NovelToon NovelToon
Menjadi Ibu Tiri Dari Anak Sang Kapten Langit

Menjadi Ibu Tiri Dari Anak Sang Kapten Langit

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Perperangan / Akademi Sihir
Popularitas:1.9k
Nilai: 5
Nama Author: Author Raf

Di dunia di mana ibu tiri selalu dicurigai sebagai penyihir jahat, Clara harus menerima nasibnya.

Mantan Penyembuh Agung yang telah kehilangan seluruh kekuatan sihirnya ini terpaksa menjalani pernikahan kontrak dengan Kapten Alden, komandan militer yang dingin, kejam, dan ditakuti di seluruh Samudra Langit.

Tugas Clara sederhana namun nyaris mustahil:, menjadi "pengasuh" bagi tiga anak blasteran mistis sang Kapten di atas kapal layar terbang raksasa, The Sky Leviathan.

Anak sulung setengah Phoenix yang siap membakar siapa saja, anak kedua setengah Sirene dengan kutukan suara mematikan, dan si bungsu yang bisa melihat roh pelahap jiwa.

Mereka semua membenci Clara. Namun, berbekal ketulusan hati, keberanian bertaruh nyawa, dan sisa pengetahuan magisnya, Clara bertekad menjinakkan kekuatan liar anak-anak tersebut sekaligus mengusut misteri kutukan masa lalu yang menghantui mereka.

Mampukah seorang wanita tanpa sihir mencairkan hati beku sang Kapten Langit dan mengubah kapal penuh b

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Author Raf, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 25 Sandi Rahasia dari Ibu Kota

​The Sky Leviathan terus melaju dengan stabil membelah samudra awan, meninggalkan wilayah udara utara yang beku dan kelam.

Di dalam ruang kemudi utama, Kapten Alden berdiri tegak menghadap meja marmer navigasi. Peta holografik tiga dimensi terpancar di atas meja, menampilkan rute pelayaran selatan menuju wilayah ibu kota bawah yang menjadi pusat pemerintahan militer Kekaisaran.

​Meskipun ancaman fisik dari armada kapal perang Sekte The Obsidian Dawn telah dibersihkan, ketegangan di wajah Alden belum sepenuhnya pudar. Sepasang mata abu-abu badainya menatap tajam ke arah sebuah titik merah yang berkedip di ujung peta, simbol markas besar komando militer pusat.

*​BEEP... BEEP*...

​Suara alarm interkom navigasi berbunyi dengan nada berirama yang aneh. Bernet, sang kepala pelayan tua yang juga bertindak sebagai operator sandi darurat kapal, langsung bergerak cepat menekan beberapa tombol kristal di panel kendali. Wajah tuanya mendadak menegang ketika deretan huruf acak mulai muncul di layar monitor utama.

​"Kapten Alden," panggil Bernet dengan suara rendah yang sarat kerahasiaan. "Kita baru saja menerima transmisi gelombang radio pendek dari jalur komunikasi pribadi milik Kediaman **Mayor Cakranegara** di ibu kota. Ini menggunakan sandi rahasia militer tingkat pertama."

​Alden melangkah mendekat, mengisyaratkan dengan lambaian tangannya agar para perwira navigasi lainnya mundur beberapa langkah untuk menjaga kerahasiaan informasi. "Dekode sandinya sekarang, Bernet."

​Bernet memasukkan kunci enkripsi khusus. Huruf-huruf acak itu perlahan bergeser dan membentuk sebuah pesan singkat yang padat namun sangat mengejutkan:

​"***Gagak hitam telah menguasai dewan menteri. Surat perintah penangkapan untuk Kapten Armada Sky Leviathan telah diterbitkan atas tuduhan pengkhianatan dan pembangkangan perintah utara. Jangan mendarat di pelabuhan utama. Temui aku di koordinat Sektor Anggrek Barat. — Mayor Cakra***."

​Rahang Alden mengeras membaca pesan tersebut. Berita dari Mayor Cakranegara, sahabat karibnya sekaligus satu-satunya sekutu setianya di jajaran perwira tinggi militer ibu kota, menegaskan dugaan terburuknya.

Faksi politik yang disusupi oleh *Sekte The Obsidian Dawn* di ibu kota telah bergerak lebih cepat dari yang ia perkirakan untuk mengunci pergerakannya. Mereka sengaja memanfaatkan keberangkatan darurat Alden ke utara terlarang demi menyelamatkan anak-anaknya sebagai alasan untuk menjatuhkan hukuman militer.

​Pintu geser ruang kemudi terbuka halus. Clara melangkah masuk dengan keanggunan yang tenang, meskipun tangan kanannya masih terbalut perban putih bersih.

​Di belakang Clara, berjalan mengekor seorang gadis muda bernama Hana. **Hana** adalah salah satu pelayan senior yang telah lama bekerja di atas kapal *The Sky Leviathan*. Tugas utamanya selama ini adalah mengurus keperluan domestik kabin dan membantu Bernet menyiapkan ramuan obat untuk anak-anak Kapten. Karena sifatnya yang cekatan, setia, dan pandai menjaga rahasia, Hana sering kali dipercaya untuk mendampingi Clara secara langsung selama pelayaran darurat ini. Wajah gadis pelayan itu kini tampak dipenuhi gurat kecemasan setelah mendengar selentingan kabar tentang adanya transmisi darurat dari ibu kota.

​"Alden, ada apa? Apakah ada perkembangan buruk dari ibu kota?" tanya Clara lembut, melangkah mendekati suaminya dan menatap wajah tegap Alden yang tampak sangat serius.

​Alden tidak menyembunyikan apa pun dari istri dan orang-orang kepercayaannya lagi. Ia menggeser layar holografik agar Clara dan yang lain bisa membaca pesan rahasia dari Mayor Cakra. "Sahabatku, Mayor Cakra, baru saja mengirimkan peringatan. Dewan menteri militer telah disusupi sepenuhnya. Mereka telah mengeluarkan surat penangkapan atasku dengan tuduhan pembangkangan."

​Clara membaca pesan itu dengan seksama, sepasang mata jernihnya menyipit tajam. "Mereka sengaja menjebakmu. Mereka tahu kau tidak akan tinggal diam melihat Rin dan Toby sekarat akibat kutukan sihir hitam, dan sekarang mereka menggunakan kepedulianmu sebagai seorang ayah untuk menghancurkan posisimu sebagai Kapten Langit."

​"Benar-benar kelakuan tikus-tikus politik yang licik!" sahut Hana ikut geram. Sebagai pelayan yang tulus menyayangi anak-anak Kapten Alden, ia merasa tidak terima dengan ketidakadilan ini. Tangan kecilnya mengepal kuat di samping celemeknya.

"Mayor Cakra pasti mempertaruhkan posisinya sendiri demi mengirimkan intelijen ini ke atas kapal. Kita tidak bisa meremehkan peringatan ini, Kapten Alden. Jika The Sky Leviathan nekat berlabuh di dermaga militer utama, kita akan langsung dikepung oleh pasukan zirah berat kekaisaran."

​Alden mengangguk setuju dengan analisis Hana dan Clara. "Cakra adalah seorang perwira cekatan yang sangat perhitungan. Jika dia memintaku untuk menemuinya secara rahasia di Sektor Anggrek Barat, itu berarti area pelabuhan militer memang sudah menjadi sarang jebakan."

​Clara menoleh ke arah Bernet. "Bernet, berapa lama waktu yang kita butuhkan untuk mencapai titik koordinat Sektor Anggrek Barat jika kita mengambil jalur memutar di balik sabuk awan pelapis kedua?"

​"Sekitar dua belas jam pelayaran, Nyonya Clara. Jalur itu lebih aman dari jangkauan radar pemindai menara kekaisaran, namun kita harus berkendara dalam kondisi senyap tanpa mengaktifkan lampu sihir luar kapal," jawab Bernet dengan patuh.

​"Lakukan, Bernet. Ubah koordinat haluan kapal menuju Sektor Anggrek Barat sekarang juga," perintah Alden tegap, mengembalikan otoritas mutlaknya sebagai Kapten Langit. "Matikan seluruh sistem pemancar identitas kapal. Mulai detik ini, The Sky Leviathan berlayar di bawah radar sebagai kapal hantu hingga kita berhasil bertemu dengan Cakra."

​"Siap, Kapten! Haluan kapal diubah, sistem senyap diaktifkan!" seru perwira kemudi dengan cekatan.

​Saat seluruh kru mulai sibuk mengeksekusi perintah baru, Alden berjalan mendekati jendela kaca besar yang menghadap langsung ke arah hamparan samudra awan di bawah mereka.

Clara melangkah mengikuti, menysejajarkan posisinya di samping Alden dan dengan lembut menyelipkan tangan kirinya ke dalam genggaman suaminya, sementara Hana pamit mundur sesaat untuk kembali memastikan kondisi Rin dan Toby di kabin perawatan.

​"Kau mengkhawatirkan keselamatan Cakra?" tanya Clara pelan, tahu betul seberapa dekat hubungan persahabatan di antara suaminya dan Mayor tersebut.

​Alden menghembuskan napas panjang, meremas jemari Clara dengan kehangatan yang protektif. "Cakra adalah orang yang jujur dan setia pada sumpah militer. Berdiri di tengah-tengah dewan menteri yang korup sendirian demi menjaga nama baik armada kita adalah tugas yang sangat berbahaya. Aku hanya tidak ingin persahabatan kami membuatnya menjadi target eksekusi sekte hitam."

​"Dia adalah perwira yang cerdas, Alden. Pesan rahasia ini membuktikan bahwa dia masih memegang kendali atas situasinya sendiri," hibur Clara dengan senyuman tulus yang menenangkan badai di dalam pikiran Alden. "Kita akan menemuinya, membersihkan namamu, dan merebut kembali otoritas ibu kota demi masa depan anak-anak kita."

​Alden menatap wajah manis istrinya, merasa sangat bersyukur memiliki sosok wanita yang tidak hanya tangguh di medan pertempuran fisik, namun juga memiliki ketenangan yang luar biasa di tengah krisis politik.

Pelayaran menuju selatan kini tidak lagi sekadar perjalanan pulang, melainkan sebuah misi infiltrasi tingkat tinggi yang akan menentukan hidup dan mati seluruh isi kapal induk mereka.

Di balik keindahan langit fajar yang mulai meredup digantikan awan tebal sabuk kedua, The Sky Leviathan meluncur senyap menantang konspirasi besar yang tengah menanti mereka di pusat kekuasaan dunia bawah.

   ​

1
Al Ranai
semangat kakkk
HaRas_DeHas: Makasih banyak Kak. Jangan lupa follow ya.
total 1 replies
Al Ranai
semangatt kakk, di tunggu kelanjutannya yaaa💪💪😁
HaRas_DeHas: Siap...
total 1 replies
Al Ranai
bagus kakkk ceritanya, semangatt kakkk😊
HaRas_DeHas: Wahhh... makasih banyak Kak sudah mampir. Alhamdulillah, saat sepi pembaca ternyata ada yang mampir dan beri komen. Jangan lupa follow akun saya ya.
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!