria lagi, tetapi aku harus mendapatkan seorang tunangan setidaknya ini masih tunangan, di tengah jalan masih bisa memutuskan apakah akan lanjut menikah atau tidak. Yang penting masalah warisan keluarga Amazon ini harus diselesaikan terlebih dahulu,' pikir Jingga dalam hati.

1
Allea
ahhh berarti si jingga ini awalnya bodoh y thor 😁
Soraya
hadir thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!