NovelToon NovelToon
Love By Accident

Love By Accident

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Action / Tamat
Popularitas:9.6M
Nilai: 4.8
Nama Author: iraurah

(***) Karna sebuah kecelakaan motor membuat gian harus merawat hilya dan tinggal bersama di masion miliknya.

kesibukan kedua orang tua hilya membuatnya menyetujui agar hilya tinggal bersama sang pelaku.

Akankah kecelakaan itu membawa benih benih cinta terhadap dirinya dan Gian sang pelaku dalam kecelakaan itu?

Instagraam: @iraurah

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon iraurah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

episode 25 - Adik Kembar Gian

Uhuk Uhuk Uhuk!

"Hei bocah jaga bicara kalian, itu tidak sopan! " Lagi lagi Gian menegur kedua adik kembarnya, rasa Gian ingin sekali melempar sesuatu pada mereka tapi masih bisa dia urungkan.

"Apanya yang tidak sopan? bahkan tadi kalian berpelukan, apa namanya jika bukan kekasih?!" Ucap Wanda mencoba membela diri karna tidak mau disalahkan.

"Kalian salah faham, tadi aku hanya spontan memeluk Pak Gian karna pak Gian baru saja membelikan ku sebuah handphone" Hilya mencoba menjelaskan pada mereka semua bahwa apa yang mereka fikirkan tidaklah benar adanya.

"APA!!" Winda dan Wanda pun terkejut mendengarnya.

"Jadi handphone yang tadi itu dibelikan Kak Gian?"

"Wah... Padahal itu handphone keluaran terbaru loh" Tambah Winda

Wanda menggeleng tidak percaya "Bahkan kakak tidak pernah membelikan kita handphone seperti itu"

"Kalian ini kenapa sih?! aku membelikannya karna aku berniat menggantikan handphone nya yang rusak akibat kecelakaan itu" Ujar Gian panjang lebar menjelaskan yang sebenarnya.

Dewi yang mendengar pengakuan Gian sedikit kecewa karena tenyata Putranya masih belum mempunyai tambatan hati yang baru, berarti ia harus lebih berusaha lagi untuk mendekatkan Gian dengan Hilya.

Jadi kakak ipar sudah punya kekasih belum?" winda lagi lagi menanyakan hal itu, entah apa yang yang membuat dia begitu penasaran hanya dialah yang tau.

"A.. aku tidak pernah mempunyai kekasih" Jawab Hilya malu malu sambil menundukkan kepalanya.

"APA?! " Winda dan Wanda dibuat terkejut lagi oleh jawaban Hilya.

"Itu tidak mungkin!, lihatlah dirimu kakak ipar kau begitu sempurna, mata bulat hidung mancung body gitar tidak mungkin kau tidak pernah mempunyai kekasih" Wanda bersikeras dengan opininya.

"Tapi aku tidak berbohong, aku benar benar mengatakan yang sesungguhnya"

"Tapi kenapa? tidak mungkin kan kalau tidak ada lelaki yang mendekati kakak ipar! "

"A... aku hanya belum siap" gumam Hilya sangat pelan dan hampir tidak terdengar.

Melihat Hilya yang mulai gugup dengar pertanyaan adik adiknya Gian pun berusaha menghentikan kegiatan mereka sebelum adik adiknya itu menanyakan pertanyaan pertanyaan lain.

"Kalian sudahlah... Jangan ajukan pertanyaan pertanyaan konyol kalian itu, itu akan membuatnya tidak nyaman!" geram Gian yang menatap tajam kedua adiknya.

Karna mendapat tatapan seperti itu akhirnya mereka pun tidak bertanya lagi dan melanjutkan menonton acara TV kembali.

Pukul 10 malam keluarga Gian pamit pulang karna besok Winda dan Wanda masih harus sekolah sperti biasa, kini tinggal ada Gian dan Hilya di ruangan itu lalu Gian mengantarkan Hilya ke kamar dan membaringkannya di tempat tidur.

"Tidulah...Maaf karna kedatangan keluargaku kau jadi tidur jam segini"

"Tidak apa apa, aku justru senang bisa bersama mereka" Sambil tersenyum simpul pada Gian.

"Syukurlah jika kau senang, sekarang istirahatlah aku akan kembali ke kamarku" Gian pun pergi ke kamarnya untuk mengistirahatkan tubuhnya yang kian terasa lelah.

Saking mengantuknya Hilya bahkan lupa mengganti baju tidurnya dan tidur menggunakan baju santainya sejak tadi siang. Hari ini dia sangat bahagia karna bisa merasakan kehangatan sebuah keluarga walaupun bukan keluarganya sendiri, tapi sikap keluarga Gian yang begitu baik kepadanya membuat dirinya merasa seperti salah satu anggota keluarga mereka.

Mimpinya pun begitu indah malam ini, terbukti dengan senyum yang terukir di sudut bibirnya ketika ia terpejam, ingin rasanya ia menghentikan waktu waktu seperti ini, ia berharap ketika bangun nanti kejadian tadi bukanlah sebuah mimpi.

1
Halimah
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
pretty girl's
luar biasa
Nia septiani
gak usah mencela .kalo ga suka jangan di baca ya kak.kasian autornya dh cape2 mikir nulis trs di cela
Nia septiani
iya yah kak kalo aslinya mah ngtu . tp sayang kalo di novel kan ini suka suka autor nya mau bgimana tempatnya hehe sabar sabar
Endach Sukma
knpa gk kakek sekalian manggilnya, nanggung lah klo cma bapak....
Maya Ratnasari
kalo usia 19 th, itu biasanya baru lulus SMA atau udah kuliah tingkat awal.
apa iya lulusan SMA atau masih kuliah gitu udah jadi manajer??
Maya Ratnasari
logika nya, UGD adalah unit gawat darurat, setidaknya memiliki kriteria: mudah dijangkau, aksesnya cepat, tempat strategis.

kebayang yah kalo letaknya susah, pasiennya bisa koit 10x, hehhehe
Rhenii RA
Mansion bukan masion
Sri Paputungan
luar biasa
Azhure
duduk di kursi roda dengan pakaian seperti ini dengan posisi kaki sakit? aduuuhhh ga bahaya taaahh?🤭🤭🤭
Azhure
laaaahhh matanya di pinjamkan, buta atuh jadinya thor 😂😂😂
Azhure
sedikit patah dan lumayan parah? gmn maksudnya 😭😭😭
Azhure
wah ini indikasi hilang ingatan keknya, prasaan td manggil mamah, kok tb² jd manggil ibu 🤭🤭🤭
mommy raina
ceritanya menarik, meski terdapat beberapa kata yg kurang tepat
mommy raina
koreksi sdikit y thor, hubungan mereka itu adalah sbg atasan dan bawahan thor, kalau rekan bisnis itu artinya si angel jg punya perusahaan sendiri dan mereka bekerja sama. dan yg benar itu sekretaris, bukan sekertaris.
Heny Widyasworo
Luar biasa
Liiee
banyak kok UGD di lantai 2,,,
Tarty Chunjileechanheesllu
👍👍👍
Elena Sirregar
ada perkataan yg tak sesuai misal Gian menolong Haila duduk diatas kerusi: Gian menduduki Haila ke atas kerusi. seharusnya mendudukan Haila diatas kerusi. sebab dia menolong seseorang untuk duduk.
Nur Syah
wowwwww hilya benar2 cantik
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!