NovelToon NovelToon
Pesona Si Kembar 2 (Cinta Tersembunyi Di Balik Gerbang Kampus)

Pesona Si Kembar 2 (Cinta Tersembunyi Di Balik Gerbang Kampus)

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikahmuda / Crazy Rich/Konglomerat / Teen School/College
Popularitas:58.8k
Nilai: 5
Nama Author: eli_wi

Lanjutan dari "Pesona Si Kembar (Ada Cerita Di Balik Gerbang Sekolah)"

Rachel dan Ronand menapaki jenjang pendidikan kuliah. Jurusan yang mereka ambil pun berbeda. Ronand dengan sifat serius dan sikap misteriusnya membuat banyak orang penasaran. Sedangkan Rachel, dengan gaya selengekannya namun selalu mencengangkan tentang prestasinya.

Di balik gerbang kampus, mereka mengukir cerita yang baru. Dimulai dari kekeluargaan, persahabatan, dan percintaan yang rumit. Semua akan menjadi satu padu dalam cerita ini.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon eli_wi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Menghabiskan Waktu 2

"Pesan lah makanan kesukaan kalian. Kita habiskan waktu sore ini bersama. Rasanya sudah lama kita tidak pernah berkumpul seperti ini," ucap Julian sambil memilih menu makanan yang akan dipesannya.

"Sangat langka, Pa. Bahkan tidak pernah kita pergi bertiga seperti ini," ucap Arvan yang sudah seperti sebuah sindiran bagi Julian. Rasa gengsi Julian sudah mendarah daging. Jika dengan anak laki-lakinya, dia tidak pernah menunjukkan perhatiannya.

"Pilih yang mahal, Van. Lumayan ada yang traktir, biasanya kan Papamu itu pelitnya kebangetan." ucap Ronand dengan menyindir Julian.

Memang benar, jarang sekali Julian mengeluarkan uang untuk mentraktir keluarganya makan. Yang sering ditraktir makan, hanya lah Chiara dan Rachel. Jika ada Ronand dan Papa Fabio yang ikut, maka mereka lah yang akan membayar. Tak lupa dengan kedua Kakak Julian juga akan menawarkan pembayaran. Sedangkan Julian, laki-laki itu memilih sebagai penikmat makanan saja. Jarang sekali menawarkan diri untuk membayar makanan bagi keluarganya.

"Benar. Kita seringnya ditraktir sama Opa, Om Shaka, dan Om Miguel." ucap Arvan sambil tertawa.

"Papa cuma royal sama cewek-cewek," lanjutnya.

"Karena perempuan itu harus diratukan, jadi Papa lebih memilih mentraktir mereka. Apalagi Rachel dan Mika, mereka makannya banyak. Uang Papa sering habis untuk mereka," ucap Julian membela diri bahwa uangnya sering diberikan pada Rachel dan Mika.

"Heleh... Bilang aja pelit. Asal kamu tahu, Van. Pelitnya Papa tuh menurun ke Achel. Buat traktir orang, susah minta ampun. Kalau habis traktir orang, akhirnya Achel itu minta ganti rugi sama Abang." ucap Ronand sambil menggelengkan kepalanya mengingat tingkah kembarannya. Julian yang menjadi bahan pembicaraan pun tidak peduli.

"Anaknya kembar. Satunya menurun dari Mama yang royal. Satunya lagi, pelit kaya Papa." Arvan sambil tertawa saat membandingkan Ronand dan Rachel.

Yang bagus-bagus, selalu dikaitkan dengan keturunan Chiara. Berbeda ketika punya sifat dan sikap yang buruk, akan disamakan dengan Julian. Namun Julian tidak masalah dibicarakan seperti itu, toh memang itu faktanya. Entah mengapa, dia sangat royal pada Rachel dan Chiara saja. Sedangkan dengan anaknya yang lain, menjadi pelit.

"Kak, saya mau pesan lobster bakar madu dan air mineral saja. Sama puding cokelat ini," ucap Ronand langsung memesan menu yang lumayan mahal setelah seorang pelayan mendekati meja mereka untuk mencatat pesanan.

"Steak wagyu dan orange juice." ucap Arvan menambahkan daftar pesanannya.

"Saya nasi padang pak..."

Dugh...

"Pa, jangan bercanda dong. Mana ada di sini nasi padang? Dibaca lagi tuh daftar menunya. Kalau kurang jelas, bisa suruh pelayan bacakan." sela Ronand dengan raut wajah kesal langsung menendang kaki Julian. Bahkan Julian sampai meringis pelan karena merasakan nyeri pada kakinya.

"Kalau mau nasi padang, tuh di depan restorant saja. Menyebalkan banget sih ini orangtua," gerutunya dengan tatapan sinis.

Sabar, Papa cuma bercanda ini. Sensi amat sih jadi cowok. Kaya kurang jatah dari istri aja,

Dugh...

Awww....

Lagi-lagi Ronand langsung menendang kaki Julian kembali. Tempat umum, tapi Julian malah membahas hal pribadi. Apalagi ada pelayan yang sedari tadi standby menunggu daftar pesanan mereka. Pelayan itu berusaha menulikan telinganya agar tak tertawa mendengar perdebatan mereka. Sedangkan Julian hanya bisa cengengesan melihat tatapan tajam dari Ronand. Padahal ia tadi ingin protes karena Ronand bertingkah semena-mena padanya.

Arvan yang melihat pertunjukan itu hanya bisa menggelengkan kepalanya. Sangat menggelikan karena biasanya mereka akan terlihat cool jika di tempat umum. Namun hari ini, mereka bertingkah sangat konyol di depan oranglain. Arvan bahagia karena melihat pemandangan yang jarang dilihatnya ini. Akhirnya Julian memesan makanan yang sama dengan Arvan.

Ingat ya, Pa. Ini yang bayar Papa,

Nanti jangan pura-pura ke toilet atau ada drama nggak bawa dompet,

Iya, aman.

Kalau Papa nggak mau bayar, jual saja itu mobilnya, Bang. Lumayan, nanti sisanya buat belikan Arvan motor sport baru.

Tidak ada motor sport baru. Pakai motor listriknya Rachel aja itu,

Dihh...

Gawat, Achel digangguin sama cowok aneh.

Apa?

***

"Siapa, Achel?" tanya Chiara pada anaknya karena kehadiran seorang laki-laki yang sepertinya seumuran atau di atasnya Rachel. Melihat raut wajah aneh dari Rachel, membuat Chiara sedikit was-was.

Rachel tampak saling pandang dengan Susan saat melihat seorang pemuda yang berdiri di dekat meja mereka. Suasana di meja itu tampak aneh dan sedikit canggung. Chiara menatap Rachel dan Susan dengan pandangan bingung. Seperti ada sesuatu yang aneh pada keduanya. Sedangkan Mika, tampaknya tidak peduli karena kentang goreng di depannya sudah tersaji.

"Kakak tingkat di kampus, Ma." Bukan Rachel yang menjawab, melainkan Susan. Chiara menganggukkan kepalanya sebagai respons penjelasan Susan kemudian tersenyum ke arah laki-laki yang tak lain adalah Arjuna. Entah bagaimana caranya laki-laki itu bisa menemukan keberadaan Rachel.

"Duduk lah di sini. Kamu sendiri?" tanya Chiara dengan lembut.

"Iya, Tante." Mengingat tadi Susan memanggil Chiara dengan panggilan Mama, berarti dirinya harus panggil Tante. Namun ia bingung, Chiara ini Ibu dari Rachel atau Susan. Arjuna memilih segera duduk, mengabaikan Rachel dan Susan yang sedikit risih akan kehadirannya.

"Maaf mengganggu waktu makan dan kebersamaannya dengan keluarga, Tante." ucapnya sambil memasang raut wajah bersalah.

"Tidak apa. Ini juga hanya acara makan-makan biasa," ucap Chiara menanggapinya dengan santai.

Sudah tahu mengganggu, masih saja duduk di kulsi ini. Belum tahu dia kalau nanti bisa ada singa mengamuk,

Ha?

Tampaknya bukan hanya Rachel dan Susan saja yang merasa aneh saat Arjuna bergabung dengan mereka. Namun Mika, bocah cilik itu merasa bahwa laki-laki di depannya ini mempunyai aura yang tidak baik. Bahkan Mika menatap sinis pada Arjuna, membuat Chiara tak enak hati. Chiara ini selalu berpikir positif dan tak mau terlalu curiga pada orang.

"Oma, jangan mau dekat-dekat sama wowok ini ya. Dia ndak baik, aula-aulanya dikelilingi sama setan." ucap Mika dengan tatapan seriusnya. Bahkan matanya menyipit seakan mencurigai Arjuna. Hal itu membuat Arjuna menyunggingkan senyum paksanya.

"Lihat tuh, Oma. Senyumnya telpaksa, galis bibilnya diangkat paksa." lanjutnya seperti seseorang yang tengah menilai ekspresi seseorang. Rachel dan Susan tampak menahan tawanya mendengar ucapan Mika.

Astaga...

"Tidak boleh berpikiran negatif sama orang, Mika. Kan Mika belum mengenal Omnya," ucap Chiara menegur Mika.

"Oma jangan polos-polos mamat ya. Jadi pelempuan itu halus peka, bisa bedakan olang baik dan cuma modus doang." ucap Mika tak mau kalah.

Chiara hanya bisa meringis pelan mendengar ucapan Mika yang begitu pedas. Sangat terdengar jelas bahwa Mika tak menyukai kehadiran Arjuna di sini. Apalagi Rachel dan Susan kini berada di pihak Mika.

Mending Kak Arjuna pergi saja dari sini,

Achel, kok diusir?

Memang harus diusir dia itu, Ma.

Eh...

Kalian kok bisa ada di sini?

1
muhammad ibnuarfan
gak suka nya di sini tu...Chiara terlalu bodoh jadi emak...insting keibuan nya gak tajam sama sekali...boleh positif thinking...tapi juga harus waspada dong...😤
Sani Srimulyani
wow pasti kali ini ronand yang bergerak.
Atik Kiswati
next....
Sani Srimulyani
lucu juga kalo denger ronand debat sama papa Julian, pasti ujung2nya papa Julian yang kena.....
Atik Kiswati
lnjt.....
Ita Xiaomi
Auto sawan😁
Keinara Leticia
baca ulang karena akun hilang🫣🫠
Ayudya
mang kalau keturunan papa dullian ga kaleng kaleng 🤣🤣🤣🤣kalau suruh jail🤣🤣🤣🤣
black secret
next
Atik Kiswati
mangkanya jadi dosen jangan songong....
tia
lanjut thor
Sani Srimulyani
waaahhh ada yang cari perkara nih orang.....
Healer
Lucky dtg ke kampus k utk berjumpa dgn Achel??
Atik Kiswati
nah...lho.....
Aisyah Ajalah
waduh baca bab ini w jadi senyum senyum sendiri,mau ketawa ngakak takut anak kaget karna lagi tidur😃😄😁😆😀😅😂🤣🤭
Ita Xiaomi
Sehat selalu Kk. Istirahat jg.
Atik Kiswati
lnjt...
ririen handayani
🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Sani Srimulyani
ada2 aja nih achel sama mika nih....tapi kalo ga ada mereka tuh serasa sepi gitu....
tia
eggak papa yg penting update dobel 😁
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!