Di Sekte Langit Biru, Xiao Fan hanyalah murid sampah yang terdampar di Alam Kondensasi Qi lapis pertama. Dicemooh, dihina, dan nyaris diusir ke dapur luar—ia dianggap sebagai aib terbesar sekte. Namun, tak seorang pun tahu bahwa di balik tubuh lemahnya, tersimpan jiwa Kaisar Pedang yang pernah mengguncang sembilan langit. Selama tiga tahun, pedang kuno bernama Penelan Surga menggerogoti seluruh kultivasinya. Kini, pedang itu telah terbangun. Dengan teknik terlarang yang membalikkan hukum Surga dan Bumi, Xiao Fan memulai jalan sunyinya sebagai Kaisar Pedang Iblis. Misi pertamanya: menghancurkan sekte yang merendahkannya... hanya dalam seratus hari. Namun bagi Xiao Fan, tiga hari sudah lebih dari cukup.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bodattt, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 4: Gadis Bersegel Kaisar
Gubuk itu terlalu sempit untuk dua orang.
Xiao Fan duduk bersila di atas tikar pandan, sementara Liu Ruyan berdiri di sudut ruangan dengan punggung menempel ke dinding kayu. Matanya masih menatap Xiao Fan dengan rasa ingin tahu yang aneh—seperti seorang anak yang baru pertama kali melihat api.
"Kau tidak takut padaku?" tanya Xiao Fan akhirnya.
Liu Ruyan menggeleng pelan. "Aku sudah terlalu lama ditakuti. Aku lupa bagaimana rasanya takut pada orang lain."
Jawaban yang jujur. Xiao Fan menyukainya.
Ia menutup mata, berpura-pura bermeditasi. Tapi sebenarnya ia sedang berbicara dengan sistem di kepalanya.
[Jelaskan tentang segel di dalam dirinya.]
Sistem merespon dengan suara datar.
[Segel Kuno Tingkat Kaisar terdeteksi. Diperkirakan berasal dari 20.000 tahun yang lalu. Segel ini mengunci tidak hanya akar spiritual, tetapi juga ingatan dan garis keturunan asli entitas.]
[Kekuatan di dalam segel: Alam Kaisar Pedang Puncak.]
[Peringatan: Jika segel terbuka tanpa persiapan, jiwa entitas akan hancur.]
Xiao Fan membuka mata. Ia menatap Liu Ruyan dengan sorot baru. Gadis ini bukan sekadar orang tanpa bakat kultivasi. Dia adalah bom waktu berjalan. Atau lebih tepatnya... senjata tidur yang bahkan pemiliknya tidak sadar.
"Kenapa kau menatapku seperti itu?" tanya Liu Ruyan. Ada nada waspada dalam suaranya.
Xiao Fan tidak langsung menjawab. Ia bangkit dan berjalan mendekat. Langkahnya pelan. Terukur. Liu Ruyan tidak mundur, tapi bahunya menegang.
"Berikan tanganmu," kata Xiao Fan.
"Apa?"
"Tanganmu. Aku ingin memeriksa sesuatu."
Liu Ruyan ragu sejenak. Lalu ia mengulurkan tangan kanannya. Kulitnya pucat, nyaris transparan. Pembuluh darah biru terlihat samar di bawahnya. Xiao Fan menggenggam pergelangan tangan itu.
Sentuhan pertama. Dan dunia di sekelilingnya berubah.
Xiao Fan tidak lagi berada di gubuk reyot Puncak Pelana Kayu. Ia berdiri di atas lautan bintang. Di bawah kakinya, galaksi berputar perlahan. Di atas kepalanya, sembilan matahari hitam menggantung—masing-masing dikelilingi oleh rantai emas raksasa yang membentang ke segala arah.
Ini lautan kesadaran gadis itu.
Tapi lautan kesadaran manusia biasa hanya seukuran kolam kecil. Yang ini... seluas alam semesta. Dan di tengahnya, melayang sebuah peti mati kristal bening. Di dalamnya, sesosok wanita berjubah perang emas tertidur dengan damai. Wajahnya... persis Liu Ruyan. Tapi aura yang terpancar darinya—aura itu milik seseorang yang pernah mengguncang langit dan bumi.
Kaisar Pedang wanita? Xiao Fan terkejut. Dia pikir hanya dirinya satu-satunya yang mencapai tingkat itu. Ternyata sejarah menyimpan lebih banyak rahasia.
Rantai-rantai emas itu terhubung dari sembilan matahari hitam langsung ke peti mati. Itu segelnya. Segel yang mengunci kekuatan luar biasa itu.
Salah satu rantai bergetar. Retakan kecil muncul di permukaannya.
[Peringatan. Kontak dengan inang menyebabkan reaksi berantai pada segel. Stabilitas segel menurun 0,3%.]
Xiao Fan segera melepaskan genggamannya. Dunia kembali normal. Gubuk reyot. Tikar pandan. Liu Ruyan yang menatapnya dengan mata membulat.
"Kau... apa yang kau lakukan?" suaranya bergetar. "Aku melihat sesuatu. Peti mati. Dan wanita di dalamnya. Dia... dia memanggilku."
Xiao Fan menatap gadis itu dalam diam. Situasi baru saja menjadi jauh lebih rumit. Dalam dua hari, ia harus menghancurkan Sekte Langit Biru. Sekarang ia mendapati dirinya terikat dengan seorang gadis yang menyimpan kekuatan setara Kaisar Pedang di dalam jiwanya.
Jika segel itu terbuka secara tidak sengaja, seluruh sekte ini—mungkin seluruh benua ini—akan lenyap dalam sekejap.
"Liu Ruyan," Xiao Fan bersuara pelan. "Apa kau ingin bisa berkultivasi?"
Pertanyaan itu membuat gadis itu terpaku. Matanya yang sayu tiba-tiba basah. Bukan karena sedih. Tapi karena terlalu lama tidak ada yang menanyakan hal itu padanya.
"Setiap hari," bisiknya. "Setiap hari aku bermimpi bisa merasakan Qi. Hanya sedikit. Hanya untuk membuktikan bahwa aku tidak... cacat."
Xiao Fan mengangguk. "Aku tidak bisa membuka segelmu sekarang. Terlalu berbahaya. Tapi aku bisa membantumu menyerap sedikit Qi. Cukup untuk membuatmu mencapai Alam Kondensasi Qi Lapis Pertama."
Mata Liu Ruyan membelalak. "Kau... kau bisa melakukan itu? Tapi kau sendiri hanya..."
Hanya sampah. Kalimat itu menggantung tak selesai.
Xiao Fan tersenyum tipis. Senyum pertama dalam tiga tahun. "Aku bukan seperti yang mereka kira. Dan kau juga bukan."
Ia kembali duduk bersila dan memberi isyarat agar Liu Ruyan duduk di depannya. "Ikuti yang kukatakan. Tarik napas perlahan. Tapi kali ini, jangan mencari Qi Surgawi. Kau tidak akan menemukannya. Carilah sesuatu yang lebih berat. Sesuatu yang dingin. Sesuatu yang tersembunyi di bawah tanah."
Liu Ruyan menutup mata. Wajahnya berkeringat. Satu menit. Dua menit. Tidak ada yang terjadi.
Lalu—sehelai rambut di pelipisnya bergerak. Bukan karena angin. Tapi karena seutas energi hitam tipis—hampir tak terlihat—merayap dari tanah dan masuk ke pori-porinya.
Qi Kematian.
Gadis itu tersentak. Matanya terbuka lebar. "Aku... aku merasakannya! Dingin. Tapi... hidup. Seperti ada sesuatu yang bergerak di dalam dadaku!"
Xiao Fan mengangguk puas. Gadis ini berbakat. Meski segel itu mengunci 99,9% kekuatannya, celah kecil 0,1% itu cukup untuk memulai.
[Malam kedua. Satu target dilumpuhkan. Satu sekutu potensial ditemukan.]
[Sisa waktu: 2 hari.]
Di kejauhan, lonceng peringatan Sekte Langit Biru tiba-tiba berdentang keras. Satu kali. Dua kali. Tiga kali.
Itu tanda bahaya tingkat tinggi.
Xiao Fan berdiri dan membuka pintu. Di langit di atas Puncak Utama, ia melihat asap hitam mengepul. Dan di tengah asap itu, bayangan tiga sosok berjubah merah melayang dengan pedang terhunus.
Penyusup.
Sekte Langit Biru sedang diserang.
Suara sistem bergema di kepalanya.
[Misi sampingan baru: Bunuh para penyusup dan serap kekuatan mereka.]
[Hadiah: Fragmen kedua Pedang Penelan Surga.]
Mata Xiao Fan menyala. Malam kedua baru saja menjadi jauh lebih menarik.