NovelToon NovelToon
KEY

KEY

Status: sedang berlangsung
Genre:Epik Petualangan / Anak Genius / Mengubah Takdir
Popularitas:360
Nilai: 5
Nama Author: DAN DM

AKU ADALAH KEY.
AKU HIDUP BERSAMA TUKANG KAYU DARI PENJAG KUIL

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DAN DM, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

pagi dengan senyum

Pagi yang cerah. Embun masih menetes di ujung daun, dan udara pagi di dalam kompleks terasa sangat segar dan dingin.

Deon Key sedang duduk bersila di atas batu zamrud besar di halaman tengah. Ia memejamkan mata, menikmati heningnya pagi sambil mengatur napas. Kakek Genpo pun tidak kalah sibuk, sedang menyapu-nyapu halaman gubuk dengan semangat, bersiap untuk sarapan pagi.

 

Tiba-tiba...

Angin berhembus kencang dari arah pohon Beringin raksasa yang ada di gerbang utama. Daun-daun pohon itu berdesir keras seolah berbicara.

SUARRRR!!!

Dari tengah kabut tipis, muncul dua sosok cahaya yang sangat samar namun memancarkan wibawa luar biasa.

 

Aku tidak membuka mata, tapi aku bisa merasakan kehadiran yang sangat kuat di hadapanku.

Sosok itu berwujud laki-laki tua tinggi besar, jenggotnya panjang seperti akar pohon, dan matanya berkilat seperti permata hijau. Ia memegang sebuah tongkat kayu yang sangat indah.

"Anak muda... Kuncinya..." suara itu bergema langsung di dalam kepalaku.

"Kau telah membangunkan rumah kami. Kau telah menjaga keseimbangan. Sebagai tanda terima kasih, terimalah warisan ini."

Tiba-tiba, sosok tua itu mengayunkan tangannya. Ribuan huruf dan simbol bergerak melayang, menembus langsung masuk ke dalam otakku!

BRUMMMM!!!

Rasa dingin dan panas menyebar ke seluruh tubuh. Informasi mengalir deras bagai air bah.

"BUKU PEDANG HUJAN BERINGIN"

"SENI BELADIRI ZAMAN Q - TINGKAT MASTER"

Aku bisa melihatnya dengan jelas! Gerakan-gerakan indah, cepat, dan mematikan. Cara membelah angin, cara menghindari serangan tanpa gerak, cara menyerang dari jarak jauh dengan energi, hingga teknik pedang satu tarikan napas.

"Terima kasih... Guru..." bisikku tak kuasa menahan haru.

Sosok itu tersenyum lebar, lalu perlahan memudar dan menghilang menjadi cahaya hijau yang menyatu dengan pohon.

 

Di sisi lain, di dekat teras gubuk...

"Aduh! Apa ini?!"

Genpo terlonjak kaget melihat sosok tua lain yang muncul tepat di hadapannya. Sosok ini lebih pendek, gagah, memakai jubah panjang, dan wajahnya sangat serius namun ramah.

"Penjaga Rumah... Genpo..."

"Tugasmu berat nak. Menjaga tempat ini bukan cuma soal kekuatan, tapi soal ketertiban dan kebersihan."

Genpo langsung menunduk hormat, jantungnya berdegup kencang. "Iya Tuan Penatua! Siap! Hamba siap menjaga!"

"Bagus. Karena kau suka bersih-bersih dan rapi, kau kami beri wewenang penuh. Patuhlah pada Kunci, dan jagalah tempat ini tetap nyaman."

Tiba-tiba, sosok itu menyerahkan sebuah benda.

Bukan pedang, bukan tongkat sakti, melainkan... SEBUAH SAPU!

Tapi sapu ini bukan sembarangan. Gagangnya terbuat dari kayu hitam mengkilap, bulu sapunya terbuat dari serat energi yang sangat halus dan ringan.

"Dengan sapu ini, kau bisa menyapu debu, menyapu angin, bahkan menyapu musuh yang datang. Gunakanlah dengan bijak."

BRAK!

Genpo langsung bersujud. "Makasih Tuan! Makasih! Sapu terbaik sedunia! Hamba janji akan pakai ini sebaik mungkin!"

Sosok penatua itu mengangguk puas, lalu lenyap ditelan udara pagi.

 

Beberapa saat kemudian.

Deon membuka matanya. Matanya kini terlihat lebih tajam dan berwibawa. Ia melompat turun dari batu dengan gerakan yang sangat ringan dan indah, seolah tubuhnya tak punya berat.

Di saat yang sama, Kakek Genpo berjalan mendekat sambil memegang sapu barunya dengan bangga, memainkannya seperti memainkan senjata raksasa.

Mereka berdua saling tatap.

 

Deon: "Kek... tadi Kakek dapat apa?"

Genpo: "Ehem... Kakek dapat WARISAN TERBAIK DI DUNIA!" jawabnya sambil mengangkat sapu itu tinggi-tinggi. "Ini namanya Sapu Naga Penyapu Langit! Dikasih langsung sama Penatua Kuil! Katanya bisa nyapu apa saja! Bahkan nyapu masalah!"

Deon menahan tawa melihat sapu itu. "Wah... keren ya Kek. Jadi sekarang Kakek resmi jadi Sultan Pembersih ya?"

"Terus kamu Deon dapat apa?" tanya Genpo balik.

Deon tersenyum misterius, lalu tiba-tiba tubuhnya berputar cepat!

WUSH! TING! WUSH!

Gerakannya secepat kilat! Bayangannya terbelah menjadi beberapa! Ia menirukan gerakan pedang yang baru saja ia dapat, membelah udara dengan indah dan mematikan. Angin berputar kencang mengikuti gerakannya!

BRUHHHH!!!

Rumput di sekitarnya tertiup rapi, batu-batu kecil pun ikut bergetar mengikuti irama tariannya.

"Saya dapat Ilmu Pedang Hujan Beringin Kek," jawab Deon santai setelah berhenti dengan pose keren. "Jadi sekarang kalau ada yang berani macam-macam, saya bisa lawan sendirian pakai tangan kosong atau pakai pedang zamrud tadi."

 

Genpo melongo, lalu tertawa terbahak-bahak sambil memukul paha sendiri.

"Hahaha! GILA! Jadi sekarang kita ini tim yang sempurna ya!"

"Betul Kek!"

Genpo menepuk-nepuk bahu Deon bangga.

- Deon: Jagoan bertarung, ahli sihir, penguasa energi!

- Kakek: Manajer kebersihan, ahli masak, dan pemegang sapu legendaris!

"Kalau ada musuh datang, Deon yang lawan pakai jurus maut. Kalau musuhnya sudah kalah dan lari, Kakek yang nyapu bekas perangnya biar halaman tetap kinclong!" celetuk Genpo.

"Hahaha! Perjanjian sah!" Deon menjabat tangan Kakeknya.

"Ya sudah, Jurus Maut dan Penyapu Langit! Ayo sarapan! Makanan sudah siap di meja!"

 

Suasana pagi itu menjadi sangat lucu dan hangat. Kini mereka bukan cuma penjaga rahasia, tapi juga duo pembela kedamaian dengan gaya yang sangat unik!

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!