NovelToon NovelToon
MENANTU YANG TAK DIINGINKAN

MENANTU YANG TAK DIINGINKAN

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Rumah Tangga
Popularitas:3.8k
Nilai: 5
Nama Author: Nuna_Pena

Alena menikah dengan Hendra meski tak direstui keluarganya karena dianggap miskin. Selama lima tahun ia dihina, dianggap mandul, dan hanya diberi satu juta rupiah sebulan untuk kebutuhan rumah. Saat Alena mulai berusaha bangkit, tekanan ibu mertua membuat Hendra akhirnya berselingkuh. Alena memilih bertahan, hingga ia menemukan jalan untuk membuktikan dirinya dan membalas semua perlakuan yang menyakitkan itu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nuna_Pena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

SENJATA MAKAN TUAN

setelah Beberapa hari berlalu. Alena sudah pulang dari rumah sakit. orang tua Bima sangat baik hati, mereka sudah menyewakan sebuah rumah kecil yang rapi dan bersih untuk Alena tinggal selama satu tahun penuh.

"Anggap saja ini bantuan kami sampai kamu bisa berdiri sendiri ya Alena," kata Ibu Ratna lembut saat mengantar Alena ke rumah barunya. "Jangan sungkan-sungkan kalau butuh apa‑apa."

Alena berkali‑kali mengucapkan terima kasih, hatinya terasa sangat hangat karena akhirnya ada orang yang benar‑benar memperlakukannya seperti manusia.

Setelah beberapa,Alena keluar untuk membeli kebutuhan sehari‑hari dan perlengkapan dapur dan juga bahan makanan. Ia memilih barang‑barang yang ia butuhkan,Alena tak menyangka sama sekali akan bertemu dengan orang yang paling tidak ingin ia temui saat ini.

Siska berdiri tak jauh dari rak bumbu, dan begitu melihat Alena, matanya langsung menyipit tajam. Alena melihatnya, ia segera memalingkan wajah dan berniat menghindar, berjalan membelok ke arah lain. Namun Siska ternyata tidak membiarkannya pergi begitu saja. Ia berjalan cepat dan menghadang langkah Alena.

"Mau ke mana kamu buru buru begitu? Seperti orang melihat rentenir saja," ucap Siska dengan nada sinis.

Alena menghela napas panjang, mencoba tetap tenang. "Saya tidak lari. Saya hanya sedang berbelanja, tolong minggir."

"Belanja? emang kamu punya uang untuk di pakai belanja? lagian belanja apaan, Belanja malu mungkin?" Siska tertawa kecil, suaranya sengaja diperdengarkan agar orang lain menoleh. "Kamu ini memang hebat sekali ya Alena! Dulu kelihatan penurut, siapa sangka begitu pergi malah berani cari pria lain dan hamil diam‑diam!"

Alena menatapnya dingin. "Siska, saya tidak mencari masalah denganmu. Tolong jangan buat keributan di sini."

"Ah, takut? Kamu baru tahu takut sekarang? Padahal dulu kamu berani sekali menampar suamiku!" Siska semakin mendekat, suaranya meninggi. "Jangan pikir karena kamu punya pelindung baru, kamu bisa semena‑mena!"

Alena mencoba melangkah pergi, tapi Siska langsung menahan lengan bajunya dengan kuat.

"Tunggu dulu! Kita belum selesai bicara!"

"Jangan pegang‑pegang saya!" tegur Alena berusaha melepaskan diri.

Saat itu pula, dari arah pintu masuk warung terlihat Bu Sari datang berjalan masuk. Siska yang melihatnya langsung mengubah ekspresi wajahnya. Dengan cepat, ia menarik tangan Alena lalu menjatuhkan dirinya sendiri ke samping dengan paksa seolah‑olah Alena yang mendorongnya jatuh.

"Aduh! Sakit!" seru Siska keras sambil meringis kesakitan.

Bu Sari yang baru saja masuk langsung melihat kejadian itu. Wajahnya seketika berubah marah besar. Ia bergegas menghampiri mereka.

"Apa yang terjadi di sini?!" seru Bu Sari sambil menatap tajam ke arah Alena. "Alena! Kamu ini apa‑apa sih! Selalu saja membuat masalah! Kenapa kamu mendorong Siska sampai jatuh begitu?!"

"Ibu jangan salah paham dulu!" Alena segera membela diri, suaranya tenang namun tegas.

"Saya tidak mendorongnya! Siska sendiri yang menarik tangan saya lalu menjatuhkan tubuhnya sendiri!"

"bohong! Saya lihat sendiri tadi!"

potong Bu Sari ketus. Ia tidak mendengarkan penjelasan Alena sedikit pun. Bu Sari berlutut membantu Siska bangun, lalu menatap tajam kembali ke arah Alena.

"Kamu ini memang tidak pernah berubah! Selalu saja berbuat kasar! Padahal tadi saya mau minta maaf atas semua kesalahan Hendra dan kesalahan saya!"

Alena terbelalak tak percaya mendengar itu. "Minta maaf? Kalau benar Ibu mau minta maaf, kenapa Ibu langsung menuduh saya tanpa bertanya dulu?"

"Karena kenyataannya ada di depan mata saya!" bentak Bu Sari. Tanpa pikir panjang, tangan Bu Sari bergerak cepat—

"Plak!!! "

Sebuah tamparan mendarat di pipi Alena.

"Kamu ini wanita yang tidak tahu diuntung! Sudah diberikan kebaikan malah menyakiti orang lain!" makinya kasar.

Siska yang berdiri di samping Bu Sari menyembunyikan senyum kemenangan di balik tangannya. Matanya berbinar puas melihat Alena kembali disakiti.

Alena menatap Bu Sari dengan mata berkaca‑kaca, namun kali ini air matanya tidak jatuh. Ia menarik napas panjang, lalu perlahan melangkah maju mendekati Siska.

"Alena, apa yang mau kamu lakukan?!" tanya Bu Sari waspada.

Alena tidak menjawab. Tangan kanannya terangkat—

"Plak!"

Kali ini tamparan itu mendarat pas di pipi Siska, begitu keras hingga kepala Siska terayun ke samping.

"Kamu!" Siska memegang pipinya yang mulai memerah, matanya melotot tak percaya.

Belum sempat Siska berteriak, Alena kembali mendorong bahu Siska hingga wanita itu mundur terhuyung.

"Alena! Berhenti! Apa‑apa kamu ini!" seru Bu Sari kaget luar biasa, ia maju hendak melerai.

Alena berbalik menatap Bu Sari dengan tatapan yang tajam dan tenang sekaligus.

"Ibu bertanya apa yang saya lakukan?" tanya Alena pelan namun terdengar jelas sekali.

"Saya hanya melakukan apa yang Siska tuduhkan."

"Maksudmu apa?" Bu Sari mengernyitkan dahi bingung.

"Daripada saya terus dituduh melakukan hal yang tidak saya lakukan, lebih baik saya membuatnya menjadi kenyataan saja," jawab Alena mantap. "Siska bilang saya mendorongnya, dia bilang saya menyakitinya... Kalau begitu kenapa tidak saya lakukan saja? Biar tidak ada tuduhan yang tidak pada tempatnya."

Siska masih memegang pipinya, wajahnya memerah menahan marah dan kaget. "Kamu... kamu berani sekali!"

"Kenapa nggak berani? Bukankah tadi kamu bilang saya sudah melakukannya padamu?" balas Alena tenang.

"Kalau sudah begitu, sekarang baru benar‑benar saya lakukan. Apa bedanya?"

Bu Sari berdiri terpaku di antara mereka, matanya beralih dari wajah Alena yang tegas ke wajah Siska yang kini terlihat gelisah. Perlahan, kesadaran mulai menyelinap di pikirannya. Ia melihat bagaimana Siska tadi berusaha menyembunyikan senyum saat Alena ditampar, dan sekarang wajah Siska penuh amarah bukan karena sakit, tapi karena rencananya tidak berjalan sempurna.

"Jadi..." Bu Sari menatap Siska perlahan. "Jadi selama ini kamu yang berbuat segala macam hal lalu menuduh Alena yang melakukannya?"

Siska menegakkan tubuhnya kembali, berusaha terlihat biasa saja. "Ibu ini bilang apa sih? Saya tidak mengerti! Alena yang mulai duluan!"

"Cukup Siska!" potong Alena. "Jangan berpura‑pura lagi. Ibu sendiri sudah melihat semuanya."

Alena tidak menunggu jawaban lagi. Ia mengambil barang‑barang yang sudah ia ambil tadi, lalu berjalan pergi meninggalkan mereka berdua.

"Kamu pergi saja! Jangan harap kami akan memaafkanmu!" teriak Siska di belakangnya, tapi suaranya terdengar kurang berani dibanding sebelumnya.

Alena tidak menoleh sedikit pun. Ia terus melangkah pergi dengan kepala tegak. Di belakangnya, Bu Sari masih berdiri mematung penuh pertanyaan yang kini mulai menemukan jawabannya, menatap Siska dengan tatapan yang perlahan berubah menjadi curiga.

BANTU LIKE DAN KOMENT TEMAN2

 

1
Thewie
jangan keluarkan airmatamu buat suami keparat itu ya alena
Thewie
terlalu lemah kau Alena. jadi agak gak suka lihat otor🤣🤣
Thewie
kapan Alena bahagia thorrrrr...
Nuna_Pena: ditunggu aja ya hehe,
total 1 replies
Thewie
5 tahun Alena... salut buatmu hidup dengan caci maki keluarga mertua .. luarbiasa kamu Alena..
Nuna_Pena: sprti diriku 7 tahun lbih bertahan dn sekarang menjauh dulu dri mereka😌😌😌.. hehe ngemeng2 makasi sudah mampir
total 1 replies
Himna Mohamad
lanjut kk
Cha Libra
jngan biarkan s alena d tindas mlu thour scpetnya cerai..semoga ja ada karma buat keluarga dajjal
Nuna_Pena: 😁😁😁... sabar sayang...
total 1 replies
Cha Libra
thour klo bsa hruf kapitalnya yg biasa ja jdi enak bacanya..
Nuna_Pena: makasi sudah mampir, nanti saya buat huruf biasa aja
total 1 replies
..
keren!
..
Hai kak, semangat yah. aku sudah bom like karya kamu. jangan lupa like balik karya aku juga yah. mari saling dukung!
Himna Mohamad
lanjut
..
semangat, kak. jangan lupa like balik dan saling dukung yah💪💪💪
SRIANA
👍👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!