NovelToon NovelToon
Putri Asli Yang Tak Pernah Dipilih

Putri Asli Yang Tak Pernah Dipilih

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas dendam dan Kelahiran Kembali / Putri asli/palsu / Keluarga & Kasih Sayang
Popularitas:10.3k
Nilai: 5
Nama Author: INeeTha

"Saat ayahku memilih menyelamatkan putri kesayangannya, dia mengorbankanku tanpa ragu."

Savira Dharma menghabiskan seluruh hidupnya mengejar sesuatu yang tidak pernah ia miliki: pengakuan dari ayahnya.

Sebagai putri kandung keluarga Dharma, ia belajar lebih keras, bekerja lebih lama, dan mengorbankan masa mudanya demi membuktikan bahwa dirinya layak dicintai. Namun ketika skandal penggelapan dana mengguncang Dharma Group, Savira dijadikan kambing hitam untuk melindungi keluarga yang selama ini ia bela.

Ditinggalkan sendirian di tengah hujan fitnah, ayahnya memilih diam.

Malam itu, Savira melompat dari puncak gedung perusahaan yang telah merenggut seluruh hidupnya.

Namun kematian bukanlah akhir.

Saat membuka mata, ia kembali menjadi gadis tujuh belas tahun—tujuh tahun sebelum semua pengkhianatan itu terjadi.

Kali ini, Savira tidak akan mengemis cinta.

Ia tidak akan mengorbankan dirinya demi keluarga yang tak pernah memilihnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon INeeTha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

25. Bidan Kartika

Pintu kayu lapuk sebuah gubuk terpencil berderit pelan saat Savira mengetuknya di bawah rintik hujan.

Hawa dingin merayap naik melalui sol sepatu ketsnya yang basah kuyup. Aroma tanah basah bercampur dengan wangi melati samar dari balik kerah jaket hitamnya.

Ia mengetuk sekali lagi dengan ketukan yang jauh lebih keras.

"Siapa di luar?" Suara serak dan bergetar terdengar dari dalam gubuk.

"Pasien lama Anda," jawab Savira datar menembus suara gemuruh hujan. "Tujuh belas tahun yang lalu, Bidan Kartika."

Pintu bergeser terbuka beberapa sentimeter. Wajah keriput seorang wanita paruh baya mengintip dengan sorot mata liar dan ketakutan.

"Siapa kamu?" Suara wanita itu bergetar parah, nyaris tenggelam oleh suara badai di atas kepala mereka.

"Saya tahu persis apa yang Anda lakukan malam itu." Savira menatap langsung ke dalam mata wanita itu tanpa berkedip.

Kartika tersentak hebat. Napasnya terputus seketika. Wanita tua itu segera mendorong pintu untuk menutupnya rapat-rapat.

Savira bertindak lebih cepat. Ia mengganjal celah pintu menggunakan ujung sepatu ketsnya dengan tenaga penuh.

"Pergi dari sini!" Ratapan Kartika terdengar memilukan dari balik celah pintu. "Mereka akan membunuhku! Mereka berjanji akan menghabisiku jika aku buka suara!"

Savira mendorong pintu kayu itu hingga terbuka lebar. Ia memaksa langkahnya masuk ke dalam gubuk yang gelap dan pengap.

Ruangan sempit ini berbau apak dan dipenuhi feromon yang menguar dari ketakutan. Kartika mundur terhuyung hingga punggungnya membentur dinding anyaman bambu.

"Nyonya Dharma mengancam Anda malam itu." Savira tidak bertanya, ia menyatakan sebuah fakta dingin.

Kartika menutup kedua telinganya dengan telapak tangan yang gemetar. Air mata mulai membasahi pipinya yang keriput.

"Wanita iblis itu datang membawa algojo bayaran." Kartika terisak parah, menyerah pada teror masa lalunya. "Dia memaksa saya menukar gelang nama bayinya dengan bayimu."

Dada Savira bergemuruh sangat keras. Kepastian dari bibir saksi hidup ini bekerja layaknya belati berkarat yang menusuk lambungnya.

"Dia bilang bayinya harus menjadi pewaris utama keluarga Dharma," lanjut Kartika dengan napas tersengal. "Jika saya menolak, mayat saya akan dibuang ke dasar laut malam itu juga."

Savira menggigit bagian dalam pipinya hingga mengecap rasa anyir darah. Keringat dingin merembes dari tengkuknya, membasahi ujung rambutnya yang lengket.

Selama tujuh belas tahun, ia menyiksa dirinya sendiri. Ia mengemis secuil senyum dari Wijaya Dharma, merasa dirinya cacat dan tidak pantas dicintai.

Kenyataannya, ia dibuang ke dalam neraka pengabaian murni karena keserakahan ibu tirinya yang memanipulasi identitas aslinya. Hak hidupnya dirampok bahkan sebelum ia bisa membuka mata.

"Ke mana dokumen registrasi aslinya Anda sembunyikan?" Savira memangkas jarak di antara mereka. Matanya menyala buas di tengah kegelapan gubuk.

Kartika menggeleng panik. "Aku tidak menyimpannya di sini. Terlalu berbahaya. Tolong tinggalkan aku sendiri."

"Mereka akan terus memburumu, Kartika." Nada suara Savira merendah, mendesis seperti bisa ular. "Wijaya Dharma tidak pernah membiarkan saksi hidup bernapas tenang."

Tubuh Kartika merosot lemas ke atas lantai tanah yang dingin. Keputusasaan menelan wanita tua itu bulat-bulat.

"Aku tidak bisa mengambilnya malam ini," bisik Kartika parau. "Dokumen itu ada di tangan kerabatku di seberang kota."

Savira menekan rahangnya kuat-kuat. Otak jeniusnya mulai menyusun ulang jadwal eksekusi di kepalanya dengan kecepatan mesin.

"Berikan saya alamat lengkapnya," tuntut Savira tanpa membuang waktu.

Kartika menyebutkan sebuah nama jalan yang kumuh dengan suara bergetar. Savira merekam informasi rahasia itu secara permanen di dalam ingatannya.

"Besok pagi aku memiliki panggung akademik yang harus aku rebut di universitas." Savira menjatuhkan titahnya tanpa ruang bantahan. "Aku akan membuktikan bahwa aku tidak butuh nama Dharma untuk berdiri di puncak."

Gadis itu merogoh saku jaketnya, mencengkeram jepit rambut melati patah miliknya. Rasa sakit fisik menekan emosinya agar tetap stabil dan tidak meledak.

"Setelah acara itu selesai, aku akan menyita dokumen tersebut dari tangan kerabatmu." Savira menatap Kartika tajam. "Kunci pintu ini rapat-rapat dan jangan bersuara."

Gadis itu memutar tubuhnya untuk pergi. Ia melangkah mendekati jendela kaca buram yang dipenuhi noda lumpur.

Napas Savira mendadak tertahan di kerongkongan.

Matanya memicing tajam menembus tirai hujan di luar sana. Insting pertahanannya berteriak memperingatkan bahaya yang mendekat.

Dari balik kaca jendela gubuk, Savira menangkap sorot lampu sebuah mobil hitam misterius yang terparkir di kejauhan.

1
sukensri hardiati
itu kalau permen strawberry terus dikonsumsi....mk begitu wijaya tumbang...maka kamu juga bisa tumbang kena diabet
Sulati Cus
adu kekuatan sm bokap yg kental kelicikan ternyata g ada seujung kuku nya, terlalu dini pgn balas dendam mlh hancur sendiri
gina altira
makin rumit pertarungannya
tutiana
luar biasa
gina altira
Sosiopat itu sangat mengerikan
sukensri hardiati
hadeeeh savira....ganti permen straberimu dengan camilan sehat....otak geniusmu jadi lengket nanti...
gina altira
jgn" Savira yg akan jadi tumbal
gina altira
kuat Savira,, jgn menyerah
nur
ngeselin bpkmu vir
Pawon Ana
terus terang sampai sini perkembangan karakter Savira agak lambat, yng aku pahami Savira ini masih terbelenggu dengan trauma dimasa kehidupan sebelumnya, dia belum bisa benar2 lepas, egonya yang merasa mampu sendiri masih tinggi...🤦
Pawon Ana
ih itu otak Savira kok tidak ngebul ya....aktif terus tidak berhenti...🤦
Wega Luna
sebenarnya ceritanya bagus entah kenapa musuh lebih kuat dari para MC,panik panik panik sedang musuh hanya dengan diam tapi bisa melihat segala nya, ,dan sekarang Savira ditanya siapa pelakunya, Savira hanya menambah luka, jika tidak dicintai buat hatimu menjadi tembok besar, jangan sampai menambah luka, dengar berita ini langsung sakit hati,aku dulu juga gitu dengan orang tua ku,aku memilih cuek dan tidak memasukkan ke hati,, sampai bab ini aku belum bisa bangga dengan savira
Pawon Ana
berhadapan dengan sumber trauma terkadang memang menguras kewarasan mental 💪✌️
Cty Badria
ya hancurkan
Pawon Ana
ayo aku menunggu aksi duo genius selanjutnya 💪
kymlove...
mari🫡
watno antonio
lanjut thor
sukensri hardiati
tolong masukkan cerita ini ke perpus on going dong....biar gampang nyarinya ...
sukensri hardiati
aduuuhh...klo boleh menyayangkan awal yg tragis...bunuh diri...nggak cocok untuk gadis kuat yg merupakan tokoh utama cerita...
nur
msok cpet banget ketahuan km vir
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!