NovelToon NovelToon
Terjebak Menjadi Villain Favorit

Terjebak Menjadi Villain Favorit

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi ke Dalam Novel / Mengubah Takdir / Romansa Fantasi
Popularitas:10.1k
Nilai: 5
Nama Author: Aplolyn

Aruna tak menyangka kematiannya justru membawanya bertransmigrasi ke dalam novel kerajaan Eropa sebagai Lady Evelyne Ashcroft, villain yang ditakdirkan berakhir tragis.

Berbekal ingatan akan alur cerita, ia bertekad mengubah nasibnya dan menghindari semua bendera kematian. Namun, rencananya langsung berantakan ketika seluruh keluarganya dan sang tunangan tiba-tiba dapat mendengar isi pikirannya.

Rahasia masa depan yang terus terungkap membuat jalan cerita berubah. Keluarga yang semula membencinya mulai melindunginya, sementara tunangan yang seharusnya meninggalkannya justru semakin tergila-gila padanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aplolyn, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 7

Segera setelah berpisah dari sosok dingin namun kini menyisakan teka-teki itu, Aruna melangkah cepat seolah tak sabar ingin melarikan diri kembali ke kamarnya yang aman.

Begitu pintu berat itu tertutup rapat dan menguncinya, ia langsung menjatuhkan tubuhnya ke atas sofa empuk dekat jendela, mengembuskan napas panjang yang terasa membebaskan.

"Fiuh... sungguh nyaris saja terbawa suasana dan salah bicara, Mengapa tiba-tiba saja Cedric bertanya begitu tajam soal pertunangan ini? Bukankah dalam cerita yang kubaca, ia selalu bersikap dingin, menjauh, dan tak pernah mempedulikan Evelyne sedikit pun? Apakah karena aku tidak lagi mengejarnya seperti bayangan yang dulu?"

Semakin ia renungkan, semakin ia merasa ragu, namun segera ia menggeleng kuat. "Ah, mungkin hanya kebetulan belaka, aku tak boleh lengah sedikit pun. Bahaya masih mengintai di setiap sudut jika aku lalai."

Tiba-tiba almunan Aruna terpecah oleh ketukan sopan namun tegas di daun pintu kamarnya.

Tok... Tok...

"Masuk," ucapnya mempersilakan dengan suara yang berusaha tenang.

Masuklah seorang pelayan tua yang berjalan tegap dan penuh hormat. "Nona Evelyne... Yang Mulia Duke memohon agar Nona sudi datang sebentar ke ruang kerjanya," sampaikan pesan itu dengan jelas.

Seketika tulang punggung Aruna terasa kaku. [Hah? Ayah dari Evelyne memanggilku saat ini juga? Jangan-jangan semua hal aneh yang kulakukan sejak pagi tadi membuatnya mulai curiga?]

Meski jantungnya berpacu kencang diliputi rasa cemas, ia tetap mengatur langkahnya anggun mengikuti pelayan itu, berusaha menyembunyikan segala kegelisahan di balik wajah tenang.

Di ruang kerja yang luas, sepi, dan berbau harum kayu mahoni yang mahal, Duke Arthur berdiri membelakangi pintu tepat di hadapan jendela kaca besar yang membiarkan cahaya matahari membanjiri ruangan. Kedua tangannya disilangkan di punggung, memancarkan wibawa yang tak terbantahkan. Saat suara langkah kaki mereda, ia perlahan memutar tubuhnya dan menatap putrinya yang baru saja melangkah masuk.

"Duduklah," perintahnya lembut namun berat.

Aruna menurut, duduk dengan punggung tegak namun santai.

Mata Duke Arthur meneliti sosok di hadapannya saksama dari ujung kepala hingga kaki. Semakin lama ia mengamati, semakin jelas ia rasakan perubahan luar biasa itu.

Dulu, Evelyne pasti sudah mulai gelisah, mengeluh bosan, atau bertanya kapan boleh pergi jika dipanggil ke ruangan ini. Namun kini? Gadis itu duduk diam, tenang, dan penuh kesabaran layaknya seorang putri sejati yang bijaksana.

"Evelyne..." panggilnya pelan.

"Ya, Ayah?" jawabnya lembut.

"Kau sudah cukup lama mengenal Duke Harold, bukan?" tanyanya perlahan, seolah ingin menguji pengetahuan gadis itu.

Aruna hampir saja mengangguk tanpa pikir panjang, namun seketika ia teringat bahwa Evelyne memang pernah beberapa kali bertemu pria itu. "Sedikit saja," jawabnya hati-hati.

Namun suara yang bergema jernih di telinga Duke Arthur justru lain, [Sedikit katanya... padahal aku tahu betul pria itu penjahat yang sangat licik. Di balik senyum ramahnya tersembunyi kebohongan tebal.]

Wajah Duke Arthur tetap tenang menyembunyikan rasa terkejutnya. "Lalu... bagaimana pendapatmu tentang watak dan maksudnya?" tanyanya kembali, ingin menggali lebih dalam kebenaran yang tersembunyi.

Aruna memejamkan mata sejenak berpikir. "Aku tidak terlalu dekat dan akrab dengannya," ucapnya sopan.

Namun isi hatinya terdengar tegas dan mendesak [Jujur saja, sebaiknya Ayah segera menjauhkannya dari rumah ini. Jika tidak... tiga bulan dari sekarang, kekayaan besar yang dibangun susah payah keluarga Ashcroft akan lenyap dicurinya hampir setengahnya.]

Sorot mata Duke sedikit melebar terkejut. Sekali lagi suara itu datang memberikan peringatan yang sama persis dengan kekhawatirannya sendiri. Artinya... ini bukan sekadar tebakan kebetulan semata.

"Besok," ucapnya pelan namun pasti, "Duke Harold akan datang berkunjung ke sini."

Tubuh mungil itu seketika menegang kaku. [Sungguh secepat itu?! Memang benar, semua awal malapetaka dimulai dari pertemuan ini! Jika Ayah sampai tanpa curiga menandatangani lembar perjanjian itu, selesai sudah masa depan keluarga kita!]

1
Wahyuningsih
mampir q thor
haruuu
udahh kebongkar kocakk🤭
Fahreziy
👣👣👣
lin sya
sebastian penulis novel, atau pembaca novel yg nyasar kyk aruna, klo aruna bsa ubah alur ceritanya, otomatis dia bisa gk ya ttp selamat dan kluarganya ttp baik2 aj
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!