Warning......
Segala hujatan dan cibiran yang di sengaja maupun yang tidak di sengaja bebas untuk di lontarkan. Itu akan kami terima sebagai saran untuk karya saya ini.
Jika kalian pernah mendengar kata IBLIS, itu pasti ada kaitannya dengan pembunuhan dan memakan manusia dengan banyak cara. Namun bagaimana jika ada seseorang yang menolong iblis? Dan bersahabat dengannya? Apa itu mungkin? Ini adalah karya saya yang berjudul "Tetangga Iblis" By : Novianingsih Juliani
Veby adalah seorang gadis SMA yang harus berpisah dengan keluarga nya. Karena ia harus bersekolah di sekolah baru dikarenakan adanya sebuah pertukaran pelajar antar kota.
Ia juga harus tinggal di sebuah apartemen dekat sekolah nya yang baru dan hanya bisa pulang saat libur sekolah atau hari raya karena jarak antara kedua kota tersebut sangat jauh
Hal aneh mulai terjadi saat ia baru saja pindah ke apartemen tersebut, yaitu di sebelah apartemen miliknya, yang ditinggali oleh seorang pria tampan yang kira-kira Satu tahun lebih tua darinya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Novianingsih, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
episode 25
"Oke.... Sudah selesai. Terimakasih sudah menemani ku." Kata Veby pada Mark yang duduk di sampingnya, saat selesai mengerjakan PR nya.
"Hmm." Jawab Mark lalu menempelkan sebagian wajahnya ke meja belajar Veby sambil memandangnya. Veby yang melihat hal itu ikut melakukan hal yang sama.
"Aku ingin tau, kenapa kau menyukaiku?" Tanya Veby sambil memutar jarinya di kening Mark.
"Waktu itu aku pernah melihatmu sedang menuruni sebuah Taksi. Aku memiliki ketertarikan akan dirimu, tapi aku menepisnya karena tidak mungkin kau juga akan menyukaiku." Jawab Mark.
"Aku memang tidak menyukaimu. Kau tau aku suka dengan orang yang kau sakiti. Aku menyukainya sejak SMP, walaupun dia agak resek terhadap cewek. Tapi aku yakin untuk kali ini dia benar-benar menyukaiku." Kata Veby.
"Tidak bisakah kau menyukaiku?" Tanya Mark.
"Aku tidak tau, kau terlalu memaksa. Tapi jujur saat pertama kau menampakkan wajahmu pada ku, aku benar-benar penasaran terhadapmu sehingga hanya kau yang aku pikirkan."
"Kau sangat mengantuk ya?" Tanya Mark yang menyadari kalau mata Veby sedang lelah.
"Hemm, tadi adalah hal berat. Aku benci kelas sejarah, biasanya Jung-dae meminjamiku catatannya. Sekarang dia sudah tidak ada." Sambil menaruh kedua tangannya di bawah wajahnya.
Mark mengelus lembut rambut Veby, hingga Veby merasakan kenyamana dan dirinya pun tertidur.
Mark tersenyum melihat wajah Veby yang terpejam. Betapa inginnya dia menjadi bagian dari hidup gadis kecil itu. Mark menyadari sesuatu, ia duduk dengan sempurna sambil memandang buku-buku Veby.
"Apa aku pernah sekolah? Apa aku punya rumah? Keluarga? Teman? Aku siapa?" Pikiran Mark tertuju lagi pada Veby. Hujan gerimis mulai turun, Mark pun mengangkat tubuh Veby menuju ranjangnya. Saat Mark ingin menarik selimut, ia kaget.
Tangannya kembali menghilang. Bahkan bagian tubuh yang lainnya juga ikut menghilang.
"Sebenarnya aku kenapa?" Tanya Mark pada dirinya.
Pukul 17.05
"Wahhhhmmm.... Duhh gue tidur lama banget." Kata Veby saat melihat jam dindingnya.
"Mark dimana?" Tersenyum melihat tubuhnya sudah berada di ranjang. " Kenapa setan itu semakin hari bertingkah semakin manis? Awas aja kalo gue jadi naksir." Kata Veby lalu turun dari ranjangnya menuju luar kamarnya itu.
"Mark? Apa kau di sini?" Panggil Veby sambil me gambil sebuah roti yang sudah di isi selai.
"Dia kemana? Dia bilang selalu berada di sampingku untuk melindungi ku. Sekarang dia samaskali tidak ada." Kata Veby pada dirinya.
"Huhh, dua bulan lagi aku harus mengikuti les langsung. Aku akan pulang malam nanti, aku tidak boleh terbiasa tidur siang nih." Lalu beranjak menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.
Pukul 21.34
"Gue udah selesai belajar. Tapi kenapa Mark tidak mendatangi ku? Dia kemana?" Veby bertanya-tanya sambil memegang pulpennya.
Tiba-tiba terdengar sebuah ketukan dari tembok kamarnya.
"Hal ini kembali lagi? Apa ini? Dimana Mark? Apa dia meminta tolong? Apa dia di siksa oleh iblis yang dia katakan itu?" Veby kemudian berlari menuju apartemen nomor 7.
Veby mendobrak pintu itu sekuat tenaga. Akhirnya dengan kekuatan kakinya, Veby bisa membuka pintu tersebut. Veby memandangi kamar itu, dan ruangan itu sangat bersih walaupun berbau has.
"Selamat datang mangsa ku." Kata seorang pria yang duduk di sebuah meja, biasanya di meja itulah tempat kepala manusia yang di mutilasi di letakkan.
Kemudian pintu ruangan itu terbanting. Veby benar-benar takut, dia bukan Mark? Badannya lebih kekar dan jauh lebih tua darinya. Kulitnya tampak mengelupas. Dan ketakutannya mulai menjadi saat pria itu mendekatinya.
Veby menjauh, ia berusaha keras membuka pintu ruangan itu. Ia beberapa kali memanggil nama Mark, hingga membuat pria aneh itu tersenyum.
sejauh ini aku masih suka alurnya