Namanya Anna.. Dia anak yang polos namun tangguh, berjiwa bebas dan baik hati.. ia terlahir di sebuah gubuk sederhana di dalam hutan yang jauh dari pemukiman warga, meski hidup sederhana, ia merasa hari harinya selalu dipenuhi kebahagiaan.
Hingga sampai suatu waktu, tragedi menimpa keluarga kecilnya dengan tragis.. Ternyata ayahnya adalah seorang putra mahkota, dan Anna pun tiba tiba menjadi seorang Putri.
bisakah Anna beradaptasi di kehidupan barunya??
Lika liku percintaannya dimulai..inilah kisah Princess Anna..
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Diyah_ell, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Berjalan jalan
Anna seorang diri menaiki kereta kuda sedangkan Kaisar dan Alex menaiki kuda di kedua sisi kereta kuda Anna. Lalu para ksatria pengawal ketiganya berada di belakang mereka.
Bagi Anna ini bukanlah jalan jalan melainkan pawai, entah apa yang sebenarnya dipikirkan oleh Kaisar.. Apakah itu hanya sekedar menghibur putrinya yang sedang patah hati? seperti yang sudah di perkirakan.. Orang orang berbondong bondong berbaris di pinggir jalan.
Secara tidak langsung Kaisar mengenalkan Putri dan Putra Mahkota kepada rakyatnya, namun satu hal yang pasti.. Anna merasa bahagia karena para rakyat dari orang tua sampai anak anak terlihat sangat antusias dan gembira menyambut kedatangan keluarga kerajaan.
Anna pun tersenyum melambai lambaikan tangannya kepada orang orang.
Setelah beberapa saat terus berjalan Kaisar memelankan laju kudanya mendekati Deryl.
"Bagaimana rencananya?" bisik kaisar.
"Semuanya berjalan dengan lancar karena semua orang sedang fokus ke arah kita" jawab Deryl.
"Bagus!" Kaisar tersenyum sumringah.
Mereka terus berjalan diiringi oleh para rakyat, karena kesulitan bergerak akhirnya Kaisar memutuskan untuk kembali ke Istana.
Di sisi lain Leonard stephanos mendengar kabar tentang keluarga kerajaan yang bersenang senang sementara keadaan keluarganya masih sangat berduka, hal itu membuat Leo sangat murka.
Pranggg!!! Leo mendengar suara keras dari kamar Elisia..
"Ada apa Eli?" tanya Leo begitu sampai di kamar adiknya. Disana Eli sedang menangis karena kesulitan mengambil gelas di sampingnya. "Kemana orang yang merawatmu?"
"Aku tidak bisa bergerak Kak! Kenapa kakiku sama sekali tidak bisa digerakkan!!! Tanganku juga sakit sekali!!" teriaknya
histeris.
Leo memeluk Adiknya "Tenanglah.. Tubuhmu masih butuh istirahat, yang penting kau selamat! Kakak akan terus berada di sampingmu!!"
Disitu Elisia terus menangis keras "Huwaaa.. Ayah..Ibuu...hiks"
Melihat adiknya yang semenderita itu membuat perasaan Leonard sangat kacau.
Tiba-tiba Eli terdiam "Katanya ini semua terjadi karena Tuan Putri?" katanya.
"Siapa yang mengatakannya?"
"Semua orang disini mengatakan itu!!!"
"Penyelidikan sedang dilakukan, kita akan tahu siapa dalang yang menyebabkan kecelakaan kereta kuda"
"Tidak!! Kalau bukan karena wanita itu semua ini tidak akan terjadi kakak!!! Sadarlah!! Kakak harus balas dendam padanya!!!" teriak Elisia.
"Sudahlah Eli.. Tenangkan dulu dirimu!"
"Tidak kak! Aku akan tenang jika wanita itu merasakan penderitaan seperti kita!!"
"Ini bukan salahnya Eli.. Ini semua adalah salahku yang seenaknya mendekati Tuan Putri dan mengabaikan peringatan Ayah" ucapnya sedih.
"Balas dendam Kak!! Cepat nikahi dia dan buat hidupnya menderita di rumah ini!!!!" teriaknya lagi.
"Itu tidak mungkin Eli.. Karena kakak sudah membatalkan pertunangan dan hubungan kami sudah berakhir.."
"Dasar kakak bodoh!!! Kalau kakak tidak mau maka setelah aku sembuh aku sendiri yang akan membalasnya!!"
"Dia seorang Putri Kaisar! Jangan melakukan hal yang akan membahayakan dirimu sendiri! Beristirahatlah.. Bagi kakak kau pulih saja sudah sangat cukup!" Leo keluar meninggalkan Elisia di kamar.
"Hiks hiks aku benar benar membencinya!!!" Teriak Elisia.
Leonard bersandar di depan pintu kamar, Dadanya terasa sangat perih melihat kondisi dan mental adiknya.
"Aku semenderita ini.. Tapi kau dan keluargamu malah bersenang senang di atas penderitaan ku" gumam Leo dengan ke dua tangan mengepal.
.
Sesampainya di istana Anna kembali ke kamarnya sedangkan Alex mengikuti Kaisar ke ruang kerjanya.
"Jalan jalan macam apa ini Ayah? Kita benar hanya jalan!" protes Alex.
"Ayah tak mengira semua orang datang dan mengikuti kita sepanjang jalan, yah mau bagaimana lagi.." jawab Kaisar.
"Saya pikir ayah berniat menghibur Kakakku!"
"Apa kakakmu tidak senang?"
"Kakak tersenyum kepada orang orang yang memanggilnya sih.."
"Berarti itu cukup..Deryl! Bagaimana hasilnya?"
"Seperti perkiraan anda Baginda.. Count Angelos mengawasi tujuan kita berjalan-jalan" ucap Deryl.
"Lalu? Bagaimana dengan gudang senjatanya?"
"Selama waktu anda bepergian keluar semuanya sudah dipindahkan ke gudang senjata istana, orang orang yang saya suruh juga tidak ada yang membunuh pengawalnya, mereka hanya melumpuhkan dengan obat bius yang di semprotkan seperti yang anda perintahkan!"
"Ha ha ha.. Bagus sekali!! Sebentar lagi kita akan mendengar macan tua itu mengamuk kan? Ha ha haaa" ucap Kaisar yang kegirangan.
"Ternyata Ayah memiliki tujuan lain yaa!" ucap Alex.
"Tentu saja.. Itulah Kenapa kita melakukan hal yang merepotkan ini"
"Seharusnya beritahu saya dulu ayah, saya yang akan memimpin perampokan di kediaman count tua itu!!"
"Itulah sebabnya aku tak memberitahumu!"
.
Begitu sampai di kamarnya Anna bergegas mengganti pakaiannya dengan pakaian berpedang, lalu lanjut memakai jubah hitam yang menutupi kepala sampai ujung kakinya.
Anna mulai mengendap endap menuju pintu rahasianya, saat hendak membuka pintu tiba tiba seseorang menyentuh bahunya..
"Eheeemmmm.."
Anna menoleh kebelakang dan ternyata itu adalah pengawal pribadinya yaitu Sir Aaron. Anna yang tertangkap basah hendak pergi diam-diam hanya bisa tersenyum.
"Hai Sir Aaron..anda datang tanpa suara ya aku kan jadi kaget..Aku pergi dulu yaa.." ucapnya lembut.
"Tidak boleh!" tegasnya.
"Kenapa?"
"Kita baru saja kembali dari luar, Anda mau kemana lagi Yang Mulia?"
"Aku mau keluar lagi.. aku melihat sekilas orang orang berkumpul di alun-alun tadi, jadi.. Yaa aku penasaran dan ingin melihatnya sebentar"
"Baiklah.."
"Wah.. Anda baik sekali Sir Aaron.." ucapnya seraya tersenyum. "Tolong anda pura pura tak melihatku saja ya.."
"Saya tidak ada niat berpura pura tak melihat anda tuh!"
"Ehh??"
"Saya tak bisa membiarkan anda pergi sendirian.. Bawa saya juga Yang Mulia.. Saya tak akan menyusahkan anda kok"
"Pfffttt.. Haha siapa juga yang menganggap anda menyusahkan hehe.. Baiklah ayo kita pergi setelah anda berganti pakaian agar tidak terlihat mencolok dan menjadi pusat perhatian seperti tdi"
"Baik Yang Mulia! Tolong tunggu sebentar.."
"Iyaa iyaa.."
.
Anna dan Aaron menaiki kuda masing masing.. Begitu sampai di Alun alun ternyata kerumunan orang sudah tidak ada meski masih banyak sekali orang berlalu lalang.
Mereka turun dari kuda di tempat penitipan.
"Apa yang ingin anda lihat disini Yang Mulia?" tanya Aaron melihat sekelilingnya.
"Sebenarnya aku hanya ingin keluar dan melihat lihat karena merasa penat dan pikiranku kacau jika berdiam diri, maaf Sir aku berbohong saat bilang ingin melihat sesuatu disini hehe" ucap Anna malu.
"Baiklah.. Mari kita berjalan-jalan Yang Mulia, Saya akan melindungi anda dari belakang"
"Ayo berjalan berdampingan Sir Aaron"
"Baik Yang Mulia"
"Ayo kita pergi kesana.." ucap Anna sembari menunjuk pedagang daging tusuk.
"Anda serius mau makan itu Yang Mulia.." ucapnya heran.
"Iyaa! Ini kelihatan enak kan, anda juga harus makan ini, rasanya sangat enak"
"Baiklah Yang Mulia.."
"Menunduklah.."
"Baik" Aaron menurut dan menundukkan kepalanya.
Wajah Anna mendekat "Jangan panggil aku Yang Mulia di luar sini, panggil aku nona atau lady.. Kita kan sedang menyamar" bisik Anna ditelinganya.
"Baik Yang Mulia..ehh Nona" Anna tersenyum melihat Aaron yang memanggilnya dengan canggung.
Begitu Anna mendekat dan berbisik dadanya berdebar, perasaan Aaron begitu tergelitik dan membuat Pipi serta telinganya menjadi memerah.
Bersambung.