NovelToon NovelToon
Terjebak Pernikahan Dengan Gus

Terjebak Pernikahan Dengan Gus

Status: sedang berlangsung
Genre:Beda Usia / Nikahmuda / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:231.2k
Nilai: 5
Nama Author: Julia And'Marian

Keira tidak pernah menyangka—keputusan sederhana untuk bersembunyi di sebuah rumah kosong justru mengubah seluruh jalan hidupnya. Niatnya hanya menghindar dari masalah yang mengejarnya, mencari tempat aman untuk sesaat. Namun takdir seolah punya rencana lain.
Sebuah kesalahpahaman terjadi.
Dan dalam hitungan waktu yang begitu singkat… Keira terikat dalam pernikahan dengan seorang pria yang bahkan belum pernah ia kenal sebelumnya.
Gus Zayn.
Pria yang datang ke rumah itu bukan untuk mencari masalah—melainkan hanya menjalankan permintaan temannya untuk mensurvei sebuah rumah yang akan dibeli. Ia tak pernah membayangkan, langkahnya hari itu justru menyeretnya ke dalam sebuah ikatan suci yang sama sekali tidak ia rencanakan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Julia And'Marian, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 25

"Lain kali jangan pernah dekat-dekat dengan santri laki-laki lagi."

Keira langsung terdiam setelah mendengar perkataan Gus Zayn. Wajahnya memanas perlahan, sementara Gus Zayn kembali berjalan dengan tenang di sampingnya seolah baru saja mengatakan sesuatu yang biasa.

Padahal tidak.

Sangat tidak biasa bagi Keira.

“Saya kan cuma dikasih kitab...” gumam gadis itu pelan.

“Hmm.”

“Dan santrinya juga sopan.”

“Hmm.”

Keira langsung menoleh sebal. “Kenapa jawabnya ‘hmm’ terus?”

Akhirnya Gus Zayn menatapnya sebentar. “Lalu saya harus jawab apa?”

“Ya... nggak tahu.”

Pria itu menahan senyum kecil melihat wajah Keira yang mulai cemberut.

Mereka melewati halaman pondok yang mulai ramai oleh santri yang hendak mengaji pagi. Beberapa dari mereka langsung menundukkan kepala hormat saat berpapasan dengan Gus Zayn.

Namun diam-diam, ada beberapa santri putri yang melirik Keira dengan senyum kecil penuh rasa penasaran.

Keira makin mendekat berjalan di samping Gus Zayn.

Pria itu menyadarinya.

“Kamu kenapa?”

“Mereka lihat terus.”

“Biarkan.”

“Tapi malu...”

Gus Zayn menghela napas kecil lalu tanpa banyak bicara mengambil kitab hijau tadi dan menyerahkannya pada Keira.

“Nih.”

Keira menerimanya pelan. “Makasih...”

“Jaga baik-baik, zaujati..”

Keira menatap sampul kitab itu sebentar. Tulisan arab gundul di depannya terlihat asing baginya.

“Saya takut nggak bisa bacanya.”

“Kamu bisa.”

“Kalau saya lama pahamnya?”

“Saya ajari sampai bisa.”

Jawaban itu keluar lagi dengan begitu mudah dari bibir Gus Zayn.

Seolah membimbing Keira memang sesuatu yang sudah ia niatkan sejak awal.

Mereka akhirnya sampai di teras ndalem. Angin pagi bertiup lembut, menggoyangkan tirai tipis di dekat pintu.

Keira duduk pelan di kursi kayu sambil memeluk kitab kecil itu.

Sedangkan Gus Zayn berdiri di depannya beberapa detik, memperhatikan wajah gadis itu diam-diam.

“Kamu senang dapat kitab?”

Keira mengangguk kecil. “Senang.”

“Kenapa?”

“Karena...” Keira tersenyum malu kecil. “Belum pernah ada yang ngasih saya ini.”

Tatapan Gus Zayn perlahan melembut.

Pria itu lalu duduk di samping Keira dengan jarak yang tidak terlalu jauh.

“Mulai hari ini,” ucapnya rendah, “kamu belajar kitab juga sama saya.”

Keira menggenggam kitab itu sedikit lebih erat.

“Setiap habis maghrib.” lanjut Gus Zayn. “Kita ngaji bersama.”

Keira spontan menoleh cepat. “Beneran?”

“Hmm.”

“Meskipun saya lemot?”

Terdengar tawa kecil dari Gus Zayn.

“Kamu tidak lemot.”

“Saya susah hafalnya, Gus.”

“Maka kita ulang lagi.”

“Kalau saya salah terus?”

“Saya betulkan.”

Jawaban-jawaban sederhana itu lagi yang membuat hati Keira terasa hangat tanpa alasan.

Pria itu kemudian membuka halaman pertama kitab tersebut perlahan.

“Sekarang coba baca ini.”

Keira langsung panik kecil. “Sekarang?”

“Pelan-pelan, Zaujati...”

Keira menatap tulisan arab di depannya dengan gugup luar biasa.

Sedangkan di sampingnya, Gus Zayn duduk dengan sabar menunggu.

Keira menatap tulisan arab di hadapannya cukup lama.

Alisnya sedikit berkerut, bibirnya bergerak pelan mencoba membaca huruf demi huruf yang terasa asing di matanya.

Sedangkan Gus Zayn duduk di sampingnya dengan tenang.

Tidak terburu-buru menyuruh.

Tidak juga memotong saat Keira masih bingung.

“Ini...” Keira menunjuk salah satu tulisan kecil dengan ragu. “Bacanya apa?”

Gus Zayn menunduk sedikit mendekat untuk melihat halaman kitab itu.

“Yang ini?” tanyanya pelan.

Keira mengangguk.

“Ba.”

“Oh...”

“Kalau yang ini?” jari pria itu bergeser pelan ke huruf berikutnya.

Keira menggigit bibir kecil sambil berpikir keras. “Ta?”

Gus Zayn tersenyum tipis. “Bagus.”

Mata Keira langsung sedikit membulat.

“Saya bener?”

“Iya.”

Entah kenapa, dipuji sesederhana itu saja sudah cukup membuat Keira senang setengah mati.

Gadis itu jadi sedikit lebih semangat.

“Kalau ini?”

“Tsa.”

“Ini?”

“Jim.”

Pelan-pelan Gus Zayn membimbingnya mengenal huruf satu per satu dengan sabar.

Sesekali Keira salah menyebut.

Dan setiap kali itu terjadi, Gus Zayn hanya membetulkan dengan suara lembut.

“Tidak apa-apa. Ulang lagi.”

Kalimat itu terus terdengar menenangkan di telinga Keira.

Sampai tanpa sadar, gadis itu mulai lebih berani mencoba sendiri.

Namun beberapa menit kemudian—

“Pusing...” keluhnya lirih sambil menutup kitab sebentar.

Gus Zayn terkekeh kecil di sampingnya.

“Baru sebentar.”

“Susah ternyata.”

“Belajar memang begitu.”

Keira cemberut kecil sambil menyandarkan dagunya di atas kitab. “Gus dulu langsung pintar ya?”

Pertanyaan itu membuat Gus Zayn diam beberapa detik.

Lalu pria itu tersenyum tipis.

“Dulu saya juga sering dimarahi Abah karena salah baca.”

Keira langsung menoleh cepat. “Serius?”

“Hmm.”

“Gus Zayn?”

“Iya.”

Keira mendadak tertawa kecil membayangkannya.

“Kenapa tertawa?”

“Lucu aja...” Keira masih menahan senyum. “Saya nggak bisa bayangin Gus dimarahin.”

Gus Zayn menghela napas kecil pura-pura pasrah. “Saya juga manusia, Zaujati...”

Tawa kecil Keira makin terdengar jelas.

Dan Gus Zayn diam-diam memperhatikannya beberapa detik lebih lama.

Sebab sejak tadi...

Ia sadar satu hal.

Keira mulai lebih nyaman di dekatnya.

Tidak lagi setegang kemarin.

Tidak lagi terlalu takut bicara.

Dan itu entah kenapa membuat hati Gus Zayn terasa hangat.

Tiba-tiba dari arah halaman terdengar suara beberapa santri putri memanggil.

“Ning Keira!”

Keira menoleh refleks.

Beberapa santri putri berdiri di bawah tangga sambil tersenyum malu-malu.

“Ada apa?” tanya Keira bingung.

“Sore nanti ikut ke taman belakang pondok yuk, Ning.”

“Iya, kita mau nyiram bunga sama bersihin kolam.”

Keira sedikit terkejut.

Ajakan sederhana itu terasa asing baginya.

Sudah lama sekali tidak ada yang mengajaknya ikut bersama seperti itu.

Gadis itu langsung menoleh ragu pada Gus Zayn.

Dan pria itu mengangguk kecil.

“Pergilah.”

Keira masih terlihat ragu. “Nggak apa-apa?”

“Kamu butuh teman juga.”

Jawaban itu terdengar begitu lembut.

Dan tanpa sadar, senyum kecil perlahan muncul di wajah Keira.

“Iya...” jawabnya pelan pada para santri putri itu.

Sedangkan Gus Zayn memandang senyum gadis itu diam-diam.

Lalu menunduk kembali pada kitab di tangannya sambil tersenyum tipis.

"Dia cantik sekali" Batin Gus Zayn..

1
Cah Dangsambuh
astaghfirllah al kenapa aktifnya sudah terbentuk dari balita ya 🤣🤣🤣 nah lho mas ojol kena hukuman dari al lagian kenapa ikutan main mobilan juga
Cah Dangsambuh
obrolan hangat penghantar tidur
Cah Dangsambuh
allahu akbar ya allah ya karim kenapa adik mo di kasih nama ayam atau ojol sih al kamu tuh lucu atau memang lagi ngelawak🤣 tar manggilnya ning ayam /gus ojol bapakmu aja kalo manghil ibumu bikin lumer seantero jagat mosok kamu mo manggil adiknya ayam/ojol 🤣🤣🤣
Julia and'Marian: hahaha
total 1 replies
Dokkan Battle
GUS GUS AGUS
Cah Dangsambuh
iiiih seneng banget masih ada panggilan zaujati kirain dah bener bener pergi kata kata yang bikin candu🤭,,,semangat kak
Cah Dangsambuh
ga papa kak toh endingnya dah pas bertata ga ngegantung,semoga kisah alfian lebik seru dari abinya ,tapi gus zayn jangan di bikin tua kak🤭 aku suka banget debgan karakternya baiknya pol polan sabarnya kelewatan romantisnya bikin ikutan edan🤭🤭🤭💪💪💪💪💪
Cah Dangsambuh
yasalaam al kamu nyaman ya tidul sama mas ojol sampe kebawa ngimpi,,,keyra anakmu kwi lho ga mau kasih kesempatan mas ojolnya zizah buat icip icip dikit🤭
Marini Suhendar
Awas Ya Al..pagi" d omelin abi sama umi😄
Cah Dangsambuh
kak mo nanya,,kemarin notif up dari jam 1 siang tapi bolak balik di bukablum ada nah ada bisa ku baca tadi malam trus ini ada notif up lagi lagi lum nongol apa hpku yang lemot atau gimana kak aku ga sabar buka tapi nihil terus,,maaf soalnya aku gaptek banget🙏🙏🙏🙏
Cah Dangsambuh: oke makasih berarti hpku yg tua🤣🤣🙏
total 3 replies
Cah Dangsambuh
al kamu ganggu bibi ya tar malah umi sama abi kamu yang punya malam panjang,atau jangan jangan ini ide abi kamu supaya kamu gangguin bibi🤣🤣🤣
Marini Suhendar
aihh...aku yg senyum "😄😄😄
Cah Dangsambuh
ahirnya oenantian panjang walaupun banyak rintangan takdir allah tetap memilih dan mereka tetap bersatu dalam takdirnya,di jum'at hari yang begitu agung mereka mengikrarkan janji di hadapan allah SWT yuk yang nunggu nunggu beberapa hari kita langsung meluncur kondangan👍👍👍💪💪💪
Cah Dangsambuh
ya allah saking groginya sampe berulang ulang. awas raka besok harus lancar ya🤭🤭👍
Cah Dangsambuh
yuk kita siapin baju yang bagus uang yang banyak buat kondangan ke umi
Cah Dangsambuh
kurang kak,ujug ujug berganti bulan padahal pingin juga tau proses sadar dan pemulihan sampe ke persiapan lamaran tapi yowislah ga papa masih terima kasih mas ojolnya selamat dan menepati janjinya untuk mbanya💪💪💪🙏
𝐈𝐬𝐭𝐲
Alhamdulillah rasanya ikutan dag-dig-dug....
𝐈𝐬𝐭𝐲
semoga ada keajaiban...
dewi
mewek AQ thor bacanya.....
Rio Mario
Alhamdulillah
pdm
baca smp bab ini kok ikut mewek... pdhl blm tau permasalahannya apa. berasa lg motong bawang merah /Cry/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!