NovelToon NovelToon
Dimana Papaku, Ma?

Dimana Papaku, Ma?

Status: sedang berlangsung
Genre:Anak Genius / CEO / Mafia
Popularitas:33.4k
Nilai: 5
Nama Author: eli_wi

"Dimana Papaku, Ma?"

Pertanyaan seorang bocah cilik bernama Arka Daru Hutama itu membuat wanita dewasa bagaikan tersambar petir. Raut wajah perempuan bernama Ariska Sandra Hutami seketika pucat karena mendengar pertanyaan sederhana itu. Pada akhirnya pertanyaan itu takkan pernah mendapatkan jawaban pasti sampai takdir kembali mempertemukan Ariska dengan sosok seorang laki-laki yang mirip dengan Arka.

Siapakah sosok laki-laki itu? Apakah pertemuan mereka itu bisa menguak cerita masa lalu yang terjadi?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon eli_wi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bertemu

"Ini rumahnya, Carlo?" tanya Frans kepada asistennya.

Terpaksa Frans harus mengajak Carlo karena tak mungkin sendirian datang ke rumah Ariska. Setidaknya Carlo sudah mengetahui kondisi sekitar atau lingkungan rumah Ariska. Carlo menganggukkan kepalanya sebagai jawaban dari pertanyaan Frans. Sesuai data yang diperoleh, benar adanya jika rumah ini adalah tempat tinggal Ariska dan Arka.

"Sampingnya itu adalah tokonya, Tuan Frans. Tapi dari informasi, kebanyakan yang beli dari online. Untuk offline, ada tapi hanya sedikit." lanjutnya.

"Kasihan istri dan anakku, sampai harus bekerja begini." ucap Frans dengan tatapan sendunya.

"Tuan Frans, kalau sedang bermimpi mending bangun dulu. Ini masih siang," ucap Carlo tapi tak dipedulikan oleh Frans.

"Aku sudah tampan belum, Carlo? Udah cocok kan kalau mau minta maaf. Aku mau mengubah wajahku jadi CEO yang dingin dan datar kaya di novel-novel. Jadi nanti Ariska dan Arka menurut denganku gitu,"

Frans memperbaiki penampilannya yang terlalu formal jika hanya untuk bertemu dengan Ariska dan Arka. Setelan jas berwarna hitam dan sepatu pantofel yang mengkilat, benar-benar seperti orang hendak berangkat kerja. Mukanya dia buat jutek, pemarah, dan dingin agar aura dominan terpancar. Carlo yang melihat Bosnya seperti itu hanya bisa menggaruk tengkuknya. Walaupun lumayan cocok jadi sosok CEO yang arogan, tapi dia tak yakin jika bertemu Arka dan Azura akan tetap begini.

"Nanti kalau Nona Ariska malah takut sama Tuan Frans gimana?" ucap Carlo sambil melirik sekilas ke arah Frans.

"Justru biar takut sama aku terus mudah memaafkanku. Akan aku paksa dia menikah denganku. Aku akan mengancamnya mengambil Arka," ucap Frans mengungkapkan idenya.

"Tuan Frans, ini di dunia nyata lho. Pasti anda kebanyakan baca novel atau lihat drama CEO nih," ceplos Carlo sambil menggelengkan kepalanya.

"Enggak ya. Emang faktanya gitu kok kalau perempuan suka dengan cowok ganteng spek CEO begini," ucap Frans dengan yakin.

"Terserah anda saja lah, Tuan Frans. Nanti selain Arka, ada satu bocil lagi namanya Azura. Dia gadis cilik seumuran Arka yang sangat cerewet dan ucapannya pedas. Tetangganya dan selalu ada sama Arka," ucap Carlo memberikan informasi.

"Terus apa hubungannya denganku? Kan aku hanya bertemu Ariska dan Arka saja," ucap Frans menatap aneh pada Carlo.

"Ya jelas ada hubungannya dong, Tuan Frans. Dia itu udah kaya botol dan tutupnya kalau sama Arka. Tidak bisa terpisahkan," ucap Carlo dengan raut wajah kesalnya.

"Terus apa gunanya kamu ada di sini? Ya jelas saja kamu yang urus masalah begituan, masa aku. Itu tujuannya aku bawa kamu ke sini, Carlo. Biar aku bebas berbicara dengan Ariska dan Arka," ucap Frans menjelaskan.

Carlo menepuk dahinya pelan. Dia yang malah terjebak dalam hal ini. Carlo pikir dia hanya akan mengawasi dari jauh. Namun ternyata dia harus membantu Frans menjaga Azura dan Arka yang mungkin saja menggagalkan rencana dari atasannya itu. Carlo menghela nafasnya kasar saat melihat Frans sudah keluar terlebih dahulu dari mobil. Dia pun segera keluar mobil dan mengikuti Frans dari belakang.

"Sabar menghadapi Bosmu itu, Carlo. Dia sangat menyebalkan tapi kamu masih butuh gaji," gumam Carlo sambil mengusap dadanya sabar.

"Dada tepos aja diusap-usap terus. Tambah tepos nanti," ceplos Frans dengan asal saat melihat kelakuan asistennya.

"Saya ini laki-laki, Tuan Frans. Ya wajar kalau dada saya tepos. Astaga... Obrolan macam apa ini," Carlo sampai terkejut sendiri mendengar ucapan Frans. Padahal Frans sengaja menciptakan dan mengucapkan hal konyol agar tidak gugup.

"Oh... Kirain," Carlo akhirnya memilih diam daripada kesal sendiri mendengan respons Frans yang sangat menyebalkan.

***

"Ngapain?" tanya seseorang dari arah belakang Frans dan Carlo.

Eh...

Seketika saja Frans dan Carlo yang tadi sedang mengamati situasi sekitar pun terkejut mendengar ada suara dari arah belakang mereka. Keduanya segera membalikkan badan dan melihat dua sosok anak kecil yang tengah bersidekap dada. Mereka adalah Arka dan Azura yang entah berasal darimana. Arka dan Azura curiga dengan pergerakan dua orang laki-laki dewasa yang mengamati toko milik Ariska.

"Alka, ini Om yang kemalin mau kasih kaltu itu kan?" tanya Azura mengingat siapa sosok yang seperti dikenalnya ini.

"Iya. Entah sekalang dia datang bawa temannya itu mau kasih apalagi," ucap Arka sambil menghela nafasnya pelan. Arka tahu siapa sosok laki-laki di samping Carlo itu.

"Bawa apa aja telselah sih. Yang penting bukan bawa halapan palsu, Alka." ceplos Azura membuat dua laki-laki dewasa di depannya tampak melongo tak percaya. Anak sekecil itu sudah tahu tentang harapan palsu.

"Alka ndak akan bawa halapan palsu buat Azula kan?" tanyanya pada Arka.

"Ndak," jawab Arka dengan singkat.

"Sayang Alka banyak-banyak,"

Grepp...

Azura pun langsung memeluk Arka dari samping karena bahagia mendapatkan jawaban seperti itu. Sedangkan dua orang dewasa di depannya malah seperti orang linglung. Mereka diperlihatkan oleh interaksi manis antara dua bocil berusia 3 tahun. Sedangkan Frans dan Carlo sendiri belum pernah seperti itu dengan pasangannya. Keduanya sudah seperti obat nyamuk untuk keromantisan Arka dan Azura.

"Ompong dua, lepas dulu. Itu ada yang ili sama kita. Meleka ndak bisa peluk-peluk," ucap Arka meminta Azura melepaskan pelukannya.

"Meleka kenapa ndak saling peluk aja kalau ili sama kita, Alka?" tanya Azura dengan tatapan polosnya.

"Hiii... Jijik," Mendengar ucapan Azura, Frans pun saling pandang dengan Carlo. Keduanya merasa geli sendiri kemudian menjauh sambil mengibaskan jas yang dipakai seperti tengah membersihkan kotoran.

"Meleka olang ndak walas, ompong dua." ceplos Arka dengan asal.

"Ompong dua? Oh... Jadi kamu yang namanya Ompong dua. Nama di rekening yang ambil uang Om kan?" seru Frans tiba-tiba sambil menunjuk ke arah Azura setelah mendengar ucapan Arka.

"Jangan pitnes ya, Om. Untung Om tampan, kalau ndak udah Azula tendang." seru Azura sambil berkacak pinggang.

"Fitnah, Ompong dua." ralat Arka sambil menggelengkan kepalanya.

Sudah dua orang yang menuduhnya sebagai pengambil uang. Walaupun Frans dan Papa Bayu sendiri sudah tahu kalau yang mengambil adalah Arka. Namun Frans penasaran dengan sosok "Ompong dua" yang digunakan untuk nama rekening itu. Ternyata Azura yang digunakan oleh Arka sebagai nama sebuah rekening. Frans pun sampai saat ini masih kebingungan bagaimana caranya mengubah nama di rekening itu. Bahkan kemudian langsung dihapus, seakan transaksi itu tidak ada.

"Om ngapain intip-intip di lumahnya Mama Alka? Bintitan balu tahu lasa lho," ucap Arka dengan tatapan sinisnya.

"Kamu tidak mungkin tidak tahu kalau di hadapanmu ini adalah..."

"Olang asing," sela Arka sebelum Frans menyelesaikan ucapannya.

Deg...

1
tia
Tamba lagi thor updatenya
ririen handayani
😄😄😄😄👍👍👍👍👍👍
ririen handayani
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣 pitnes itu
ririen handayani
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣👍
ririen handayani
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣 maksud tuh kata2
ririen handayani
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣 apa pula itu darah kuning
E F
tq thor🙏😍
lg ya thor byk2🤭😄💪
Puspa Sella
Ya Allah bacanya sampai ngakak
Novita Sari
Alhamdulillah tinggal nunggu ariska memaafkan Frans, semoga Azura dibawa arka kemana arka pindah..mm
E F
😄😄
tq thor🙏😍
lanjutttt💪😄
tia
ending nya ngakak 🤣🤣🤣
E F
mana thor lanjutttt?????💪😍
Aniza
sabar frans,jngan nyerah buat minta maaf
kmu tu dulu pas diap kejadian kurang usaha nyari keberadaan ariska
ririen handayani
baru tau🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
ririen handayani
😄😄😄😄😄😄😄
ririen handayani
kejamnya🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
ririen handayani
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣 gk kuat ya carlo
ririen handayani
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
tia
👍👍👍👍👍👍👍
Novita Sari
hanya opa n oma yg bisa mengendalikan arka
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!