NovelToon NovelToon
Kekasih Kontrak Ceo

Kekasih Kontrak Ceo

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikah Kontrak / CEO / Romansa Fantasi
Popularitas:738
Nilai: 5
Nama Author:

Bianca berjalan seorang diri menyusuri taman yang mulai sepi pengunjung. Taman yang biasanya ramai lalu lalang orang-orang berolahraga lari ataupun jalan santai. Suasana dingin mulai menusuk kedalam jiwanya, Ia menengadahkan wajahnya ke langit yang terdapat beberapa bintang. Sesekali ia mengasihani dirinya sendiri, "Pekerjaan bagus,pendidikan bagus semua berjalan sesuai keinginan,tapi entah kenapa rasanya semua hampa.." gumamnya. "Bugh bugh bugh.." Terdengar suara pukulan tak jauh dari tempatnya berdiri,ia segera berlari sembunyi di salah satu pohon besar. "Aku ga salah denger kan,kaya ada yang sedang dihajar.." bathinnya dengan perasaan was-was. Hampir 10 menit ia duduk bersandar dibawah pohon tersebut,merasa aman dengan keadaan ia berjalan keluar sedikit berlari. "Tolonggg aakuuu.." Ucap seseorang dibalik semak-semak tak jauh dari tempat ia bersembunyi. "Astaagaaa.." "Kenapa ini..apa yang terjadii.." ucap bianca meraih tangan seseorang pemuda yang berjalan gontai menghampirinya. Pria tersebut langsung jatuh kepelukan bianca, Darah yang menetes dari sudut bibirnya menetes mengenai sisi bahu bianca.

Bab 25

Pagi harinya dihalaman rumah yang luas terdengar kicauan burung diatas pohon mangga yang sedang berbunga,dan pohon kelengkeng yang berbuah lebat.

Beberapa orang pun lalu lalang bersepeda motor dan jalan kaki.

Sangat menggambarkan suasa pedesaan di lereng gunung tanaman teh.

Bianca berjalan seorang diri menyusuri jalan setapak yang dulu sering ia lewati bersama devan.

Hanya saja Ingatan-ingatan masa lalu kini tidak membuatnya ingin mengulang lagi.

"Bianca..aku bawain ini.." ucap devan yang kini berlari kecil mengejar langkah bianca.

"Jus mangga..tadi pagi mamang nemuin yang mateng di pohon belakang.."

"Hmm terimakasih.." ucapnya ketus.

"Soal tadi malem,aku minta maaf bi.."

"Aku ga tau sebenernya apa yang ada di fikiran kamu.."

"Ok aku menerima undangan kesini karna mama kamu.."

"Tapi kenapa harus aku?..aku ingat sekali perlakuanmu dua tahun lalu.."

"Maaf bi..setelah kejadian itupun aku nyesel,aku ga bisa berbuat apa-apa kecuali.."

"Kecuali keluar negri bersama pacar baru kamu.."

"Kenapa kaget,kok aku bisa tau gitu.." kembali amarahnya memuncak.

Ia berjalan meninggalkan devan yang masih mematung.

Di depan sebuah rumah bercat putih ini tante ratih duduk sembari memangku tempat makan berisi cemilan ringan.

Bianca menatap nya sesaat lalu menunjukkan senyum manis yang akhirnya bisa ia keluarkan setelah menahan amarahnya.

"Bianca..tante minta maaf atas perlakuan devan terhadapmu.."

"Tidak-tidak..tante tidak akan memintamu untuk menerima devan kembali.."

"Tante hanya ingin sesekali bertemu denganmu.."

Jam sudah menunjukkan pukul 11,sedangkan kereta bianca tertulis jam 1.

3 jam perjalanan tak membuatnya bosan,

Ia meraih ponselnya dan melihat begitu banyak pesan masuk dan panggilan telfon dari jonathan.

"Ah biarin aja..sesekali aku kerjain.."

Pov : jonathan

"Mohon maaf untuk semuanya..karna adanya sedikit masalah di sistem kami.."

"Maskapai memutuskan untuk menunda penerbangan sampai waktu yang tidak bisa di tentukan.."

"Brengsek.." bathin jonathan yang mendengar salah satu pramugari berbicara di depan penumpang yang sudah di bandara.

Jonathan mencoba mencari penerbangan lain,tapi tidak ada yang akan melakukan penerbangan dalam waktu dekat ini.

Dan akhirnya ia pun ikut menunggu.

Setelah cukup lama menunggu kini akhirnya jonathan sudah mengendarai taxi menuju apartemennya.

Sesekali membuka ponsel tapi tetap tidak ada balasan dari bianca.

Lewat pantauan cctv di apartemen bianca dan jonathan terlihat kosong tanpa adanya aktivitas manusia.

Kini ia memutuskan untuk mampir ke coffee shop untuk menjernihkan pikiran sekaligus menyusun diotaknya kata-kata apa yang ingin ia ucapkan kepada bianca,

Ataukah kerinduan ataukah amarah karna sudah dibohongi.

"Ini kopi nya tuan.." ucap seorang barista meletakkan kopi hitam panas di meja tempatnya duduk.

"Ok.." jonathan kini terlihat dingin kembali,

Tanpa ada mimik kehangatan di raut wajahnya.

"Boleh saya duduk disini.." ucap seorang gadis muda,mungkin jika diliat-liat masih berumur belasan.

Sesaat jonathan melihat ke kanan kiri memang tidak ada kursi yang kosong,lalu mempersilahkan duduk di sebelahnya.

"Kalau sampai kali ini tidak diangkat juga aku akan memberimu pelajaran bianca.." bathin jonathan lalu mengirim pesan kepada bianca.

"Lagi nunggu seseorang atau emang sendiri om?.." ucap gadis tersebut.

"Kenapa memangnya..kamu ingin menemaniku.." ucap jonathan kini menatap gadis itu dan menyadari bahwa ia sengaja duduk disebelahnya dengan maksud tertentu.

"Silahkan jika ingin menemaniku.."

"Tapi saya tidak yakin akan baik-baik saja setelah ini.." kecamnya.

"Hmm..yang seperti ini memang agak langka.."

"Anda aja terlihat putus asa..bukankah anda tidak mendapatkan jawaban dari seseorang yang anda tunggu tuan..."

Yang ternyata sejak kehadiran jo,gadis tersebut sudah memperhatikannya.

"Sayangg..aku merindukanmu.."

Sebuah kecupan muncul tiba-tiba di pipi kanan jonathan.

Bianca yang kini berdiri di belakang jo lumayan membuat gadis tersebut murung.

"Maaf sudah membuatmu menunggu.."

"Aaaa kamu memang manis..sampai-sampai ada lebah kecil yang mencoba mendekat.." ucap bianca sembari merubah posisinya yang kini duduk di pangkuan jonathan.

Gadis yang awalnya yakin dengan targetnya pun segera bangkit,namun sebelum benar-benar pergi bianca sudah meraih lengannya.

"Sebaiknya kamu belajar lebih giat lagi..."

Jonathan yang memperhatikan tingkah bianca kehilangan amarah setelah berjam-jam diabaikan olehnya.

"Astaga bianca.." ucapnya dengan menepuk lutut bianca pelan.

"Jangan kepedean..kebetulan aku mau pulang karna lapar aku mau beli cemilan disini.."

Jonathan pun hanya terdiam lalu bangkit dari duduknya dan menuntun bianca menuju mobil,

Jarak apartemen yang hanya kurang dari 5 menit.

"Kalau kamu niatnya cuma beli cemilan kenapa harus bertindak seperti itu.." goda jonathan.

Ciiittt

Mobil pun terhenti,bianca sesegera mungkin keluar dan berlari meninggalkan jonathan.

"Larilah sekencang-kencangnya..aku akan menemukanmu.." teriak jonathan yang membuat beberapa orang yang berada di parkiran pun menatap ke arah mereka.

Hai readers..

Selamat datang di karya pertamaku.

Aku sangat berantusias untuk menyelesaikan ceritaku ini..

Aku berharap dukungan dari kalian yang sebesar-besarnya agar aku semangat terus.

Jangan lupa untuk memberikan tanggapan-tanggapannya juga.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!