NovelToon NovelToon
Suamiku Seorang Ningrat

Suamiku Seorang Ningrat

Status: tamat
Genre:Komedi / Nikahmuda / Obsesi / Beda Usia / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Percintaan Konglomerat / Aliansi Pernikahan / Tamat
Popularitas:20.6M
Nilai: 5
Nama Author: skavivi selfish

( DALAM TAHAP REVISI)

Bibit, bebet dan bobot seringkali menjadi tolak ukur pernikahan di kalangan Ningrat tanah Jawa. Tapi, apa jadinya jika cewek metal pegawai laundry menjadi istri seorang Ningrat? Akankah dia diterima menjadi bagian dari keluarga darah biru dan sanggup mengenyahkan sifat liarnya demi sang suami tercinta? Ataukah dia hanyalah wanita dengan status yang di pertanyakan?

“Bahkan jika kakiku sampai berdarah-darah, aku tetap akan selalu berusaha menjadi yang terbaik untukmu, Mas!” ~ Rinjani

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon skavivi selfish, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 25. [ Kebun Singkong ]

Dikebun singkong milik warga setempat, kami berdiri saling berhadapan. Aku yang berorasi menyampaikan pendapatku, dia yang tetap kuat dengan pendapatnya. Kami berselisih.

Diatas jalan setapak bebatuan nan terjal ini. Kami berdua berdebat. Disaksikan daun singkong dan ilalang yang bergoyang, seakan aku lupa tujuan kami kesini. Menghabiskan hari berdua.

Aku demo tidak terima dengan keputusan sepihak, dia yang bisa dengan mudah menandatangani surat persetujuan kerajaan. Dengan mudahnya akan menyeretku pada perjanjian diatas kertas.

Aku seakan lupa jika yang aku hadapi adalah laki-laki yang dalam darahnya mengalir kebangsawanan, keagungan dan kebesaran. Tak lupa, ada darah keangkuhan juga mengalir dalam darahnya.

"Jauh-jauh kepantai hanya mau bertengkar, kalau gitu tadi dirumah saja. Tidak perlu sampai membuat pantatku kesemutan." Aku lupa dia siapa, nada bicaraku sudah meninggi.

"Aku tidak mengajakmu bertengkar, aku hanya mengajakmu menikah." Raut wajahnya seperti biasa, serius. Tapi suaranya tetap lembut, Sikapnya masih terlihat tenang. Malah kadang-kadang senyuman terukir di bibirnya.

"Menikah! Mas gila ya?"

Aku menggeretakan kakiku ke tanah. Aku adalah gadis yang tidak bisa menolak secara langsung ataupun gadis yang bisa mengiyakan secara langsung. Perlu banyak perdebatan dan ini itu untuk memutuskan tindakan selanjutnya.

"Aku masih 20 tahun mas, aku masih ingin melunasi hutang-hutangku. Aku masih mau menjalani hidupku sebagai seorang gadis."

"Menikahlah denganku Rinjani. Maka semua kebutuhanmu menjadi tanggung jawabku."

"Mas, menikah tidak semudah itu. Aku tidak mau seperti orangtuaku. Bercerai!"

Aku seperti bicara dengan diriku sendiri, kata bercerai seperti menancap luka yang tidak akan pernah mengering. Bahkan lukanya semakin menganga, " Aku masih ingin mencari ibu." Mataku sudah berair, laki-laki bodoh yang tidak tahu diuntung itu meninggalkan banyak luka yang ditaruh pada tubuh ibuku. Banyak pula benih yang ditanam dalam rahim ibuku, namun jika positif. Laki-laki bodoh itu menyuruh ibu untuk mengugurkan calon adik-adikku, apa memang lebih baik begitu. Agar adik-adikku tidak tahu sifat-sifat laknat bapak ku, "Jika mas bisa menemukan ibu. Aku bersedia menikah, apapun syarat yang mas berikan aku turuti."

Aku menutup kedua mataku, mengusap air mata yang perlahan membasahi wajahku.

Tubuh kekar itu menarik tubuhku ke dalam peluknya, mengelus lembut punggungku,

"Menangislah." Dia membiarkan ku menangis, beberapa saat kemudian aku mulai sadar. Kami masih berada ditengah kebun singkong milik warga.

"Mas, lepas." Aku mendorong tubuhnya, tapi malah tubuhku yang condong ke belakang.

Kaysan menghapus sisa air mataku, "Nanti aku bantu cari ibu. Tapi Jani tahu apa yang harus Jani lakukan setelah itu?"

Aku mengangguk, dia menarik tubuhku lagi dalam pelukannya. "Mas udah, aku tidak mau nanti di tangkap warga setempat."

Kaysan hanya terkekeh kecil, dia menggandeng tanganku. Kami berjalan menyibakkan bunga hutan berwarna oranye yang nampak bermekaran. Warna bunga ini tampak kontras dengan keadaan sekitar. Seperti sebuah oase di gurun Sahara.

Kami tiba di pasir putih, disambut banyaknya kupu-kupu kuning yang mulai berhamburan terbang menghindari kedatangan kami, dua hati yang kembali bersinergi.

"Bagus banget mas, ini seperti hidden paradise." Mataku mengedar, batuan-batuan karang menghiasi sisi kanan pantai ini.

Kupu-kupu kuning tadi seperti menari-nari bak tarian kupu-kupu kuning asli Bali. Kupu-kupu kuning yang mengawal perjalanan prajurit Raja Karangasem, ketika menyerang kerajaan Selaparang, Lombok. Yang dipimpin I Gusti Anglurah Ketut Karangasem.

Beberapa orang percaya bahwa kupu-kupu membawa pesan dari malaikat atau tanda-tanda dari orang terkasih yang telah tiada. Kupu-kupu memiliki daya magis dan kualitas yang sangat mudah untuk melihat mengapa begitu banyak simbolisme yang berkaitan dengan hewan ini. Perubahan, Kebebasan, Jalani hidup sepenuhnya dan Keindahan.

Lalu apa makna kupu-kupu untuk hidupku, Kemana takdir akan membawaku pergi setelah ini.

Kami berdua duduk diatas pasir putih, menghadap lautan lepas dihadapan kami. Kami seperti kecil, banyak rahasia dibalik air yang bergelombang dengan lincahnya.

"Mas gakpapa duduk dibawah?" kataku sambil membuka tas ranselku. Apa berpacaran denganku, sudah seperti melakukan penghinaan.

"Dari tanah kita kembali ke tanah, Rinjani."

"Mas, jangan bicara seperti itu."

"Lalu? aku sedang belajar menjadi diriku sendiri saat denganmu Rinjani."

"Mas, kamu membuatku merasa bersalah."

"Tidak, memang harusnya aku melepas gelarku saat berdekatan denganmu."

"Mas..."

Aku mengambil plastik putih dari dalam tasku, mengambil hand sanitizer dan menyemprotkan pada tanganku.

"Tanganmu mas." Pintaku, tangannya lalu menengadah.

"Umur mas berapa sih, kenapa ngebet pengen nikah?"

"34tahun, Jani."

Tubuhku berangsur mundur, "Mas tua."

"Tapi mas akan slalu muda jika berpacaran dengan gadis kecil sepertimu Rinjani."

"Jadi aku pacaran sama mas-mas yang udah mateng?" kataku sambil menahan tawa, ibarat sebuah mangga. Kaysan adalah mangga tua yang manis rasanya. Ah mangga... Siapa saja orang yang tak mengenalnya akan menganggapnya laki-laki yang dingin. Sorot matanya tak memancarkan kehangatan, apalagi tubuhnya yang kaku ibarat sebuah manequin.

"Lebih mateng lagi jika nanti aku sudah nikahin kamu."

Aku tergelak, "Mas, udah ah jangan ngomongin nikah lagi. Belum 24jam kita mendalami karakternya." Bicaraku kembali bersungut-sungut.

Kaysan mencubit hidungku, "Kamu gemesin Rinjani. Aku jadi..."

"Jadi apa?"

"Jadi makin, Ehm... Apa yang kamu pegang Rinjani?"

"Beng-beng. Mau?"

Kaysan mengangguk, "Makanlah mas."

Aku menaruh beng-beng itu ke dalam tangannya. Kami duduk saling memberi jarak.

Bahkan jika dilihat orang awam, kami hanya seperti kakak adik yang sedang mampir duduk dipinggir pantai.

"Besok malam Minggu mau kemana sama Nina, Jani?" tanya Kaysan saat sudah menghabiskan snack ditangannya, aku mengambil air mineral untuknya, "Minum dulu."

"Besok mau rapat event tahunan, Mas. Jadi malam Minggu besok kita tidak ketemu."

Kaysan hanya mengangguk, "Tapi waktu senggangku hanya Sabtu dan Minggu."

"Mas jadwalnya Minggu kalau mau."

"Bukannya kalau pacaran biasanya harus malam Minggu, Rinjani?"

"Memang siapa yang bikin jadwal mas? Gak ada."

Aku menjulurkan lidahku, "Akal-akalan mas aja nih." Aku bersorak.

"Maaf mas, ini event besar jadi setiap malam Minggu harus rapat panitia sampai hari H." Lanjutku lagi menjelaskan.

"Baiklah, aku paham."

"Mas marah?"

"Tidak."

"Mas?"

Dia diam, "Sudah tua kalau ngambek tambah tua." kataku sambil mendekatinya. Dia hanya merangkul bahuku tanpa bersuara.

Jika begini aku malah takut, jalan pikirannya tidak mudah ditebak. Kira-kira dia berpikir apa ya, "Jika mau mendalami karakter mas harus lebih terbuka. Jangan hanya diam saja."

Kaysan mengambil ponselnya, aku terperangah. Ponsel pintarnya tidak seperti gelar yang ia sandang. Walaupun lebih bagus dari ponselku tapi ponselnya tergolong model biasa.

"Simpan nomermu Rinjani." Dia menaruh HPnya di tanganku, "Gakpapa aku tulis sendiri?"

"Tulislah, jangan memberiku nomer yang salah."

Aku terkekeh, "Aku beri nomernya Bu Rosmini mau?"

Kaysan mencubit hidungku lagi, "Awas saja."

Aku perlahan membuka HPnya, berpacaran dengan mas-mas berumur mateng membuatku segan untuk mengotak-atik HPnya. Berbeda saat aku berpacaran dengan Nanang, bahkan password semua sosial medianya aku tahu.

Ku tulis nomer HPku dengan cepat, "Udah mas, telepon aku nanti malam." Godaku dengan nada genit.

Gelayut senja mulai menghiasi langit sore ini, aku dan Kaysan mulai membereskan barang bawaan. Tidak banyak yang kami bicarakan, pacaran ala sultan pendiam memang membuatku kebingungan.

Kami mulai berjalan melalui jalan setapak tadi, "Mas, lama-lama betisku jadi tambah seksi." keluhku dengan nada terengah-engah.

"Nanti kalau sudah nikah mas pijit betismu yang udah seksi Rinjani."

Aku menepuk bahu Kaysan, "Mas!"

Rahayu kersaning Gusti 💚

1
Rila Finka
🤣🤣🤣Pintu oh pintu beruntungnya kamu di jaga 2 cowok kembar yg ganteng2 🤣🤣🤣
Rila Finka
dasar indy
Rila Finka
ihuyyy😍😍
mams dimas
Kecewa
mams dimas
Buruk
mams dimas
sampe kalian jadi kakek nenek dan mas kay meninggal...pokok nya panjannnnng buanget😁😁😁
Alif Refalino Refalino
Banyak paket yg hilang ya min ,dlu baca novel ini puanjang bgt
Alif Refalino Refalino
Nanang emang kyk baskara ekspektasi ku khayalan
Alif Refalino Refalino
Ayahnda di rumah bu sasmita kyk menemukan jati dirinya sndri kepada keluarga kecilnya
Ulil Baba
emang kuda lumping kesurupan kok kembang sajen
Ulil Baba
atu tenan lek Podo menungsone,, seng bedakne Lanang wedok e
may
Aku tetep nangis di part ini walaupun udah berulang kali baca
may
Hai mas nanang🤭
may
Hai rinjani dan mas kaysan, aku kembali lagi kesini, aku sudah 3x membaca kisah kalian, terimakasih mbk selvi sudah menciptakan karya sebaguss ini❤️
may
Luar biasa
may
Aku langganan sumber selamat bun😭
mom SRA
Luar biasa
mom SRA
ini novel ke 2 otor yg ku baca,liat babnya sampai ratusan bikin pala pening tp penasaran 😁😁
Partini Minok Nur Maesa
band dr jogja thor bkn solo
Partini Minok Nur Maesa
santosa mlh mikirin nina.klo langsinv bisa mirip nina zatulini san
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!