NovelToon NovelToon
Rahim Bayaran Mafia Kaya

Rahim Bayaran Mafia Kaya

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikah Kontrak / CEO / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:3k
Nilai: 5
Nama Author: I'ts Roomie

Demi menyelamatkan nyawa ibunya yang sekarat, Aluna terpaksa menerima tawaran yang tak masuk akal yaitu menjadi rahim bayaran bagi seorang pria yang dikenal sebagai mafia paling kejam dan tak tersentuh.

Pria itu, Arka Mahendra, bukan hanya dingin dan berbahaya, tapi juga menyimpan rahasia kelam di balik keinginannya memiliki seorang anak. Tidak ada cinta dalam perjanjian mereka. Hanya kontrak, batasan, dan harga yang harus dibayar.

Namun semuanya berubah ketika kehidupan Aluna perlahan terjerat dalam dunia gelap Arka. Ancaman datang dari musuh-musuh yang mengintai, sementara perasaan yang seharusnya tidak pernah ada mulai tumbuh di antara mereka.

Di tengah bahaya, pengkhianatan, dan rahasia masa lalu yang terkuak, Aluna dihadapkan pada pilihan yang menghancurkan, tetap menjadi “rahim bayaran”… atau mempertaruhkan segalanya untuk cint

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon I'ts Roomie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 20

Hari demi hari berlalu, tapi suasana di rumah itu tidak membaik. Arka masih menyimpan kecurigaan yang belum sepenuhnya reda. Nyonya Soraya, seperti biasa, tidak membiarkan keadaan menjadi tenang begitu saja.

Pagi itu Kenzi datang lagi ke rumah.

Ia tidak tahu apa yang terjadi setelah kunjungannya yang lalu. Yang ia tahu hanyalah kondisi keuangan keluarga Mahendra sedang sangat buruk, dan ia punya kemampuan untuk membantu.

Kenzi berniat menawarkan modal atau kerja sama bisnis kepada Arka secara langsung. Dengan koneksi dan sumber daya yang ia miliki, ini bukan hal yang sulit baginya.

Kenzi menginjakkan kaki di teras ketika ia melihat Arka sedang duduk di ruang tamu. Ia melangkah masuk dan membuka mulut hendak memperkenalkan maksud kedatangannya.

Ia tidak sempat mengucapkan sepatah kata pun.

Nyonya Soraya yang berada di sisi ruangan berdiri dan menoleh ke pintu. Begitu matanya melihat Kenzi, wajahnya berubah.

"Arka, lihat ini!" Nyonya Soraya berdiri dan menunjuk ke arah pintu. "Dia berani datang lagi ke sini!"

Kenzi berhenti melangkah. Ia menatap wanita itu dengan bingung. "Tante, saya mau bicara baik-baik sama Mas Arka soal bantuan bisnis."

"Bantuan?" Nyonya Soraya melangkah mendekat. "Kau pikir kami butuh belas kasihan darimu?"

"Bukan belas kasihan, Tante." Kenzi berusaha tetap tenang. "Saya mau menawarkan kerja sama. Murni bisnis."

"Keluar dari rumah ini!" Nyonya Soraya menaikkan suaranya. "Kau yang bikin rumah ini tidak tenang! Jangan pernah kembali lagi!"

Suara ribut itu terdengar sampai ke lantai atas.

Aluna yang sedang di kamar menggendong Arfan bergegas turun. Ia melihat Kenzi berdiri di dekat pintu dengan wajah bingung, Nyonya Soraya berdiri di tengah ruangan dengan muka merah, dan Arka duduk dengan rahang yang mengeras.

"Tante, tolong jangan teriak." Aluna berdiri di ujung tangga. "Mas Kenzi cuma mau membantu."

"Diam kamu!" Nyonya Soraya berbalik ke arahnya. "Kau yang mengundang dia ke sini lagi, kan?"

Nyonya Soraya berpaling ke arah putranya. "Arka, lihat sendiri. Dia datang lagi. Dan istrimu berdiri di sana membelanya."

"Mereka sudah bersekongkol." Suara Nyonya Soraya menurun tapi semakin tajam. "Aluna sudah bosan hidup susah. Dia mau pergi dengan pria kaya ini. Ceraikan dia sekarang sebelum kau dipermalukan lebih jauh."

Arka berdiri dari kursinya.

Ia menatap Kenzi dari ujung ruangan. Ada sesuatu yang sudah lama menggumpal di dalam dadanya, dan pagi itu semuanya tumpah.

"Kau berani datang lagi ke sini." Suara Arka rendah dan datar, tapi ada tekanan di setiap katanya.

Kenzi menatapnya langsung. "Mas Arka, saya cuma mau bantu. Tidak ada maksud lain."

"Aku tidak butuh bantuanmu." Arka melangkah mendekat. "Kau pikir dengan datang ke sini membawa uang dan tawaran bisnis itu kau tidak punya niat lain?"

"Saya serius, Mas." Kenzi tidak mundur. "Saya lihat kondisi perusahaan Mas Arka dari luar, dan saya punya koneksi yang bisa membantu. Itu saja."

"Aku tidak minta tolong." Arka berdiri tepat di depan Kenzi sekarang. "Dan aku tidak akan menerima apa pun dari laki-laki yang datang ke rumahku dengan alasan yang tidak jelas."

"Kau mau tunjukkan bahwa kau lebih mampu dariku?" Suara Arka naik. "Kau mau tunjukkan ke istriku bahwa ada orang lain yang lebih bisa memberinya kehidupan yang lebih baik?"

"Itu bukan maksud saya." Kenzi menarik napas. "Saya hanya—"

"Pergi." Arka memotong. "Sekarang! Dan jangan kembali lagi ke sini."

Kenzi terdiam sebentar. Ia melirik sekali ke arah Aluna, lalu kembali menatap Arka.

"Baik, Mas." Suaranya tenang. "Kalau itu keputusan Mas Arka, saya hormati."

Kenzi mengambil dua langkah mundur sebelum berbalik ke arah pintu. Ia berhenti sejenak di ambang pintu.

"Tapi tolong jaga Aluna dan Arfan dengan baik." Kenzi mengucapkan itu tanpa menoleh, lalu melangkah keluar.

Suara mesin mobilnya terdengar menyala, lalu perlahan menjauh dan hilang.

Ruangan itu hening setelah mobil Kenzi pergi.

Nyonya Soraya duduk kembali dengan ekspresi puas. Raka berdiri di dekat tangga dengan tangan di sisi tubuh, tidak berkata apa-apa.

Arka berbalik. Matanya mencari Aluna.

Aluna masih berdiri di ujung tangga dengan Arfan di gendongannya. Ia menatap suaminya.

"Tuan..." Aluna mencoba berbicara.

"Jangan." Arka mengangkat tangannya. "Jangan jelaskan apa pun sekarang."

"Tapi Aluna perlu Tuan dengarkan." Suara Aluna tidak gemetar. "Kenzi datang dengan niat baik. Dia tidak tahu apa yang terjadi di sini. Aluna pun tidak minta dia datang hari ini."

"Setiap kali dia muncul, ada masalah baru." Arka menatapnya. "Harga diriku diinjak di rumahku sendiri."

"Itu bukan salah Kenzi dan bukan salah Aluna." Aluna menurunkan suaranya. "Kalau Tuan mau marah, marahlah. Tapi jangan tuduh Aluna dengan hal yang tidak Aluna lakukan."

Arka diam.

"Aluna sudah berusaha." Suara Aluna mulai bergetar sekarang, bukan karena takut, tapi karena lelah. "Aluna bantu pekerjaan rumah, Aluna tidak pernah minta macam-macam, Aluna sabar sama Tante Soraya setiap hari. Tapi tidak pernah cukup."

Arka tidak menjawab.

"Jadi selama ini Tuan menyesal ya, Tuan?" tanya Aluna pelan. "Menyesal sudah memilih Aluna?"

Keheningan Arka berlangsung terlalu lama.

Aluna mengangguk pelan, seolah jawaban itu sudah ia duga. Ia menelan ludah dan menatap wajah Arfan di gendongannya sebentar.

"Kalau keberadaan Aluna hanya jadi sumber masalah di sini..." Aluna mengangkat kepalanya. "Maka lebih baik Aluna pergi."

Raka langsung bergerak dari tempatnya. "Non, jangan bicara seperti itu."

"Mas Raka." Aluna menatap adik iparnya itu. "Aluna serius."

"Kak Arka cuma lagi emosi." Raka berdiri di antara keduanya. "Jangan ambil keputusan sekarang."

"Ini bukan keputusan yang tiba-tiba." Aluna menggeleng. "Aluna sudah terlalu lama berdiam diri. Tapi kalau tinggal di sini artinya Tuan terus curiga, Tante terus menyalahkan, dan Aluna terus diam menerima, maka itu bukan kebaikan untuk siapa pun."

Aluna menatap Arka untuk terakhir kalinya.

"Terima kasih untuk semuanya, Tuan." Suara Aluna tenang tapi matanya merah. "Terima kasih sudah pernah baik sama Aluna. Maaf kalau Aluna belum bisa jadi istri yang Tuan harapkan."

Arka membuka mulutnya tapi tidak ada suara yang keluar.

Aluna berbalik dan berjalan keluar. Langkahnya tidak tergesa, tapi tidak berhenti.

Raka menatap kakaknya. "Kak, pergi kejar dia."

Arka tidak bergerak. Tangannya mengepal di sisi tubuh. Di dalam dadanya ada sesuatu yang berteriak, tapi kakinya tidak bergerak dari tempatnya.

Nyonya Soraya yang tadinya duduk dengan ekspresi puas kini terdiam. Ia menatap pintu depan yang masih terbuka, tempat punggung Aluna tadi menghilang. Ia membuka mulutnya, tapi tidak ada yang diucapkan.

Di luar, langkah kaki Aluna terdengar melewati teras, melewati halaman, dan akhirnya tidak terdengar lagi.

Rumah itu kembali sunyi. Tapi kali ini sunyinya terasa berbeda.

1
Xiao Juan
ni orang tua mulutnya pen gua tampar, nyolot bet anying, manaa ada dimana-mana lagii, ikut campur bangett
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!