"Aku bersumpah akan membalas semua penghinaan dan rasa sakit ini."
Tivany Wismell, seorang penipu ulung dari dunia modern bertransmigrasi ke zaman peradaban China kuno. Mengalami ketidakadilan dan nasib yang tragis, Tivany menolak menyerah dan akan membalas dendam.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mellisa Gottardo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
masalalu wei [3]
"Hentikan, apa yang sedang kau lakukan di istanaku? apa kau ingin memberontak terang-terangan? kematian Ibumu bukan tanggung jawabku." Ucap Kaisar Mo.
"Tidak ada, aku hanya ingin membunuhmu." Jawab Wei menggeram dengan mata melotot.
"Apa kau jadi gila atau darah Ibumu yang membuatmu gila? memang hewan tidak akan bisa hidup berdampingan dengan manusia, Menjijikan." Ucap Kaisar Mo mencemooh.
"Lebih menjijikan mana dengan manusia yang menghamili hewan? aku lahir karena kau yang mencintai hewan." Wei tertawa mengerikan.
"Dan itu adalah penyesalan terbesar dalam hidupku, kematian Ibumu adalah masalahnya sendiri dengan kaum hewan itu. Tidak ada hubungannya denganku, jadi hentikan kebodohanmu sebelum terlambat." Ucap Kaisar Mo.
"Terlambat untuk apa? justru kau yang membuatku terlambat untuk segera membunuhmu." Ucap Wei santai.
"Sepertinya karena hidup terlalu tenang membuatmu sombong. Mundur kalian semua, kali ini biarkan aku memberi pelajaran pada anak pembangkang ini. Ingatlah Wei, bahkan jika kau mati pun tidak akan merubah apapun." Ucap Kaisar Mo.
"Benar, jika anda yang mati pun begitu." Saut Wei.
"Brengsek, membunuh hewan keji adalah kehormatan. Kau akan mati menyusul Ibu dan kaum menjijikanmu itu anak sialan." Ucap Kaisar mengeluarkan hewan kontrak naga hijau nya.
"Menggemborkan jika hewan itu menjijikan, tapi kau sendiri bergantung pada kekuatan Hewan. Apa kau tidak malu? aku yang mendengarnya saja malu." Ucap Wei.
"Naga adalah bewan agung, serigala adalah kaum hewan rendahan dengan sifat licik yang menjijikan. Sayang sekali kau sendirian, karena kekuatan serigala hanya saat dia bergerombol." Ejek Kaisar Mo.
"Ada satu serigala yang memenangkan perang antar koloni sendirian, dia adalah Alpha." Ucap Wei tersenyum smirk menyeramkan.
Deg.
Kaisar terkejut, dia tau tentang darah Alpha. Sosok yang memiliki jiwa pemimpin dan keberanian diatas rata-rata, sosok yang berani menerjang jutaan ketakutan tanpa merasa takut akan kematian. Sosok yang penuh kehormatan dan di segani kaumnya, sosok yang sangat Kaisar Mo benci.
"BERISIK, MAKAN DAN KUNYAH DIA." Teriak Kaisar Mo.
"Oyy siapa yang memakan siapa." Wei dengan gesit menghindar kesana kemari.
Para pengeran dan selir yang melihat itu merasa takut, tidak menyangka jika Wei berani melawan Kaisar. Pangeran ke-7 merasakan firasat buruk, jika Kaisar tewas di tangan Wei maka dia akan lengser. Dia berpikir dengan otak liciknya, padahal pangeran ke-7 masih berusia 12 tahun.
ARRRRRGGGHHHHHHHH
BOOOOMMMMMM
Kemustahilan bagi seekor serigala mengalahkan Naga, Wei terdesak dan terluka parah tapi dia terus berdiri dan menantang dengan berani. Dia tau ajalnya masih jauh, dia akan mencapai tujuannya kali ini.
klutuk
Kalung yang di pakai Wei terjatuh ke tanah, mendadak aliran darah Wei mendidih dan kekangan yang mencekik lehernya lepas begitu saja. Wei merasakan kebebasan yang mumpuni, dia merasakan kekuatannya yang sesungguhnya sudah datang.
Meskipun begitu, Wei tetap menyimpan kalung itu dengan baik karena dia harus mengembung hawa keberadaan nya dari kaum serigala murni.
CRASHHHH
Jleb
KHIIIIIKKKKK
Tangan Wei menembus jantung naga, seketika naga memekik dan jatuh terkulai tidak berdaya. Wei tertawa meremas jantung naga sampai hancur, dia dengan darah yang melumuri tubuhnya merasa sangat bahagia.
Wei tau jika setelah ini dia tidak akan bisa kembali lagi menjadi manusia normal, dia pasti akan memiliki insting memburu yang lebih tajam. Meskipun dia akan menyembunyikan segalanya dari publik, dan berusaha terlihat normal.
uhuk...uhhk...
"Yang mulia." Para selir memekik kaget.
"Wahh lihat ini, siapa yang mati? jangan mati dulu bajingan, aku belum mengoyak tubuhmu dengan taringku yang tajam ini. Kau membenci taringku bukan? kalau begitu aku akan memastikan kau mati oleh hal yang paling kau benci." Ucap Wei tersenyum psikopat, maju mendekat pada Kaisar Mo.
"APA YANG KALIAN LAKUKAN!!! HADANG DIA." Teriak Kaisar Mo pada para pangeran.
Para pangeran saling pandang dengan ketakutan, mereka tidak berani berurusan dengan Wei saat ini. Wei tertawa terbahak saat melihat tidak ada satupun yang mau melindungi Kaisar itu.
"HAHAHAHAHAHAHHA Lihat itu, bahkan anak kesayangmmu pun enggan menolong." Wei menertawakan.
"Berhenti di sana, jaga batasanmu." Ucap Kaisar ketakutan.
"Sejak awal kau lah yang meruntuhkan batasan itu, terimalah cinta kasih anak mu ini Ayahanda." Ucap Wei benar-benar menakutkan.
Krauukk
Aarrrgghhhhhhh
Wei melompat dan menggigit leher Kaisar dengan kuat dengan garangnya. Kaisar berteriak kesakitan luar biasa, Wei mengoyak kulit leher Kaisar lalu membanting Kaisar berkali-kali hingga bersimbah darah.
"Seperti ini, seperti ini, seperti ini, Ibuku mati seperti ini Ayah. Apa kau tau? bagaimana rasanya? apakah enak? Hahahahahah." Wei berucap ceria saat membanting dan mengoyak-oyak tubuh Ayahnya sendiri.
Para pangeran dan selir mual, mereka melihat sendiri Kaisar menghembuskan nafas terakhirnya dengan menyedihkan. Apalagi Wei dengan tubuh dan wajah penuh darah, terlihat sangat menakutkan sekali.
"Kaisar tewas karena jatuh sakit, siapkan pemakaman tertutup untuk mengenang jasa dan kebaikannya pada kekaisaran Mo." Ucap Wei, mengikuti ucapan Kaisar di masa lalu.
jleb
jleb
jleb
Ohokkkkkk
Kyaaaaaaaaaaaa
Wei terkejut, menoleh ke samping melihat Pangeran ke-7 menusuk lima pangeran lainnya dengan ganas. Tanpa bisa menyerang balik dan mati seperti orang bodoh, lima pangeran yang lahir dari selir mati menyisakan Pangeran ke-7 saja.
"Astaga Kakak, kenapa kakak membunuh mereka semua?." Ucap Pangeran ke-7 yang bernama Mo Rang, tersenyum menjengkelkan.
"Pengecut." Sinis Wei.
"AAHAHAHAHAHHAHAHA, Hidup memang harus pintar Kakak. Tidak seperti Kakak yang bodoh, Ahhhh~~ apa karena Kakak itu hewan yang tidak punya otak?." Ejek Mo Rang.
"Mungkin, apa kau punya otak?." Wei terlihat santai.
"TIDAAKKK ANAKKU!!! KENAPA KAU MEMBUNUH ANAKKU DASAR KEJI." Para selir menangis meraung, karena anak mereka tewas.
"Aduhhh~~ berisik sekali, mereka itu mati karena lemah. Orang lemah tidak mungkin lengah, dasar orang-orang bodoh." Kesal Mo Rang.
"Dasar bodoh, kebodohan mu ini sungguh sangat membantu." Ucap Selir Ibu dari Mo Rang.
"Begitu kah?." Wei terlihat biasa saja.
"KARENA KAISAR DAN PARA PANGERAN TEWAS DI TANGAN PANGERAN KE-3, PUTRA MAHKOTA MO RANG RESMI NAIK TAHTA DAN MENJADI KAISAR BARU MO." Teriak Selir keras, sangat bahagia.
"AKU KAISAR MO, MEMBERIKAN HUKUMAN ATAS KEJAHATAN PANGERAN KE-3 KURUNGAN PENJARA BAWAH TANAH. SEBAGAI BENTUK BELAS KASIH DAN KEMANUSIAAN, AKU AKAN MENYIAPKAN JODOH DAN MENGASINGKANNYA DI MASA DEPAN!!!." Teriak Mo Rang dengan congkak.
Para pasukan yang memang sejak awal antek-antek dari Selir dan Mo Rang langsung memborgol Wei. Wei di borgol di leher, tangan dan kaki seperti hewan. Wei di arak ke luar istana untuk di pertontonkan pada Rakyat, pengangkatan Mo Rang sebagai Kaisar, dan Selir menjadi Ibu Suri berlangsung meriah dengan kecaman warga pada Wei.
Pemakaman untuk Kaisar di lakukan setelahnya, Bahkan Mo Rang menjual para selir Ayahnya ke rumah bordil. Di usianya yang sangat muda, dia benar-benar sudah menjadi orang jahat yang bersembunyi di balik senyum dan ucapan manis.
Wei tidak memberontak dan di masukan ke penjara bawah tanah, menerima siksaan setiap hari. Dia tetap santai, karena percaya Kin sudah melakukan apa yang dirinya minta. Dia hanya tinggal menunggu waktu yang tepat untuk kabur, dia terus menyiapkan banyak strategi di kepalanya.
Flashback end.
apa jadi lupa akan meylin dan lin....
q harap tidak ya thorrr 💪😘