(***) Karna sebuah kecelakaan motor membuat gian harus merawat hilya dan tinggal bersama di masion miliknya.
kesibukan kedua orang tua hilya membuatnya menyetujui agar hilya tinggal bersama sang pelaku.
Akankah kecelakaan itu membawa benih benih cinta terhadap dirinya dan Gian sang pelaku dalam kecelakaan itu?
Instagraam: @iraurah
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon iraurah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
episode 25 - Adik Kembar Gian
Uhuk Uhuk Uhuk!
"Hei bocah jaga bicara kalian, itu tidak sopan! " Lagi lagi Gian menegur kedua adik kembarnya, rasa Gian ingin sekali melempar sesuatu pada mereka tapi masih bisa dia urungkan.
"Apanya yang tidak sopan? bahkan tadi kalian berpelukan, apa namanya jika bukan kekasih?!" Ucap Wanda mencoba membela diri karna tidak mau disalahkan.
"Kalian salah faham, tadi aku hanya spontan memeluk Pak Gian karna pak Gian baru saja membelikan ku sebuah handphone" Hilya mencoba menjelaskan pada mereka semua bahwa apa yang mereka fikirkan tidaklah benar adanya.
"APA!!" Winda dan Wanda pun terkejut mendengarnya.
"Jadi handphone yang tadi itu dibelikan Kak Gian?"
"Wah... Padahal itu handphone keluaran terbaru loh" Tambah Winda
Wanda menggeleng tidak percaya "Bahkan kakak tidak pernah membelikan kita handphone seperti itu"
"Kalian ini kenapa sih?! aku membelikannya karna aku berniat menggantikan handphone nya yang rusak akibat kecelakaan itu" Ujar Gian panjang lebar menjelaskan yang sebenarnya.
Dewi yang mendengar pengakuan Gian sedikit kecewa karena tenyata Putranya masih belum mempunyai tambatan hati yang baru, berarti ia harus lebih berusaha lagi untuk mendekatkan Gian dengan Hilya.
Jadi kakak ipar sudah punya kekasih belum?" winda lagi lagi menanyakan hal itu, entah apa yang yang membuat dia begitu penasaran hanya dialah yang tau.
"A.. aku tidak pernah mempunyai kekasih" Jawab Hilya malu malu sambil menundukkan kepalanya.
"APA?! " Winda dan Wanda dibuat terkejut lagi oleh jawaban Hilya.
"Itu tidak mungkin!, lihatlah dirimu kakak ipar kau begitu sempurna, mata bulat hidung mancung body gitar tidak mungkin kau tidak pernah mempunyai kekasih" Wanda bersikeras dengan opininya.
"Tapi aku tidak berbohong, aku benar benar mengatakan yang sesungguhnya"
"Tapi kenapa? tidak mungkin kan kalau tidak ada lelaki yang mendekati kakak ipar! "
"A... aku hanya belum siap" gumam Hilya sangat pelan dan hampir tidak terdengar.
Melihat Hilya yang mulai gugup dengar pertanyaan adik adiknya Gian pun berusaha menghentikan kegiatan mereka sebelum adik adiknya itu menanyakan pertanyaan pertanyaan lain.
"Kalian sudahlah... Jangan ajukan pertanyaan pertanyaan konyol kalian itu, itu akan membuatnya tidak nyaman!" geram Gian yang menatap tajam kedua adiknya.
Karna mendapat tatapan seperti itu akhirnya mereka pun tidak bertanya lagi dan melanjutkan menonton acara TV kembali.
Pukul 10 malam keluarga Gian pamit pulang karna besok Winda dan Wanda masih harus sekolah sperti biasa, kini tinggal ada Gian dan Hilya di ruangan itu lalu Gian mengantarkan Hilya ke kamar dan membaringkannya di tempat tidur.
"Tidulah...Maaf karna kedatangan keluargaku kau jadi tidur jam segini"
"Tidak apa apa, aku justru senang bisa bersama mereka" Sambil tersenyum simpul pada Gian.
"Syukurlah jika kau senang, sekarang istirahatlah aku akan kembali ke kamarku" Gian pun pergi ke kamarnya untuk mengistirahatkan tubuhnya yang kian terasa lelah.
Saking mengantuknya Hilya bahkan lupa mengganti baju tidurnya dan tidur menggunakan baju santainya sejak tadi siang. Hari ini dia sangat bahagia karna bisa merasakan kehangatan sebuah keluarga walaupun bukan keluarganya sendiri, tapi sikap keluarga Gian yang begitu baik kepadanya membuat dirinya merasa seperti salah satu anggota keluarga mereka.
Mimpinya pun begitu indah malam ini, terbukti dengan senyum yang terukir di sudut bibirnya ketika ia terpejam, ingin rasanya ia menghentikan waktu waktu seperti ini, ia berharap ketika bangun nanti kejadian tadi bukanlah sebuah mimpi.
apa iya lulusan SMA atau masih kuliah gitu udah jadi manajer??
kebayang yah kalo letaknya susah, pasiennya bisa koit 10x, hehhehe