NovelToon NovelToon
Legenda Api Yang Menghilang

Legenda Api Yang Menghilang

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Fantasi / Epik Petualangan
Popularitas:560
Nilai: 5
Nama Author: Absonen

Di masa lalu, dunia pernah diselamatkan oleh para Grandmaster penyihir terkuat dari berbagai kerajaan yang menguasai elemen alam.
Di antara mereka, satu nama berdiri di puncak: Shiranui Akihara, Grandmaster Api dari Kerajaan Solvaria.
Setelah memimpin perang besar melawan pasukan iblis dan membawa kemenangan bagi umat manusia, ia tiba-tiba menghilang. Dunia percaya sang legenda telah gugur.
Namun kenyataannya, Akihara masih hidup.
Kini ia bersembunyi di sebuah desa terpencil, menjalani kehidupan damai sebagai orang biasa, berusaha meninggalkan masa lalu yang penuh perang dan kehilangan.
Tetapi kedamaian itu mulai runtuh ketika legenda tentang Neraka Iblis kembali muncul.
Raja Iblis Argiel Lucifer dikabarkan bangkit kembali, ditemani oleh sosok misterius bernama Railer Zernaldha.
Bersamaan dengan kebangkitan Tujuh Dosa Besar, dunia kembali berada di ambang kehancuran.
Kini Akihara harus memilih:
tetap hidup sebagai manusia biasa…
atau kembali menjadi legenda yang pernah menyelamatkan 🌏

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Absonen, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 14 [Anak yang tidak Seharusnya ada]

Malam masih menyelimuti desa Hinomura.

Sunyi.

Hanya suara angin yang sesekali menyentuh dinding rumah kayu kecil itu.

Di dalamnya, tiga sosok berada dalam satu ruangan.

Namun tidak ada yang benar-benar tenang.

Di atas tikar kecil, seorang bayi terbaring.

Noa.

Matanya… perlahan terbuka.

Merah tua.

Gelap.

Dalam.

Seperti sesuatu yang tidak seharusnya dimiliki oleh seorang bayi manusia.

Di sudut ruangan, Liora Raizen berdiri membeku.

Tatapannya tajam.

Sementara di dekatnya, Shiranui Akihara tidak bergerak sedikit pun.

Tidak ada yang berbicara.

Beberapa detik terasa seperti waktu berhenti.

Lalu

Noa berkedip.

Matanya kembali seperti biasa.

Ia menguap kecil.

“…Aa…”

Dan kembali menjadi bayi biasa.

Hening.

Namun suasana telah berubah.

Liora akhirnya berbicara.

Pelan.

“…itu bukan mata manusia.”

Akihara tidak menjawab.

Namun untuk pertama kalinya…

Ia tidak langsung membantah.

Beberapa saat kemudian.

Lampu minyak dinyalakan kembali.

Cahaya redup menyinari ruangan.

Liora berdiri dengan tangan menyilang.

Wajahnya serius.

“Akihara.”

Nada suaranya lebih dingin dari biasanya.

“Kita harus memastikan sesuatu.”

Akihara mengangkat pandangannya.

“Memastikan apa?”

Liora menatap Noa.

“Apakah dia benar-benar… hanya bayi.”

Akihara langsung mengerutkan kening.

“Itu tidak perlu.”

“Perlu.”

Jawaban Liora cepat.

Tegas.

Ia melangkah mendekat.

“Jika dia sumber dari semua ini-”

“Dia bukan sumbernya.”

Akihara memotong.

Suaranya tidak keras.

Namun penuh keyakinan.

Liora menatapnya.

Beberapa detik.

“Lalu jelaskan.”

Akihara terdiam.

Ia tidak punya jawaban.

Dan itu membuat suasana makin berat.

Akhirnya, Liora menghela napas.

“Baik.”

Ia mengangkat tangannya sedikit.

Kilatan kecil listrik muncul di ujung jarinya.

Sangat kecil.

Tidak berbahaya.

Namun cukup untuk menguji.

Akihara langsung waspada.

“Liora.”

“Tenang saja.”

Kilatan itu perlahan mendekat ke Noa.

Noa melihatnya.

Matanya mengikuti cahaya itu.

Seperti bayi biasa.

Namun saat kilatan hampir menyentuh

Noa tersenyum.

Bukan senyum polos.

Ada sesuatu yang… sadar.

Liora langsung menarik tangannya.

Matanya menyipit.

“…kau melihat itu?”

Akihara diam.

Dan itu sudah cukup sebagai jawaban.

Pagi datang di Hinomura.

Desa kembali hidup seperti biasa.

Namun bagi mereka…

Tidak ada yang terasa normal lagi.

Akihara menggendong Noa lebih erat.

Liora berjalan di sampingnya.

Waspada.

Setiap sudut desa terasa… diawasi.

Siang menjelang.

Dan

CRACK.

Tanah retak.

Lebih keras dari sebelumnya.

Dekat sumur desa.

Lima retakan muncul sekaligus.

Warga panik.

“Lari!”

Makhluk keluar.

Lebih besar.

Lebih gelap.

Bukan sekadar goblin biasa.

Namun tetap sama

Tanpa mana.

Liora langsung maju.

Kali ini tanpa ragu.

Petir muncul di tangannya.

CRACK!

Satu makhluk hancur.

Namun dua lainnya menyerang bersamaan.

Gerakan mereka… lebih terarah.

Akihara memperhatikan.

Dan langsung sadar.

“…mereka tidak menyerang secara acak.”

Tatapannya berubah.

Makhluk itu…

Mengarah ke satu titik.

Ke arah

Noa.

Akihara langsung bergerak.

Berdiri di depan.

Melindungi.

Untuk pertama kalinya

Aura panas keluar dari tubuhnya.

Tipis.

Namun nyata.

Salah satu makhluk melompat.

Akihara menghindar.

Lalu

BOOM.

Satu pukulan.

Makhluk itu terpental keras.

Namun tidak langsung hancur.

“…lebih kuat,” gumamnya.

Liora berteriak:

“Akihara!”

“Ya!”

“Mereka bukan menyerang desa-”

“-mereka menuju Noa.”

Hening satu detik.

Dan itu cukup.

Pertarungan berakhir cepat.

Petir Liora menyambar.

Makhluk itu hancur.

Menjadi abu hitam.

Sekali lagi…

Tanpa mana.

Tanpa jejak kehidupan.

Jauh di barat.

Di dalam hutan luas.

Berdiri Yelvarises Elven Kingdom.

Tempat para ras Elf berada di mana MANA mengalir seperti udara.

Namun hari itu…

Ada gangguan.

Di puncak menara, berdiri seorang wanita elf.

Elyndra Sylphael.

Matanya terbuka perlahan.

“…mana dunia terganggu.”

Di belakangnya, seorang gadis Elf muda memegang dadanya.

Aerel Ashia Sylphael.

“Aku merasakannya juga…”

Ia menatap ke arah barat.

“…dan itu bukan mana.”

Hening.

Elyndra menyipitkan mata.

“…sesuatu yang tidak seharusnya ada.”

Kembali ke Hinomura.

Sore hari.

Angin berhembus pelan.

Namun suasana terasa berat.

Akihara berdiri di luar rumahnya.

Noa dalam pelukannya.

Lebih erat dari sebelumnya.

Liora di sampingnya.

“…mereka datang untuknya.”

Akihara tidak membantah.

Ia tidak bisa lagi.

Semua sudah jelas.

Ia menatap Noa.

Bayi kecil.

Namun pusat dari sesuatu yang besar.

Ia menarik napas pelan.

“…aku tidak bisa tetap di sini.”

Liora menoleh.

“Kau mau pergi lagi?”

Akihara menggeleng.

“Tidak.”

Tatapannya berubah.

Lebih tajam.

Lebih dalam.

Lebih seperti dulu.

“Jika aku pergi… mereka akan tetap datang.”

Ia menatap ke arah barat.

Arah sumber semuanya.

“Kali ini…”

Suaranya rendah.

Namun penuh tekad.

“…aku akan menghadapi mereka.”

Liora menatapnya.

Dan akhirnya

Ia melihat kembali sosok itu.

Grandmaster Api.

Legenda yang belum benar-benar hilang.

Api itu…

mulai menyala kembali.

1
Awkward
flbck kak
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!