#Ruang Ajaib # fantasi wanita # romansa pedesaan
Song Xinglan tidak sengaja menemukan batu Giok Permata Rubi, dia tidak menyangka batu tersebut yang membawanya pindah ke zaman lain yang tidak ada dalam sejarah, zaman yang serba kekurangan dan miskin dengan sumber makanan, dan dia menjadi putri bungsu di keluarga Song.
•
•
•
•
"Hah... banyak sekali kekayaan di sini, apakah masyarakat disini tidak mengetahuinya!" Gumam Song Xinglan sambil melihat sekelilingnya dengan mata berbinar...!!!
"Ini bukan daerah miskin tapi daerah kaya dengan sumber daya! Karena aku sudah disini, keluarga song akan jaya di tanganku!." Gumamnya lagi.
Ya sekarang Song Xinglang berada di pegunungan, tadinya dia ingin mencari peruntungan untuk mengisi perutnya yang lapar, setelah tiba di pegunungan mata sangat berbinar melihat tumbuhan begitu banyak disana yang bisa di makan..
.
.
.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jasmine Oke, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
13. keluarga Wei
"Ya, termasuk gegemu hanya kita berdua yang tahu, jika kamu membocorkannya jiejie tidak mau lagi bermain dengan mu." Ucap song xinglan ia mengancam wei Jingjing dengan secara halus.
"Jangan tinggalkan aku jiejie aku janji tidak memberitahu siapapun, aku sangat menyukai lan lan jiejie." Ucapnya segera berjanji dengan cepat, lebih baik dia kehilangan buku itu dari pada kehilangan song xinglan.
"Baiklah, janji ini rahasia kita berdua saja." Ucapnya, ia mengajari wei jingjing menautkan jari kelingkingnya lalu menyatukan jempol mereka.
"Kita sudah melakukan ikatan janji tidak boleh ingkar." Ucapnya lagi, lalu melepaskan tautan kelingking mereka.
"Iya, ini rahasia kita jiejie, aku senang aku juga memiliki rahasia, dan melakukan ikatan janji seperti ini." Ucapnya lagi.
"Jiejie bolehkah aku melakukan ikatan janji ini kepada orang lain." Ucap lagi.
"Boleh, tapi ingat karena sudah berjanji tidak boleh ingkari, dengan siapapun kita berjanji." Ucap song xinglan
"Iya jiejie aku tahu." Balasnya dengan senang, ia sudah memikirkan nanti ia akan membuat ikatan janji dengan gegenya,
karena gegenya sering ingkar janji, dengan melakukan ikatan janji mungkin gege tidak akan melupakannya, ia tersenyum sendiri memikirkan itu.
Tidak terasa siang pun tiba, wei Jingjing masih menunggu gegenya dirumah song Xinglan, karena dia hanya mau pulang bersama gegenya, dia tidak mau merepotkan Song Xinglan untuk mengantarnya pulang.
Di tempat lain, seorang pemuda baru pulang berburu dari pegunungan, ia membawa beberapa buruan rencananya untuk ia jual kekota, hasil penjualan untuk ia belikan bahan obat untuk adik-adiknya.
Tetapi, saat sampai dirumah ia mendengar benda jatuh dari dalam, tanpa banyak berpikir ia menjatuhkan hewan buruannya langsung berlari kearah suara.
"Wei JingTian!." Panggilnya saat masuk kedalam melihat adik laki-lakinya terjatuh kelantai, ia membantu adiknya naik kembali di atas ranjang.
"Apa yang kamu lakukan mengapa tidak minta tolong kepada jingbei." Ucapnya dengan menahan amarahnya, melihat adiknya yang nekat turun dari ranjang.
"Maaf gege aku ingin keluar mencari Jingjing dan jingbei, soalnya mereka belum pulang sejak pagi tadi, aku sedikit mengawatirkan mereka." Ucap wei Jingtian.
"Aku pikir gege tidak kembali siang ini, karena itu aku berinisiatif mencarinya keluar, aku takut penyakit Jingjing kambuh saat di luar." Ucapnya lagi.
"Mereka belum kembali, kemana mereka? Baiklah aku sendiri yang mencarinya kamu tunggu dirumah, ingat jangan melakukan apapun lagi tubuhmu tidak kuat menanggungnya begitu pula dengan kakimu, jika kamu masih ingin bisa berjalan lagi jangan lakukan hal bodoh." Ucapnya tegas kepada adiknya ini.
"Iya gege!" Jawabnya sedikit menunduk ia sendiri sebenarnya tidak ingin merepotkan saudaranya hanya untuk mengurusnya, sudah 4 tahun berlalu ia tidak berharap lagi untuk sembuh ini memang takdirnya,
di keluarga ini bukan dia saja yang sakit adik kecilnya juga sakit sejak kecil dengan penyakit yang tidak ketahui. Ia ingin biaya pengobatan berikan saja pada adik perempuannya, karena ia tidak mungkin sembuh lagi, hanya membuang uang.
Sedangkan dirinya, penyakitnya datang dari serangan binatang buas saat ia berumur 10 tahun ia tidak sengaja memasuki hutan terlarang dipegunungan, yang banyak hewan buas disana, sekarang kakinya membusuk dan lumpuh akibat serangan itu, beberapa badannya luka dalam dan luka luar.
Sekarang ia berumur 14 tahun berarti sudah 4 tahun ia menderita penyakit ini, ayah mereka meninggal dunia saat ibunya mengandung Wei Jingjing,
karena tekanan kepergian ayah ibunya saat melahirkan tidak bisa di selamatkan juga menyusul ayahnya, dan meninggalkan satu adik perempuan, baru lahir sudah kehilangan ibu.
Karena depresi dengan kepergian ayah berdampak kepada wei jingjing, Karena kurang asupan saat dalam kandungan ibunya ia memiliki penyakit tidak ketahui saat ia lahir.
Saat itulah kakak pertamanya yang menjadi kepala keluarga yang baru berumur 14 tahun, dirinya 10 tahun, adik laki-laki 2 tahun, sedangkan wei Jingjing baru lahir.
Sejak saat itu keluarga mereka di kucilkan karena memiliki dua orang yang berpenyakitan,
kakak pertamanya saat itu sudah berubah menjadi dingin dan tidak bisa disentuh, kejam kepada orang yang mengganggu keluarganya.
Sekarang kakaknya berumur 18 tahun bernama Wei Jingguo, sudah di takuti oleh warga desa dan sekitarnya karena rumor kakak pertama pernah membunuh harimau juga beruang, dan juga pernah tersebar rumor kakak pertama pernah membunuh orang!
Meski memiliki wajah tampan, para gadis ingin berkenalan dengannya takut berlarian, karena wajahnya itu selalu seram dan sangar bila ada yang mendekatinya, tidak ada ramah sama sekali.
ia selalu memasang wajah datar dan sangar saat bertemu orang lain.
lagian juga tidak ada para orang tua dari gadis-gadis itu setuju bila menikah dengan keluarga wei, mereka berpikir di dalam keluarga wei tersebut terdapat dua orang yang sakit, jadi banyak mengeluarkan uang untuk mengobati, bila anak gadis mereka masuk kesana pasti tidak akan bahagia, semua uang hanya habis untuk mengobati para adiknya yang sakit
Tapi mereka juga bernapas lega dengan sifat anak pertama di keluarga Wei itu sangat menakutkan, bisa menakuti para gadis, jadi mereka tidak perlu lagi menasehati anak gadis mereka untuk menghindari keluarga itu.
Kembali kecerita, Wei Jingguo keluar mencari kedua adiknya, ia takut jika ia terlambat menemukannya, bagaimana bila terjadi sesuatu kepada adiknya.
ini salahnya karena tidak becus menjadi seorang kakak pertama ia menyalahkan diri sendiri,
ia mengepalkan tangannya karena marah bila terjadi sesuatu pada adiknya. Ia tidak akan memaafkan orang yang mengganggu adiknya, yang selama ini dia jaga dengan nyawanya.
Sedangkan di tempat song xinglan dia juga gelisah karena orang dari kota juga belum kembali, ia takut proses menahan Li Yunru dan ibunya gagal, ia menyesal bila tidak ikut tadi, bila ia ikut ia tidak akan gelisah seperti ini.
Bukan dia saja yang gelisah, wei Jingjing juga, ia memikirkan kakak keduanya di rumah, yang tidak bisa melakukan apapun, bagaimana kalau kakak terduanya ingin minum siapa yang membantu, kakak tertuanya juga tidak dirumah, ia pergi berburu ke pegunungan tiga hari ini belum kembali.
Song Xinglan menyadari kegelisahan anak itu...
"Jingjing, ada apa sayang mengapa gelisah? Apa yang kamu pikirkan katakan saja?." Ucap song xinglan lembut.
"Jiejie, jingbei gege belum kembali, bagaimana ini hari sudah siang aku belum kembali kerumah pasti jingtian gege khawatir, ia di rumah sendirian." Ucap Wei Jingjing ia memberitahu Song Xinglan.
°°°°
Bersambung...!!!
°
°
°
《Mohon dukungan dan sarannya ya teman-teman!!! Jangan lupa like, komen dan vote karena satu komentar dari teman-teman adalah dukungan yang sangat berarti untuk author juga untuk penyemangat author!!》
♡Terimakasih😊
pasti auto kabur.....😁