NovelToon NovelToon
BOS KU Ternyata JODOHKU??

BOS KU Ternyata JODOHKU??

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Diam-Diam Cinta / Beda Usia
Popularitas:3.8k
Nilai: 5
Nama Author: Yurnalis Lidar0306

Menghilang selama lima belas tahun, ia akhirnya kembali karena tuntutan pekerjaan. Luka masa lalu mengajarkannya bahwa apa yang bukan milikmu, tak akan pernah bisa dipaksa menjadi milikmu. Kini ia hadir dengan versi terbaik, bertekad menjalani hidup lebih dewasa.

Namun, takdir justru mempertemukannya dengan sosok menyebalkan yang menjadi atasannya. Kesabaran pun terus diasah karena harus bertemu setiap saat.

Lantas, mampukah benih cinta tumbuh di antara pertemuan mereka? Atau justru mereka akan tetap memilih jalan masing-masing?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yurnalis Lidar0306, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode-27

Sore itu, Nara duduk seorang diri di sebuah Cafe yang berseberangan dengan kantor Delvin Group. Ayu dan Mona tidak ada karena keduanya ada kepentingan dengan keluarga masing-masing, sedangkan Arkan... pria itu sejak siang tadi sudah pamit untuk melakukan pekerjaan ke luar kota bersama asistennya, Arjun.

Nara menikmati kesendiriannya sambil menyeruput teh hangat, rasanya tenang sekali bisa punya waktu buat dirinya sendiri sebentar.

Saat tengah melamun, tiba-tiba seseorang datang..

"Permisi, boleh saya duduk disini, tempat lain udah penuh??"

Nara tersentak, ia mendongak dan melihat seorang perempuan yang sekiranya berumur 30 tahunan, berdiri di depannya dengan senyum manis. Penampilannya rapi, cantik, dan terlihat sangat ramah.

"Oh.. iya silahkan!" jawab Nara cepat sambil menggeser barang-barangnya agar perempuan itu bisa duduk dengan leluasa.

Wanita itu tersenyum lebar, lalu ikut duduk di hadapan Nara.

"Hai salam kenal, Amira!" perkenalannya santai dan hangat.

"Wah salam kenal juga, Nara," balas Nara tersenyum. "Kebetulan banget ya, emang lagi jam pulang kerja jadi penuh banget nih tempatnya."

"Iya nih, makasih ya udah bolehin duduk bareng. Jadi nggak perlu berdiri deh," canda Amira ringan.

Mereka pun mulai mengobrol dengan sangat santai. Ternyata Amira orangnya asik dan easy going banget. Mereka membicarakan banyak hal, mulai dari soal kopi, fashion, sampai keluh kesah soal kerjaan. Nara merasa nyaman sekali, seolah sudah berteman lama.

"Eh tapi Nara, aku perhatiin dari tadi kamu sendirian terus nih. Nggak ditungguin pacar atau suami?" tanya Amira penasaran sambil menyeruput minumannya.

Nara terkekeh pelan, "Pacar ada sih, tapi lagi dinas luar kota. Jadi ya aku jombka (jomblo sementara) dulu deh sore ini."

"Wah beruntung banget dong dia punya kamu yang setia gini," puji Amira tulus. Matanya menatap Nara dengan tatapan yang sulit diartikan, ada rasa kagum yang mendalam di sana. "Semoga hubungan kalian langgeng ya."

"Aamiin, makasih Amira," jawab Nara polos.

Nara sama sekali tidak curiga. Ia pikir ini cuma pertemuan biasa, ketemu teman baru yang asik. Padahal... tatapan Amira menyiratkan sesuatu yang lebih dari sekadar teman biasa. Ada cerita besar di balik pertemuan kebetulan sore itu.

 ____

Malam harinya...

Nara baru saja selesai mandi dan berganti dengan piyama tidur yang nyaman. Ia berjalan santai ke depan cermin, duduk di kursi riasnya, lalu mulai melakukan ritual skincare-nya dengan telaten.

Wajahnya dibersihkan, diberi toner, serum, sampai pelembab. Rasanya segar banget dan bikin rileks setelah seharian beraktivitas.

Tiba-tiba...

Tring... Tring... Tring...

Ponsel di atas meja berdering nyaring. Nama "Sayangku ❤️" tertera jelas di layar.

Nara langsung tersenyum lebar, buru-buru mengusap tangannya dan mengangkat telepon itu.

"Halo... Sayang!" sapanya ceria.

"Halo cantik... lagi ngapain?" terdengar suara Arkan yang terdengar sangat lelah tapi tetap hangat di seberang sana.

"Lagi ngurusin muka nih biar makin glowing dong. Kamu udah sampai hotel belum? Kerjanya gimana?" tanya Nara sambil memakai masker wajah dengan santai.

"Udah sampai sayang. Alhamdulillah lancar banget meetingnya. Cuma... ya gitu deh," suara Arkan terdengar mendesah pelan.

"Gitu apanya?"

"Kangen... kangen banget sama kamu. Rasanya pengen cepet-cepet selesai terus terbang balik kesana sekarang juga," rengek Arkan manja. "Kamu udah makan belum? Jangan lupa makan ya, aku gak ada siapa yang ngawasin."

"Udah dong, aku kan anak baik. Kamu juga istirahat ya, jangan begadang terus kerjanya," jawab Nara lembut, hatinya terasa hangat sekali diperhatikan begini.

"Iya sayang... oh iya, tadi siang kamu baik-baik aja kan di kantor? Gak ada gangguan apa-apa kan?" tanya Arkan tiba-tiba, nadanya terdengar sedikit lebih waspada.

"Alhamdulillah aman kok. Malah tadi siang aku ketemu teman baru lho namanya Amira, orangnya asik banget kita ngobrol lama," cerita Nara polos.

Di seberang telepon, terdengar hening sejenak.

"Amira?" ucap Arkan pelan, ada nada aneh di suaranya. "Kamu yakin namanya Amira?"

"Iya kenapa? Kamu kenal?" tanya Nara bingung.

"Enggak... enggak apa-apa," jawab Arkan cepat, tapi Nara bisa merasakan ketegangan di sana. "Pokoknya kamu hati-hati ya. Jangan sembarangan cerita banyak sama orang baru. Tidur yang nyenyak ya sayang, mimpi indah."

"Iya siap Bos! Love you!"

"Love you too..."

Panggilan terputus. Nara mengerutkan kening bingung. "Aneh banget sih... kok reaksinya gitu ya?" gumamnya.

Padahal... di dalam kamar hotelnya, Arkan sedang berdiri di depan jendela dengan wajah serius.

"Amira.... Amira.... kenapa namanya terasa familiar ya? Dimana gue pernah dengar nya?" gumamnya.

____

Pagi itu Nara sudah lengkap dengan penampilannya, seperti biasa ia akan kekantor, dirasa semuanya sudah siap, wanita itu keluar rumah tak lupa juga mengunci pintunya, lalu masuk kedalam mobil yang sudah di panaskan..

Mobil itu keluar dari gerbang rumah, namun tak sengaja mata Nara menangkap sosok wanita yang ia kenal semalam..

"Eh..itukan Amira? Kok dia dari sana? Apa itu rumahnya?"

Gadis yang bernama Amira itu baru saja selesai mengunci pagar saat mobil Nara berhenti di sampingnya..

"Loh Amira,kok disini?"

gadis itu menoleh,ia juga sedikir terkejut melihat Nara disana,"Eh Mbak Nara,iya ini rumah aku Mbak,kalau Mbak kenapa disini?" tanyanya juga heran.

"Oalah..ini rumah kamu toh, berarti kita tetanggaan dong,itu rumah ku!" tunjuknya pada rumah bercat putih yang hanya berjarak 2 rumah.

Mata Amira berbinar,"Wah gak nyangka ya ternyat rumah kita dekat!" kekehnya.

Nara ikut tertawa kecil,"Kamu mau kemana?" tanya Nara melihat penampilan Amira yang sudah rapi.

"Aku mu kerja Mbak!" sahutnya.

"Dimana?"

"Kantor Delvin Group!" sahut Amira dengan senyum lebar.

Mendengar jawaban itu, senyum di wajah Nara sempat memudar sejenak karena kaget.

"Hah? Kantor Delvin Group?" matanya membelalak tak percaya. "Kamu... kerja di sana?" Meski terkejut, Nara segera kembali tersenyum ramah.

"Iya Mbak! Kebetulan banget kan! Aku baru mulai kerja hari ini lho, jadi Staff Admin di bagian keuangan," jawab Amira antusias.

"Wah iya, kebetulan banget! Tapi kok bisa sih? Aku gak pernah denger kalau kantor baru saja menerima karyawan baru, atau aku yang telat dapat informasinya ya?" tanya Nara polos. Ia merasa bingung tapi juga senang, ternyata teman barunya ini akan satu kantor dengannya.

"Bisa jadi Mbak, soalnya aku direkomendasi sama teman yang memang mau keluar karena hendak melahirkan. Eh, berarti kita bisa berangkat bareng terus nih Mbak! Atau aku numpang mobil Mbak boleh ya?" ajak Amira sangat ramah.

Meski sedikit heran, Nara berusaha berpikir positif dan memasang senyum profesionalnya kembali.

"Oh iya boleh banget dong! Ayo naik! Keburu telat lho," jawab Nara santai. Di dalam hati, ia hanya menganggap ini murni kebetulan yang menyenangkan, tidak ada pikiran buruk sedikitpun.

Amira masuk ke dalam mobil dengan riang. Sepanjang perjalanan, wanita itu terus bercerita dengan sangat antusias, seolah mereka sudah berteman lama. Nara hanya menjawab sekenanya, pikirannya justru senang karena akhirnya punya teman baru yang asik.

Sesampainya di parkiran kantor...

Nara dan Amira berjalan berdampingan masuk ke dalam gedung. Semua mata karyawan yang melihat mereka langsung terlihat bingung dan mulai berbisik-bisik.

"Itu siapa? Kok jalan bareng Bu Nara?"

"Cantik juga ya... tapi kok mukanya kelihatan familiar ya?"

Nara mengabaikan semua tatapan itu. Ia menganggap mereka hanya penasaran karena melihat wajah baru. Ia langsung mengantar Amira ke meja barunya.

"Nah ini tempat kamu. Nanti kalau ada apa-apa langsung tanya aku ya," kata Nara ramah.

"Makasih banyak Mbak Nara! Baik banget deh pokoknya!" ucap Amira tulus.

Setelah memastikan Amira nyaman, Nara pun berbalik dan menaiki lift menuju lantai atas, kembali ke mejanya sendiri. Ia merasa hari ini akan menjadi hari yang menyenangkan karena punya teman baru yang baik.

BERSAMBUNG..

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!