NovelToon NovelToon
Suamiku Spesial

Suamiku Spesial

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikah Kontrak / Fantasi / Perjodohan
Popularitas:2.4k
Nilai: 5
Nama Author: gigiwww

Liora terpaksa menandatangani perjanjian pranikah dan dinikahkan dengan Alexander, seorang pria berkebutuhan khusus yang diasingkan keluarganya di sebuah desa terpencil. Ia pun pergi ke desa itu untuk merawat suaminya yang asing baginya. Namun, semakin lama merawat Alex, Liora mulai menyadari ada keanehan dan ketakutan dari warga sekitar terhadap pria itu. Ia pun curiga, jangan-jangan Alex tidak seperti yang terlihat. Di balik keterbatasannya, Alex ternyata menyimpan rahasia besar yang menjadi alasan keluarganya membuangnya. Liora kini harus mengungkap kebenaran di balik pengasingan suaminya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon gigiwww, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 28: Salah Minum

Suasana syukuran pertanian semakin meriah. Musik tradisional mengalun dengan riang, dan para penari terus menampilkan tarian yang memukau. Anak-anak berlarian di antara tikar-tikar yang digelar, sementara para orang tua duduk santai sambil mengobrol.

Alex masih asyik menonton panggung, matanya berbinar setiap kali ada gerakan tarian yang baru. Liora duduk di sampingnya, tetapi pikirannya tidak sepenuhnya ada di sana. Matanya sesekali melirik ke arah pohon besar di sudut lapangan, tempat pria berbaju hitam itu sebelumnya berdiri.

Namun, pria itu sudah tidak ada lagi. Ia menghilang di antara kerumunan, seolah tidak pernah ada.

Liora menghela napas, mencoba membuang pikiran itu. Mungkin ia terlalu banyak berpikir. Mungkin pria itu hanya pejabat desa atau tamu undangan biasa. Ia mencoba menikmati acara, tetapi pikirannya tetap gelisah.

Di dekat mereka, ada sebuah meja panjang yang dipenuhi berbagai minuman dan makanan. Ada air putih, teh, jus buah, dan beberapa botol berisi cairan berwarna merah dan kuning. Liora merasa tenggorokannya kering. Ia berjalan ke meja itu dan mengambil sebuah gelas berisi cairan berwarna merah.

Tanpa pikir panjang, ia meneguk minuman itu.

Rasanya sedikit manis, tetapi ada sensasi aneh yang terasa di tenggorokannya. Liora mengernyit. Ia menatap gelas itu, lalu melihat ke arah botol yang ia ambil.

Di botol itu, tertulis label kecil yang tidak ia perhatikan sebelumnya: "Wine Anggur Lokal - Kadar Alkohol Rendah".

Liora membelalak. Ia tidak sengaja meminum wine. Ia mengira itu adalah jus anggur biasa.

Namun, ia sudah meneguknya. Dan perlahan, efek dari minuman itu mulai terasa.

Kepala Liora terasa sedikit ringan. Pandangannya mulai sedikit kabur, dan tubuhnya terasa hangat. Ia berjalan kembali ke tempat duduknya, tetapi langkahnya terasa sedikit tidak stabil.

Alex melihat Liora yang mulai terlihat berbeda. "Liora, kenapa wajah Liora merah?"

Liora tersenyum, tetapi senyumannya sedikit canggung. "Tidak apa-apa, Alex. Liora hanya... sedikit pusing."

Alex mengerutkan kening. "Liora minum apa?"

"Aku minum... yang merah. Aku kira itu jus anggur," jawab Liora, suaranya mulai sedikit tidak jelas.

Alex menatap Liora dengan tatapan aneh. Ia melihat wajah Liora yang mulai merah, matanya yang mulai sayu, dan gerakannya yang mulai tidak terkontrol.

"Liora, Liora mabuk," kata Alex pelan.

Liora menggeleng. "Tidak... tidak mungkin. Hanya sedikit... hanya segelas..."

Namun, kata-katanya sudah mulai tidak jelas. Ia bergumam tentang sesuatu yang tidak dimengerti Alex. Tubuhnya mulai oleng, dan kepalanya terasa semakin berat.

Alex segera bangkit. "Liora, kita harus pulang."

Liora mencoba berdiri, tetapi kakinya tidak kuat. Ia hampir jatuh, tetapi Alex segera menangkap lengannya.

"Alex... Liora pusing," gumam Liora.

Alex menatap Liora dengan tatapan yang tidak bisa diartikan. Ia tahu bahwa Liora tidak bisa lagi berjalan dengan stabil. Dan ia juga tahu bahwa mereka harus segera keluar dari tempat ini.

Dengan cepat, Alex membawa Liora keluar dari kerumunan. Rama yang melihat mereka, segera mendekat.

"Ada apa, Tuan Alex? Nona Liora kenapa?" tanya Rama dengan cemas.

"Liora salah minum wine, Rama. Aku harus membawanya pulang," kata Alex, suaranya terdengar lebih dewasa dari biasanya.

Rama mengangguk. "Saya akan menemani kalian."

"Tidak perlu, Rama. Ada yang akan menjemput kami. Tolong sampaikan maaf kepada panitia bahwa kami harus pulang lebih awal," kata Alex.

Rama menatap Alex sebentar, lalu mengangguk. "Baik, Tuan. Hati-hati."

Alex membawa Liora keluar dari lapangan. Liora berjalan dengan langkah yang tidak stabil, kepalanya bersandar di bahu Alex. Napasnya sedikit cepat, dan wajahnya semakin merah.

"Alex... Liora minta maaf," gumam Liora.

"Tidak apa-apa, Liora. Alex akan membawa Liora pulang," jawab Alex.

Mereka berjalan menyusuri jalan desa yang mulai sepi. Di ujung jalan, sebuah mobil hitam sudah menunggu. Alex membuka pintu mobil, dan dengan hati-hati membimbing Liora untuk duduk di kursi penumpang.

Di dalam mobil, Rian sudah bersiap. "Tuan, saya sudah siap."

"Bawa kami pulang, Rian," perintah Alex.

Mobil melaju meninggalkan desa. Di dalam mobil, Liora sudah tertidur, kepalanya bersandar di jendela. Napasnya masih sedikit cepat, tetapi wajahnya mulai tenang.

Alex menatap Liora yang tertidur. Ia melihat wajah Liora yang masih merah, rambutnya yang sedikit berantakan, dan napasnya yang masih sesekali tersengal.

"Liora yang bodoh," bisik Alex, tetapi suaranya tidak keras. "Kenapa kau tidak membaca labelnya?"

Tapi di balik kata-katanya, ada sedikit kekhawatiran yang tidak bisa ia sembunyikan.

Sesampainya di rumah, Alex membawa Liora keluar dari mobil. Rian membawanya dengan gaya bridal carry, menaiki tangga, dan membawanya ke kamar tidur.

Alex menurunkan Liora di atas tempat tidur, lalu menutupinya dengan selimut. Liora menggumam sesuatu, tetapi tidak bangun.

"Tuan, apa ada yang bisa saya bantu?" tanya Rian dari pintu.

"Tidak. Kau bisa kembali. Besok pagi, aku akan menghubungimu," jawab Alex.

Rian mengangguk lalu pergi. Alex menatap Liora yang masih tertidur, dengan wajahnya yang masih sedikit merah.

Ia duduk di kursi di samping tempat tidur, menatap Liora untuk waktu yang lama. Matanya yang biasanya polos, kini berubah menjadi tatapan yang dalam.

"Kau benar-benar membuatku khawatir, Liora," bisiknya.

Malam itu, Alex tidak meninggalkan kamar Liora. Ia duduk di sampingnya, memastikan Liora tidak muntah atau tersedak.

1
Ilfa Yarni
oooo jadi gitu tp syukurlah udah ga ada rahasia lg diantara mereka dan jg bisa bersikap sebagaimana mestinya dan skr kalian bisa menghadapi masalah bersama2
Ilfa Yarni
aku jg penasaran bukan km saja liora
wulaniii
gais like dan komen kalo bisa tonton yah biar dapet komisi 🤣
Alia Chans
Hadir Thor, penasaran banget ama lanjutan nya ...🤭🤭

saling support sabi kali😉
Muhajir Al musyaffa
halo kak aku punya karya loh mampir yu kak😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!