NovelToon NovelToon
Tumbal Tujuh Perawan

Tumbal Tujuh Perawan

Status: sedang berlangsung
Genre:Horor / Iblis / Tumbal
Popularitas:50k
Nilai: 5
Nama Author: novita jungkook

Setiap tahun selalu saja para pembantu yang masih perawan akan meninggal dunia, namun mereka tidak ada yang sadar dengan hal itu

Hingga akhir nya Dila datang ke rumah itu untuk mencari tahu tentang keberadaan sang adik yang hilang entah ke mana, dan tempat terakhir dia kerja adalah rumah keluarga Susanto.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon novita jungkook, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 14. Mimpi buruk

''Kak Dina seperti menyembunyikan sesuatu dan aku takut bila dia melakukan hal yang sama seperti ayah.'' Aura berkata kepada Vera.

''Soal itu Kakak juga kepikiran namun sampai saat ini kita masih belum punya bukti.'' Vera menjawab pelan.

''Kita harus bagaimana bila ternyata Kak Dina memang memiliki pesugihan seperti itu?'' Aura sudah cemas memikirkan nasib sang kakak.

Vera menggeleng karena kali ini dia tidak ingin terlalu ikut campur dalam langkah hidup yang telah Dina ambil, dulu dia bekerja keras untuk mengungkap pesugihan milik ayah mereka karena dirinya sudah tidak sanggup menanggung kesedihan atas kematian dari ibu kandung serta ibu tiri nya kala itu.

Jadi memang Vera yang mengungkap tentang pesugihan milik ayah mereka dan ternyata itu sangat ditentang keras oleh Dina, Entah kenapa Dina malah terjebak dalam pesugihan seperti ini sehingga membuat Fera kebingungan dan dia juga tidak tahu harus bagaimana untuk mengambil tindakan yang tepat agar Dina menyadari bahwa itu adalah perbuatan salah.

Vera justru takut bila ternyata yang mengajak pesugihan itu adalah Susanto, suami dari Dina sendiri sehingga pasti Dina tidak akan bisa menolak karena itu adalah pilihan yang sangat berat. sebab dalam hubungan ini dia hanya seorang kakak dan tidak memiliki kekuasaan penuh untuk mengatur hidup Dina sebaik mungkin.

Suami Dina yang memiliki kuasa penuh atas hidup wanita itu sehingga Vera tidak boleh terlalu ikut campur dan bila memang nanti dia membutuhkan bantuan maka baru Vera boleh menolong, kalau untuk sekarang Maka jalan yang terbaik adalah tetap diam dan tidak usah ikut campur lagi dalam urusan tersebut agar tetap aman.

Aura yang merasa gelisah karena dia tidak mau bila nanti Dina mengalami hal buruk di depan mata dia sendiri seperti kejadian di masa lalu, jadi dia memang berusaha keras untuk menghalau dan bila memang bisa akan mengajak Dina kembali ke jalan yang benar agar tidak ada persekutuan dengan para iblis.

''Tadi ada kejadian yang tidak enak, pembantu rumah Kak Dina memiliki banyak alat tes kehamilan di dalam lemari.'' Aura kembali bercerita.

''Ha! nanti pas ada sangkut paut pula dengan Susanto.'' Vera sudah berpikir ke arah sana.

''Entah sangkut paut apa tapi yang jelas Mereka terlihat sangat kaget dan seolah ada sesuatu.'' Aura berkata dengan sangat yakin.

''Ya allah, sebenarnya Kenapa rumah tangga Dina ini dan terlihat begitu rumit sekali.'' Vera berkata pelan karena dia tahu bahwa Dina sulit sekali untuk mengandung.

''Kak Dina kan sulit punya anak ya, Apa mungkin Mas Susanto selingkuh dengan Lisa itu?'' tanya Aura pula.

Vera hanya diam saja karena sejak tadi dia sudah berusaha menepis pikiran itu Namun ternyata malah adik bungsu dia mengeluarkan pemikiran yang serupa, Jujur saja dia juga ikut cemas namun mau bagaimana lagi karena kembali bahwa dia hanya seorang kakak yang tidak bisa terlalu ikut campur dalam urusan rumah tangga sang adik.

''Dina juga sangat tertutup dan aku bingung terkadang dengan dia, seolah aku memiliki kesalahan yang begitu besar.'' ucap Vera.

''Dia itu tidak terima karena pesugihan yang ayah kalian anut telah terbongkar dan sekarang dia justru harus memulai dari awal lagi.'' Matteo ikut berbicara dengan mereka.

''Aku membongkar itu semua dengan tujuan baik karena selama ini sudah begitu banyak tumbal yang Ayah makan.'' jawab Vera.

''Ya kan niat kita belum tentu bisa diterima dengan baik juga oleh orang lain, Begitu juga dengan Dina karena aku sangat yakin bahwa dia masih ingin menikmati harta itu.'' jelas Matteo kepada sang istri.

Memang kalau dipikir ulang maka mereka sama sekali tidak pernah bisa berbicara baik setelah kejadian yang berhasil mereka ungkap beberapa tahun yang lalu, Dina seolah memiliki jarak tertentu sehingga Vera juga bingung harus mendekati dengan cara apalagi agar hubungan mereka ini bisa tetap baik-baik saja tanpa ada kerenggangan walau hanya sedikit saja.

...****************...

Dina tersentak bangun ketika dia merasakan tubuh ini basah oleh sesuatu dan dia menatap sekitar dengan seksama, lagi dan Lagi dirinya menyadari bahwa sekarang ada di alam mimpi yang berulang kali datang kepada dia selama beberapa tahun belakangan ini, mimpi yang tidak pernah bisa lepas dari tidur wanita cantik itu.

''Dinaaaaaa....

Suara yang selalu saja sama dan menyebut nama dia berulang kali ketika dirinya sudah hadir di alam mimpi ini, namun sampai sejauh ini Dina tidak pernah melihat rupa dari orang yang telah memanggil namanya itu, hanya kegelapan dan Dina juga menyadari bahwa air yang telah membasahi tubuh dia berwarna merah darah.

''Siapa kau ini sebenarnya?!'' Dina berteriak keras karena dia sangat ingin melihat wajah orang tersebut.

''Dinaaaaaa... reneo karo aku.'' Panggil suara itu kembali.

''Tunjukan wajahmu sekarang kepada diriku!'' teriak Dina sambil menatap ke sana kemari.

''Dinaaaaaa....

''Kau pengecut yang tidak tahu malu dan hanya bisa membawa aku masuk ke alam ini saja!'' Dina kembali berteriak keras.

Suasana terasa menakutkan dan bila sudah seperti ini ingin rasanya Dina menjerit dan menangis karena tidak ada yang bisa membantu dia untuk keluar dari dalam alam mimpi itu, hanya dirinya sendiri dan bila sudah terbangun maka Dina akan merasa begitu lega.

Namun untuk bisa keluar dari alam mimpi ini juga membutuhkan perjuangan yang begitu berat sekali, tidak bisa dia bersikap sesuka hati dan terkadang harus menangis serta Meraung, ini bukan hanya sekali dua kali namun seringkali datang sehingga membuat Dina terkadang merasa takut untuk memejamkan mata walau hanya sebentar saja.

Selamat siang, jangan lupa like dan komentar nya ya.

1
Eli Rahma
lanjuut
Nengsih Irawati
Semangat 🥰 lanjut
Raffaza Direzky87
itu kenapa congornya susanto ikut² an ngebacot, nglempar keslahan pada orang lain, panggil mba pur aja... biar ada titik terang nya
putri wahyu
pagi menjelang siang Bess..
knp Bu Yuni asal tuduh aja padahal ga ada bukti😒 jln satu2nya datangkan purnama sang ratu ular👍
putri wahyu
segitu banyaknya orang ga ada yg kepikiran buat cari di hutan😒
Raffaza Direzky87
jadi kasian sama rudi, gak tau apa² malah kena tuduh, Sania juga ngapain ikut² an ngomong ikut campur sama perdebatan orangtua
Raffaza Direzky87
eehh takutnya malah rudi yg di jadikan tersangka sama bu yuni nanti
Apriyanti
andai saja mayat nya ana purnamayg menemukan pasti purnama tau tangan siapa yg telah membunuh ana
Sri Devi
kasihan Ana baru muncul langsung jadi tumbal
Ayuk Witanto
jadi saling tuduh
FiaNasa
malah gak karuan
Heni Mulyani
lanjut
Eli Rahma
ihhh malah pada saling tuduh..ruwettt...
Heni Mulyani
lanjut author
ismi
bu yuni bakal nyesel karena tlah menuduh rudi,padahal ana mati karena dibuat tumbal oleh susanto dan dina
vania larasati
lanjut kak
Noona Han
hais malah pdaribut menuduh rudi
Kristiana Subekti
Sania malah bikin suasana jadi makin runyam aja😤😤
Kristiana Subekti
waduh si Rudi jd tersangka nih,,,,, padahal dia g tau apa-apa
Yeyet Rohaeti
kasihan rudi di jadikan kambing hitam,klu ana udah di ketemu kan meninggal.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!