Mina bertemu dengan Nic saat masih duduk di bangku SMA. Gadis itu tidak pernah menyangka akan jatuh cinta kepada sosok Pria yang berumur sepuluh tahun lebih tua darinya. Tak bertepuk sebelah tangan, Nic ternyata juga menaruh hati pada sosoknya yang sederhana.
Namun, saat mereka hampir bersama, sebuah kesalah pahaman membuat Mina memilih menjauh dari kehidupan Nic. Hingga, Tiga tahun kemudian dia harus kembali bertemu dengan Nic dan terjebak dalam ikatan pernikahan.
Jungkir balik kehidupan mereka menjadi cerita tersendiri.
_
_
_
Note :
JANGAN PLAGIAT ATAU TAMBAL SULAM!
INGAT AZAB
Carilah Rezeki yang halal dengan mencari ide sendiri.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Adinasya mahila, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 25 : Setelah Tiga Tahun
Nic berjalan sambil menyeret kopernya menuju ruang tunggu penerbangan domestik Bandara, di balik kacamata hitam yang dia kenakan matanya membaca pesan di group chat yang baru beberapa minggu ini dibuat oleh Juna.
Bibirnya tersenyum mendapati deretan pesan dari teman-temannya yang saling mengejek satu sama lain. Setelah Axel menikah setahun yang lalu sekarang giliran Juna. Sahabat Nic itu mendapat calon istri yang juga berprofesi sebagai seorang dokter, lalu bagaimana dengan dirinya? entahlah, Nic membiarkan teman-temannya menjulukinya dengan sebutan jomblo ngenes, setidaknya biarpun Jones ia tengah menikmati hidupnya.
Junet Kimvrit
[ Nic, kamu jadi Naik penerbangan pagi kan? ingat pestaku nanti malam, bahkan Axel sudah sampai di hotel kemarin]
Junet Kimvrit
[ Sial! dasar Jomblo ngenes, pesanku hanya dibaca]
^^^Jones Abadi^^^
^^^[ Diam kau Junaedi! aku sudah ada di Bandara ]^^^
Axel yang sedang berduaan di kamar dengan sang istri terbahak melihat dua sahabatnya saling menghina satu sama lain tanpa ingin menimpali.
Mendengar pengumuman bahwa gerbang keberangkatan pesawatnya sudah dibuka, Nic berdiri dari kursinya. Seorang gadis berlari tergesa dari belakang mendahuluinya dan hampir menabrak lengannya.
Alis mata Nic menukik, ia merasa familiar dengan gadis berkemeja biru itu. Penasaran Nic menatap punggung gadis itu lekat karena terhalang penumpang lain yang tengah berjalan. Namun, sayang saat masuk ke dalam pesawat Nic kehilangan jejak gadis itu karena kursinya berada di kelas bisnis sementara gadis yang membuatnya penasaran tadi duduk di kelas ekonomi.
"Tidak mungkin," gumamnya.
"Mina sudah pergi. Maaf kak Nic, meskipun kakak memohon, aku tetap tidak bisa memberitahu kemana dia pergi karena Mina sudah berpesan agar tidak memberitahu ke siapapun."
Nic tersenyum kecut mengingat jawaban Kimi tiga tahun yang lalu. Ia sama sekali tidak mendapat jawaban saat bertanya ke Kimi. Semenjak itu, Mina benar-benar menghilang dari hidupnya bak ditelan bumi.
"Jus, susu, teh atau kopi?" pertanyaan pramugari membuat Mina terjaga dari lamunannya.
"Teh boleh," jawab Mina dengan senyum lebar yang menghiasi wajah cantiknya.
Gadis itu memasang headphone setelah pesawat sukses mengudara, menonton film dari televisi kecil di belakang sandaran kursi penumpang di depannya. Film dengan judul Cinderella itu sukses mengingatkannya kepada Nic, cinta pertamanya yang hanya memberi lara hati, begitulah kenangan yang Mina ingat tentang Nic di dalam pikirannya.
***
Mendarat di kota tujuannya, Mina tertawa lebar saat teman satu kontrakannya bernama Ruby menjemput dirinya.
"Lha kok pake motor," gerutu Mina. "Terus koper aku mau dikemanain Rubikem?"
"Dikirim aja ke kontrakan ah pake ojek online, jangan kek orang susah deh."
Menyeringai kesal, Mina hampir saja menjitak helm Ruby karena gadis itu mengkopi secara sempurna kalimat yang sering dia ucapkan.
Setelah memastikan koper miliknya dibawa oleh abang ojol, Mina langsung duduk di belakang boncengan motor Ruby, memegang pinggang teman satu kampusnya itu erat-erat.
"Enak aja, kamu di depan lah!"
"Ya Ampun Ruby, aku kan habis perjalanan jauh, aku capek," gerutu Mina.
"Heleh, cuma Jakarta Jogjakarta kek datang dari Europe aja, lagian kamu pasti cuma molor di pesawat," cibir Ruby.
"Kok kamu tahu sih?" Mina tertawa dan akhirnya dengan terpaksa gadis itu mengambil alih kemudi motor Ruby.
"Kemana nih kita sis?" canda Mina.
"Nyari kostum, ntar malam Damar ngadain pesta di Sky Ocean," jawab Ruby sambil menepuk pundak Mina, memperlakukan temannya itu bak driver ojek online.
"Kali ini dalam rangka apa?" Tanya Mina penasaran.
"Ulang tahun kucing dia yang ke tiga."
Mina terbahak mendengar kalimat Ruby. Selama tiga tahun menempuh pendidikan di Jogja, Mina memilih mengontrak sebuah rumah dengan lima orang temannya, selain lebih murah rumah kontrakan juga dirasa lebih nyaman. Terlebih lagi tiga dari mereka membawa mobil, dengan halaman kontrakan yang luas mereka bisa memarkirkan mobil dengan aman tanpa mengganggu akses pengguna jalan.
***
Nic berpura-pura tak mengenali Juna saat tiba di hotel, tingkah konyolnya di lobby sukses membuat dokter itu kesal. Juna sudah merentangkan tangan lebar-lebar bersiap untuk memeluknya, tapi Nic malah menghindar dan langsung menuju meja resepsionis.
"Dimana lokasi acara pesta bujangmu malam ini?" tanya Nic saat berada di dalam lift.
"Di club yang cukup terkenal di sini, Ara sudah menyiapkannya."
"Wah calon istrimu memang luar biasa," puji Nic.
"Ayolah Nic, cepatlah menikah! apa yang kamu tunggu?" cecar Juna.
"Yang aku tunggu calon mempelai wanitanya, apa lagi?" Gumam Nic yang sudah berjalan cepat meninggalkan Juna yang besok pagi sudah akan berubah status menjadi seorang suami.
***
Jam sembilan malam Nic dan teman-temannya masuk ke dalam Sky Ocean untuk berpesta. Berbeda dengan dirinya yang biasa pergi ke club yang di booking secara private setiap ada acara khusus, kali ini sepertinya Ara calon istri Juna tidak melakukannya, terbukti dengan adanya deretan mobil yang sudah hampir memenuhi parkiran Club itu saat mereka tiba.
Benar saja, pesta bujang pria-pria dewasa itu terganggu dengan suara dentuman musik di atas rooftop yang memekakkan telinga. Kesal, Juna memanggil pelayan, menanyakan apakah sang calon istri tidak memesan tempat itu hanya untuk acaranya.
Pelayan menjawab Juna dengan anggukan kepala," Sebenarnya Nona Ara menginginkan rooftop untuk acara anda, tapi rooftop club setiap tanggal lima belas sudah dipesan."
"Dipesan setiap bulan maksudmu?" Tanya Axel penasaran. "Wow hebat sekali."
"Benar Tuan, di atas sedang ada pesta para anak-anak sultan," ucap si pelayan.
"Sudahlah, nikmati saja!" Nic terlihat santai, mencoba menenangkan Juna yang Ia tahu pasti sedang merasa tak enak hati.
"Hei sudahlah! jangan sampai karena hal ini kamu marah dan tidak jadi menikah besok," goda temannya yang lain.
Mereka pun kembali berpesta. Namun, suara berisik dari atas terdengar mengganggu lagi. Juna yang sedikit emosi langsung naik ke atas,
Ia ingin mencoba berbicara kepada anak-anak sultan itu agar mau mengecilkan volume musik karena pestanya yang tepat berada di bawah menjadi kurang nyaman.
Nic dan Axel yang takut sang sahabat akan membuat keributan memilih bangun dari kursi dan langsung menyusul naik ke atas. Ketiganya tertegun mendapati sekitar lima belas anak muda sedang berpesta pora dengan deretan minuman dan hidangan mahal bahkan menyewa seorang DJ .
Mata Nic membeliak, melihat sosok gadis yang dia kenal mengangkat gelas sambil meliukkan badannya diantara rekan-rekannya yang juga tengah bergoyang menikmati dentuman musik.
"Nic, bukankah itu Mina?" tanya Juna.
Baik Axel dan Juna tahu betul bahwa selama ini sahabatnya itu masih tidak bisa melupakan sosok Mina karena kesalahpahaman diantara mereka yang belum terselesaikan.
Ketiganya masih terpaku memandangi kerumunan anak-anak itu saat musik tiba-tiba berhenti dan seorang laki-laki berbicara kepada gadis yang mereka duga adalah Mina sambil menunjuk ke arah mereka.
Berjalan mendekat, semua matapun tertuju pada gadis itu yang ternyata betul adalah Mina. Tepat di depan Nic, Mina tersenyum.
"Kamu mau ga jadi belalang? terus aku jadi kupu-kupunya? jadi kalau siang kita makan nasi kalau malam minum susu."
Tak hanya Nic, Axel dan Juna sukses dibuat terkejut dengan kalimat yang lolos dari bibir gadis itu. Suara sorakan, teriakan dan tepuk tangan menggema disana. Sadar bahwa hanya dijadikan bahan lelucon, wajah Nic berubah kesal.
Tanpa mengucapkan satu patah katapun, Mina berbalik mencoba kembali berbaur dengan teman-temannya, tapi sebelum itu Nic terlebih dulu menangkap pergelangan tangan kirinya.
"Apa kamu menghilang tiga tahun hanya untuk berubah menjadi liar seperti ini?"
Mina berbalik menatap sosok Nic yang masih sama seperti tiga tahun yang lalu, yang berbeda sekarang mungkin adalah perasaan mereka berdua. Bagi Mina seorang Nic hanyalah masa lalu menyakitkan yang ingin dia kubur dalam-dalam, sementara bagi Nic, Mina adalah cinta yang masih belum tertuntaskan.
"Apa kita saling kenal?" Pertanyaan Mina bagaikan pisau tajam yang menghujam tepat di jantung Nic.
_
_
_
_
_
_
_
_
_
_
_
_
...LIKE...
...KOMEN...
...VOTE...
...ADD FAVORITE...
...Mamacih...
Oke anak-anak coba tebak apa yang akan terjadi selanjutnya?
a. Nic nyosor Mina
b. Mina ditabok Nic
c. Mereka sosor-sosoran
d. Tak ada jawaban yang betul
Jawabannya di tunggu sampai tahun depan 🤭
ada dewa anaknya bu dewan,ada aqilla dan adara anaknya bu Erin istrinya raja minyak pak rhoma klo gak salah hihihiiiii