Sebuah liburan akhir pekan berubah menjadi mimpi buruk saat sekelompok remaja menemukan rahasia kelam di balik keindahan sebuah air terjun terpencil.Satu persatu dari mereka mulai menghilang,memaksa yang tersisa untuk memecahkan kutukan kuno sebelum fajar tiba atau menjadi korban berikutnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Stychin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 22
Desi tak ingin berlarut dalam kesedihannya.ia mencoba menghibur dirinya dengan kehadiran arman juga reza.kelimanya tampak asyik bermain air.
Di tengah permainan mereka,lagi dan lagi perlakuan damar kepada lastri sangat mencolok teman temannya. Damar seakan tak ingin bermain dengan yang lain,ia sibuk menjahili lastri hingga tak sengaja tubuh perempuan itu terjatuh begitu saja ke dalam pelukan damar secara tak sadar.
Reza sangat geram melihat tingkah keduanya,mereka sama sekali tak menghargai keberadaan desi di sana meskipun sekarang perempuan itu sudah menjadi mantan kekasih damar.tak sepantasnya lastri dan damar bersikap seperti itu di hadapan desi.
Namun damar dan lastri justru semakin menjadi jadi.seakan sengaja membuat desi sakit hati.
Satu jam sudah tubuh mereka kedinginan karena terlalu lama di dalam air.para pengunjung pun satu persatu meninggalkan kawasan air terjun itu.tinggalah mereka dan yang lainnya yang sedang bercamping di sana.
Ketika mereka sudah memutuskan untuk naik ke atas,lastri memunculkan ide jahatnya.damar sudah jatuh ke dalam pelukannya.kini tinggalah arman,lelaki incaran pertamanya.berharap jika ia mendekati damar,arman akan cemburu.namun tak ada respon apapun dari arman untuknya.sebaliknya arman malah mempermalukannya.
Arman berjalan paling belakang di antara temannya yang lain,ia tengah memandang mandangi pemandangan air terjun di sore hari yang semakin tambah cantik.
"coba kalo wida ikut,pasti lebih seru"ucap arman di dalam batinnya.
Di tengah lamunannya,lastri merusak semuanya.dengan sengaja ia menjatuhkan dirinya ke tanah yang terdapat batu batu kecil dan tajam.membuat kakinya yang mulus dan putih terluka.
Damar,reza,dan desi yang berjalan lebih dulu tak menyadari perempuan itu terjatuh.sedangkan arman yang melihat dengan langsung hanya menatap wajah perempuan itu dengan wajah yang sulit di artikan.
"Aduh sakit banget..arman tolong dong.kaki aku sakit,aku gak bisa jalan deh kayaknya"ucapnya dengan nada manja yang di buat buat.
Arman berjongkok di dekat lastri membuat wajah nya senang.sudah ia duga arman pasti akan tergoda apalagi ia menggunakan pakaian seperti itu.siapa sih yang gak bakal kegoda?pikirnya.
"DAMAR!!!"teriak arman membuat damar yang sudah berjalan agak jauh menoleh ke arah mereka berdua.
"NIh si lastri jatuh,mau di gendong katanya"ucap arman
Damar tersenyum senang,ia berlari ke arah lastri dan membantu gadis itu berdiri terlebih dulu.
"ih aku kan pengennya di gendong sama arman bukan sama si damar"ketusnya di dalam hati.
Karena kakinya terlanjur terluka,ia pun harus menerima kenyataan.mau tak mau ia harus mau di gendong damar,laki laki yang ia kasih harapan besar hingga rela meninggalkan kekasihnya yang ternyata sahabat dekatnya sendiri.
Reza merasa malu melihat apa yang di lakukan damar kepada lastri.meskipun sudah tak mempunyai hubungan apapun,apa benar hatinya sudah benar benar mati kepada desi?sampai ia terang terangan menyakiti hati perempuan seperti desi yang sudah menemani laki laki itu dalam susah senangnya.
Reza menggenggam tangan desi,meskipun ia sempat menyukai gadis itu.namun ia tak mempunyai keberanian untuk mengungkapkan perasaan itu karena menghargai damar sebagai temannya.
"Semangat des.aku yakin kamu bisa lupain damar.damar udah nunjukin sikapnya sama kamu,jadi jangan sampe kamu jatuh ke pelukan dia lagi ya?kamu berhak bahagia des"ucapnya dengan memberikan senyuman.
"emm sori za"Genggaman tangan reza di lepas desi secara perlahan.
"aku duluan ya za..mau ganti baju.dingin"ucapnya.meningalkan reza yang masih berdiri di sana.
"arman..ayo balik ke tenda"teriak reza yang melihat arman masih berada disana.
"tunggu zaa."arman tak kalah teriak.
Sedangkan lastri merasa rencananya gagal.terpaksa tubuhnya harus di gendong oleh laki laki yang sama sekali tak di sukainya.