NovelToon NovelToon
TERSESAT DI DESA MISTERIUS

TERSESAT DI DESA MISTERIUS

Status: sedang berlangsung
Genre:Kutukan / Mata Batin / Tumbal
Popularitas:239.9k
Nilai: 5
Nama Author: Cublik

Semua bermula saat regu berjumlah enam anggota mahasiswa hendak bertolak ke sebuah perkampungan pelosok demi tugas KKN, mereka menolak ikut rombongan bus kampus, memilih menaiki mobil pribadi.

Sampai pertengahan jalan, sang sopir berbelok arah, mencari jalur alternatif agar cepat sampai tujuan, tapi malah memasuki wilayah tidak terdaftar pada peta digital maupun konvensional.

Keanehan, kejanggalan mulai terjadi kala sang waktu merambat memasuki malam hari. Langit berangsur-angsur berubah warna layaknya api menyala.

Ada apa sebenarnya? lantas bagaimana dengan nasib para mahasiswa, termasuk Candra Kanti, gadis pendiam yang dapat merasakan aura mistis disekitarnya ...?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cublik, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Permintaan maaf : 33

“Kenapa, Kanti?” Aya heran melihat Candra Kanti termenung.

“Ayo buruan! Mereka sudah sangat dekat!” Kanti berlari keluar, tidak ada waktu untuk membereskan kekacauan akibat ulah mereka menggali tanah, membuka pintu rahasia.

Ahwaya pun ikut berlari, kedua gadis itu masuk ke dalam kamar Kanti.

“Aya, tolong masukan barang pribadiku ke dalam tas ransel. Pakaian setengah kering jangan ketinggalan. Aku mau mandi sebentar.” Ditariknya kain jarik pada gantungan tali rafia, tak ketinggalan menyambar baju ganti, lalu Kanti berlari keluar kamar, hampir saja dirinya terjengkang dikarenakan terkejut tiba-tiba Aji keluar dari jalan persimpangan tertutup tembok barisan kamar.

“Aji, buruan kemasi barang pribadimu! Jangan lupa pinjamkan baju ke Abeer, Sambara. Paksa mereka melepaskan pakaian serba putih itu!” tanpa menunggu, Kanti berlalu. Masuk ke dalam kamar mandi bu Sasmi.

Gerakan gadis dilandasi panik terbilang ceroboh, lupa menutup pintu kamar mandi terbuka separuh, langsung saja menanggalkan pakaian berbau darah encer campur nanah, sebab pengasapan daging Mayang belum kering sempurna.

Kejanggalan menyelimuti area kamar mandi. Meskipun pintu tidak tertutup, tapi tubuh Kanti terlindungi kain jarik sakti. Sosoknya tersembunyi dari sepasang mata duduk di tiang membujur penyangga rangkaian atap bagian dapur dan kamar mandi yang tidak diplafon.

Dia mendengus, kedua tangan terkepal, dan mata menyala kemerahan dengan iris hitam pekat. Seberapa gigih usahanya, cuma terdengar suara air terjatuh dari gayung, wangi sabun, shampoo dan gesekan tangan membasuh badan.

“Jahanam!” umpatnya rendah, nyaris kehilangan kendali, sangat berusaha untuk menahan anggota gerak tubuh agar tidak turun dan menyerang gadis sangat menarik perhatian sedari melihatnya.

Dalam hitungan menit, tak sampai menghabiskan waktu lama, Kanti menyudahi mandinya, mulai berganti pakaian – celana jeans ketat panjang, kaos oblong kebesaran mencapai lutut.

Pakaian kotornya dimasukkan ke dalam kresek, sedangkan jarik dipisah, ditaruh plastik lainnya. Terburu-buru dia keluar, berhenti sebentar menatap pintu terbuka separuh.

Degup jantungnya bertalu-talu, rasa takut menyergap, pikiran negatif langsung merasuk. ‘Gak ada yang ngintip aku mandi, kan?’

Kanti memeriksa area dapur bersih, lalu mendongak menatap atap. ‘Syukurlah tidak ada siapa-siapa.’

Langkah Kanti kembali terhenti, lirikan matanya langsung disertai memalingkan wajah. Ia memangkas jarak, berdiri di depan sebuah kendi besar terbuat dari tanah liat, bagian atas ditutup tampah bulat anyaman bambu.

Firasatnya sangat tajam, suara hati mengatakan kalau di dalam wadah tertutup itu ada sesuatu.

“Apa yang kamu lakukan? Kami di sana hampir pingsan menggali tanah, malah dirimu melamun mirip orang gila!” umpat Sambara, wajahnya berkeringat, dia sudah mengenakan pakaian Aji.

“Tolong bawakan ini!” Kanti mendorong kedua plastik sampai dipeluk terpaksa oleh Sambara.

Gadis berambut basah itu mengangkat tutup kendi, wajahnya maju sedikit menunduk, kala kurang jelas penglihatannya, wadah dimiringkan sampai sesuatu terjatuh.

HAHH!

Sambara memekik, Candra Kanti terkesiap dengan tubuh mematung. Netranya bergerak ke bawah – biji bola mata iris hitam menggelinding tepat di ujung jari tidak mengenakan alas kaki.

“Itu, itu mata siapa?” suaranya tergagap, dia otomatis mundur.

“Mayang,” jawab Kanti lirih, sarat kesakitan, seakan ikut merasakan penderitaan temannya.

Suara Nyai kembali bergema dalam sanubari. ‘Jangan buang-buang waktu!’

“Bahkan untuk menangis, merasakan kesedihan, meluangkan sedikit waktu menghantarkan Mayang ke peristirahatan terakhir, tidak diberi kesempatan. Seolah kami tengah dikejar-kejar malaikat maut!” teriaknya frustasi, mengejutkan Sambara yang bertambah shock.

Perasaan kesal, kecewa, amarah, sedih bercampur padu. Kanti membungkuk, dengan tangan telanjang tanpa menggunakan alat pelindung, dipungutnya bola mata Mayang, dimasukkan ke dalam kendi yang berisi bagian tubuh hilang, tengah dimarinasi menggunakan perasaan jeruk nipis, ada juga daun salam, batang serai untuk menghilangkan bau manusia.

“Biadab!” untuk pertama kalinya Kanti mengumpat selama berada di desa terkutuk Latu abang. Amarahnya sudah tidak bisa lagi ditahan.

“Angkat kendi itu, Sambara! Kita harus menguburkannya bersama bagian tubuh Mayang yang lain!” Ia berbalik, mendapati Sambara seperti orang linglung.

“Kamu itu laki-laki! Jadilah pemberani!” jeritnya sejadi-jadinya.

Sambara terhenyak, badannya sampai terlonjak untuk pertama kalinya dibentak dengan nada tidak main-main.

Suara teriakan Kanti memancing rasa penasaran Aji dan Ahwaya, mereka berlari ke dapur, dan sama-sama terkejut melihat dua orang yang biasa si pemuda mendominasi, suka membully sang gadis, sekarang keadaan terbalik.

“Ini bawa lagi bajumu!” Sambara mengulurkan dua kantong plastik, yang langsung ditarik paksa oleh Kanti.

Cepat-cepat pemuda pias itu mengangkat pinggiran tanah liat tanpa sudi melihat kedalam kendi. “Minggir!”

Aji dan Ahwaya langsung menyingkir, pikiran mereka nyaris sama, antara menertawai sosok terbiasa bersikap layaknya bos besar sekarang seperti seorang kacung, dan sedikit cemas melihat perubahan ekspresi gadis terkenal pendiam, tenang.

Aura Kanti lebih dingin, bahkan tatapan matanya seakan membekukan sosok yang dia pandang.

“Aya, kamu timba air dalam ember, terus campur dengan tujuh tetes sabun cair ku ini. Cepat!” Kanti mengeluarkan botol sabun dari dalam plastik.

“Iya. Iya!” Aya tergopoh-gopoh, langsung melaksanakan titah.

“Apa galiannya sudah dalam?” tanyanya ke Aji.

“Udah satu meter lebih sedikit.”

“Sudah cukup segitu saja. Kita kehabisan waktu. Ayo! Aya buruan!” Kanti tidak sabaran.

Ahwaya tidak sempat berpikir, otaknya kosong, tubuh terprogram mengikuti titah tak terbantahkan.

Satu ember cupang berat 12 liter telah bercampur sabun airnya. Susah payah diangkat Ahwaya. Langkahnya tergesa-gesa, hampir tergelincir di lantai kamar mandi licin.

Aji datang menolong, menggantikan tugas temannya.

Di samping pohon beringin, Abeer berusaha naik ke atas dari kedalaman tanah galiannya bersama Sambara.

Candra Kanti bergerak tanpa berbicara sepatah katapun. Kali ini kedua tangannya menggunakan sarung tangan karet yang ada dalam tas ranselnya.

Plastik pembungkus gadis remaja kaku diturunkan pelan-pelan dengan kedua tangan Kanti, lalu menyusul karung berisi anggota badan Mayang.

Sambara mengulurkan kendi, dan langsung ditangkap Kanti yang kedua kaki menjejak dinding tanah agar tidak menginjak dasar.

Kendi diletakkan pada pojokan, Kanti merobek plastik menggunakan pisau dapur bu Sasmi, dan karung juga disobek.

“Lempar pakaian putih kalian yang sudah pernah dipakai ke dalam lubang ini!” titahnya masih berusaha menjaga keseimbangan tubuh, kedua kaki terbuka lebar.

Pakaian serba putih pernah dikenakan oleh Ahwaya, Abeer, Sambara dan juga Mayang, dilempar ke sudut kosong, tidak ketinggalan baju Kanti yang terkena noda darah dan nanah.

“Tolong bantu aku naik!” Tangan kanannya terulur minta di raih.

Aji menarik lengan Kanti sampai si gadis berdiri tegap di atas pinggiran lubang.

“Mana air sabun tadi?” gadis cantik yang tidak bisa menutupi raut kelelahan, meminta timba didekat Aya berdiri.

Candra Kanti menuang air sabun ke atas raga tidak lagi bernyawa, pakaian teronggok juga dikucuri.

“Mayang, dan engkau gadis malang, maaf. Hanya ini yang bisa kami lakukan untuk kalian,” air matanya menetes bercampur dengan air masih terus terjatuh di dalam kendi.

Suara isakan Aya lolos, padahal dia sudah menggigit kuat bibirnya.

Aji, dan kedua temannya menyeka sudut mata. Kepergian mereka hendak bertolak ke sebuah desa pelosok, malah berujung petaka. Bukan cuma kehilangan arah, tapi juga nyawa melayang tanpa sempat mengucapkan kata perpisahan.

Telinga sensitif Candra Kanti menangkap bunyi deru mesin mobil. Ia lempar timba ke dalam lubang. Kemudian berseru lantang. “Urug tanahnya! Tutup lubangnya! Buruan!”

.

.

Bersambung.

1
Siti Siti
kak cubliikkkk dirimu gak di kurung aksateeee kan 😁😁😁kok aku tidak bisa mendeteksi keberadaan dikau🙈🙈🙈🙈
Betri Betmawati
mudah mudahan bisa ya,
ngk rela Kanti sampai nikah SMA aksata
Monica Lora
kantii bangunlh teman mu rindu.. bangunlh .pakai logika mu..madanada hidup dipedalaman tak jelas begitu akan bahagia
Abu bakar
bagus
neni nuraeni
semoga mereka segera menemukan titik terang agar tidak trlmbat menolong Candra Kanti,,, semoga pelindung knti bebas dan mngetahui knti ada di alam yg sama agar ibu Laila bisa mlck knti lewat pelindungnya,,, ayo knti sadar kamu cpt sadar... keluargamu serta temanmu Merinduknmu
Albina
memang kalo di daerah kyk bgt pantng ngmng smbrgn
Y.S Meliana
sabar beerr 😟
baru baca lg karya kak cublik yg ini, saking sibuk'y d dunia nyata
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
ayo Kanti kamu sadar kl itu hanya jebakan Aksata agar kamu tinggal di sana bersama Aksata 😏😏 kasihan keluargamu setiap hari menangisi mu dan teman"mu jg pd sedih liat kamu seperti itu 😏😏 apa Resendrya gak bisa bantu sama sekali Thor jujur saya gak rela kl Kanti nikah sama Aksata dan hidup di dunia siluman 😏😏
AFPA
Gak ada yg bisa nolong..ni dasah juga ga bisa nerawang dimana keberadaan jiwa kanti
tapi...ada seseorang yg bisa nolong kanti....CUBLIK...lah orangnya
KAK CUB..please jangan sama set-an sesat ya
Watiningsih
kamu jahat aksata kamu terobsesi pada kanti, kasian kanti terkurung di desa sunyi dia merasa kesepian bagai hidup di sangkar emas, sampai kapan kamu akan bohongi kanti. Jika kebenarannya terungkap kamu akan dibenci kanti
Diah_Kustantie ✨💛
Gercep seminggu lagi pernikahan pas juga seminggu lagi perban aji dibuka semoga ada jalan kemudahan buat kanti kembali.kek nya emang harus di nikahin kanti sama aji sebelum keduluan sama Aksata.
AFPA
saset..set-an..aku sebel..
jahat banget..
kanti..ayo usaha..
ga rela kl.kanti pasangan sm harimau
berharap aya,pacarnya, ember ,aji bisa ingat lagi
siapa yg hapus ingatan mereka ber 3?
Aprisya
coba minta bantuan sama suami ainur aja Bu laila
☠ᵏᵋᶜᶟ Қiᷠnꙷaͣŋͥ❁︎⃞⃟ʂ⍣⃝𝑴𝒊𝒔𝒔
sulit banget ya ... kekuatan aksata gak main2 ini berarti,..ni dasah aja susah masuk nya
Mudahlia Fitha
ayo dong Mak ah ini GK lucu AQ udah merinding disko ini
Shee_👚
nah ya bener, tombak candra kanti dari si pecundang aksata.
duh aku ko ya sebel banget sama aksata🙈
Shee_👚
ini berarti mayang, aji, abeer dan Aya anak tunggal semua ya. kecuali kanti yang punya sodara kembar
Shee_👚
aku ngak kuat😭😭😭😭😭
mereka bingung dengan perasaan mereka sendiri, merasakan sedih, kehilangan, dan menyayangi tanpa tau sebabnya.

kaya orang linglung
Shee_👚
semoga pertemanan kalian langgeng dan saling bantu, saling jaga satu sama lain😭
Shee_👚
bener hati gak bisa bohong, mereka merasakan kesedihan dan kedekatan itu dengn hati tulus😭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!