Ini adalah cerita tentang seorang pria yang kembali ke masa lalunya.
Perlahan ia mulai menuju ke kekuatan aslinya di kehidupan pertamanya. Kini bahkan ia dikenal sebagai salah satu dari Lima Raja Dunia. Seseorang dengan pengaruh dan kekuatan yang luar biasa.
Petualangannya terus dimulai. Ia kini menuju sebuah pulau misterius yang berisi harta karun.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Boqin Changing, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ada yang Berniat Buruk
Suasana di dalam Rumah Lelang Awan Senja seketika berubah setelah beberapa peti kayu berisi koin emas dibuka di hadapan semua orang. Tatapan para peserta lelang tertuju pada Boqin Changing dengan ekspresi yang berbeda-beda. Ada yang terkejut, ada yang tidak percaya, bahkan beberapa orang tampak menelan ludah melihat pemuda yang baru saja mengeluarkan puluhan ribu koin emas dengan begitu santainya.
Jumlah delapan puluh ribu koin emas bukanlah jumlah kecil bagi kebanyakan orang. Bahkan bagi keluarga-keluarga bangsawan biasa, mengeluarkan uang sebanyak itu dalam satu transaksi bukanlah sesuatu yang dapat dilakukan dengan mudah. Mereka biasanya membutuhkan persetujuan dari keluarga atau harus mengambil sejumlah besar harta dari gudang harta mereka terlebih dahulu.
Namun, pemuda itu justru mengeluarkannya begitu saja. Seolah-olah delapan puluh ribu koin emas hanyalah sejumlah uang receh yang tidak perlu dipikirkan.
“Dia benar-benar membayar semuanya…”
“Delapan puluh ribu koin emas…”
“Siapa sebenarnya pemuda itu?”
“Mustahil dia berasal dari keluarga biasa.”
Berbagai bisikan terdengar di seluruh ruangan. Beberapa orang bahkan mulai memperhatikan pakaian Boqin Changing, cincin ruang di jarinya, serta setiap gerak-geriknya. Mereka berusaha mencari petunjuk mengenai identitas sebenarnya pemuda tersebut.
Akan tetapi, tidak seorang pun menyadari bahwa bagi Boqin Changing, delapan puluh ribu koin emas memang benar-benar bukanlah jumlah yang besar.
Selama perjalanan hidupnya, Boqin Changing telah menjelajahi begitu banyak tempat. Ia telah memasuki makam kuno, menemukan berbagai harta, dan tentu saja tidak sedikit pula harta musuh yang menjadi sumber kekayaannya.
Setiap kali mengalahkan musuh-musuhnya, terutama mereka yang memiliki latar belakang kuat, Boqin Changing hampir selalu mengambil cincin ruang milik mereka. Lama-kelamaan, jumlah harta yang terkumpul di dalam cincin ruang miliknya telah mencapai tingkat yang bahkan sulit dihitung.
Koin emas? Bagi Boqin Changing, jumlah seperti delapan puluh ribu koin emas memang benar-benar terlalu kecil.
Ia bahkan sempat tersenyum tipis dalam hati.
“Apa yang perlu aku khawatirkan? Aku adalah orang terkaya kedua di dunia ini...”
Pikiran itu membuatnya hampir tertawa sendiri. Namun, sesaat kemudian ia kembali berpikir. Lalu siapa orang pertama?
Boqin Changing terdiam sejenak sebelum tersenyum puas dalam hatinya.
“Kalau aku mengatakan diriku orang terkaya kedua, berarti tidak ada seorang pun yang akan berani mengaku sebagai yang pertama.”
Betapa sombongnya pikiran itu. Namun, Boqin Changing tidak merasa dirinya sedang membual. Baginya, kekayaan hanyalah salah satu bagian kecil dari perjalanan hidupnya.
Di atas panggung, wanita pembawa acara perlahan mengembuskan napas panjang. Ia membutuhkan beberapa saat untuk benar-benar mengembalikan ketenangannya.
Selama bertahun-tahun menjadi pembawa acara di Rumah Lelang Awan Senja, ia telah melihat begitu banyak orang kaya dan bangsawan. Ia juga pernah melihat beberapa transaksi dengan jumlah yang sangat besar.
Tetapi, belum pernah ada seseorang yang secara langsung mengeluarkan puluhan ribu koin emas di tempat seperti ini. Biasanya, pembeli akan melakukan pembayaran setelah acara selesai. Sebagian bahkan menggunakan bukti kekayaan, surat pembayaran, atau meminta waktu kepada pihak rumah lelang untuk menyelesaikan transaksi.
Namun pemuda di hadapannya benar-benar berbeda. Ia tidak hanya berani menawar delapan puluh ribu koin emas untuk sebuah patung yang bahkan tidak diketahui kegunaannya, tetapi juga langsung membayar seluruh jumlah tersebut di hadapan semua orang.
Wanita itu kembali menatap Boqin Changing dengan sedikit rasa ingin tahu sebelum akhirnya berjalan mengambil sebuah kotak kayu kecil yang berisi patung yang dilelang hari ini. Dengan kedua tangannya, ia membawa kotak tersebut turun dari panggung dan berjalan menuju tempat duduk Boqin Changing.
Sesampainya di hadapan Boqin Changing, wanita itu membungkukkan tubuh dengan sopan.
“Tuan Muda, ini adalah patung yang baru saja kau menangkan.”
Ia menyerahkan kotak tersebut kepada Boqin Changing.
Boqin Changing menerimanya dengan tenang. Tatapannya sempat jatuh pada kotak itu selama beberapa saat. Meskipun benda tersebut terlihat sederhana, ia tahu betul bahwa benda inilah yang akan memberikan peningkatan besar pada aura raja miliknya.
Wanita pembawa acara kemudian tersenyum sopan.
“Bolehkah saya mengetahui nama Tuan Muda?”
Boqin Changing terdiam sesaat. Ia tentu saja tidak mungkin menyebutkan nama lengkapnya.
Jika ia mengatakan bahwa dirinya adalah Boqin Changing, maka keadaan di dalam Rumah Lelang Awan Senja mungkin akan berubah dalam sekejap.
Ia adalah salah satu dari Lima Raja Dunia. Posisi itu bukanlah sosok yang dapat dianggap biasa.
Jika berita bahwa salah satu dari Lima Raja Dunia muncul di Kota Chiyou tersebar, seluruh kota kemungkinan besar akan gempar. Keluarga-keluarga besar, sekte-sekte, hingga berbagai kelompok pasti akan segera bergerak untuk mencari tahu tujuan kedatangannya.
Bahkan Kota Chiyou yang merupakan salah satu kota besar di Kekaisaran Houran tidak akan mampu mengabaikan kehadiran seorang Raja Dunia. Jangankan Raja Dunia, jika seorang Kaisar Wilayah datang ke kota ini secara terbuka, kedatangannya saja sudah cukup untuk membuat banyak kekuatan besar waspada.
Karena itulah Boqin Changing tidak berniat membuat keributan. Ia mengangkat kepalanya dan menjawab dengan santai.
“Chang.”
Hanya satu nama. Tidak ada nama keluarga.
Wanita pembawa acara sedikit terkejut, tetapi ia segera memahami maksudnya. Pemuda ini jelas tidak ingin mengungkapkan identitas lengkapnya.
Namun, baginya hal itu tidak penting. Selama transaksi telah selesai dan pembayaran telah diterima, identitas pembeli bukanlah urusannya.
“Baik, Tuan Muda Chang.”
Wanita itu tersenyum.
“Terima kasih telah berpartisipasi dalam Rumah Lelang Awan Senja.”
Setelah itu, ia kembali ke panggung dan mengumumkan bahwa seluruh barang lelang telah selesai dijual. Acara lelang pun resmi berakhir.
Para peserta mulai bangkit dari tempat duduk mereka. Suasana yang sebelumnya tegang perlahan berubah menjadi riuh. Banyak orang masih membicarakan pemuda misterius yang membeli Patung Harimau dengan harga delapan puluh ribu koin emas.
Sementara itu, Boqin Changing memasukkan kotak berisi Patung Raja Harimau ke dalam cincin ruangnya. Ia tidak berniat langsung meninggalkan Kota Chiyou.
Kali ini ia tidak sedang terburu-buru. Setelah mendapatkan Patung Raja Harimau, ia justru ingin berjalan-jalan sebentar dan melihat apakah ada sesuatu yang menarik di kota ini.
Namun, ketika Boqin Changing baru saja hendak melangkah keluar dari tempat duduknya, beberapa orang di sudut ruangan tiba-tiba saling bertukar pandangan. Mereka berbicara dengan suara sangat rendah.
Tatapan mereka beberapa kali mengarah kepada Boqin Changing. Sikap mereka jelas tidak biasa. Salah seorang pria bahkan menyentuh cincin ruang di jarinya sambil menyeringai tipis.
“Anak muda itu pasti membawa banyak harta.”
“Delapan puluh ribu koin emas saja dia keluarkan dengan begitu mudah.”
“Belum lagi patung yang baru dibelinya.”
“Kalau cincin ruangnya juga berisi harta sebanyak itu…”
Mereka tidak melanjutkan kalimatnya. Namun, tatapan rakus yang muncul di mata mereka sudah cukup menjelaskan maksud sebenarnya. Mereka berniat merampok pemuda itu.
Kelompok itu bukanlah kelompok biasa. Mereka adalah salah satu kelompok yang cukup dikenal di wilayah sekitar Kota Chiyou. Kelompok Taring Hitam.
Kelompok tersebut terkenal karena sering merampok para pedagang, pemburu harta, bahkan para pendekar yang bepergian sendirian. Mereka tidak peduli apakah lawannya berasal dari keluarga bangsawan atau sekte besar selama mereka merasa mampu menghadapinya. Entah bagaimana caranya mereka bisa masuk ke dalam lelang hari ini.
Namun, tanpa diketahui kelompok tersebut, seseorang telah memperhatikan gerakan mereka. Di lantai atas, Hang Xue berdiri di dekat pagar sambil memandang ke bawah. Tatapannya mengikuti kelompok itu dengan tenang.
Sebagai seseorang yang tumbuh di keluarga besar, pengetahuannya mengenai berbagai kelompok di Kekaisaran Houran cukup luas. Ia langsung mengenali mereka.
“Kelompok Taring Hitam?”
Alis Hang Xue sedikit mengernyit.
Ia kemudian kembali memandang Boqin Changing. Ia merasa pemuda itu tampak sama sekali tidak menyadari bahwa dirinya sedang menjadi sasaran. Atau mungkin…
Hang Xue menyipitkan matanya.
“Mungkinkah dia sebenarnya sudah menyadarinya?”
Namun, bagaimanapun juga, melihat jumlah anggota Kelompok Taring Hitam yang cukup banyak, Hang Xue merasa tidak seharusnya membiarkan pemuda itu menghadapi mereka sendirian.
Terlebih lagi, pemuda tersebut baru saja mengeluarkan delapan puluh ribu koin emas tanpa ragu. Jika dibiarkan, kelompok itu kemungkinan besar akan mengejarnya begitu ia keluar dari Rumah Lelang Awan Senja.
Hang Xue kemudian menoleh kepada pria paruh baya berada di dekatnya.
“Paman Wei.”
Pria itu segera menundukkan kepala.
“Ya Nona.”
Hang Xue menunjuk ke arah Boqin Changing yang sedang berjalan menuju pintu keluar.
“Paman, kita harus menolong pemuda itu.”
para semut mengandalkan jumlah?
abis deh lu