Mencintai sang wanita walaupun wanita punya seseorang yang di cintai nya, tapi dia tetap mencintai sang wanita, dan sang wanita tau kalo dia di cintai, hanya saja dia mempunyai kekasih……
“Kamu selingkuh?….
PLAKK!!
Menampar sang kekasih
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Junita Aisyah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
25
“Apa maksud mu?” Jessi natap Juan
“Hubungan kita udah terjalin 4 bulan!”
“Terus?”tanya Jessi judes
“Apa kamu gak ada rasa sama sekali? Hah? Bahkan aku gak sengaja mencium cewek lain! Kamu malah b aja! Apa maksud mu?” Juan menangis natap jessi
“Apa kamu goyah melihat jiandra yang udah berubah! Jessi!! Memang benar hubungan kita hanya kesepakatan! Tapi aku serius!” Juan megang kedua tangan jessi lalu mencium tangan jessi dan mau mencium bibir jessi tapi jessi malah mundur dan melepas tangan jiandra yang megang tangan nya
“Kenapa? Hah? Apa kamu jijik setelah aku cium cewek lain?” Tanya Juan mata nya udah merah penuh kesedihan di mata nya
“Ya!! Apa kamu pikir setelah kamu cium cewek lain! Aku mah mencium mulut bekas hah?” Jessi natap Juan muka serius
“Jessi! Begitu juga yang ku rasakan mendengar kamu mencium jiandra!!” Juan memukul pohon yang ada di belakang jessi sampai tangan nya luka
“Gila!”
“Baik! Kita putus aja!” Jessi natap Juan
“Apa maksud mu?” Juan kaget
“Hubungan kita ini gak jelas! Aku juga gak bisa bohong lagi! Aku juga gak bisa menyakiti mu lebih jauh! Mending kita putus aja!”
“Kamu serius?”
“Apa kamu liat aku bercanda?”
“Kasih aku alasan!”
“Dari pada kita berdebat gini! Dan aku gak akan mau sama kamu yang udah di cium orang lain!”
“Kamu juga mencium orang lain!”
“Aku egois orang nya! Kalo kamu di depan mata ku gitu! Pasti nya akan membuat ku jijik!!” Ucap Jessi
“Ternyata hubungan kita ini hanya sebatas nama aja! Padahal hari yang kita lalui banyak banget!” Juan nangis
“Maaf!” Jessi lalu nangis juga
Juan lalu memeluk jessi, Tapi di dorong sama Jessi
“Kita putus aja!” Jessi natap Juan
“Apa kamu masih menyukai jiandra?” Tanya Juan natap Jessi
“Ya”
“Baik, hubungan kita berakhir, semoga hari mu menyenangkan” Juan mengelus kepala jessi lalu pergi, jessi nangis natap punggung Juan yang pergi
Jiandra melihat jessi yang nangis, dia melihat dari jauh, tapi dia gak bisa mendengar percakapan mereka, dan Jiandra melihat jessi yang menangis, dan Jiandra hanya diam aja menyaksikan karena jiandra pikir jessi butuh sendiri buat tenang kan dirinya.
Lilis sampai rumah
“AAAAAA!!!!” Lilis membanting tas nya di atas meja
Semua orang di rumah pada kaget, mama sama papa yang lagi asik bercerita di kamar langsung lari keluar kamar melihat, dan Arvin sama Liam yang tidur kaget mendengar teriakan Lilis, dan para pelayan dari belakang juga pada pergi cek ada apa.
Lilis terguling di lantai dia gak berdaya tapi air mata nya terus mengalir dan kesedihan nya seperti sangat terluka, Mama berlari memeluk Lilis, dan Papa langsung nelpon dokter buat datang langsung kerumah, dan para pelayan langsung membantu mama mengangkat Lilis kekamar nya, dan yang lain membereskan yang di hancur kan Lilis.
Dokter memeriksa Lilis, dan dokter bilang dia hanya kelelahan butuh istirahat, dan jangan banyak pikiran.
Lilis masih nangis gak berhenti-henti
Mama masuk ke kamar dan langsung di peluk Lilis
“Ma!! Aku di tolak!!” Ucap Lilis nangis
“Sayangg! Gak semua cinta itu mulus!” Ucap mama mengelus kepala Lilis
“Tapi aku sangat menyukai nya! Pertama kali aku jatuh hati! Kenapa seperti ini!” Lilis terus nangis
Arvin melihat Lilis nangis dia juga nangis dan di gendong sama papa, dan Liam hanya menatap sambil duduk di tepi ranjang, dia juga sedih.
“Sabar sayangg, Lupakan orang seperti itu!” Mama natap Lilis
“Gak bisa ma! Kalian paham gak sih?” Lilis melepas kan pelukannya
“Baik-baik! Sekarang kamu hanya butuh tenang dulu! Jangan ganggu kesehatan mu!”
“Benar! Kamu harus istirahat dulu” ucap papa
“Kenapa kalian gak paham?” Lilis natap kesal
“Mama paham sayanggg! Apa yang mama sama papa mu gak paham hah? Mama juga sama seperti mu dulu, Jatuh cinta tapi di tinggal nikah! Terus saat nikah dia cerai baru dia cari mama! Dan setelah dia nikah dia mengabaikan mama! Sampai dia benar-benar melihat mantan istrinya jatuh cinta sama orang lain, baru dia melihat mama! Bayang kan gimana mama? Hah?” Mama natap Lilis
“Kenapa masih bahas itu?” Papa megang bahu istri nya
Lilis perlahan tenang
“Apa maksud nya?” Tanya Lilis natap mama sama papa
“Dulu…papa sama mama kandung mu pasangan saling suka, dan mama mu yang ini! Sahabat mama, papa hanya nganggap nya dulu adek papa karena papa suka sama mama kamu, dan papa pengen cepat nikah sama mama kamu, karena papa benar-benar gak suka mama kamu di dekati orang lain, awal nikah hubungan kita baik-baik aja, dan sampai saat mama kamu keluar negeri dia suka sama orang lain yang merupakan mantan nya, di situ papa mengalah, lalu dia paksa membawa kamu, dan dia takut kamu benar papa jadikan bahan ancaman dan takut di ambil selama nya, jadi mama kamu larang papa buat temui kamu dari waktu kecil, walau pun papa datang mama kamu langsung lapor polisi, dan karena papa bukan penduduk di sana jadi papa gak bisa apa-apa, dan papa memeberikan 50% perusahaan atas nama mu, awal nya dia nolak, dan karena ancaman papa akan ambil paksa, dia terpaksa terima, buat biaya kamu, dengan kirim uang hanya bisa papa lakukan selama ini sama mu, begitu lah papa ke mama mu ini, setelah cerai sama mama mu, papa bertahun-tahun gak nikah lagi, tapi nenek mu menjodohkan papa dengan paksa, dan akhirnya kami nikah, tapi setelah nikah papa hanya sibuk memikir kan keluar negeri buat ketemu kamu, dan berlangsung bertahun-tahun jadi setelah keputusan 50% saham baru papa mencoba untuk menerima mama mu” Papa mengelus bahu istri nya dan tangan papa di elus istri
Lilis memeluk papa nya sambil menangis
“Makanya papa sangat senang kamu datang ke kota ini, papa mau jemput kamu langsung awal nya di luar negeri tapi kamu bicara dingin dan bilang gak usah, jadi papa hanya menunggu mu di bandara dari pagi” Papa meluk Lilis
“Masa lalu biar masa lalu” mama ngelus kepala Lilis
“Benar, sekarang kita harus bahagia” Liam ikut memeluk mama papa dan Lilis
“Benar kan?” Papa natap Arvin yang di gendong nya dan Arvin ngasih jempol sambil tersenyum lebar dan mama ketawa mencubit gemes pipi Arvin
“Gendonggg!” Arvin melebar kan tangan nya ke papa
“Sini mama yang gendong!”