Di Dunia Bela Diri, kekuatan adalah kebenaran mutlak dan kelemahan adalah dosa tak berampun.
Ye Xuan, jenius nomor satu yang pernah dibanggakan oleh klannya, jatuh ke dasar jurang penderitaan setelah dikhianati oleh orang yang paling ia percayai. Meridiannya diputuskan, kultivasinya dihancurkan, dan ia dibuang ke Tebing Mayat untuk membusuk bersama rongsokan dan tulang-belulang.
Namun, di saat napas terakhirnya hampir berhembus, darahnya mengaktifkan sebuah artefak misterius dari zaman purba.
[Ding! Sistem Ekstraksi Surgawi telah aktif!]
Kini, seluruh alam semesta adalah harta karun bagi Ye Xuan.
Menyentuh pedang berkarat? Mengekstrak Niat Pedang Tertinggi!
Menemukan mayat monster tingkat rendah? Mengekstrak Garis Keturunan Binatang Buas Kuno!
Mengamati musuh yang sedang berlatih? Mengekstrak Teknik Rahasia Langsung ke Tingkat Sempurna!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Syahriandi Purba, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Anjing Penunjuk Jalan
Keheningan di ruang perawatan Keluarga Lin begitu pekat hingga suara detak jantung pun terdengar seperti tabuhan genderang.
Lin Zhentian, yang baru saja lolos dari cengkeraman maut, buru-buru bangkit dari ranjang esnya. Tanpa mempedulikan tubuhnya yang masih lemah, ia melangkah maju dan menjatuhkan kedua lututnya ke lantai. Lin Ruoxi dan seluruh tetua keluarga segera mengikuti, bersujud menghadap pemuda berjubah hitam itu.
"Keluarga Lin dari Kota Angin Azure berterima kasih atas anugerah penyelamatan nyawa dari Senior! Kami tidak tahu bahwa seorang ahli Alam Inti Emas mengunjungi kediaman kami. Mohon maafkan kelancangan kami!" suara Lin Zhentian bergetar penuh hormat dan ketakutan.
Di Benua Tengah, seorang ahli Inti Emas bisa dengan mudah meratakan keluarga kelas menengah seperti mereka hanya dengan lambaian tangan.
Ye Xuan mengibaskan tangannya santai. Energi Qi yang lembut namun tak terbantahkan mengangkat tubuh Lin Zhentian dan anggota keluarganya kembali berdiri.
"Aku tidak butuh sujud kalian. Aku menyelamatkanmu karena putrimu membawaku ke kota ini," ucap Ye Xuan datar, suaranya tidak memancarkan emosi sedikit pun.
Pandangan Ye Xuan kemudian jatuh ke bawah, menatap Alkemis Yun yang masih meringkuk di lantai dengan lutut hancur dan wajah berlumuran darah. Kesombongan pria tua itu telah menguap tanpa sisa.
"Sekarang, mari kita bicara tentang tiket masukku," Ye Xuan berjongkok, menatap mata Alkemis Yun yang membelalak dipenuhi teror.
"S-Senior... Tuan Inti Emas... Saya bersedia memberikan semua kekayaan saya! Tolong jangan bunuh saya!" Alkemis Yun memohon histeris, air mata dan ingus bercampur di wajahnya yang keriput.
"Kekayaanmu tidak menarik minatku. Yang aku inginkan adalah akses ke Asosiasi Alkemis," Ye Xuan menjentikkan jarinya.
Sebuah jarum Niat Pedang kecil yang terbuat dari Racun Teratai Hitam Pemakan Tulang—racun yang baru saja ia ekstrak dari tubuh Lin Zhentian—tercipta di udara, melayang tepat di depan mata Alkemis Yun.
"Buka mulutmu."
"T-Tidaaak... M-Mohon—"
Sebelum Alkemis Yun bisa melawan, Ye Xuan menampar pipinya hingga rahangnya terbuka, lalu menembakkan jarum racun itu langsung menembus kerongkongannya, bersarang tepat di inti jantung sang Alkemis.
"ARGHHH!" Alkemis Yun menggelepar memegangi dadanya. Namun rasa sakit itu menghilang secepat ia datang, digantikan oleh hawa dingin yang mengancam nyawa setiap kali jantungnya berdetak.
"Jarum itu terbuat dari Racun Pemakan Tulang yang dipadatkan dengan Niat Pedangku," bisik Ye Xuan, matanya sedingin jurang es. "Mulai sekarang, hidupmu ada di tanganku. Jika kau memiliki pikiran untuk berkhianat, mengadu, atau melarikan diri... dengan satu jentikan jariku, racun itu akan meledak dan meleburkan jantung serta jiwamu menjadi bubur. Mengerti?"
Alkemis Yun menggigil hebat. Ia merasakan gumpalan energi mematikan itu bersarang di dadanya bak bom waktu. Ia langsung mengangguk dengan putus asa, membenturkan kepalanya ke lantai.
"S-Saya mengerti! Tuan adalah majikan saya! Anjing tua ini akan mematuhi setiap perintah Anda!"
Ye Xuan berdiri tegak. "Bagus. Lin Zhentian, bawa pelayan ini dan obati lututnya. Beri dia pil penyembuh yang cukup agar dia bisa berjalan besok pagi. Jangan sampai dia terlihat cacat saat membawaku masuk ke Asosiasi."
Lin Zhentian menelan ludah dengan susah payah, mengangguk cepat. "B-Baik, Senior! Kami akan memastikan dia dirawat malam ini."
"Dan satu hal lagi," Ye Xuan menoleh ke arah Kepala Keluarga Lin tersebut. "Aku butuh tempat untuk beristirahat malam ini, dan jangan ada satu pun orang yang menggangguku."
"Tentu! Ruoxi, cepat siapkan Paviliun Awan Surgawi di taman belakang untuk Senior!" perintah Lin Zhentian.
Malam itu, Kediaman Lin dijaga dengan sangat ketat. Di dalam Paviliun Awan Surgawi, Ye Xuan duduk bersila di atas ranjang batu giok, menstabilkan kultivasinya. Inti Emas Hitam di dalam Dantiannya berputar, menyerap energi spiritual tebal Benua Tengah dengan rakus.
Ia memejamkan mata dan membuka Toko Sintesis Hukum Alam yang baru saja terbuka di Sistemnya.
Berbeda dengan ekstraksi paksa, Toko Sintesis ini memungkinkan Ye Xuan untuk menukar "Poin Qi Surgawi" (yang ia dapatkan dari memakan Kesengsaraan Petir) dengan serpihan Hukum Alam (Waktu, Ruang, Kehidupan, Kematian) atau informasi mengenai keberadaan Fragmen Sistem.
"Untuk menemukan Fragmen Sistem di Dunia Atas, aku butuh setidaknya sepuluh juta Poin Qi Murni untuk memicu Mata Kunci Dimensi," gumam Ye Xuan sambil menghitung. "Mengekstrak kultivator satu per satu terlalu lambat dan memancing perhatian faksi besar terlalu dini. Aku butuh tumpukan sumber daya berskala raksasa."
Senyum tipis terbentuk di bibirnya saat memikirkan Asosiasi Alkemis. "Besok, kita akan melakukan pembersihan besar-besaran."
Keesokan paginya.
Di jalanan utama Kota Angin Azure, sebuah kereta kuda mewah milik Asosiasi Alkemis melaju membelah keramaian. Di dalam kereta, Alkemis Yun duduk dengan postur kaku, keringat dingin terus mengucur di dahinya. Lututnya sudah dibebat dan diobati dengan pil tingkat tinggi sehingga ia bisa berjalan normal, meski masih terasa nyeri.
Di seberangnya, Ye Xuan duduk santai mengenakan jubah abu-abu sederhana layaknya seorang asisten atau murid magang. Penyamaran Garis Keturunan Bunga Ilusi kembali diaktifkan, membuat auranya hanya terlihat di tahap Pembentukan Qi Lapis Ketujuh.
"T-Tuan..." Alkemis Yun angkat bicara dengan suara gemetar. "Gudang Limbah Bawah Tanah yang Tuan tanyakan semalam... Tempat itu sangat terlarang. Itu adalah kawah vulkanik buatan di bawah gedung Asosiasi tempat kami membuang semua sisa pil gagal, ampas racun, dan tungku yang meledak selama tiga ratus tahun terakhir."
Ye Xuan memutar cincin spasial di jarinya. "Lalu?"
"T-Tempat itu dipenuhi miasma racun yang bisa melelehkan tulang kultivator Pondasi Spiritual dalam hitungan detik! Bahkan Ketua Asosiasi kami (Inti Emas Lapis Keempat) tidak berani masuk terlalu dalam. Hanya ada pintu besi raksasa yang dijaga oleh Formasi Peringkat Empat." Alkemis Yun mencoba memperingatkan.
"Tugasmu hanyalah membawaku melewati pintu besi itu. Apa yang kulakukan di dalam, itu bukan urusanmu," potong Ye Xuan dingin.
Kereta berhenti. Mereka telah tiba di depan gedung raksasa berbentuk menara tungku raksasa—Markas Cabang Asosiasi Alkemis.
Alkemis Yun turun lebih dulu, merapikan jubah Bintang Tiganya, mencoba memasang kembali wajah arogannya meski jantungnya berdebar kencang. Ye Xuan berjalan di belakangnya, membawa sebuah kotak kayu kecil seolah ia benar-benar hanya seorang asisten magang.
"Hormat kami, Tetua Yun!" Dua penjaga di pintu masuk membungkuk hormat. Mereka tidak menanyakan identitas Ye Xuan, karena membawa asisten magang untuk membawakan barang adalah hal biasa bagi alkemis tingkat tinggi.
Begitu masuk, Ye Xuan disambut oleh aroma ribuan jenis tanaman obat yang berbaur di udara. Aula utama itu dipenuhi oleh para kultivator yang berdesakan untuk membeli pil atau meminta jasa alkimia.
Sistem di dalam kepala Ye Xuan langsung berdenting pelan.
[Ding! Mendeteksi Energi Spiritual Obat-obatan skala menengah!]
[Peringatan: Mengaktifkan Ekstraksi Area di sini akan memicu alarm tingkat tinggi.]
"Aku tahu, bersabarlah," batin Ye Xuan.
Mengikuti Alkemis Yun, Ye Xuan masuk ke area terlarang di bagian belakang menara. Mereka menuruni puluhan anak tangga batu spiral yang semakin lama semakin panas. Udara mulai berubah menjadi ungu kehijauan, menandakan konsentrasi racun yang sangat pekat.
Di dasar tangga, sebuah pintu besi raksasa setebal dua meter berdiri menghalangi jalan. Pintu itu dipenuhi oleh ukiran rune menyala merah—Formasi Segel Racun Peringkat Empat. Di depan pintu, duduk bersila seorang pria tua kurus kering, memancarkan aura Pondasi Spiritual Lapis Kedelapan.
"Penjaga Mo," sapa Alkemis Yun kaku.
Pria tua itu membuka matanya pelan. "Tetua Yun. Tumben Anda turun ke Gudang Limbah. Apa yang membawa Anda kemari?"
"A-Aku baru saja bereksperimen dengan Pil Racun Seribu Serangga yang gagal. Aku harus membuang sisa ampas korosifnya langsung ke dalam Kawah Limbah, atau laborku akan hancur. Ini asistenku, dia yang akan membuangnya," Alkemis Yun memberikan alasan yang sudah Ye Xuan siapkan.
Penjaga Mo melirik Ye Xuan sekilas. "Pembentukan Qi Lapis Ketujuh? Kau mengirim muridmu masuk ke sana? Dia akan mati meleleh bahkan sebelum mencapai kawah."
"Dia memakai Jimat Pelindung tingkat tinggi. Buka saja pintunya, jangan banyak tanya!" bentak Alkemis Yun, mencoba terdengar otoriter.
Penjaga Mo mendengus. Ia tidak peduli jika seorang magang mati. Ia menempelkan token gioknya ke pintu besi.
GRRRUUUMMBLL...
Pintu besi raksasa itu terbuka perlahan, mengeluarkan suara derit berat. Seketika, hembusan uap berwarna hijau pekat dan ungu berbau sangat menyengat meledak keluar dari dalam.
Alkemis Yun dan Penjaga Mo langsung mundur beberapa langkah, memanggil perisai Qi mereka untuk menahan racun mematikan itu.
Namun Ye Xuan? Ia hanya berdiri tegak. Udara mematikan itu menerpa wajahnya, masuk ke paru-parunya, dan langsung diserap tanpa sisa oleh Tubuh Pedang Nirwana dan Resistensi Racun miliknya.
Bagi orang lain, pintu itu adalah gerbang menuju neraka. Namun saat Ye Xuan melihat ke dalam—ke arah jurang vulkanik raksasa yang dipenuhi tumpukan gunung ampas pil, tungku meledak, dan lautan lumpur racun berwarna-warni...
Mata Ye Xuan berbinar emas.
Ini bukan neraka. Ini adalah tambang emas tak berujung yang telah ditimbun selama tiga ratus tahun!
"Tunggu aku di luar," ucap Ye Xuan datar. Tanpa ragu, ia melangkah masuk menembus tirai miasma mematikan, membiarkan pintu besi raksasa itu tertutup kembali di belakangnya.
Begitu pintu terkunci rapat, mengisolasinya dari dunia luar, Ye Xuan tersenyum lebar hingga memamerkan deretan giginya.
"Sistem," bisik Ye Xuan, suaranya dipenuhi oleh keserakahan yang buas.
"Aktifkan Ekstraksi Area Mode Penyedot Debu. Jangan sisakan satu debu pun."