Nurul adalah seorang wanita cantik, baik, sabar, juga tegar dalam menghadapi semua cobaan hidupnya. Walau ia sudah terkhinati , dibohongi selama pernikahannya. Namun demi seorang anak yang masih murni dan polos. Nurul tetap berbaik sangka kepada Allah. Rasa sakit dari suaminya Nizam yang sangat ia sayangi. Sempat membuat Nurul kecewa dan terluka. Tapi Nurul berusaha tetap tenang dan berusaha menjadi ibu yang terbaik demi anaknya Sampai akhirnya ia mampu melewati semuanya dengan menjaga hati sang anak untuk menjadi wanita yang berjiwa besar, sukses dan hidup bahagia pada akhirnya. Bahkan Nurul kembali bisa menemukan cinta sejatinya. Yang kembali membawanya hidup bahagia dari seorang pria yang tulus bernama Azka
Akan kah Nizam menyesal .....ikuti ceritanya ya......
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hidayati Yuyun, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 25
Nizam yang jadi perhatian semua orang Cepat cepat membekap mulut teman dekatnya itu.Karna dari depan ruangan mereka masih ada departemen lain.
" Ngapain pake teriak segala sih " kata Nizam yang takut rahasianya terbongkar. Sehingga nafas Agus langsung tersengal sengal sambil berusaha keras melepaskan tangan Nizam
" Aish...kau ini. Hampir saja aku tidak bisa bernafas" kata Agus
" Kau ...!!" Nizam pun melotot
" Iya iya maaf, aku ngak akan cerita sama siapa pun.Lagian kenapa sih, Nurul sampai bisa minggat dari rumah. Kamu buat salah apa sama dia. Ngak mungkin dia pergi tanpa alasan. Pasti Kamu sudah membuat kesalahan besar kan zam" omel Agus panjang dengan suara pelan.
" Ya begitulah, aku memang bodoh. Sehingga ngak sadar sudah menyakitinya. Entah kemana dia pergi membawa Aliya. Mana aku tidak tahu alamat keluarganya. Satu satunya orang yang ia punya hanya abangnya" kata Nizam dengan wajah muram.
" Rasain lho makanya jangan banyak polah jadi laki laki. Sudah syukur punya istri cantik dan baik begitu. Tapi masih selingkuh dan bertingkah, pasti ini gara gara si Lara itu kan?" kata Agus
" Shit....jangan keras keras. Disini aku yang salah karna saat ibu memintaku untuk menikahinya aku langsung setuju. Hingga akhirnya Lara menutut tangung jawab ku sampai hari ini" jelas Nizam
" Kau sudah menidurinya. Gila kau zam !! " kata Agus tak habis pikir pada teman dekatnya itu. Yang selama ini Agus pikir Nizam bukan pria brengsek seperti itu.
" Ngak aku belum menyentuhnya sama sekali. Tapi kami pernah tidur sekamar. Tapi itu juga karna terpaksa. Namun aku tidak pernah macam macam sama dia" kata Nizam jujur
" Dasar bodoh, salah sendiri mau. Pantas saja dia menuntutmu. Dia pasti mengira kamu ngasih harapan palsu sama dia" Agus pun mengelengkan kepalanya.
" Huh ....ini semua kemauan ibu " kata Nizam lirih sambil memijat kepalanya.
" Itu akibat kau terlalu penurut sama ibumu. Ibumu itu kelak akan menyeretmu ke dalam api neraka. Tahu itu dosa masih kau kerjakan" kata Agus menatap Nizam lekat. Sehingga Nizam tak bisa berkata kata. Mendengar omelan temannya itu.
" Ya ...aku pria yang bodoh. Karna terlalu menuruti semua kemauan ibuku. Sehingga aku tidak sadar sudah menyakiti hati Nurul" kata Nizam jujur karena sangat merasa bersalah pada istrinya. Apalagi sekarang ia sangat merindukan ocehan Aliya putrinya. Yang membuat Nizam putus asa. Sebab belum bisa menemukan Nurul dan Aliya.
" Sudahlah, selesaikan dulu pekerjaanmu sekarang. Setelah selesai nanti aku bantu kau mencari mereka" kata Agus yang turut prihatin pada teman dekatnya itu. Apalagi mereka sudah berteman sejak lama. Bahkan Nurul kenal baik dengan istri Agus.
" Terimakasih gus, tolong jaga rahasia ini. Aku tak ingin Lara besar kepala. Karna sebenarnya aku tak ada niat ingin menikah lagi. Itu hanya ingin menyenangkan ibuku. Tapi akhirnya semuanya jadi kacau" kata Nizam menceritakan masalahnya pada Agus.
" Sudah ngak usah dipikir. Fokus saja pada proyek baru kita. Pulangnya nanti kita bicarakan lagi" kata Agus yang mengeser kursinya menjauh dari meja Nizam. Kembali untuk melanjutkan pekerjaannya.
*************
Sorenya Nizam yang mengantar berkasnya ke ruangan direkturnya. Sempat berpikir untuk bertanya pada pak Ilham. Karna seingatnya pak Ilham pernah memberitahukannya. Jika Nurul adalah sepupunya.
" Maaf pak, boleh saya bertanya sesuatu yang bersifat pribadi sama bapak" kata Nizam bersikap sopan pada atasanya.
" Mau tanya apa?" kata pak Ilham yang mengangkat kedua alisnya. Lalu menatap Nizam dengan mata elangnya
" Apa bapak tahu,alamat rumah pak Bram. Saya ingin bersilahturahmi ke sana" kata Nizam dengan sangat hati hati
" Silahturahmi ?" tanya pak Ilham dengan senyum simpul. Tahu pasti jika Nizam sedang mencari Nurul. Sebab kemaren Bram sempat bercerita jika Nurul pulang kerumah.
" Ya pak " angguk Nizam
" Hahaha... Kau yakin masih ingin bersilahturahmi dengan pak Bram. Dia orang sibuk, mana sempat bisa bertemu, jika tidak membuat janji. Istrimu itu tidak mungkin ke rumahnya. Sebab ia kembali kerumah orang tuanya" kata pak Ilham
" Kerumah orang tuanya, bukannya orang tua Nurul sudah tiada pak!! " kata Nizam kaget
" Kenapa memangnya. Kan rumahnya masih ada. Tak masalah jika kedua orang tuanya sudah tiada. Yang penting dia bisa pulang dan tinggal dengan nyaman disana" kata pak Ilham sembari menelisik wajah Nizam yang terlihat tegang.
" Itu.....apa pak Ilham tahu alamatnya" kata Nizam gugup saat menanyakan alamat rumah orang tua Nurul.
" Kau tanyakan saja pada istrimu sendiri. Atau pada abang iparmu. Kenapa aku harus memberitahumu" kata pak Ilham tersenyum sinis. Senang Nizam kena batunya. Karna pria didepanya itu sudah berani membuat ulah pada adik sepupunya.
" Maaf pak, ponsel Nurul tidak aktif" kata Nizam memberitahu pak Ilham
" Ya sudah kau cari saja info dari temannya. Bukannya kau tahu siapa saja teman teman istrimu. Atau jangan jangan selama ini kau tidak tahu apa apa tentang istri itu," selidik pak Ilham menatap Nizam lekat
Nizam hanya diam. Karna memang ia tak tahu banyak tentang siapa istrinya itu selama ini. Entah berapa banyak yang Nurul sembunyikan darinya. Tapi yang pasti ia hanya tahu, jika Nurul hanya punya satu abang. Dan Nizam juga baru tahu, jika Kakak iparnya itu seorang CEO yang sangat berpengaruh dikotanya.
" Apa Nurul berasal dari kota B?" kata Nizam bertanya pada atasannya
" Tidak, tapi pak Bram punya beberapa perusahaan besar yang ia kelola. Termasuk dikota B. Dan aku tidak tahu Nurul tinggal dimana" jelas pak Ilham dengan santai
" Huh ...baik terimakasih atas informasinya pak. Karna semua nya sudah selesai. Saya kembali dulu ke ruangan saya" kata Nizam bangkit dari kursinya.
" Baik ..silahkan" kata pak Ilham dengan wajah datar. Yang membuat Nizam tak bisa menebak pikiran atasanya itu.
Nizam pun pergi dengan perasaan galau. Karna ia tak bisa mengorek informasi dari pak Ilham. Padahal ia berharap banyak bisa menemukan Nurul sebelum akhir bulan.
" Ya Allah...maafkan aku yang khilaf ini. Sudah membuat istriku merasa tak nyaman tinggal bersamaku lantaran kecewa" kata Nizam sambil melangkah kembali keruang kerjanya.
" Kak Nizam!!" panggil Lara yang berjalan kearahnya untuk menghampiri Nizam
" Ada apa, aku lagi sibuk, apa tak bisa kau menjaga jarak selama kita dikantor" kata Nizam yang berjalan cepat untuk menghindari Lara. Karna takut dilihat karyawan lain.
" Ih kenapa sih kak, orang juga ngak akan tahu ini. Lagian Nurul juga sudah pergi meninggalkan mu kan. Buat apa lagi kak Nizam memikirnya" kata Lara.
" Jaga bicaramu. Jangan sampai orang lain mendengarnya!!" kata Nizam berbalik saat Lara bicara sembarangan. Takut itu terdengar karyawan lain.
" Ok ...tapi Lara mau kau Nizam tak mengabaiku" kata Lara yang merasa diabaikan Nizam beberapa hari ini. Yang membuat wanita itu makin kesal dan makin benci pada Nurul.
Nizam tak menjawab. Ia berlalu begitu saja melanjutkan langkahnya. Dan masuk keruangan kerjanya. Sambil cepat cepat mengunci pintu.
" Kak Nizam ...buka !! Aku mau bicara" kata Lara yang menggedor gedor pintu. Saat menyadari pintu dikunci Nizam dari dalam
" Pergilah kembali ke mejamu. Pulang kerja nanti kita bicara. Aku ingin sendiri " terdengar suara Nizam dari dalam ruangan.
" Sial.....ih....kenapa lagi sih dengannya. Pasti Nurul. Sudah menghasutnya. Awas saja dia, akan ku labrak sepulang kerja nanti" kata Lara. Yang akhirnya kembali ke meja kerjanya dengan perasaan dongkol. Tanpa menyadari beberapa pasang mata memperhatikan dirinya.
" Hmm....ada apa dengannya " kata Agus yang berpapasan dengan Lara saat akan masuk keruangan mereka.
Bruk....
" Aish . zam kenapa dikunci!! " teriak Agus yang ingin masuk. Membuat Nizam cepat bangkit dari kursinya untuk membuka pintu.
Clek ....
" Maaf, tadi ada Lara" Kata Nizam
" Cih....makanya jangan diladeni. Lalu apa kata pak Ilham dengan proyek kita itu" tanya Agus sembari menutup pintu.
" Baik...dia belum berkomentar. Karna tadi aku menanyakan Nurul padanya" kata Nizam
" Hah ....ngapain kamu tanya tanya Nurul sama pak Ilham, apa urusannya sama dia" kata Agus kaget
" Pak Ilham itu sepupu istriku " jelas Nizam
" Apa ....sepupu istrimu!!" Agus pun melototkan matanya tak percaya dengan apa yang ia dengar.
Sudah tua gitu masih plin plan dan gampang disetir ibunya
Pantas lah kau ditinggal istri dan anakmu Nizam
Tar jangan nyesal ya lihat kebahagiaan Nurul 🤭
Aamiin
Aku menunggu kelanjutan kisahnya ini 😍😍
Semoga iman dan takwa tetap terjaga sepeninggal ramadhan mulia
Memang benar ya lelaki peselingkuh ya hobi bohong sana sini
Aku ikut tepuk tangan kalau Nizam dipecat biar kapok
Bila perlu diblacklist semua perusahaan ,sekalian si Lara juga
Wahhh Nurul ,jodohmu lagi otw
Jodoh dunia akhirat sehidup sesyurga
Biar lelaki ga seenaknya sendiri cari cari alasan ini itu
Aku ikut tepuk tangan karena kamu lelaki mencla mencle
mana ada lelaki beristri sesantai itu mau antar teman wanita
Ayo Nurul jaga ketat harga dirimu
Habislah kau disidang abang ipar
Kamu berharga Nurul ,jangan mau diinjak harga dirimu sama suami tukang selingkuh
Nampaknya beda genre lagi ya Thor
BTW aku nungguin lagi squel salah satu kisah Kalimantan Thor ,sampai baca ulang lagi marathon 😍😍