Arin adalah gadis tomboi yang suka bercanda, sebagai anak SMA yang merayakan kelulusan. Arin atau Rin Rin bertamasya bersama rombongan sekolah nya, tanpa sengaja Arin menginjak kucing berbulu putih yang begitu cerah, setelah itu sebuah kejadian membuat Rin Rin terjatuh di sebuah lubang yang membawanya kesebuah dimensi lain.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon shafrilla, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Aku akan membunuh kalian.
"Arin!!" seru kaisar Qianro.
Arin menoleh menatap sosok pria yang memanggilnya, kaisar kerajaan bumi.
"Arin, akhirnya aku menemukanmu." ucap Kaisar Qianro ketika mendekati Arin.
Tidak ada ekspresi yang ditunjukkan oleh Arin, dia menatap para prajurit kerajaan bumi yang sudah membantai para siluman yang ada di desa Hen. "Kamu sama saja seperti mereka." kata Arin yang kemudian melepaskan cengkraman nya, prajurit kerajaan bumi lehernya patah dan kehilangan nyawa.
Kaisar Qianro terkejut, dia bahkan tidak mengira Arin sekarang berada di kerajaan naga, wilayah siluman yang di huni oleh bangsa siluman.
"Arin, apa yang terjadi denganmu?" tanya Kaisar Qianro. dia hendak mendekati Arin namun Arin langsung menghentakkan kakinya hingga membuat Kaisar Qianro tidak bisa bergerak sama sekali.
Yan Yasha mendekati Arin, dia menggenggam tangan Arin kemudian membelai rambutnya. "Tenanglah..," ucap Yan Yasha.
Seketika kekuatan Arin langsung mereda. "Singkirkan seluruh makhluk ini dari wilayah kita. Long-ji, Aras." perintah Yan Yasha.
Seluruh prajurit kerajaan naga menggunakan kekuatan mereka, seketika itu pula sisa prajurit kerajaan bumi dilempar dari wilayah kaum siluman. Tak ada yang bisa dilakukan oleh para prajurit kerajaan bumi, mereka terpental begitu jauh.. sangat jauh hingga mereka tidak tahu dimana keberadaan mereka.
"Yang mulia." pengawal Zeros mendekati Kaisar Qianro.
"Apa yang terjadi kepada Arin, kenapa dia seperti itu." ucap sang Kaisar.
Pengawal zeros membantu kaisarnya ia menatap kaisar Qianro yang nampak sangat terkejut. "Kemungkinan besar nona Arin di tawan oleh para siluman itu, dan saat ini nona Arin berada di bawah sihir mereka." jawab pengawal Zeros.
Kaisar Qianro menghela nafasnya cukup dalam, kemudian menatap tempat yang sudah tidak bisa mereka masuki itu. Baru menemukan wanita yang dia cintai, namun saat ini Kaisar Qianro malah kehilangan dia lagi, terasa hatinya benar-benar begitu sedih. Dia ingin sekali mendekati Arin dan memeluknya, namun Arin seolah tidak mengenalnya.
"Aku pasti akan mencari cara untuk mengambilnya dari para siluman itu." ujar Kaisar Qianro dengan penuh tekad, dia berjanji kepada dirinya sendiri akan membawa kembali Arin ke istananya. Membawanya dan menjadikannya istri dan pendampingnya.
Pertempuran itu menghasilkan begitu banyak korban bagi kerajaan naga ataupun kerajaan bumi, begitu banyak prajurit dan rakyat kerajaan naga yang kehilangan nyawa akibat ambisi yang tidak bisa dicapai. Nyonya beruang dan yang lain menatap desa tempat tinggal mereka, desa yang sudah hilang dan sekarang sudah rata menjadi tanah.
Suara tawa menggelegar dan suara omelan di pagi hari sekarang tidak akan ada lagi, nyonya beruang dan nyonya katak saling memeluk mereka. tidak tahu apa yang akan terjadi selanjutnya desahan sudah rata dan para siluman yang ada di sana sudah menjadi mayat adapun beberapa siluman yang masih selamat mereka kondisinya terluka parah.
"Mungkin ini semua sudah takdir, para manusia itu memang selalu menginginkan nyawa kita. Mereka selalu menganggap kita adalah musuh mereka." ucap Paman kerbau.
Hanya tersisa beberapa siluman saja, desa Hen sekarang sudah hancur, Yan Yasha meminta nyonya katak, nyonya beruang dan Paman kerbau untuk tinggal di istana menjaga Arin. Sebagai satu-satunya manusia yang berada di alam siluman, tentu saja Arin akan ada masalah. Kebencian para siluman kepada manusia membuat mereka tidak akan pernah mempercayai manusia lagi.
Yan Yasha membawa kembali Arin ke istananya, orang-orang yang ada di istana nampak terlihat lega setelah melihat raja mereka telah kembali. Xamara yang melihat Yan Yasha kembali, dia nampak terlihat begitu bahagia, dia ingin mengikuti Yan Yasha namun pria itu memerintahkan Xamara untuk menjaga istana.
"Akhirnya yang mulia kembali." ingin sekali Xamara memeluk Yan Yasha, namun pria itu memeluk Arin dengan begitu erat.
"Persiapkan tempat untuk ratu Arin." perintah Yan Yasha.
An dan Nan bergegas untuk mengambilkan obat untuk Arin, meracik obat yang khusus digunakan untuk kaum siluman. "Apakah ratu akan baik-baik saja?" tanya An.
Nan menggelengkan kepalanya. "Aku tidak tahu." jawab Nan.
Selama beberapa hari Arin tidak sadarkan diri karena kekuatan yang dia keluarkan, Arin masih terlelap pada mimpi yang begitu indah titik nyonya kerbau dan nyonya katak sering sekali menemani Arin. An dan Nan selalu membuatkan obat sama seperti yang diperintahkan oleh Yan Yasha.
Melihat Arin yang tidak sadarkan diri tentu saja Xamara begitu bahagia, niat hati ingin mencelakainya namun Arin sendiri sudah beberapa hari ini kondisinya benar-benar tidak baik. Xamara terlihat begitu bahagia, setiap hari dia memberikan perhatian kosong dan bohong kepada Arin dan berharap dia akan mendapatkan hati Yan Yasha.
"Kasihan sekali ratu kondisinya seperti ini, kelihatannya ratu tidak akan berumur panjang. Mungkin saat ini dia sudah kehilangan inti kehidupannya. ucap Xamara.
Nyonya beruang yang mendengar perkataan dari Xamara nampak wanita itu sangat marah. "Jaga kata-katamu itu nona Xamara, walaupun usiamu lebih tua dariku.. tapi aku tidak akan membiarkan mulutmu itu menyumpahi ratu. Ratu Arin tidak akan kehilangan inti kehidupannya." ujarnya.
Xamara tersenyum mengejek, dari wajahnya bisa menunjukkan rasa iri dan kebencian besar kepada Arin. "Benarkah?" ejeknya.
Sesaat kemudian Yan Yasha datang dengan membawa beberapa tangkai bunga mawar yang begitu cantik, pria itu meletakkan bunga-bunga itu di pot di samping ranjang Arin.
"Istriku sayang, kapan kamu akan bangun? apakah kamu tidak merindukanku?" ucap lembut Yan Yasha.
Nyonya beruang dan nyonya katak juga An dan Nan tersenyum seolah mengajak Xamara. "Wanita ini kelihatannya mau merebut raja naga dari Arin kita, lihat saja.. pasti dia akan gigit jari." bisik nyonya beruang di telinga nyonya katak.
"Iya, ingin sekali aku tinju wajahnya. Walaupun umurnya lebih tua dari kita, itu kan cuma beda beberapa ratus tahun saja." jawab nyonya katak yang juga tidak menyukai Xamara.
"Usia kami sama kok, kalau begitu umurku dan umurnya lebih tua dari kalian?" tanya An yang membuat nyonya beruang tersenyum.
"Yang mulia, ini sudah takdir ratu seperti ini, Yang mulia tidak boleh terus-menerus bersedih. Kerajaan ini membutuhkan Yang mulia." ucap Xamara yang terlihat ingin sekali memberikan perhatian.
"Tutup mulutmu itu, aku tidak suka siapapun mengeluarkan kata-kata seperti itu, istriku akan segera bangun sebentar lagi, Dia pasti akan kembali padaku." jawab tegas Yan Yasha yang membuat Xamara langsung menutup mulutnya.
Sorot mata Yan Yasha begitu tajam, tegas dan penuh amarah, Xamara ingin mengatakan sebuah kalimat namun sorot mata tajam dan marah itu membuatnya menutup mulut.
"Ampuni aku yang mulia, hanya saja yang mulia tidak boleh terlalu bersedih, mungkin jika ratu masih bisa bangun entah suatu hari pasti dia akan bangun." kata Xamara yang nada suaranya sedikit menurun.
*bersambung*